Cinta Asteria

Cinta Asteria
Terjebak gairah terlarang


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Assalaamu’alaikum warohmatullahi wabarakatuhu…


Saya sebagi Alumni SMU ini sangat bangga dengan Adik adik saya dan sekolah ini. terutama Adik Sinta yang telah membacakan puisi dan membawakan lagu. Untuk itu sebagai ucapan terimakasih saya dan penghargaan serta penghormatan saya ijinkan saya untuk menyumbangkan sebuah lagu. Dengan diiringi gitar akustik oleh gitaris dari U Wish Band, dan saya sendiri Hazel dari band juga dengan genre bosanova.”


Kata Hazel membuka prolog, semua yang hadir bertepuk tangan kecuali kedua orag tua Hazel, dan yag paling terlihat kaku adalah Andi. Ketika Hazel menyebut dirinya Gitaris dan meminta mengiringi Hazel bernyanyi dalam Genre Bosanova.


“Saudara Andi sudah siap….???” Tanya Hazel.


*****


Episode ini


“I.. ya sudah siap “ jawab Andi tergagap.


Andi yang gugup sampai kelihatan berkeringat dingin, dan itu jelas terlihat oleh Hazel.


“Kali ini Hazel mau membawakan lagu lawas, ‘Layu Sebelum Berkembang’ sekedar hiburan saja. Dan jangan sampai ini terjadi. Serta Hazel tetap berharap sekolah ini terus berkembang jangan sampai menjai layu.” Ucap Hazel memberikan prolog sebelum membawakan lagu.


Kemudian Andi mulai membuka lagu dengan interlude….


...Layu sebelum berkembang...


...Hatiku hancur mengenang dikau...


...Berkeping-keping jadinya...


...Kini airmata...


...Jatuh bercucuran...


...Tiada lagi harapan...


...Tiada seindah waktu itu...


...Dunia berseri-seri...


...Malam bagai siang...


...Seterang hatiku...


...Penuh harapan padamu...


...Kini hancur berderai...


...Kesedihan merantai...


...Kuncup di hatiku...


...Yang lama kusimpan...


...Hancur kini sebelum berkembang...


...Mengapa ini harus terjadi...


...Di tengah kebahagiaan...


...'Ku ingin rasakan...


...Lebih lama lagi...


...Hidup bersama denganmu...


...Kuncup di hatiku...


...Yang lama kusimpan...


...Hancur kini sebelum berkembang...


...Mengapa ini harus terjadi...


...Di tengah kebahagiaan...


...'Ku ingin rasakan...


...Lebih lama lagi...


...Hidup bersama denganmu...

__ADS_1


 


Hazel membawakan lagu itu dengan penuh penghayatan, sehingga air matanya pun tak terasa menetes. Bahkan Andi pun ikut merasakan kepedihan hati Hazel. Mata Andi pun tampak sembab terbawa suasana lagu yang dibawakan Hazel.


“Terimakasih….!” Ucap Hazel sambil melangkah hendak turun panggung.


Namun langkahnya terhenti oleh suara Andi.


“Haz, tunggu sebentar…!” ucap Andi.


Hazel pun berhenti melangkah menunggu Andi yang menghampirinya, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Haz, maafkan Andi, tentunya kamu sangat kecewa dengan Andi. Namun Andi saat ini tak mampu berbuat apapun Haz.” Kata Andi. Sambil membimbing Hazel turun dari panggung.


“Bukan salah kamu sepenuhnya Andi, salah Hazel juga bermain apai asmara dengan orang yang sama sekali tidak mencintai Hazel. Harusnya memang Hazel yang tahu diri dari awal.” Jawab hazel menambha Andi semakin teriris hatinya.


“Ayo nak, kita pulang sekarang saja acara juga sudah hampir selesai.” Tiba tiba mamahnya Hazel datang menghampiri Hazel dan mengajak Hazel pulang tanpa mempedulikan sapaan Andi padanya.


“Siang tante,,,,!” ucap Andi menyapa mamahnya Hazel namun mamahnya Hazel hanya diam saja.


“Ayuk papah kamu sudah menunggu kamu disana tuh.” Ucap mamahnya Hazel tanpa mempedulikan sapaan Andi.


Andi pun sadar diri jika sekarang orang tua Hazel tidak menyukainya, jika tidak boleh dibilang membencinya.


Para tamu undangan dan siswa siswi sekolah tersebut tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara Andi dengan Hazel. Mereka beranggapan tak terjadi apa apa hanya sebatas hubungan professional sesama pemain music saja.


