Cinta Asteria

Cinta Asteria
Aster dapat banyak kejutan


__ADS_3

Andi hanya bisa berharap dan mengintip dari luar ruangan, meski cukup jauh ranjang Hazel namun masih bisa melihat tindakan apa yang diambil oleh dokter tersebut. Sementara tim medis memberi pertolongan pada Hazel.


Andi dan Wawan berharap dengan cemas sambil meanjatkan doa sebisa mereka dari luar ruangan. Sesaat kemudian datanglah kedua orang tua Hazel. Rupanya dari pihak rumah sakit yang meminta keduanya datang menjenguk Hazel.


“Ndi apa yang terjadi, kenapa orang tua Hazel sampai ditelpon disuruh kesini ?” Tanya Wawan cemas.


Andi tak mampu menjawab hanya berdiam diri sambil menahan matanya yang berkaca kaca agar air matanya tidak tumpah.


“Ndi, jawab dong jangan hanya diam !” kata Wawan.


“Hazel kritis Wan.” Jawab Andi. Membuat Wawan lemas nyaris pingsan.


Andi bingung melihat reaksi Wawan, kepanikan Andi bertambah selain dengan kondisi Hazel yang kritis. Kondisi Wawanpun cukup membuat Andi semakin panik.


Andi hanya bisa diam,melihat Wawan yang hanya tersandar diam membisu dan matanya menerawang entah apa yang dipikirkan Wawan waktu itu. Andi bahkan tak berani bertanya apapun pada Wawan sahabatnya itu. Andi hanya bisa menduga jika Wawan sangat takut jika terjadi sesuatau pada Hazel.


Akhirnya dua orang itu hanya terdiam tak ada sebuah katapun terucap dari kedua orang tersebut.


Sementara didalam ruang ICU, dokter sedang mencoba mengambil tindakan medis agar detak jantung dan pernafasan Hazel kembali Normal. Bahkan kedua orang tua Hazelpun sementara tidak diperkenankan mendekat. Mereka hanya diperbolehkan melihat dari jarak yang cukup.


Setelah beberapa saat dokter melakukan tindakan medis untuk menolong Hazel, seorang dokter mendekati orang tua Hazel.


“Kami sudah berusaha sebaik mungkin, sekarang putrid anda sudah kembali stabil detak jantung dan nafasnya, namun belum berakhir masa kritisnya. Saya harap semua membantu dengan berdoa dan memberikan dorongan spiritual kepada Hazel puri anda.” Ucap dokter itu.


“kedua orang tua Hazel hanya terdiam dan menangis, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Kecuali hanya berharap sebuah keajaiban datang dan memberikan Hazel kesempatan hidup lebih panjang.


Sementara Andi dan Wawan diluar masih terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sampai dengan dokter yang bertugas keluar bersama kedua orang tua Hazel.


 “Gimana dokter kondisi sahabat saya Hazel ?” Tanya Wawan terburu buru pada dokter.


“Sabar mas, kita doakan sama sama agar saudari Hazel segera sadar. Saat ini nafas dan detak jantungnya sudah kembali normal. Mudah mudahan saja cepat sadar nanti.” Jawab dokter itu.


Ads secercah harapan jika detak jantung dan nafas Hazel sudah kembali normal.pikir Andi. Apakah mungkin batin Hazel sangat terpukul dengan keputusan Andi, batin Andi. Jika iya apakah yang bisa Andi lakukan dengan posisinya sekarang ini. Andi larut dalam penyesalanya sebagai lelaki yang kurang tegas, sehingga menyebabkan Hazel ibarat layu sebelum berkembang. Baru saja merasakan sedikit kebahagiaan bersamanya harus terpisah begitu cepat meskipun Hazel tampak tegar saat mengatakan jika andi lebih memilih Asih Hazel akan tetap menganggap Andi sebagai sahabat. Bahkan saat Hazel datang pada konser private yang diadakan Aster dan Astri begitu tegar mengucapkan selamat kepada Andi dan Asih. Namun ternya dibalik itu hati Hazel begitu hancur, Hazel yang tersenyum saat itu ternyata menyembunyikan tangisan hatinya. Ketegaran yang diperlihatkan hanyalah untuk menutupi kerapuhan hatinya saja.


