Cinta Asteria

Cinta Asteria
Asih menangis Sedih


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Maka berangkatlah Aster dan kawan kawanya kerumah Andi yang sudah tidak terlalu ajuh dari tempat itu.


Astri kembali mengajak Nisa satu mobil denganya berjalan dibelakang Aster.


“Bagaimana tadi di dalam Nisa ?” Tanya Astri.


“Semuanya lancr kok, tidak ada masalah, tapi maaf Astri kayaknya Aster sudah mencium adanya ketidak wajaran dari semua ini ?” ucap Nisa membuat Astri kaget. Untung tidak sampai mengganggu konsentasi mengumudikann mobilnya.


“Apa…?” Tanya Astri spontan.


“Aster merasakan ada yang aneh dengan semua kebetulan yang kami alami ini. namun sampai sekarang Aster juga belum tahu sebabnya apa.” Jawab Nisa.


“Kalo begitu kamu harus bisa memainkan peran kamu sebaik mungkin agar Aster jangan sampai tahu sampai waktunya nanti.” Kata Astri.


“Usulku nih, agar semua berjalan lancar mulai sekarang biarkan proses berjalan alami. Maksutku jangan sedikit sedikit membantu Aster Asih dan aku dalam urusan pekerjaan. Biar Aster tidak merasa Aneh, dan menganggap semuaa berjalan alami.” Kata Nisa.


“Contohnya Apa ?” Tanya Astri.


“Seperti Aku dapat tunjangan beberapa hari setelah ketemu dan kenal Astri kemudian yang ditunjuk mendampingi Aster adalah Asih dan Nisa. Kalo itu dilanjutkan takutnya Aster semakin mencuruigai nanti.” Sahut Nisa.


Astri hanya tersenyum kemudian berkata.


“Kalo soal itu sudah aku perhitungkan dan memang sudah sesuai prosedur. Makanya hendra abangku masuk kerja sebagai karyawan biasa bahkan jadi anak buah Aster dan anak buahmu itu sebagi kamuflase juga Nisa.” Kata Astri.


“Haaah jadi inget berarti mas Hendra masuk itu sudah kamu scenario untuk jadi anak buah Aster juga ?” Tanya Nisa.


“Iya lah, biar Aster gak curiga.” Jawab Astri.


Percakapan Astri dan Nisa terpaksa terhenti karena sudah dekat dengan rumah Andi.


“Sudah kita lanjutkan lain waktu saja sudah hampir sampai rumah Andi.” Kata Nisa.


Aster lebih dulu masuk ke halaman rumah Andi disusul Aster dan Nisa.


“Asih kamu mau ikut ke rumah Andi atau mau pulang dulu ?” Tanya Aster.


“Asih mau pulang dulu saja Aster, sekalian mau mandi mandi dulu dirumah.” Jawab Asih. Sebenarnya alasan Asih adalah belum siap mendengar apa yang terjadi dengan Andi.


“Baiklah, Aster nungguin Astri dan Nisa dulu.” Kata Aster. Kemudian Asih berpamitan untuk pulang ke rumahnya dulu.


Astri dan Nisa pun bergabug dengan Aster kemudian.


“Kok Asih malah pergi gak ikut barengan kita ?” Tanya Nisa.


“Dia kan mau ke rumahnya dulu itu rumahnya disamping rumah ini.” Jawab Aster pada Nisa.


“Owh jadi Asih dan Andi tu rumahnya hanya bersebelahan saja ?” Tanya Nisa.


“Ya emang gak ada salahnya kan Nisa “ Tanya Aster.


“Ya gak sih, kalo orang jawa bilang bisa jadi peknggo ?” jawab Nisa.


“Apaan tuh pek nggo ?” Tanya Aster dan Astri barengan karena penasaran.


“Pek nggo itu maksutnya Ngepek tonggo artinya menikahi tetangga.” Jawab Nisa sambil senyum.


“Wkakaka… kamu paling bisa deh Nisa, emang istilah jawa tu aneh aneh ya ?” kata Aster.


“Gak juga lah, bukan Aneh tapi memang banyak nilai filosofinya dan banyak juga istilah istilah yang  tidak bisa di translate ke bahasa Indonesia.” Jawab Nisa.


