
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
Kemudian Astri menjelaskan rencana dia dan mamahnya, aster mengatakan jika proses pertunanangan akan di lakukan sederhana saja. Dari pihak Hendra hanya kan mengajak keluarga dan beberapa teman kerja. Dan dari pihak Aster hanya akan mengundang keluarga dekat juga termasuk keluarga Andi.
Sehingga Asih menjadi berbinar mendengar nama Andi disebut, sehingga ada kesempatan bertemu dengan keaksihnya. Sayangnya Asih belum tahu jika Andi sekarang sudah banyak mengalami peruban Andi sekarang bukanlah Andi yang Asih kenal dulu. Andi yang polos yang lugu itu kini berubah menjadi Andi yang punya orientasi sex berlebih. Bahkan tidak hanya dengan Syifa saja tetapi dengan banyak ibu ibu muda yang mengetahui kelaianan orientasi sex Andi dan memanfaatkan dia sebagia budak nafsu mereka.
*****
Episode ini
Kebinalan Andi
Sementara Astri dan Aster membahas masalah pertunangan Aster dan Hendra.
Ditempat lain pak Baskoro dan bu Halimah orang tua Andi kebingungan menasehati Andi yang hampir tiap malam selalu keluar rumah tanpa diketahui tujuanya kemana.
Dan Andi semakin jauh meninggalkan kehidupan dirinya di masa lalu yang kalem dan rajin ibadah. Bahkan sekarang sudah mulai doyan minuman keras, meski tak berani melakukan dirumahnya.
Andi semenjak bergaul dengan Herlambang Ayahnya Sinta semakin menjadi, semakin gila dalam hal pelampiasan anfsu bejatnya. Tak segan mereka berdua bergantian pasangan tanpa merasa Risih sedikitpun
Bahkan Andi tanpa sepengatahuan Herlambang mengajak ibunya Yasinta kencan di luar, saat Andi tahu herlambang juga sedang mengencani Syifa pacar gelap andi. Pada saat itu Andi merasa dendam dengan Herlambang meski akhirnya juga sering kerja sama dalm urusan mesum.
Flashback saat Andi diaak ketemuan sama Herlambang.
“Siang pak Herlambang, ada apa ya panggil saya kerumah bapak.” Tanya Andi pada Herlambang.
“Owh ini, katanya kemarin bantu anak saya Sinta isi acara disekolahnya ya. Nah kebetulan saya juga mau bikin acara konser, nah butuh band pendamping sebelum band inti datang. Bisa Tidak Andi bantu isi acara sebagai pengisi acara sebelum acara Inti nanti.” Kata Herlambang seorang Event Organizer yang cukup Sukses.
“Ya jqangan bisa tidak dong Pah, tapi bilang ada honornya berapa. Biar Nak Andi bisa jawab sanggup dan tidaknya.” Ucap Syasya ibu Yasinta.
“Owh bukan itu bu Syasya, soal honor Andi gak begitu mikirin soalnya Cuma hoby saja. Tapi waktunya itu yang Andi masih harus koordinasi dengan teman teman Band.” Jawab Andi.
“Owh gak harus satu grub Band, kalo bisa malah Andi pribadi saja nanti adaacara Akustik nah disitu Andi ikut mengisi acara Akustikan.” Jawab Herlambang dusta.
“Bisa pak kalo itu sih, kapan itu acaranya dan nanti dengan siapa saja Andi main akustiknya ?” Tanya Andi.
“Wah kalo soal itu sayangnya temen bapak yang ngurusin, jadi baiknya Andi ikut saya aja nemuin temen bapak sekarang.” Kata Herlambang.
“Boleh sih pak, tapi gak sampai malam kan ?” Tanya Andi.
“Yah kalo aku bisa sampai pagi malah, tapi Andi bisa kok pulang duluan nanti kalo mau.” Jawab Herlambang.
“Berarti Andi bawa motor sendiri saja ya pak ?” Tanya Andi.