Begitu dalam penyesalan yang Andi rasakan, namun apa hendak dikata nasi sudah menjadi bubur ibaratnya. Semua yang sudah terjadi tidaklah dapat di review kembali. Andi sudah menentukan pilihan hatinya kepada Asih, dan saat ini kenyataanya Hazel juga sudah terlanjur luka, luka Hati dan fisiknya juga. Bahkan bagaimana nasip Hazel, apakah masih bisa diselamatkan atau tidakpun belum ada kepastian.


Kembali Andi termenung dan menyesali semua yang sudah terjadi saat ini. Andaipun waktu bisa diputar kembali, Andi pun sangsi apakah dengan memilih Hazel waktu itu semua akan baik baik saja. Ataukah nasib Asih yang akan seperti Hazel saat ini ? Andi benar benar frustasi mengingat keadaan yang dia alami terkait Hazel dan Asih.


“Nak Andi, apakah kamu kurang istirahat ? jika kamu lelah silahkan istirahat atau kalo mau pulang dulu juga gak papa. Jangan sampai malah nanti jadi ikut jatuh sakit.” Kata Ibunda Hazel yang melihat kondisi Andi juga sangat terpukul dengan keadaan Hazel. Meski tidak tahu apa yang  terjadi antara Andi dan putrinya Hazel.


“Tidak apa apa tante, Andi hanya sedikit mengantuk nanti juga baikan lagi kok.” Jawab Andi berbohong.


“Baiklah kalo begitu nak Andi istirahat dulu sana, biar om dan tante yang sekarang berjaga disini.” Ucap Ibundanya Hazel.


“Iya nak, nak Wawan juga baiknya istirahat dulu saja, jangan sampai kalian malah jatuh sakit nanti.” Sambung ayahanda Hazel.


Wawan dan Andi kemudian mohon ijin kepada kedua orang tua Hazel, untuk keluar. Tetapi keduanya bukan beristirahat tidur, justru mereka mencari kantin untuk ngopi dan melanjutkan obrolanmereka yang sempat tertunda tai.


“Wan, maafkan Andi ya Andi gak nyangka Hazel akan seperti itu.” Ucap Andi.


“Sudahlah Ndi, mungkin ini sudah suratan takdir. Btw Asih udah lo kabarin belum tentang kondisi Hazel saat ini.” Kata Wawan.


“Udah kemarin, tapi karena Asih baru mulai kerja kemarin jadi gak bisa ikut jenguk Hazel sekarang Wan.” Jawab Andi.


“Iya mang, tapi minimal kan kita sudah kasih kabar. Toh mereka juga saling kenal sudah cukup lama Ndi.” Sahut Wawan.


“Iya wan benar yang kamu bilang.” Kata Andi.


“Oiya Ndi, dulu tetangga Wawa nada yang mengalami kecelakaan seperti Hazel itu. Sembuhnya cukup lama ndi. Maksut Wawan, bagaimana jika kita bergantian saja dalam menemani orang tua Hazel. Kalo berdua terus takutnya kita sama sama kecapaian nanti gak ada yang menemani orang tua Hazel.” Kata Wawan.


“Iya juga ya wan, terus baiknya gimana kita atur jadwalnya Wan ?” Tanya Andi.


“Gini aja Ndi,Wawan kan tiga hari ini gak ada jadwal ke kampus. Biar Wawan yang menemani orang tua Hazel. Andi pulang saja dulu. Nah tiga hari kedepan gentian Wawan yang pulang Andi yang nemenin orang tua Hazel, gimana ?” Tanya Wawan.


“Ok begitu juga boleh, kalo Andi sendiri sebenarnya tinggal bikin skripsi saja, udah gak ada jadwal mata kuliah. Jadi ke kampusnya bisa kapan aja Wan.” Jawab Andi.


“Ok habis ini, kamu pamitan saja sama orang tua Hazel biar kamu bisa istirahat nanti.” Kata Wawan.


Andi pun menyetujui usulan Wawan. Andi mohon pamit pulang, dan Wawan yang akan menemani orang tua Hazzel. Nanti waktunya gentian Andi yang akan menemani. Biar orang tua Hael ada teman yang bisa dimintai bantuan jika butuh sesuatu.


Pulanglah Andi kerumahnya setelah berpamitan kepada kedua orang tua Hazel.

__ADS_1


...******...


Kita tinggalkan sejenak, hazel yang tengah berjuang melawan maut dengan didampingi kedua orang tuanya dan Wawan. Kita lihat bagaimana kondisi Astri dan Aster juga Asih di Jakarta.


“Aster, ada pertemuan mendadak kamu diminta hadir diruang direksi dan personalia.” Kata Asih menyampaikan info dari manager personalia.