Sehingga tepuk tangan dan sambutan jeritan histeris yang mengira Hazeel dan Andi berpenampilan begitu prima dan sangat menjiwai dalam membawakan lagu tersebut.


Lantas beberapa siswi yang tadi belum sempat berfotoria dengan Andi segera berlari menghampiri Andi dan mengajaknya berfoto. Sehingga jalanya acara sudah tidak lagi dihiraukan oleh kebanyakan siswa siswi sekolah tersebut. Sampai akhirnya mereka puas berfoto dan berdialog dengan Andi.


Kemudian Andi mencari Yasinta, untuk menanyakan mau pulang dengan siapa.


“Sinta mau pulang sama siapa ?” Tanya Andi.


“Nanti Sinta dijemput pacar Sinta kak.” Jawab Sinta.


“Tapi langsung pulang ya,  jangan macem macem mamah kamu tahunya kamu sama kaka soalnya.” Kata Andi.


“Kak, ajakin saya aja kalo Sinta udah punya pacar, kalo say amah masih single asli masih disegel kak.” Celetuk seorang sisiwi disambut tawa yang lain dan diikuti yang lain yang menyatakan siap diantar Andi. Sementara Andi hanya menanggapi dengan senyum saja. Menambah pesona Andi malah menjadi semakin melekat di hati beberapa sisqi itu. karena Andi justru Nampak makin cool dengan sikapnya itu.


Andi pun menuju ke ruang guru untuk berpamitan dengan para guru dan karyawan yang ada. Sesampai diruang guru, hanya ada kepala sekolah dan Syifa guru honorer yang mengajar Seni tari dan seni music disekolah itu.


“Mohon maaf pak, bu Saya mau permisi pamit pulang dulu.” Kata Andi kepada kepala Sekolah dan Syifa guru seni tersebut.


“Sebentar mas Andi, ini sudah disiapkan jamuan makan. Sebaiknya mas Andi nikmati dulu sebelum pulang.” Kata kepala sekolah.


“Aduh pak, kok malh repot begitu.” Ucap Andi menolak secara halus. Namun kepala sekolah itu tetap memaksa Andi untuk menikmati sajian makan siang yang sudah disiapkan. Ditemani kepala sekolah dan bu Syifa.


“Sebenarnya ma uterus pulang mbak, memangnya ada apa, apa ada yang bisa saya bantu ?” jawab Andi berbasa basi saja sebenarnya. Namun hal itu ditangkap lain oleh Syifa, sehingga Syifa langsung menyahut peluang itu.


“Emmm kalo gak keberatan saya mau minta tolong untuk ikut diantar sampai ke jalur kendaraan umum. Karena saya kesini tadi hanya naik angkot saja.” Jawab Syifa.


“Owh begitu boleh mbak, sekalian saya antar kerumah mbak Syifa juga gak papa.” Jawab Andi sekenanya saja.


“Serius mau mengantar saya sampai rumah ?” Tanya Syifa dengan senyum manisnya.


Membuat Andi dag dig dug melihat senyum Syifa yang menggoda. Dalam hati Andi berkata, “kenapa aku bisa menahan godaan siswi siswi belia tadi tapi tak sanggup menahan lihat senyuman guru ini. rasanya hatiku jadi dag did dug menatapnya.” Kata Andi dalam hati. Sehingga Andi tak mampu menjawab pertanyaan guru honorer itu.


“Bagaimana mas Andi, serius gak nih nganterin Syifa ke rumah. Atu Cuma kasih php aja nih ? Syifa udah berharap banget loh !” ucap Syifa membuat Andi semakin gugup. Begitulah Andi yang punya kecenderungan mencintai wanita yang sedikit lebih tua darinya.


Dan ketika berhadapan dengan Syifa yang nota bene kakak kelas Diana kakaknya Andi, membuat Andi semakin gemetar.


“Iyya mbak Andi serius mau mengantar kerumah mbak Syifa kok.” Jawab Andi.


“Nah gitu dong mas Andi, jangan hanya kasih php aja pada wanita.” Ucap Syifa memancing Andi.


Sementara itu kepala sekolah yang melihat itu hanya tersenyum kecut, karena dia yang Naksir Syifa namun tidak pernah mendapat respon sedikitpun dari Syifa.


Dan ketika Andi dan Syifa sudah selesai makan. Kemudian mohon pamit pulang, kepala sekolah itu mau memberikan Andi amplop berisi sejumlah uang namun di tolak oleh Andi.