“Gak usah, soal pulangnya kamu nanti biar dianter temenku sampai sini. Motor kamu ditinggal saja disini gak papa kan ?” jawab herlambang yang sudah tidak sabar terbayang wajah Syifa. Ingin segera menikmati tubuh wanita tersebut.
“Baik pak, Andi siap.” Jawab Andi.
“Gitu dong kamu habiskan minum dulu saja, kita segera berangkat aku keluarin dan panasin mobil dulu.” Ucap Herlambang.
“Papah jangan larut nanti pulangnya, mamah takut sendirian Yasinta kan menginap dirumah neneknya nanti.” Ucap ibunya Sinta. Namun tak di gubris oleh Herlambang yang sudah bernafsu mengajak Andi ke tempat Syifa.
“Nak Andi, tolong awasin suami saya ya, saya curiga dia ada main dengan perempuan lain. Kalo Andi mau nanti aku kasih hadiah deh.” Ucap Syasya yang memohon mohon pada Andi agar mengawasi suaminya.
“Masak sih bu, kelihatanya bu Syasya dan Pak herlambang baik baik saja.” Jawab Andi.
“Baik apanya Andi, tiap hari ibu ditinggal terus jarang banget disentuh sekarang ini. jadi ibu curiga suamiku dapat jatah dari perempuan selain ibu.” Curhat Ibunya Syasya.
“Wah kasihan ibu dong tiap malam kalo ditinggal terus begitu.” Kata Andi dengan tatapan yang kotor.
Syasya yang dipandangi Andi seperti itu pun memberikan respon baik pada Andi.
“Makanya kalo Andi bisa bantu ibu dong Ndi.” Ucap Syasya.
“Bantu gimana bu ?” Tanya Andi.
__ADS_1
“Ya bantu awasin suami tante suruh perhatian sama istrinya atau apalah terserah Andi yang Andi bisa lakukan buat Ibu Apa.” Ucap Syasya memancing.
“Iya deh bu, Andi bantu sebisa Andin anti.” Jawab Andi.
“Ayo Ndi, kita berangkat sekarang !” ajak Herlambang pada Andi.
Andipun mengikuti Herlambang kemudian masuk kemobil Herlambang menuju ke suatu tempat. Dan ternyata Herlambang membawa Andi ke sebuah rumah makan.
“Kita lanjutkan ngobrol sambil makan dulu ya Ndi.” Ajak Herlambang pada  Andi.
“Iya pak, boleh.” Jawab Andi tanpa rasa curiga.
Setelah memesan menu makanan daan minum kemudian herlambang membuka obrolan dengan Andi.
“Ndi sebenarnya aku mau bicara dengan kamu sebagai sesame lelaki dewasa. Artinya sesame lelaki yang sudah mengenal kenikmatan terhadap lawan jenis kita.” Ucap herlambang pada Andi.
“Maksut pak Her gimana ?” Tanya Andi.
“To the point saja lah, kamu kan sudah bertunangan dengan Asih. Aku dulu kamu menyangka kamu itu anak yang Alim dan jurus. Tapi aku lihat kamu semalam berada disebuah hotel bersama wanita cantik dan masuk ke kamar berduaan.” Lanjut Herlambang.
Andi tertunuk khawatir herlambang akan melaporkan kepada kedua orang tuanya.
“Kamu gak usah khawatir aku laporkan pada kedua orang tuamu, aku juga memaklumi sebagai lelaki normal yang punya hasrat terhadap lawan jenis.” Ucap Herlambang.
Andi belum paham arah pembicaraan herlambang mau kemana. Bukanya mengawasi herlambang sesuai permintaan Syasya istri Herlambang malah Herlambang yang mengawasi dan memegang kartu Andi.
“Terus maksut pak her apa ?” Tanya Andi agak ketakutan.
“Jujur saja, aku semalam melihat teman kencanmu sungguh jadi tertarik dan ingin juga ikut merasakan kehangatan tubuhnya.” Jawab Herlambang.