“Lah kok anak baru sudah disuruh ikut pertemuan sementara kami yang sudah lama disini gak disuruh ?” Tanya seorang karyawan yang kontra dengan Aster.


Aster yang mendengar itu jadi tersinggung, kemudian membalas lontaran ucapan orang tersebut.


“Kalo kamu minat, boleh kok gantiin Aster. Aster juga gak minat ikut meeting>” jawab Aster, namun dibantah oleh Asih.


“Maaf, nama yang diajak meeting dipilih sendiri oleh direksi bukan saya yang milih. Dan tidak bisa diwakilkan. Jika au protes silahkan protes ke direksi, Asih hanya menjalankan perintah Pak.” Ucap Asih.


Orang itupun diam tak berani membantah, karena Asih sudah membawa nama Direksi.


Maka Aster dan Asih pun segera menuju keruang direksi dan personalia. Disana sudah berkumpul beberapa orang pimpinan dan Asih juga Aster adalah orang yang paling baru disitu dan yang paling tidak memiliki kedudukan. Maka wajar hal itu menjadi kecemburuan bagi beberapa karyawan lain.


Sesaat kemudian, kepala personalia lah yang memulai pembicaraan untuk membuka meeting tertutup tersebut.


“Selamat siang, bapak dan ibu karyawan semua, mohon maaf bapak ibu semua kami kumpulkan secara mendadak dan hanya beberapa orang yang dipilih untuk ini. Tidak lain karena ada instruksi khusus dari dewan komisaris untuk menyampaikan beberapa hal penting terkait perkembangan perusahaan kita ini.” Kata manager personalia menyampaikan prolog untuk meeting terbatas tersebut.


Tiba tiba Aster lansung unjuk jari memberikan komentar.


“Mohon maaf bapak bapak semua, saya Aster karyawan baru yang baru mauk hari kemarin. Merasa tidak pantas mengikuti meeting tertutup ini, karena yang jauh lebih senior dari Aster saja banyak dan lebih berpengalaman dari pada Aster.” Ucap Aster. Membuat yang hadir disitu heran dengan keberanian Aster yang begitu terbuka dalam menyampaikan pendapat.


“Memang bu Aster baru masuk kerja kemarin, namun meeting kali ini ada kaitanya dengan tugas yang akan diberikan kepada ibu Aster salah satunya. Dan ada beberapa info lain juga yang secara langsung ataupun tidak langsung menyangkut ibu Aster juga.” Ucap kepala personalia.


“Tugas untuk saya, apakah ada kaitanya dengan rencana kerja sama dengan perusahaan asing yang kemarin. Kalo soal itu kemarin kan katanya mau diadakan seleksi dulu dengan membuat makalah. Yang terbaik yang akan diberi mandate untuk itu.” Jawab Aster.kembali yang hadir dibikin berdecak kagum dengan keberanian Aster yang begitu lugas dalam berpendapat, namun mengandung unsure kebenaran dalam ungkapanya.


“Betul, namun sesuai pertimbangan dewan direksi telah menentukan Bu Asterlah yang dianggap pas untuk memikul tanggung jawab itu. Dengan pertimbangan, kemapuan bu Aster dalam berkomunikasi dalam bahasa asing dan kami juga sudah mendengar jika bu Aster mengenal baik owner dan putrid dari perusahaan tersebut.” Jawab manager personalia. Yang sebenarnya itu adalah cerita yang dia dapat dari manager marketing kemarin saja. Namun Aster cukup percaya dengan keterangan tersebut. Meskipun ada kekhawatiran akan menimbulkan kecemburuan di antara karyawan lain yang merasa lebih senior.


“Apa nanti tidak akan menimbulkan masalah pak, mengingat saya masih baru dan tampaknya ada beberapa karyawan senior yang menginginkan job tersebut.Jawab Aster.


“Mungkin iya, akan tetapi perusahaan lebih mementingkan kemajuan perusahaan ini dari pada mengurusi orang orang yang hanya berpikir untuk keinginan pribadi saja.” Jawab manager personalia itu.


Aster Nampak menyesali ucapanya yang sudah terlanjur keluar dari mulutnya.


“Memang itu yang kami harapkan, bu Aster mau menerima beban tanggung jawab ini, dan bisa menjalankan dengan baik. untuk waktu pelaksanaanya nanti menunggu keputusan yang baru akan dibicarakan besuk.” Jawab manager personalia itu.


