
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Hmmm,,,, yaudah kamu atur saja semuanya nanti mamah setuju saja sama kamu, berarti sekalian saja nanti diumumkan diperusahaan setelah itu. Bahwa Hendralah yang akan menjalankan roda perusahaan itu pada seluruh karyawan. Artinya sandiwara ini selesai dan tidak ada lagi penyamaran Hendra, biar dia bisa leluasa menjalankan roda perusahaan nanti.” Kata mamahnya Hendra.
“Siap mah, Astri akan siapkan rencana yang tepat untuk semua itu. yang jelas Astri sekarang bahagia bang Hendra sudah mendapatkan pengganti Elisa yang jauh lebih baik dan orang itu ternyata Aster yang sudah sama sama kita kenal dari kecil mah.” Ucap Astri.
Begitulah rencana Astri dan mamahnya yang akan segera membongkar sandiwara yang selama ini mereka mainkan. Dan tentu saja dengan dibongkarnya rahasia tersebut akan membuat Aster kaget jika dia menyadari bahwa selama ini dia bekerja di perusahaan milik keluarga sahabatnya Astri. Dan ternyata calon suaminya adalah pewaris perusahaan tersebut.
*****
Episode ini
Sementara itu ster di rumahnya setelah pulang kerja menceritakan apa yang terjadi tadi dengan Hendra.
“Aster kamu kenapa senyum senyum saja begitu, dari tadi tangan kamu kamu sembunyiin terus ada apa ?” Tanya Asih.
“Ah gak papa kok, lagi seneng aja bapak ibuku akan segera pulang ke Indonesia.” Jawab Aster berbohong.
“Aah kayaknya gak mungkin kalo hanya karena itu, kamu kan udah pernah bilang bgitu juga tapi gak seceria ini. eheeem sekarang pakai cincin dijari manis rupanya, dari siapa Tuh ?” Tanya Asih.
Aster tak dapat mengelak lagi karena sudah ketahuan memakai cincin.
“Tunggu tunggu, Aster jelasin tapi janji kalian tidak boleh mengejek apa lagi membully Aster ya ?” kata Aster.
“Iya bilang saja kenapa sih.” Sahut Nisa.
“Kalo sampai gak bilang maka Asih akan sebarkan isu kalo Aster sudah ada tunangan sekarang.” Kata Asih.
“Baiklah, Aster cerita jangan diejek jangan diketawain apa lagi di bully ya !”. ucap Aster.
“Yaudah cepetan cerita !” desak Asih.
“Aster barusan dilamar….!” Ucap Aster tertahan mau menyebut nama Hendra masih tampak ragu.
“Haaah dilamar siapa ?” Tanya Asih dan Nisa serempak.
“Jangan diketawain, Aster habis dilamar Hendra tadi siang disaksikan Astri dan mamahnya !” kata ster.
“Haah Hendra Abangnya Astri….???” Seru Asih kaget.
__ADS_1
“Iya, mang ada beraapa Hendra yang kita Kenal.” Jawab Aster.
“jadi kalian tadi siang beneran ngedate ya ?” jawab Astri.
“Hmm terus mamahnya Astri dan Astri cerita tentang apa saja Aster ?” Tanya Nisa.
“Gak ada, Cuma bilang Aster tetep kerja aa biar Hendra cari kerjaan lain nanti. Soalnya Aster baru mulai kerja dan baru mulai meniti karir. Sayang kalo gak dilanjutin.” Kata Aster.
“Owh begitu,,, asik juga dong Aster kalo begitu. Selamat ya Aster akhirnya kamu resmi jadi….!” Suara Nisa ditahan hampir keceplosan ngomong jadi istri pemilik perusahaan.
“Jadi apa Nisa ?” Tanya Aster penasaran.
“Aah gak maksut Nisa , kamu sekarang sudah jadi punya pacar yang serius mau menikahi kamu.” Ucap Nisa berbohong.
“Owh iya makasih, benar kata kamu Nisa benci bisa jadi cinta. Aster memngakui sekarang Nisa.” Ucap Aster.
Asihpun ikut mengucapkan selamat kepada Aster dan mereka bertiga berplukan bahagia.
Begitulah hubungan antara Aster dengan Hendra yang sementara ini baru diketahui oleh teman dekat Aster saja. Tak satupun orang diperusahaan yang tahu jika Aster sudah dipinang Hendra. Hari hari mereka jalani seperti biasa sebelum hendra melamar Aster. Bahkan mereka berdua terkesan malah menjaga jarak agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi karyawan lainya. Dan cincin pertunangan mereka tidak pernah dipakai saat mereka bekerja. Itu sudah menjadi komitmen antara Hendra dan Aster.
Aster berpikir agar tidak disebut cinlok dengan asistenya sementara hendra berpikir jangan sampai tujuan hendra menyamar sebagai karyawan biasa ketahuan jika hanya ingin mendekati Aster.
Sehingga para pemimpin perusahaan yang tahu siapa Hendrapun tahunya Hendra menyamar sebagai karyawan biasa sebatas pingin mengetahui ada tidaknya penyalah gunaan jabatan / kewenangan dan keuangan di perusahaan itu.
*****
Kita tinggalkan sejenak keseharian Aster dan kawan kawan yang baru dalam kebahagiaan meski masih sebatas internal mereka saja. Kita lihat kondisi Hazel yang saat ini sudah berada dirumah dalam masa terapi pasca operasi patah tulang.
