Cinta Asteria

Cinta Asteria
Permintaan Terakhir Papah Astri & Hendra


__ADS_3

Manager marketing itu tampak mengerutkan dahinya mendengar Aster menyebut nama Astri yang sebenarnya adalah salah satu pewaris perusahaan tersebut. Hamper saja manager itu kelepasan ngomong, untung saja masih ingat dengan pesan Astri dan mamahnya Astri. Jika status Keluarga Astri dirahasiakan kepada semua karyawan. Apa lagi besuk Hendra pun akan masuk ke perusahaan itu sebagai karyawan biasa.


“Owh begitu ya bu Aster, berarti bu Aster sudah menemui sahabat bu Aster yang bernama Astri itu ?” Tanya manager marketing itu.


“Sudah pak, kami sudah saling ketemu, semalam juga kita masih ngobrol bareng.” Jelas Aster.


“Owh yaudah bu, silahkan di pelajari saya mau kembali keruangan kerja saya. Masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan.” Ucap manager itu berbohong. Padahal dia hanya ingin menyampaikan berita hubungan Aster dengan Astri juga mengabarkan bahwa Owner perusahaan asing itu adalah teman dekat Aster. Sehingga kemungkinan pengajuan kerja sama tersebut berhasil seperti sudah didepan mata. Meski tetap harus menunjukkan profesionalisme kerja sebagi salah satu bentuk membangun kepercayaan dan kerja sama.


...*****...


Manager marketing itu kemudian menuju ke ruang personalia, kemudian menemui mananger personalia.


“Sore pak, ada yang mau saya bicarakan apakah ada waktu sebentar saja ?” Tanya manger marketing itu.


“Owh iya boleh, soal apa nih ?” Tanya manager personalia.


“Terkait bu Aster, ternyata dia adalah sahabat dari bu Astri adik pak Hendra. Dan ternyata perusahaan Asing yang akan kita ajak join itu adalah milik teman sekolah bu Aster.” Kata manager marketing.


“Owh jadi begitu ya, pantesan bu Astri dulu sangat merekomendasikan bu Aster. Dan kebetulan juga nilai test tertulisnya juga yang tertinggi. Apa lagi sekarang terbukti dia kenal dekat dengan owner perusahaan yang akan kita ajak join. Ini seperti Anugerah yang luar biasa bagi seluruh perusahaan ini.” Kata manager personalia.


“Betul pak, tapi sebenarnya kenapa Bu Astri menyembunyikan identitas dirinya pada bu Aster sahabatnya, itu yang saya tidak faham.” Ucap manager marketing.


“Aah kalo itu bukan urusan kita lah. Kita ikuti saja permainan yang dibuat oleh bu Astri jangan sampai beliau kecewa. Karena saat ini yang banyak member instruksi adalah bu Astri bukan pak Hendranya.” Jawab manager personalia.


“Siyap pak, jika begitu saya ijin mau pulang duluan, ada pekerjaan yang harus saya selesaikan diluar nanti sekaliguss mau langsunng pulang kerumah. Soalnya ada pertemuan dengan klien kita sampai malam nanti.” Ucap manager marketing.


“Ya silahkan pak, semoga sukses dengan klien baru kita itu. Dan semoga bu Aster nanti juga mampu membawa angin segar buat perusahaan ini.” Jawab manager personalia.


“Aamiin pak, selamat sore saya permisi dulu.” Ucap manager marketing sambil jalan keluar.


Pantas bu Astri begitu bersemangat merekomendasikan bu Aster, ternyata mereka berdua adalah sahabat dekat, batin manager personalia.


Kemudian manager personalia itu mengeluarkan ponselnya dan memeberikan laporan perkembangan tentang rencana menjalin kerja sama dengan perusahaan Asing yang diserahkan kepada Aster. Secara detail Manager personalia itu memberikan keterangan kepada Astri.


“Bagus dong pak, berarti saya tidak salah merekomendasikan Aster dan sahabatnya kan. Tapi ingat tetap jaga rahasia ini sampai nanti saya bilang sudah boleh member tahu Aster, atau saya sendiri yang akan member tahu Aster.” Balasan chat Astri pada manager personalia itu.


Wajah cerah tampak pada manager personalia itu. Dan demikian juga Astri dia Nampak bahagia sekali mendengar Aster mampu memberikan angin segar bagi perusahaan papahnya. Meski Astri belum tahu, jika ada juga orang orang yang tidak suka dengan Aster dan berniat mau menjatuhkan Aster.


...*****...