Andi agak kaget dan hampirtersinggung mendengar ucapan herlambang. Namun dia tak bisa berbuat apa apa karena Herlambang bisa saja membongkar aib nya. Sehingga Andi hanya bisa pasrah dan diam saja.
“Aku bisa saja melapor keorang tuamu dan orang tua Asih, tapi aku lebih memilih kerjasama denganmu saja kalo kamu mau. Tapi jika kamu menolak ya terpaksa aku bongkar rahasia kamu.” Ancam herlambang.
Hampir saja Andi marah, namun sekali lagi posisi Andi sangat terpojok dan lemah tak memiliki posisi tawar.
“Langsung saja pak Her, maksut bapak apa ?” ucap Andi tak sabar pingin tahu tujuan herlambang sebenarnya.
“Kan sudah aku bilang, kalo aku juga pingin merasakan kehangatan teman kencanmu semalam. Jadi kurasakamu sudah paham harus bagaimana.” Jawab Herlambang.
Obrolan terhenti sejenak karena pelayan datang membawa pesanan mereka.
Kemudian Herlambang dan Andi menikmati menu pesanan mereka masing masing. Namun bagi Andi menu yang di pesanya menjadi hambar di lidah karena mendapat tekanan dari herlambang. Dan itu merupakan hal yang sulit diputuskan bagi Andi yang peragu.
Usai makan kembali herlambang angkat bicara.
“Intinya begini saja, antarkan aku menemui wanita itu dan kita bikin kesepakatan bersama bertiga.kalo kamu mau sekarang kita berangkat, kalo tidak ya jangan salahkan aku jika kamu jadi viral nanti.” Sekali lagi Herlambang mengancam Andi.
Tak ada pilihan lain bagi Andi kecuali mengikuti kemauan herlambang.
“Ok lah, tapi dengan catatan jangan ada paksaan nanti atau ada ancaman pada Syifa maupun Andi.” Jawab Andi.
“Kamu tenang saja Ndi, kita sama sama tahu kok. Kalo perlu nanti Andi juga aku kenalkan dengan wanita lain yang tak kalah menarik dari teman kamu itu.” jawab Herlambang.
Singkat cerita berangkatlah dua orang itu ke rumah Syifa. Dan sesampai di rumah Syifa yang kebetulan juga baru nyantai dirumah langsung disambut Syifa dengan senang hati.
“EEh Andi, kok datang gak kasih kabar dulu ayo masuk.” Sapa Syifa sambil menggandeng tangan Andi di depan herlambang.
Herlambang yang sudah tertarik dengan Syifa dari semalam hanya bisa menelan ludah melihat penampilan Syifa yang sangat seksy.
Syifa mempersilahkan Andi dan Herlambang duduk dan mengambilkan air putih untuk keduanya.
“Kalian tampaknya cukup haus, mari silahkan minum dulu, baru ngobrol.” Kata Syifa.
“Makasih dik.” Jawab Herlambang sambil meandangi sesuatu yang menonjol di diri Syifa.
Syifa yang tahu benda menonjol dirinya diperhatikan Herlambang malah membiarkan saja seakan malah bangga dengan itu.
“Ada apa ndi kok datang kesini ngajak temen segala ?” Tanya Syifa membuka Obrolan.
“Maaf Syifa, Andi langsung saja cerita. Bahwa apa yang kita lakukan semalam bahwa kita berduaan di hotel itu ketahuan pak Her tetanggaku ini.” ucap Andi tertahan seakan berat untuk melanjutkan bicara.
“Owh gitu, itukan privasi kita Ndi kan gak merugikan orang lain.” Jawab Syifa santai.
“Memang tidak merugikan saya dan orang lain Dik, tapi posisinya Andi itu sudah bertunangan dengan gadis satu dusun juga dengan kami. Dan kebetulan rumahnya juga berdampingan dengan Andi.” Jawab Herlambang sok peduli.
“Lah terus apa hubunganya dengan saya, kan saya dengan Andi melakukan atas dasar suka sama suka. Soal Andi sudah punya tunangan atau bahkan sudah menikah ya mana saya tahu. Yang penting dia mau saya juga mau kan gak ada urusan dengan yang lain.” Ucap Syifa.