“Mas Andi, terimakasih sudah mau membantu mensukseskan acara sekolah ini. mohon maaf jika penyambutan kami kurang berkenan, dan dari pihak sekolah hanya bisa memebrikan ucapan terimakasih. Ini sekedar buat beli bensin saja.” Ucap kepala sekolah menyerahkan amplop berisi uang kepada Andi.


“Maaf pak tidak usah, saya kesini karena permintaan Yasinta tetangga saya pak. Bukan berniat mau pentas atau manggung kok.” Ucap Andi.


“Terima saja mas Andi, lumayan kan buat jajan nanti sama Syifa.” Kata syifa menggoda. Sehingga sang kepala sekolah duda muda itu jadi terkejut.


“Bu Syifa mau pulang bareng mas Andi, gak saya natar dengan mobil saya saja ?” kata kepala sekolah itu.


“Gak usah pak, Syifa buru buru soalnya, kalo bapak kan harus nunggu acara semuanya selesai dulu. Dan sudah janjian sama Mas Andi juga.” Jawab Syifa tanpa ekspresi apapun.


Karena terus dipaksa Andi pun menerima uang pemberian kepala sekolah tersebut. Dan segera meninggalkan ruangan tersebut bersama Syifa.


Melihat Andi memboncengkan Syifa guru seni yang selalu berpenampilan seksi tersebut. Siswi siswi iseng menyoraki Andi dan Syifa.


“Kak Andi, kapan bisa boncengin saya, jangan hanya Sinta dan bu Syifa aja dong ?”


“Bu Syifa, jangan apa apain calon pacar kita ya bu ?” sahut siswi lainya.


Diikuti gelak tawa yang lainya, sementara Syifa dan Andi hanya menanggapi dengan senyuman saja. Sambil terus melajukan motornya. Sementara Syifa membonceng Andi dengan berpegangan pinggang Andi membuat para siswi pada berteriak. “jaga jarak aman bu Syifa…!” celetuk para siswi.


Andi melajukan sepeda motornya dengankecepatan sedang.

__ADS_1


“Rumahnya masih jauh mbak ?” Tanya Andi pada Syifa sambil mengendarai motornya.


Sementara Syifa semakin berani berpegangan pada Andi, bahkan sengaja menyandarkan tubuh depanya ke punggung Andi sehingga kedua bukit kembarnya seakan hendak menembus punggung Andi.


“Di depan ada pertigaan belok kiri mas, nanti ada rumah kiri jalan warna biru muda kira kira 200 meter dri pertigaan. Ada tulisan sanggar Syifa, itu rumah Syifa mas.” Jawab Syifa.


Andi menjadi gelisah dengan apa yang dilakukan Syifa, dan sekarang tangan Syifa tidak lagi berpegangan pinggan Andi melainkan pagangan paha Andi nyaris menyentuh area privasi Andi. Bahkan sengaja Syifa mempermainkan jarinya dengan mengusap usap paha Andi meskipun masih mengenakan jeans nya. Namun hal itu telah mampu membuat angan Andi jauh melayang.


Untunglah dalam hitungan beberapa menit sesudahnya, sampailah Andi di rumah yang di maksutkan. Andi segera menghentikan motornya dan hendak berpamitan langsung pulang. Namun dicegah oleh Syifa.


“Jangan pulang dulu mas Andi, Syifa masih mau minta tolong satu hal lagi nih.” Ucap Syifa.


“Minta tolong apa mbak, soalnya Andi juga ada acara lain nanti.” Andi bermaksut menolak halus karena takut dia tergoda dengan godaan Syifa. Mending digoda gadis seusia Sinta dari pada yang begini, justru membuat Andi gak bisa nahan, batin Andi.


‘Masuk dulu mas, kita bicaranya di dalam saja Cuma sebentar saja kok. Mau Tanya soal music dikit.” Jawab Syifa.


Andi tak punya alasan lagiuntuk menola karena Syifa yang begitu memaksa Andi turun dari motorny dan masuk kerumah Syifa.


Sesampai di ruang tamu rumah Syifa.


“Mau minum apa mas Andi ?” Tanya Syifa.


“Gak usah mbak kan habis makan dan minum tadi di sekolah.” Jawab Andi.


“Kan habis berkendara di suhu yang panas mas, jadi pasti haus kan.” Ucap Syifa.