Di rumah Astri


Astri seakan mendapat kebahagiaan baru, mendapat laporan dari manager personalia yang mengabarkan berita baik tentang Aster.


“Mah barusan manager personalia kasih kabar, jika Aster mengenal owner perusahaan Asing yang akan kita jaka kerjasama. Katany dulu teman kuliah Aster waktu di jepang.”  Ucap Astri pada mamahnya.


“Benarkah, apakah ownernya masih muda ?” Tanya mamah Aster.


“Ya tentulah mah, masak temen kuliah Aster sudah tua ?” jawab Astri.


“Maksut mamah dia cowok atau cewek, takutnya cowok dan ada hubungan lain sama Aster juga nanti.” Jawab mamahnya Astri.


“Belum tahu juga sih mah, tapi setahu Astri Aster gak pernah punya hubungan khusus sama cowok. Menurut pengakuan Aster pada saat menginap disini sama Asih !” kata Astri.


“Iya bisa saja Aster menyembunyikan itu, karena cowoknya jauh disana.” Kata mamah Astri.


“Gak lah mah, Astri tahu Aster tu jujur kok orangnya apa adanya saja.” Jawab Astri.


“Mamah juga tahu kok Astri, mungkin karena mamah terlanjur sayang sama Astri, sehingga takut dia jadi milik orang lain saja Astri.” Kata mamah Astri.


“Memang kenapa sih mah, kok ngebet banget jodohin bang Hendra dengan Aster.” Tanya Astri.


Mamahnya Astri terdiam sesaat saat Astri bertanya demikian, karena ini erat kaitanya dengan wasiat almarhum suaminya saat hendak meninggal dunia dulu.


Flashback on.


“Mah,kayaknya papah dah gak kuat lagi sekarang mah. Papah titip jaga anak anak ya mah.” Ucap papah Astri pada detik detik terakhir masa hidupnya.


“Pah, jangan bilang begitu pah. Papah harus kuat, anak kita masih belum mampu memegang perusahaan warisanmu yang kita rintis belasan tahun lalu pah.” Kata mamahnya Astri sambil terisak. Waktu itu astri dan Hendra sedang tidak bersama mamah dan papahnya, Astri dan Hendra sedang berada dirumah gentian dengan mamahnya untuk jaga in papahnya.


“Gak mah, papah sudah  merasa dekat waktu papah. Gimana kabar Aster sahabat Astri itu ya mah, papah suka dengan anak itu, kalo mungkin dia bisa jadi menantu kita mendampingi Hendra, papah lega mah.” Ucapan papah Astri. Membuat mamahnya Astri jadi semakin sedih, digenggamnya tangan suaminya dan diciumi dengan penuh kasih sayang seorang istri. Namun lama kelamaaan tangan suaminya semakin lemah dan semakin lemah akhirnya terkulai lemah. Mamah Astri kaget dan ketika memandang wajah suminya yang sudah tidak menunjukan tanda tanda kehidupan. Dadanya sudah tidak turun naik menarik dan mengeluarkan nafas dan kelopak matanya sudah putihnya saja yang kelihatan. Maka meledaklah tangis dari mamahnya Aster.


Dan ketika dokter datang, barulah mamahnya Astri Yakin jika suaminya meninggalkan dirinya menghadap sang Pencipta.


Itulah kenangan terakhir dari suaminya yang meninggalkan pesan berharap Hendra menikahi Aster.


Flashback off.


...*****...

__ADS_1


“Mah kok mamah malah menangis begitu sih, apa Astri salah bertanya begitu mah ?” Tanya Astri pada mamahnya.


“Gak Astri, kamu gak salah hanya pertanyaanmu mengingatkan mamah pada papah kamu.” Jawab mamahnya.


“Mengingatkan bagaimana mah ?” Tanya Astri.


Kemudian mamah Astri menceritakan saat saat terakhir papahnya meninggalkan pesan, atau sekedar berharap Hendra menikahi Aster sahabat Astri. Karena baik mamah maupun papah Astri sudah sangat menyayangi Aster seperti anak sendiri. Bahkan mereka berdua pun sangat sedih saat Aster akan dibawa berangkat kejepang oleh kedua orang tuanya.


Kedua keluarga itu sangatlah dekat, mereka saling mengagumi dan menghormati satu sama lain. Bahkan sampai kedua anak mereka Aster dan Astri seperti punya dua pasang orang tua.


Aster ikutan Astri panggil mamah dan papah pada orang tua Astri, dan Astripun ikutan Aster panggil Ayah dan ibu pada kedua orang tua Aster.