“Masak, contohonya apaan ?” Tanya Astri sambil berjalan menuju menuju pintu rumah Andi.

__ADS_1


“Misal jatuh, di jawa ada jlungup, kejengkang,gledak krungkep macem macem.” Jawab Nisa.


“Haah apaan tuh artinya Nisa ?” Tanya Astri.


“Jlungup \= jatuh kedepan, gledak \= jatuh kebelakang, kejengkang jatuh kakinya terangkat kedepan, krungkep \= jatuh tubuh bagian depan menghadap ketanah. Masih banyak banget kata atau istilah jawa jika di translate ke bahasa Indonesia menjadi satu kalimat sendiri, tidak bisa di translate dengan satu kata saja.” Jawab Nisa.


“Wah kok bisa gitu ya, sama sama jatuh punya istilah seendiri sendiri.” Kata Astri sambil senyum.


Sementara Aster sudah mengetuk pintu dan mengucap salam, dan bu Halimah buleknya Aster yang membukakan pintu langsung memeluk Aster sambil menangis.


“Ada apa bulek kok sedih begini, cerita dengan Aster saja bulek.” Kata Aster.


“Masuk dulu Aster kita bicara di dalam, ajak temen temen kamu sekalian.” Jawab bu Halimah.


“Iya bulek, Astri, Nisa ini bulek ku bu Halimah kenalin dulu.” Kata Aster.


“Sore bu masih ingat dengan saya Astri sahabatnya Aster yang dulu pernah kesini itu ?” Tanya Astri.


“Owh iya ibu ingat nak, wajah kamu yang mirip Aster itu mana mungkin ibu lupa denganmu nak.” Jawab bu Halimah.


“Perkenalkan bu saya Nisa, saya asli jawa timur temen kerja Aster.” Kata Nisa memperkenalkan diri.


“Owh nak Nisa, masuk dulu nak maaf ibu gak ngira kalian datang lebih awal. Ibu kira paling cepat habis maghrib baru sampai.” Kata bu Halimah.


“Gak papa kok bu.” Jawab Nisa.


Kemudian mereka masuk keruang tamu yang suasanya masih sepi. Andi dan pak Baskoro ayah Andi tidak kelihatan. Sementara Aster mau menanyakan juga belum sampai hati, takut sedang terjadi sesuatu diantara mereka.


“Kalian mau minum apa nak ? biar ibu buatin dulu.” Kata bu Halimah.


“Gak usah bulek, biar Aster aja yang bikin minum. Bulek disini saja menamani mereka.” Kata Aster langsung menuju kedapur menyiapkan minuman.


Meski belasan tahun hidup di jepang namun Aster tetap dididik adab orang jawa disana oleh kedua orang tuanya. Yang sebenarnya tidak jauh beda dengan jepang, hanya mungkin caranya yang berbeda. Namun esensinya adalah sama, menjunjung tinggi Adab atau sopan santun kepada orang lain. Dalam beberapa hal, di jepang penghormatan kepada yang lebih tua atau senior membungkuk setengah badan dengan kedua tangan menempel tubuh. Danbeberapa perbedaan lain. Namun tetap dalam rangka menunjukkan rasa Hormat.


Perbedaan yang agak kontras saat dijamu mie di jepang ketika makan harus menyeruput sampai berbunyi slruuuup member isyarat mie nya enak. Sedangkan kalo dijawa itu malah dianggap tidak sopan, bahkan jorok.


Tapi meskipun begitu esensinya tetap sama member penghormatan namun berbeda cara. Dimana bumi dipijak disitu langit di junjung, kata pepatah. Jadi manusia itu harus bisa beradaptasi, menyesuaikan lingkungan sekitarnya. Dalam istilah jawa Empan papan maksutnya adalah menempatkan diri sesuai tempat ( Papan ).


Beberpa saat kemudian Aster sudah kembali membawa minuman hangat dan beberpa camilan yang dibawa Aster dari Jakarta.


“Tenang saja Aster, Astri juga udah biasa disini juga kan dulu juga udah nginep disini dan makan minum disini mandi disini juga.” Kata Astri.


“Maaf bulek, ini Andi dan paklek Baskoro kemana yak ok sepi begini.” Tanya Aster hati hati.


