Cinta Asteria

Cinta Asteria
Dimas menjalankan peran dengan baik


__ADS_3

Dimas berdiri di depan rumahnya menunggu pedagang sayur langganannya lewat. Dan saat pedagang itu lewat diajak Dimas duduk di depan rumahnya dulu. Namun tanpa diketahui dimas rumah dimas selalu dalam pengawasan orang secara bergantian, bahkan yang aplusan pun  tidak saling kenal satu sama lain. Hanya selalu dimonitor oleh Mr.X. dan mata mata Mr.X itu pun berusaha mengambil gambar Dimas untuk dikirimkan ke Mr.X…???


Dimas yang tidak menyadari hal itu pun kemudian berbicara dengan penjual sayuran tersebut.


“Begini mbak, saya itu baru di awasi seseorang bahkan no HP saya pun selalu di pantau. Jadi saya tidak bisa menghubungi saudara saya. Boleh gak saya minta tolong mbak, nanti berikan surat kepada saudara saya. Maaf bukan saya meremehkan, tapi nanti saya akan kasih hadiah setiap mbak memberikan surat kepada saudara saya. Dan ini untuk pertama kali saya kasih tujuh ratus ribu dulu ya.” Kata Dimas membujuk tukang sayur tersebut untuk memberikan surat kepada Astri.


“Saudara mas yang mana kok banyak amat mas ?” Tanya penjual Sayur tersebut


“Itu mbak rumah yang itu yang biasa langganan sayur ke mbak Juga.” Kata Dimas.


“Owh Juragan Astri itu saudara nya mas to ? kok gak kesana sendiri saja mas, kan Cuma dekat.” Kata penjual Sayur.


“Ya itu masalahnya sekarang ini saya sedang diawasi mbak, dan kalo member surat taruh saja dalam belanjaan mbak biar gak ketahuan.” Kata Dimas.


“Wah beres mas kalau soal itu, pokoknya rahasia terjamin.” Ucap penjual sayur itu yang mengira jika Dimas hanya pacaran dan main belakang karena tidak disetujui atau takut ketahuan saja.


Dengan senang penjual sayur itu pun menerima uang dari Dimas dan hendak melanjutkan berjualan.


Tapi dicegah oleh Dimas sebelum orang itu naik motornya lagi.


“eeeh tunggu dulu mbak.” Seru Dimas.


“Ada apa lagi mas ?” tanya penjual sayur.


Biar tidak dicurigai saya tinggali sayuran apa kek biar kesannya saya sedang beli sayuran saja.” Kata Dimas.


Penjual sayuran itu pun paham, kemudian membungkuskan beberapa sayuran dala kantong plastic dan diserahkan ke Dimas. Meski Dimas tidak tahu siapa dan dimana orang yang mengawasinya, namun dia yakin jika saat ini dirinya sedang diawasi.


Dan ketika penjual sayur itu mulai jalan Dimas pun berteriak seakan baru membayar hutang sayurnya.


“Sudah lunas ya Mbak…!” teriak Dimas sengaja dibuat kencang agar didengar orang yang mengawasinya, meski tidak tahu siapa orangnya.


Penjual Sayur itu pun membalas kata kata dimas.


“Iya, besok sudah boleh hutang lagi…!” teriak penjual sayur yang tanggap maksud Dimas tersebut.


…..


…..


…..


Orang yang mengawasi rumah Dimas itu terkecoh dengan muslihat Dimas. Sehingga meralat laporan ke Mr.X dengan mengatakan jika dimas hanya membayar hutang kepada tukang sayur tersebut. Namun bagi Mr.X tidak boleh begitu saja percaya, apalagi jika dari awal sudah ada feeling perlu diawasi tetap harus diawasi. Sampai betul betul ‘terbukti tidak ada keterlibatan’.


Begitulah seorang Mr.X yang tidak ingin usahanya gagal hanya karena satu hal kecil yang dianggap sepele. Semua harus benar benar terukur dan terstruktur agak langkah langkah yang diambilnya bisa berjalan sesuai rencana.

__ADS_1


Pengalaman dalam menjalankan bisnis dan melakukan trik trik yang licik membuat otak Mr.X selalu penuh dengan ide ide yang tidak terpikirkan oleh orang lain.


Mr.X pun memerintahkan pengintai tersebut mengikuti pedagang sayuran ke rumah Astri apakah ada hal hal yang mencurigakan ataukah tidak. Meski pengintai itu sebenarnya agak malas namun dia tetap saja menjalankan perintah Mr.X. untung saja saat pengintai tersebut sampai di depan rumah Astri, Astri sudah menerima bungkusan Sayur yang ada surat dari Dimas tersebut. Dan Astri Pun segera masuk ke rumah untuk membuka Sayuran yang dibelinya.


Astri kaget melihat dalam bungkusan sayuran tersebut ada suratnya, awalnya Astri ragu untuk membuka namun rasa penasaran Astri akhirnya memutuskan untuk membuka surat tersebut.


Dear Astri


Ini Dimas,,


Saat ini memang kita dalam pengawasan yang ketat. Tadi saja saat habis terima telpon dari kamu aku langsung ditegur oleh Mr.X. juga ditanya habis terima telpon dari siapa. Dan aku jawab dari gebetan baruku.


Kemudian Mr.X mengancam aku.


Jika ketahuan no yang kamu pakai tadi menelpon keluarga Hendra maka akau akan di habisi. Jadi kumohon kamu dan bang Hendra lebih berhati hati. Karena Dimas Yakin jika saat ini kamu pun seang diawasi. Karena situasi yang semakin memanas.


Dan sementara waktu kita hanya bisa berkomunikasi dengan cara seperti ini. Stop dulu komunikasi dengan telpon ataupun yang lainya. Anggap saja saat ini kita kembali ke masa lalu yang hanya bisa berkomunikasi lewat surat.