Sehingga kedua anak tersebut mendapatkan kasih sayang dari dua pasang orang tua yang keduanya sama sama menyayangi mereka seperti anak kandung sendiri.


“Owh jadi itu pesan terakhir mendiang papah ya mah, bang Hendra sudah tahu belum mah ?” Tanya Astri lagi.


“Belum Astri itu akan ibu jadikan senjata pamungkas ibu untuk membujuk Hendra agar mau menikah dengan Aster.” Jawab mamahnya Astri.


“Apa gak sebaiknya, mereka berdua kita kasih tahu saja mah. Takutnya baik bang Hendra ataupun Aster nanti terlanjur mencintai seseorang yang lain masalah akan jadi semakin rumit mah.” Kata Astri.


“Mamah juga berpikir begitu Astri, namun kita coba dulu rencana kita kemarin. Dan jika memang sulit mamah baru kan bicara pada keduanya. Meskipun keputusan tetap ada mereka berdua nantinya.” Kata mamahnya Astri.


“Ya ampun mah, Astri malah jai ikutan pusing sekarang. Kalo tahu itu pesan terakhir mendiang papah mending gak usah pakai sandiwara begini. Langsung saja bilang sama Aster dan bang Hendra mah.” Kata Astri.


“Kamu benar Astri, tapi kalo begitu kita akan terkesan memaksa atau mungkin mereka akan merasa sungkan untuk menolak dan terpaksa menerima. Makanya mamah pilih cara ini dulu.” Kata mamah Astri.


“Tapi mah….!” Kata kata Astri dipotong oleh mamahnya.


“Cukup Astri, kita coba dulu saja mendekatkan mereka. Mamah tidk ingin membuat Aster tersiksa jika langsung mengatakan hal itu padanya.” Kata mamah Astri.


“Maksut mamah gimana ?” Tanya Astri.


“Kamu kan tahu sendiri, bagaimana sikap Aster kepada Hendra. Aster masih sangat membenci Hendra sampai saat ini. Kalo tiba tiba dijodohkan dengan Hendra dan tahu itu wasiat dari papah kamu. Pasti dia sungkan menolak karena dia juga sangat sayang sama papah kamu. Tapi kalo menerima dia sangat benci dengan hendra.” Kata mamahnya Astri.


Astri pun terdiam seakan membenarkan apa kata mamahnya. Dan dia juga cukup mengenal pribadi Aster dari kecilnya dulu tidak ada perubahan yang besar masih seperti Aster yang dulu.


Astripun sampai menitikan air mata, teringat dengan papahnya juga memikirkan bagaimana caranya agar Hendra dan Aster beneran bisa jadian secara alami.


...*****...


Di kos an Dika


“Nemuin Astri sama Hendra, ternyata Hendra yang sekarang bukan Hendra yang dulu. Dia sudah berubah gak songong dan sombong lagi sekarang.” Kata Arya.


“Hah serius lo Arya ?” ucap Dika.


“Serius gue Dika, gue aja kaget lihat Hendra sekarang kok.” Jawab Arya.


“Gue harus bilang ke Dimas, dia harus tahu jika Hendra mencari dia mau minta maaf. Hendra udah berusaha nyari Dimas tapi Dimas terlanjur pulang ke jogja.” Kata Arya.


“Gak usah kan besuk juga Dimasnya sampai sini.” Kata Dika.


“Eeeh iya ya sampai lupa Arya nih.” Jawab arya.


“Btw kamu gak nemuin Ifah dulu Arya, katanya kamu dah siaplamar Ifah.” Tanya Dika.


“Belum Dika, nunggu dapet kerjaan dulu nanti baru lamar Ifah.” Jawab Arya.


Tiba tiba wajah Arya tampak muram, kemudian Dika mencoba bertanya.


“Kenapa kamu mendadak muram begitu Arya ?” Tanya Dika.


“Gak kok Dik, Cuma gue bingung mau nerima tawaran Astri kerja disana atau tidak. Kalo gak diterima sayang juga kalo diterima nanti Ifah masih cemburu gak, kalo Dimas belum balikan sama Aster agak susah Dika.” Jawab arya.


“owh jadi itu yang buat kamu getol mendekatkan Astri sama Dimas ?” Tanya Dika.


“Bukan juga Dik, kebetulan saja waktunya bersamaan saja. Saat aku menghubungkan Astri dan Dimas Astri nawarin aku bekerja di perusahaan papahnya.” Kata Arya.