“Itulah Aster, kenapa kamu bulek minta kamu pulang kesini. Karena ada sedikit hal yang harus aku bicarakan padamu tentang Andi.” Kata bu Halimah terhenti.


“Tentang Andi, Andi kenapa bulek ?” Tanya Aster panik.


“Owh iya, Asih ikut pulang gak Aster ?” yanya balik bu Halimah pada Aster.


Begitu bu Halimah menanyakan Asih Aster dan Nisa saling berpandangan. Mereka ingat dengan apa yang dikatakan Asih tentang Firasatnya bahwa menurut firasat Asih Andi akan dijodohkan.


Sehingga membuat Aster dan Nisa ikutan merasa deg deg an apa yang akan dikatkan ibunya Andi tersebut.


“Kok kamu diam saja, bukan menjawab pertanyaan bulekmu ini ?” Tanya ulang bu Halimah.


“Apakah terjadi sesuatu dengan Andi yang ada hubunganya dengan Asih bulek, maaf Asih ikut juga tapi pulang kerumahnya dulu. Apa perlu saya panggilkan sekarang bulek ?” Tanya Aster.


“Nanti saja Aster, sekalian kalo Andi dan bapaknya sudah pulang.” Jawab bu Halimah.


Aster semakin bingung menduga duga apa yang akan disampaikan bulek nya terkait Andi dan Asih.


Apakah firasat Asih tentang Andi benar bahwa Andi akan dijodohkan. Lantas bagaimana nanti dengan Asih. Padahal Aster sudah mengatakan tidak akan membiarkan Andi begitu.


Suasana menjadi hening sejenak tidak ada yang bersuara sepatah katapun.


“Terus Andi sekarang dimana bulek ?” Tanya Aster membuka kebekuan.


“Andi dan Ayahnya baru keluar menjenguk Hazel teman Andi dan ada pembicaraan dengan orang tua Hazel yang sifatnya personal Aster.” Jawab bu halimah.


Semakin membuat Aster larut dalam kekhawatiran yang ia rasakan. Begitu juga dengan Nisa hampir saja Nisa meneteskan Air matanya untung masih bisa di tahan. Nisa cepat mengusap air matanya tanpa diketahui oleh bu halimah.


Beberapa saat kemudian terdengar adzan maghrib sehingga menghentikan percakapan mereka. Dan semuanya berkemas untuk pergi ke masjid kecuali Nisa yang masih cuti. Sehingga Nisa memilih minta ijin untuk pergi menemui Asih. Nisa bermaksut untuk sekedar member dukungan moril kepada Asih. Apa bila firasat yang dia rasakan adalah benar, agar tidak menjadi patah hati yang berlebihan. Tapi tanpa mengatakan apa yang sudah dia dengar langsung dar bu Halimah ibunya Andi yang memang belum jelas apa maksutnya.

__ADS_1


Saat semua ikut jamaah maghrib dimasjid yang biasanya dilanjut sampai isya. Nisa menyempatkan diri ngobrol dengan Asih di teras rumahnya Asih. Uang letaknya hanya disamping rumah Andi.


“Asih udah selesai sholat maghribnya ?” Tanya Nisa pada Asih.


“Udah, kalo yang ke masjid biasanya dilanjut sampai isya sekalian. Jadi kita ngobrol saja disini.” Kata Asih.


“Owh jadi Nisa malah menghalangi kamu ke masjid dong Asih ?” Tanya Nisa.


“Gak papa kok Nisa, lagian Asih juga masih merasa cepe pingin sholat dirumah dulu saja.” Jawab Asih.


“Owh begitu, tapi beneran ya gak gangguin acara Asih ke masjid.” Ucap NIsa.


“Iya Nisa tenang saja, owh iya tadi ada pembicaraan apa dirumah Andi kalo Asih boleh tahu.” Tanya Asih yang ternyata sudah gak sabar pingin tahu apa yang terjadi.


“Tadi sih Cuma ngobrol biasa saja, gak ada yang istimewa.” Jawab Nisa hati hati.


“Gak ada pembicaraan mengenai Andi atau mingkin Asih kah ?” desak Asih.


