
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
...Selamat membaca...
"Ada baiknya kita cari Daniel sekarang, aku harus ketemu disana...!" kata Haikuno.
Hendra tampak bingung mencari alasan menolak, Hendra masih marah degan Daniel.....???
"Aduh om, Hendra masih belum siap bertemu Daniel, lihat wajahnya sudah marah duluan rasanya." Jawab Hendra.
"Tidak boleh begitu Hen...! Kepala harus tetap dingin ayolah anterin om saja." bujuk Haikuno.
"Tapi disana dijaga ketat pengawal om." kata Hendra.
"Kamu tidak percaya sama om?! " Tanya Haikuno.
Hendra hanya diam saja, akhirnya mau juga diajak menemui Daniel. Meski dalam hati muak melihat wajah Daniel.
.....
Daniel yang semalam habis bersenang senang dengan membius Hazel. Masih tertidur lelap di kamarnya. Sehingga menajadi gunjingan para pengawal suruhan Mr. X.
"Itu orang perangainya berubah seratus delapan puluh derajat setelah kenal Mr. X. " ucap salah satu pengawal.
"Bodo amat,,, penting kita dibayar orang itu mau apa juga terserah dia aja. Bukan urusan kita ini...!" Sahut Satunya.
"Iya sih, tapi ngomong omong yang aplus kita belum datang juga nih, coba kamu tengok keluar gih...!?!" ucap pengawal pertama.
Tanpa menjawab, pengawal satunya pun segera melangkah keluar. Dan sampai diluar melihat dua rekannya sedang kesakitan dan terjatuh di jalan rumah Daniel.
pengawslbterdebut pun langsung kembali ke dalam dan melaporkan kejadian tersebut.
"Gawat diluar ada ketibutan, dua kawan kita dibuat tak berdaya oleh orang asing yang sudah tua." lapor pengawal yang barusan keluar.
"Ayo kita Lihat keluar...!" ajak satunya.
Namun belum sempat mereka melewati pintu ternyata Hendra dan Haikuno sudah berada di depan pintu.
"Aku tidak mau cari masalah, panggilkan Daniel sekarang juga..!" ucap Haikuno.
__ADS_1
"Tidak bisa,,, kami adalah pengawal Bos Daniel kamu siapa...?" tanya pengawal pertama.
Haikuno tidak menjawab, hanya memandang mata pengawal tersebut dan sesaat kemudian mrnjekkan jari tengah dan Jempolnya.
"Tidur kamu....!!!" ucap Haikuno menghipnotis pengawal pertama tersebut tanpa kesulitan.
Sehingga pengawal Daniel yang satunya sangat ketakutan
"Kamu panggilkan Daniel sekarang atau kubuat pingsan...! " bentak Haikuno.
"iya... iya...!" jawab pengawal tersebut ketakutan.
kemudian melangkah ke kamar Daniel dan membangunkan Daniel.
Daniel yang merasa terganggu marah marah dalam posisi masih mengantuk. Namun begitu melihat Hendra dan Haikuno wajah Daniel jadi mendadak pucat ketakutan.
"Pak Hendra,,,, ada apa kemari?" Tanya Daniel.
"Tidak usah basa basi, ikut kami sekarang baik baik atau harus dengan paksa?" Jawab Hendra.
"Kemana pak?" Tanya Daniel.
"Ikut saja,,, aku jamin tidak ada yang tersakiti." Haikuno yang Menjawab.
Begitu bertatapan mata dengan Haikuno Daniel pun menjadi pasrah menuruti semua keinginan Haikuno. Tanpa perlawanan menurut saja dibawa Hendra dan Haikuno menuju ke rumah Hendra dan Aster.
.....
Di lain tempat, Wawan mendampingi papanya Hazel dan pengacara mendatangi rumah Bram. Didampingi Anggota Polisi yang bertugas menjemput Bram.
"Apakah Bram bisa langsung jadi tersangka pak?" Tanya Wawan pada pengacara.
"Kita lihat dulu, sejauh mana peran Bram tapi yang jelas dia yang mengundang nona Hazel. Jadi besar kemungkinan dia terlibat dan bisa mengarah menjadi tersangka Pelakunya." Jawab Frans sang
pengacara.
"Semoga saja, semua yang terlibat mendapatkan hukuman yang setimpal. Aku tidak akan rela jika pemerkosa anakku bebas berkeliaran." Sahut papanya Hazel.
Frans sebagai pengacara keluarga Hazel memberi arahan apa yang harus di lakukan saat mendatangi Bram sebagai orang yang mengundang langsung Hazel.
Agar lebih mudah mencari data sejauh mana keterlibatan Bram, yang justru tidak muncul pada saat Hazel berada di TKP.
Apakah sengaja menghindar menghilangkan jejak, atau ada alasan lain. Wawan yang sudah sangat marah dengan Bram berharap bisa membalas sakit hatinya. Namun bisa di cegah oleh pengacara dan papanya Hazel.
sampai di tempat Bram Wawan langsung menggedor pintu rumah Bram. Sementara Bram yang masih bermalas-malasan jadi kaget dan marah pada Wawan.
__ADS_1
" Gak sopan amat jadi orang, main gedor pintu rumah orang seenaknya saja." bentak Bram.
Wawan yang sudah memendam emosi hampir saja memukul Bram. Namun berhasil ditahan oleh Frans sang Pengacara.
"Tahan nak, gunakan praduga tak bersalah...!" kata Frans.
"Ada apa ini pak, apa salah saya?" tanya Bram.
"Saudara Bram ikut saya ke kantor Polisi, terkait kasus pemerkosaan saudari Hazel." Polisi yang bersama mereka akhirnya membawa Bram dibawa untuk di mintai keterangan.
Dalam hati Bram bingung, siapa yang melakukan karena Bram merasa tidak jadi mendatangkan Hendra. Apakah Daniel sendiri?
Bram makin panik, karena dia yang menyewa pelayan untuk memasukan obat perangsang itu. Dia juga yang mengatur rencana itu. Termasuk yang booking tempat tersebut.
Kebingungan Bram diperhatikan oleh anggota Polisi tersebut. Dan diam diam memperhatikan Bram yang tampak Gelisah.
"Tampaknya orang ini memang jadi kunci dalam kasus ini." batin polisi Tersebut.
Polisi itu sudah siap dengan pertanyaan pertanyaan yang akan diajukan ke Bram agar mengukui perbuatan nya.
Dan sesampainya di kantor Polisi Bram langsung di giring ke ruang interogasi, atas laporan menjebak Hazel hingga Hazel diperkosa.
Bram tampak pucat, vcall hati mengutu Daniel. karena jika pelakunya Hendra akan lain cerita nya, batin Bram.
Namun apa yang sudah terjadi tak mungkin untuk dikembalikan lagi. Mau gak mau Bram harus berkata jujur daripada mendapatkan hukuman yang lebih berat nanti...!!!
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...