“Baiklah pak, hanya saja saya mohon nanti pemberitahuanya jangan mendadak. Agar Aster bisa menyiapkan materi secara baik agar tidak mengecewakan perusahaan ini.” Kata Aster.


Para manager yang ada disitu kemudian saling berbisik, entah apa yang mereka bisikan. Kemudian manager personalia itu mohon waktu sebentar untuk melakukan panggilan telpon. Sessat kemudian Manager personalia itu kembali keruangan meeting.


“Begini bu Aster, barusan saya menelpon dewan direksi, untuk persiapan bu Aster berangkat tugas. Mulai besuk bu Aster diberi waktu untuk mempersiapkan semua kebutuhan yang diperlukan. Dan nanti untuk keperluan yang ibu butuhkan bisa langsung berhubungan dengan ibu Asih dan ibu Nisa staf marketing kita.” Jawab manager personalia tersebut.


“Haah ibu Asih dan Ibu Nisa staf marketing ? gak salah dengar saya pak ?” Tanya Aster.


“Tidak bu, apa ibu Aster keberatan dengan orang orang tersebut ?” Tanya manager personalia.


“Ah tidak pak, hanya heran saja kenapa orang yang bapak sebutkan itu adalah orang orang yang sudah saya kenal lebih dekat saja.” Kata Aster.


“Ya kebetulan saja bu Aster, karena Bu Asih adalah Admin disini yang bisa memberikan data data kita. Sedangkan ibu Nisa adalah staf marketing yang mencatat progrees report laju pemasaran perusahaan kita.” Jawab manager personalia.


Dalam hati Aster berkata,”ini kebetulan kah atau ada sesuatau dibalik kebetulan yang beruntun ini.” Bisik Aster dalam hati.


Demikian juga dengan Asih, membatin sama dengan apa yang dibatin Aster. Karena baik Asih maupun Aster tidak tahu bahwa semua itu sudah diatur oleh Astri.


“Baiklah, saya rasa untuk masalah penugasan bu Aster sudah cukup jelas dan tidak ada masalah lagi. Tinggal bagaimana bu Aster nanti dalam membuat persiapan, saya harap bisa bekerja sama dengan baik dengan bu Asih dan Bu Nisa. Kemudian ada info tambahan, mengingat tugas dari ibu Nisa yang saat ini semakin berat maka akan dicarikaan rekan kerja yang menemani dan sesuai keputusan dewan direksi karena ibu Nisa sudah melalui masa trainingnya, dewan direksi akan memberikan tambahan tunjangan yang besarnya belum bisa saya sampaikan. Karena masih menunggu keputusan dewan Direksi.” Ucap manager personalia.


“Alhamdulillah,,,!” seru Aster spontan mendengar ucapan manager personalia tersebut.


“Bersukur untuk apa bu Aster ?” Tanya manager personalia. Membuat Aster sendiri jadi kaget, sadar ucapan spontanya menimbulkan tanda Tanya.


“Owh anu pak, saya bersukur perusahaan ini begitu peduli dengan karyawanya, itu saja pak. Maaf itu ucapan spontan saja.” Jawab Aster.


“Owh begitu, makasih bu Aster atas pujianya terhadap perusahaan ini. Dan memang kami sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan. Makanya masuknya pun bener bener selektif.” Ucap manager personalia.


Asih pun ikut senang mendengar sahabat barunya Nisa akan mendapat tambahan tunjangan. Karena Asih pun tahu betapa beratnya Perjuangan Nisa dalam membantu orang tuanya membiayai sekolah adik adiknya. Meski baru semalam mereka berkenalan. Yang tidak diketahui Asih maupun Aster adalah semua itu terjadi atas peran serta Astri sahabat mereka. Yang sebenarnya adalah salah satu owner dari perusahaan tersebu selain Hendra dan mamahnya ya mereka bertigalah sebenarnya komisaris dari perusahaan tersebut. Sedang saham yang lain hanyalah sebagian kecil dan itu juga milik family dekat mereka juga.


Meeting tertutup itupun selesai, Aster dan Asih meninggalkan ruang tersebut lebih dulu.

__ADS_1


“Asih, kok Aster ngerasa ada yang aneh dengan kita ya ?” ucap Aster.


“Aneh apanya Aster ?” Tanya Asih.