“Owh iya, tadi sempat juga nanyain kamu ikut pulang apa gak. Tpi sudah dijelasin sama Aster kalo kamu ikut pulang tapi baru pulang kerumahmu dulu.” Jawab Nisa. Bingung mau mulai dari mana atau membahas apa dulu.


“Kamu kok kayak yang bingung gitu Nisa, ada apa sebenarnya ?” Tanya Nisa.


“Gak kok Asih, hanya penasaran saja pingin lihat yang namanya Andi tapi tadi gak ketemu. Andi sama Ayahnya baru keluar kata ibunya Andi ?” jawab Nisa.


“Mereka keluar kemana ?” Tanya Asih penasaran. Dalam hati berkata, “jadi Andi gak nemuin Asih karena gak ada dirumah, kirain memang sudah gak mau nemuin Asih lagi.” Kata Asih dalam hati.


“Gak tahu kalo perginya kemana Asih tapi yang jelas gak ada dirumah.” Jawab Nisa.


Beberapa saat mereka mengobrol tiba tiba Aster sudah menyusul dan mengajak Asih untuk ikut bergabung di rumah Andi atas permintaan ibu Halimah.


Asih semkin merasa was wa begitu juga Aster dan Nisa yang belum sempat bicara apapun pada Asih tadi.


Mereka segera menuju kerumah Andi untuk menemui ibunya Andi bu Halimah.


Setelah duduk diruang tamu, ibu Halimah mulai membuka obrolan dengan Asih disaksikan Astri, Aster dan Nisa.


“Gimana nak Asih, betah kerjanya disana ?” Tanya bu Halimah berbasa basi dengan Asih.


“Alhamdulillah bu, suasana kerja disana nyaman kok.” Jawab Asih agak Grogi.


“Ibu tu tiap kali lihat nak Asih jadi ingat anak kandung ibu dulu yang sudah meninggal, namanya Diana dia dulu juga sangat dekat dengan Asih. Kemana mana mereka selalu berdua, bahkan saat Diana mengajari ANdi adiknya pun Asih ikut bantu mengajari Andi. Sehingga Andi juga menjadi dekat dengan Asih. Namun sayang, Diana tidak berumur ppanjang dia lebih cepat dipanggil Tuhan. Sehingga Andi sangatlah sedih ditinggal kakaknya. Untung saja waktu itu ada nak Asih yang menggantikan peran Diana mengasuh Andi.” Kata bu Halimah sambil menitikan air mata.


Aster,Asih dan Nisa bahkan Astri menjadi bingung menduga arah pembicaraan bu Halimah.


Kemudian ibu Halimah melanjutkan bicara lagi.


“ibu sayang banget dengan Asih, sudah kuanggap sebagai anak kandung ibu sendiri. Karena Asih adalah pengganti Diana bagi ibu dan Andi. Namun tak terasa dengan berjanya waktu, Andi kini juga sudah dewasa. Saat ini Andi sedang dalam masalah, karena saat dia menunggui temanya yang kecelakaan orang tua anak tersebut mengira Andi adalah pacar anaknya. Kemudian meminta Andi untuk mau ditunangkan dengan anaknya yang bernama Hazel. Katanya demi kesembuhan anaknya yang tiap saat menanyakan Andi terus jika Andi tak disana. Untuk itu ibu mau minta tolong pada nak Asih agar mau membantu Andi. Agar bisa leps dari permasalahan ini.” Kata kata bu Halimah tertahan. Kembali bu Halimah menyeka air matanya. Semua diam kecuali Asih yang sudah tak mampu menahan kesedihanya sehingga air matanya mengalir deras.


“Karena ibu meihat Aster juga sangat peduli dengan Adiknya maka Aster juga aku undang kesini karena ibu butuh pertimbangan Aster. Bagaimana menurut pandangan Aster, dan bagaimana menurut pandangan Asih sendiri ?” ucap bu Halimah.


“Asih ikhlash jika itu untuk kebahagiaan Andi bu, gak papa bu jika Andi mau dijodohkan dengan Hazel.” Kata Asih sambil menangis.


Bu halimah malah menjadi bingung dengan kata kata Asih, bahkan tidak mampu berkata apapun.


@@@@>>>>*****????


...bersambung...


Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.


Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.


...Juga suport nya berupa...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


...Terima kasih...


 


__ADS_2