“Iya mah, sekarang sudah makin baik, rasa nyeri sudah tidak terlalu terasa kok. Hanya ketika dingin agak terasa bagian yang dipasang pen itu mah.” Kata Hazel.
“Iya nak, memang efeknya seperti itu kata dokter juga.” Sahut mamah Hazel.
Saat mereka sedang bercakap cakap setelah hazel berlatih berjalan tanpa tongkat penyangga. Datanglah Wawan membawa rangkaian bunga buat Hazel beserta bingkisan oleh oleh buat Hazel.
“Assalaamu’alaukum tante, Hazel….
Wah Hazel sudah bisa jalan tanpa tongkat ya, Alhamdulillah…!” ucap Wawan sambil menyerahkan rangkain bunga dan parcel buat Hazel.
“Iya nak Wawan, makasih sudah mau berkunjung kemari member support pada Hazel.” Ucap mamahnya Hazel.
“Kamu sama siapa Wan ?” Tanya Hazel.
“Sendirian saja Haz, tadi habis dari kampus nyelesaiin skripsi. Pingin segera lulus dan bekerja saja Wawan.” Ucap Wawan.
“Owh Baguslah kalo begitu, Hazel sih masih lama kayaknya Wan untuk selesai kuliah. Ini saja harus cuti beberapa bulan lagi.” Ucap Hazel.
“Gak papa Haz, yang penting kamu sembuh dulu. Besuk kalo mau ke kampus biar Wawan antar jemput aja dulu.” Kata Wawan tulus.
Sementara mamahnya Hazel kebelakang untuk membuatkan Wawan minuman. Hazel bangkit untuk berjalan menuju ruang tamu dibantu Wawan.
“Wan, katanya Andi dan Asih sudah bertunanagn ya sekarang ?” Tanya Hazel berbisik pada Wawan.
__ADS_1
“Wawan denger sih begitu, tapi sampai sekarang belum ada pemberitahuan resmi dari Andi langsung.” Jawab Wawan.
“Memang kalian sekarang gak pernah bertemu ?” Tanya Hazel.
“Ketemu sih kadang, kan Andi juga sekarang ngejar skripsi juga biar cepat selesai. Jadi frequensi berlatih music jadi jarang. Otomatis ketemunya juga jarang sekarang, kalo ketemu pun Wawan gak enak mau nanyain hal itu ke Andi. Takut dibilang kepo urusan privasi orang.” Jawab Wawan. Yang sebenarnya gak suka aja Hazel masih nanyain Andi terus.
“Minum dulu nak Wawan, Tante tinggal ke belakang dulu ya nak !” kata mamahnya Hazel.
“Iya tante, makasih tante minumnya.” Sahut Wawan.
Mamah nya Hazel langsung meninggalkan Wawan dan hazel, masih ada sedikit kekecewaan pada wajah mamahnya Hazel karena gak berhasil menjodohkan Hazel dengan Andi. Namun bagaimana lagi karena Andi sudah ditunangkan dengan gadis pilihan Andi sendiri. Padahal mamah dan papahnya Hazel sudah merasa coocok dengan Andi.
“Haz. Bisa gak kamu lupakan Andi dari hatimu dan membuka hatimu untuk Wawan ?” kata Wawan.
“Hazel sedang berusaha Wan, tapi mohon Wawan jangan paksa Hazel untuk langsung bisa melupakan Andi begitu saja. Maaf semua itu butuh proses Wan. Gak semudah membalikan telapak tangan.” Jawab Hazel.
“Iya sih Haz, Wawan juga tahu kok wawan dulu pernah mau lupain Hazel saat hazel jadian sama Andi. Tapi ternyata juga gak bisa sampai sekarang ini. bahkan perasaan Wawan ke hazel justru semakin dalam saja rasanya.” Ucap Wawan.
“Makasih ya Wan atas semua perhatian dan kasih sayang Wawan. Namun jujur Hazel belum bisa membuka hati Hazel untuk siapapun saat ini. gak tahu nanti Wan, apakah Hazel bisa membuuka hati untuk lelaki selain Andi. Dan apakah nanti lelaki itu Wawan atau bukan juga Hazel belum tahu.” Jawab hazel sedikit mengecewakan Wawan.
“Iya Hazel, tapi selama itu pula Wawan tetap akan menunggu kepastian Hazel.” Jawab Wawan tulus.
“Berdoalah Wan, biar Hazel dapat melupakan Andi dan membuka hati Hazel buat Wawan. Karena saat ini bukanya Hazel tidak mau, tapi Hazel memang belum bisa. Belum bisa melupakan Andi dan belum bisa membuka hati kepada laki laki lain termasuk kepada Wawan juga belum bisa. Meskipun hazel tetap menganggap Wawan itu special karena sangat care dengan Hazel tapi jujur belum bisa masuk kehati hazel, mohon maaf ya Wan.” Kata Hazel.
Wawan mendengar ucpan hazel ada perasaan sedih namun masih ada secercah harapan karena Hazel menganggap Wawan juga Special meski sebatas teman sja.
“Haz Bagaimana kalo misalnya Wawan datang kesini bersama orang tua Wawan menyatakan ingin melamar kamu. Apakah kamu masih keberatan juga ?” Tanya Wawan tiba tiba mengejutkan Hazel.
Hazel : “@@@@@*****>>>>>?????”
... bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...