“Kebetulan ataau apakah Aster harus koordinasi dengan kamu dan Nisa. Padahal kita bakalan tinggal satu rumah ? kenapa juga harus kamu dan Nisa, udah gitu saat kita tahu Nisa itu butuh pertolongan, eeh malah tahu tahu perusahaan mau menambah tunjangan bagi Nisa. Makanya tadi Aster spontan ngucap sukur Alhamdulillah, itu maksutnya.” Kata Aster.


“Owh jadi kmu tadi bersukur untuk Nisa, kirain jawaban kamu tai beneran.” Sahut Asih.


“Ya heran saja, sebegitunya kah yang namanya kebetulan, atau ada apa dibalik kebetulan yang luar biasa ini Asih ?” kata Aster.


“Maksut Aster apa, Asih gak faham ?” Tanya Asih.


“Entahlah Asih, Aster sendiri bingung jelasinya semua masih samar samar dan belum pasti. Takutnya nanti Aster salah duga saja.” Jawab Aster.


“Iiih Aster mah gitu mulu,  selalu bikin teka teki yang bikin orang penasaran.” Jawab Asih/


“Gak kok Asih, kapan kapan nanti Aster kasih tahu kecurigaan Ater. Tapi gak sekarang masih jam kerja.” Kata Aster yang berjalan menuju ruang kerjanya. Dan disana ternyata manager marketing sudah sampai duluan, dan bersiap memberikan informasi hasil meeting tadi.


“Nah ini dia, silahkan duduk bu Aster. Kita akan meeting internal bagian marketing sebentar.” Kata manager marketing.


Wah bisa ada keributan nih, kalo bahas soal tadi. Secara ada yang benci banget sama Aster kayaknya, batin Aster.


Aster kemudian duduk ditempat yang sudah dipersiapkan untuk dirinya. Dari hal kecil itu saja sudah menimbulkan kecemburuan pada beberapa karyawan. Menganggap Aster seperti dianak emaskan baru sehari masuk kerja sudah diberi keistimemwaan yang tidak didapatkan karyawan lainya. Bagaimana nanti jika mereka tahu bahwa Aster sudah ditunjuk resmi melakukan negosiasi dengan perusahaan Asing, dimana hamper semua karyawan senior menginginkan hal tersebut.


Hanya ada dua orang yang tidak merasa iri dengan apa yang diperoleh Aster. Yaitu Nisa dan satu karyawan lelaki yang bernama Raditya, karena Raditya justru terpesona dengan Aster kalo belum pantas dikatakan jatuh cinta.


“Bapak ibu karyawan para marketer terbaik yang saya banggakan. Hari ini ada dua informasi penting yang akan saya sampaikan. Saya harap ini menjadi berita yang menggembirakan bagi kita semua.” Ucap manager marketing sebagai prolog.


“Apakah aka nada kenaikan gaji atau tunjanagn alin pak ?” Tanya seseorang karyawan.


“Bisa jadi dan salah satunya iya.” Jawab manger marketing tersebut.


“Maksutnya gimana itu pak, bisa jadi atau salah satunya ?” Tanya karyawan yang lain.


“Ada diantara kita yang perbulan ini mendapat tambahan tunjangan, karena prestasi dan kinerjanya. Dan kita semua punya peluang untuk mendapatkan itu semua dengan catatan tunjukkan prestsi kita bagian marketing sebagi ujung tombak perusahaan ini dengan meningkatkan target selling kita.” Jawab manager marketing.


“Doakan saja bu Aster yang ditunjuk perusahaan ini untuk melakukan negosiasi dengan perusahaan Asing dapat membuahkan hasil.” Ucapan manager marketing itu justru disambut teriakah “ huuuuuuuuuuuu……!!!” oleh sebagian karyawan.


Aster hamper saja meledak emosinya, namun Nisa yang duduk disampinya segera memegang tangan Aster agar bersabar.


“Gak fair dong pak, karyawan baru masuk kemarin sudah diberi tugas seperti itu. Apa hanya karena dia lulusan Universitas sana dianggap lebih bisa dari kita yang sudah bertahun tahun bekerja pak !” protes seorang karyawan.


Emosi Aster sudah sampai keubun ubun, untunglah Nisa kembali memegang tangan Aster untuk menenangkan. Namun tidak disangka sang manager marketing pun ikut emosi mendengar itu. Kemudian terdengar suara gebrakan meja dari sang manager tersebut.


Bruaaaakkkk……


Suara meja digebrak.


“Jika ada yang tidak setuju silahkan membuat surat pengunduran diri sekarang juga…!!!”. Ucapan manager marketing.


...bersambung...


...Jangan lupa beri dukungan...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2