“Owh kirain ada udang dibalik batu Arya, jadi gak tulus lagi nanti !” kata Dika.


“Gak gitu Dika, awalnya aja aku menolak ditawarin Astri. Tapi setelah Astri terus memintaku dan jujur aku juga merasa butuh buat meminang Ifah. Akhirnya aku terima tawaranya, tapi masalah baru jika Ifah tahu ada peran Astri disitu.” Jawab Arya.


“Lah katanya Ifah dah cemburu sama Astri, kok sekarang gitu ?” Tanya Dika.


“Iya awalnya,setelah Ifah tahu Astri pacarnya Dimas, tapi belakangan setelah Dimas balik ke jogja sma aja kayak sebelumnya. Makanya aku kesini juga gak ke tempat dia, sebelum urusan sama Astri dan Dimas selesai. Takutnya kalo tahu Arya disini dia malah ngikutin aja Arya pergi.” Kata Arya.


“Wkakaka…. Udah mending kalian buruan nikah aja deh dari pada dari pada nantinya….!” Gura Dika.


“Sembarangan lo Dik, kita juga masih tahu batas kali !” gerutu Arya.

__ADS_1


“Bercanda aja kali Arya, Dika juga tahu gimana Ifah, Cuma gue ragu sama lo aja Arya.” Gurau Dika lagi.


“Suek lo Dik, btw ni Dimas kasih kabar sudah otw kesini katanya Dik !” kata Arya.


“Sukurlah suruh langsung kesini saja Arya !” kata Dika.


Arya membalas chat Dimas dan mengatakan kalo langsung menuju kos an Dika. Kemudian Arya juga memberi kabar ke Astri jika Dimas sudah dalam perjalanan dari jogja.


...*****...


Kembali ke Astri


Setelah mendengar cerita mamahnya Astri ikut larut dalam sedih mengiingat almarhum papahnya.  Dan juga permintaan terakhirnya agar Hendra menikahi Aster. Astri meras punya tanggung jawab yang berat agar bisa mendekatkan Aster dan Hendra.


“Kalo aku yang jadi bang Hendra, tahu Aster yang sebenarnya udah gak perlu mikir lama langsung nikahin aja. Kurang apa Aster, cantik iya cerdasnya dapet setianya gak usah diragukan.” Kata Astri dalam Hati.


Dalam lamunanya itu dikejutkan oleh getar di hpnya, tanda ada sebuah chat masuk. Dengan agak malas Astri membuka chat tersebut.


“Sore Astri, Saat ini Dimas sudah dalam perjalanan kesini. Mungkin besuk pagi sudah sampai sini.” Chat dari Arya untuk Astri.


Astri membaca tersebut sambil tersenyum bahagia, karena akan segera mendapat kepastian dari Dimas tentang hubungan mereka.


Semoga saja besuk Dimas membawa kabar menggembirakan dan ini menjadi pertanda baik bagi semuanya. Etelah berita tentang Aster diperusahaan dan lainya semoga ini juga akan menjadi berita positif bagi semua keluarga besar Astri, kata Astri dalam hati.


“Kamu kenapa senyum senyum sendiri Astri “ Tanya mamahnya.


Astri yang tidak menyadari kehairan mamahnya jadi kaget.


“Aah mamah ngagetin Astri aja.” Kata Astri.


“Ngagetin,,,? Mang Astri lagi ngelamunin apa kok kaget ?” Tanya mamahnya.


“Astri dapat kabar dari Arya, jika Dimas sekarang dalam perjalanan kesini mah.” Kata Astri sambil senyum.


“Sukurlah semoga kalian bisa rukun lagi, dan jangan lupa soal Hendra dan Aster !” harus dipikirkan juga Astri.” Ucap mamahnya.


.............


***Dalam kehodupan nyata, banyak hal terjadi tidak sesuai dengan praduga kita.


Begitupun yang namanya jodoh, tak satupun dari kita yang dapat memastikan.


Melalui cerita ini, Author ingin menggambarkan refleksi kehidupan nyata dalam sebuah cerita.


Di ilhami kisah kisah yang pernah Author dengar lihat dan saksikan.


Tentu saja dikemas dalam bentuk cerita fiktif, baik nama maupun tempat kejadianya.


Karena ini hanya bersifat hiburan semata. Kesamaan nama dan tempat serta kejadian hanyalah sebuah kebetulan semata.


...Semoga terhibur...


...🙏🙏🙏***...


...bersambung...


...Jangan lupa beri dukungan...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2