“Yaudah apa aja mbak Syifa, o ya apa mbak Diana juga pernah kesini dulu ?” Tanya Andi.


“Pernah beberapa kali, bahkan suka tidur disini itu kamar disamping kamu yang sering dipakai Diana kakak kamu dulu.” Jawab Syifa sambil kedapur membuat minuman.


Sesaat kemudian Syifa sudah datang membawa dua minuman, satu untuk Andi satu lagi untuk dirinya sendiri. Setelah menaruh gelas minuman di meja Syifa pamit ke kamar mandi sebentr dn mempersilahkan Andi meminum the hangat yang sudah disajikan ke depan Andi.


Kemudian Syifa ke kamar mandi mencuci muka dan berganti baju santai.


Andi cukup terbelalak dengan penampilan Syifa setelah ganti baju. Dengan rok mini dan baju tank top yang memperlihatkan jelas bagian yang memang menonjol jadi semakin menonjol.


“Diminum dulu mas, Syifa mau nanya soal cord lagu. Soalnya Syifa bisa nyanyi tapi gak ngerti banget soal nada. Masih sangat terbatas sekali pengetahuan Syifa tentang tangga nada. Karena lebih focus di seni tari saja sebenarnya.” Ucap Syifa panjang lebar sambil duduk disamping Andi.


Andi yang mendengar ucapan Syifa panjang lebar tersebut hanya mendengarkan sambil menyeruput the hangat buatan Syifa tersebut.


Aroma parfum dan penampilan Syifa yang sangat menantang itu membuat Andi bebrapa kali menelan ludahnya sendiri. Dan tanpa Andi sadari kini keduanya sduah semakin dekat duduknya dan tangan keduanya sudah saling menggenggam.


Hal ini dimanfaatkan oleh Syifa  untuk lebih merangsang Andi dengan menyandarkan tubuhnya ke tubuh Andi, bahkan tangan Syifa tahu tahu sudah elingakar dileher Andi. Sehingga sesuatu yang menonjol pada dirinya kembali menyentuh Andi seperti saat di kendaraaan tadi.


Bedanya kali ini Syifa sudah tidak menggunakan bra untuk melindungi bukit kembarnya. Sehingga andi yang memang sudah meminum the yang sduah duibubuhi perangsang tersebut semakin menderu nafasnya. Tangan Andi pun mulai meraba raba paha Syifa yang terpampang jelas dihadapanya.


Merasa Andi sudah terpengaruh dan sudah sangat tegang, Syifa kemudian membisikan pada Andi.


“Ngobrolnya dilnjut dikamarku saja yuk mas…!” bisik Syifa pelan dan manja menggoda membuat Andi benar benar seperti kerbau yang dicocok hidungnya,menurut saja apa yang diminya Syifa.


Andi mengikuti Syifa masuk ke kamarnya Syifa, dan hamya menurut saja ketika Syifa mulai melpas satu persatu pakaina andi hingga hanya tersisa penutup terakhir dibagian paling privasi Andi.


Sambil kemudian mengecup bibir Andi yang sudah semakin mendru nafasnya itu. Syifa pun melucuti pakainya sendiri hingga tanpa tersisa satu benangpun. Dan melepaskan satu satunya penutup organ penting Andi yang masih tersisa.


Sehingga keduanya sekarang dalam keadaan tanpa penghalang apapun, kemudian Syifa mulai memberikan pelajaran Seni tari pada Andi. Sperti saat mengajar murit muritnya Syifa begitu semangat mengajari Andi dengan tarian tarian erotis nya, sehingga Andi murit barunya itu betul betul terkesima dengan kelihaian Syifa dalam menari nari dan diringi music yang alami yang keluar dari Syifa dan Andi berupa suara suara valseto yang sangat susah untuk dicari notasi yang sesuai.


Sungguh ini adalah pengalaman Andi pentas menari dengan iringan music alami seperti itu. Sehingga Andi harus mengerahkan seluruh ingatanya dengan agak susah sampai bebrapa kali menggeleng dan memejamkan mata sambil bersuara pelan tanpa nada dan irama.


Ditengah pentas tari erotis yang sudah hampir mencapai klimaks adegan, dan hampir mengeluarkan gerkan penutup tersebut. Tiba tiba keduanya dikejutkan suara gedoran pintu rumah Syifa yang ternyata di kunci.


Tok tok tok….


Suara pintu di gedor dengan keras.


“Syifa…..!” suara seseorang memanggil Syifa dengan lantang.


@@@@@*****>>>>>????   .


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2