Sampaikan juga ke Bang Hendra, apa yang aku sampaikan kepadamu ini. tentunya akan bermanfaat bagi bang Hendra.


Sekian dulu ya Sayang,


Saat ini aku hanya bisa cium kamu lewat surat ini.


Kiss & Love 4 u


Astri senyum senyum geli membaca surat dari Dimas tersebut.


“Dimas,,,Dimas ada ada saja kamu, hmmm apa memang begini ya pacaran orang zaman dulu.” Ucap Astri sambil senyum senyum sendiri tidak menyadari jika mama nya sudah disampingnya memperhatikan Astri.


“Ada apa Astri kok senyum senyum girang begitu ?” tanya Mamanya membuat Astri kaget.


“Eeeh mamah, bikin Astri kaget saja. Ini mah Dimas kirim Surat seperti ini lucu banget.” Astri menyerahkan surat dari Dimas pada Mamanya. Karena Astri menganggap tidak ada yang perlu dirahasiakan dengan mamahnya.


Sehingga meminta mamahnya ikut membaca surat dari Dimas tersebut.


Kemudian mamanya Astri pun membaca surat tersebut dan ikut tertawa geli membaca surat dari calon menantu kepada anaknya tersebut.


“lucu juga calon suamimu itu, dari mana dia tahu kalau orang dulu pacaran nya dengan cara seperti itu ?” kata mamanya Astri


“Memang beneran gitu mah, kalau orang dulu pacarannya pakai surat seperti itu ?” tanya Astri penasaran.


Mamanya pun hanya tersenyum karena ingat dengan masa remajanya yang masih melakukan berkirim surat kepada pacar saat masih berpacaran dulu.


“Diih mamah senyum senyum begitu, mamah ingat waktu muda dulu ya mah. Apa mamah juga dulu sering kirim dan menerima surat seperti itu juga mah ?” tanya Astri penasaran.

__ADS_1


“Ya memang begitu Astri, dulu mamah juga sering dikirim surat dari banyak laki laki selain papah kamu. Tapi hanya papa mu yang mamah terima pernyataan cintanya.” Jawab mamahnya Astri.


“Ciye ciye mamah jadi teringat kenangan manis dengan Almarhum papah. Alasan mamah menerima papah apa mah, cerita dong biar Astri tahu kisah cinta mamah dan papah dulu ?” kata Astri.


“Sederhana saja Astri, dari sekian orang yang menyatakan cinta kepada mamah, hanya papah kamu yang berani menyatakan cinta secara langsung dan di depan teman teman mamah. Sedangkan laki laki yang lain hanya lewat surat seperti itu. itupun rata rata hanya dititipkan orang lain. Jadi mamah gak pernah tanggapi mereka.” Jawab Mamanya.


Astri mendengar penjelasan mamahnya dengan sangat serius, seakan terbawa larut dalam masa lalu mamah dan papahnya.


“Terus setelah itu mah ?” tanya Lanjut Astri penasaran


“setelah itu baru papah dan mamah saling balas dan kirim surat. Untuk bertemu pun masih belum berani terang terangan, papah kamu baru berani datang ke rumah mamah setelah sekian tahun kita pacaran. Dan papah kamu datang kerumah langsung melamar mamah untuk dinikahi setelah papah kamu punya usaha kecil kecilan. Dan kemudian bersama mamah juga berjuang membesarkan usaha itu hingga jadi seperti yang sekarang ini Astri.” Jawab Mamanya Astri.


Astri yang mendengar itu menjadi haru, sehingga timbul tekad yang kuat untuk mempertahankan perusahaan warisan orang tuanya itu sekuat tenaga dan semaksimal mungkin. Tidak akan rela menyerahkan begitu saja kepada orang selick Daniel dan orang yang di belakangnya.


“Tenang mah, Astri dan bang Hendra akan berjuang mempertahankan hak kita. Astri tidak akan rela jerih payah papah dan mamah diambil orang yag tidak punya hak sama sekali.” Kata Astri’mamahnya hanya tersenyum saja mendengar itu.


Bahkan mamanya Astri kembali teringat masa masa susahnya dulu, saat usahanya sedang terpuruk saat itu. untung saja bertemu dengan ayahnya Aster, yang memberi support secara moril maupun materiil. Bahkan meminjamkan dana yang cukup besar dikala itu.  Sehingga jasa itu tidak pernah terlupakan, sehingga mamanya Astri sangat dekat dengan ayah dan ibunya Aster. Bahkan saat Aster lahir dan Hendra masih kecil. Mamahnya Astri juga sedang mengandung Astri berniat akan menyatukan Hendra dengan Aster, atau anak yang didalam kandungan jika laki laki. Namun ternyata setelah lahir anaknya perempuan.


Sehingga saking sukanya dengan Aster atau Asteria anaknya pun diberikan nama yang mirip yaitu Astria. Yang di masa kecil mereka pun tidak dapat dipisahkan. Sampai suatu ketika orang tua Aster harus pindah ke jepang bersama Aster juga. Dan Aster dan Astri pun jadi terpisah.


“Iiih mamah kok malah jadi sedih begitu ?” tanya Astri pada mamahnya.


“Mamah tidak sedih Astri, hanya sedang teringat masa lalu mamah yang penuh dinamika dan kehangatan keluarga Aster yang sangat baik pada keluarga kita.” Jawab mamanya Astri


Astri pun ingat ketika masa kecilnya dulu, tentang kedekatannya dengan Aster dan sekarang Aster sudah menjadi kakak iparnya atau jadi istri abangnya Hendra. Tanpa terasa Astri pun menangis bahagia karena hal tersebut.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.


Komentar reader semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Reader semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2