__ADS_1
“Gak usah marah dik, saya juga gak berniat jahat kok, saya juga bukan orang baik kok. Saat itu saya juga lagi kencan juga dengan wanita. Jadi jujur saja biar saya yang bicara, jadi maksut saya kesini saya sepakat dengan kamu bahwa asal suka sama suka gak ada maslah. Dan jujur saya sangat tertarik dengan mu dan ingin juga menikmati tubuhmu seperti Andi semalam. Maaf jika saya terlalu vulgar dan gak suka basa basi.” Ucap Herlambang.
Syifa sampai terkejut mendengar ucapan Herlambang yang dianggapnya terlalu vulgar. Meski Syifa juga suka keterbukaan namun kalimat Herlambang dirasa melecehkan wanita bagi Syifa.
“Apakah gak bisa berkata dengan lebih sopan ? kalimat anda seperti bukan orang yang berpendidikan saja !” kata Syifa ketus.
Andi yang melihat dan mendengar percakapan dua orang itu hanya diam saja gak berani menyahut karena sudah ditekan herlambang tadi.
“Iya maaf maaf, saya memang terbiasa dengan kalimat Vulgar dan saya rasa disini hanya kita bertiga yang ada. Dan sudah sama sama tahu jika kita semua membutuhkan hal seperti itu. jadi saya rasa tidak masalah jika saya berkata jujur sejujurnya.” Kilah Herlambang.
“Ya saya hargai kejujuran anda, tapi tidak elok didengar kalimat anda tadi. Saaya harap anda tidak mengulanginya lagi. Saya bukan wanita yang bisa dibeli dengan uang, saya hanya mau melakukan itu dengan orang yang Syifa rasa nyaman, bukan karena uang. Mungkin kalo anda biasa kencan dengan bayaran itu juga hak anda.’ Ucap syifa agak emosi.
“Iya maaf, saya mengaku salah saya tidak akan mengulangi. Tapi jujur sejak semalam saya selalu terbayang baying wajah kamu terus dan jujur mau mengajak kamu jalan jalan dan mungkin dengan kita berjalan berdua akan lebih bisa mengenal karakter masing masing. Meskipungak harus berakhir dengan kemesraan bercinta. Kebetulan saya juga lihat anda punya sanggar dan saya bergerak di bidang event organizer. Siapa tahu kita juga bisa kerja sama yang saling menguntungkan.” Ucap herlambang.
“Harusnya anda bicara seperti itu dari tadi sehingga tidak menyinggung persaan saya sebagai wanita.” Ucap syifa.
“Iya sekali lagi saya mohon maaf, dan bagaimana dengan ajakan saya untuk menjalin kerjasama antara sanggar kamu dan event organizer yang saya kelola ?” Tanya herlambang.
“Nanti saya fikirkan dulu. Karena saya membuka sanggar bukan profite oriented sekedar hobby dan sedikit membantu anak anak yang minat pada dunia seni. Yaah hitung hitung berbuat baik lah, karena Syifa juga sadar jadi orang itu harus berbuat baik juga. Meski Syifa bukan orang baik, tapi minimal masih bisa berbuat baik.” jawab Syifa.
Andi yang dari tadi hanya bengong saja kemudian ikut angkat bicara.
“Gini aja, soal ini kita bertiga saja yang tahu dan maaf ya Syifa kalo aku dari kemarin gak terus terang sudah bertunangan. Dan jujur aku juga gak nyangka sampai ketahuan pak Her tetanggaku ini. jadi aku terpaksa mengenalkan kamu pada dia demi menyelamatkan pertunanganku.” Kata Andi.
“Iya Ndi, kalo sama Andi dari awal aku hanya tertarik dan memang suka type seperti Andi. Jadi jujur memang aku kemarin kasih obat perangsang sama kamu. Sehingga kita sampai mabuk begitu, dan Syifa juga gak berharap lebih, sekedar cari senang saja.’ Ucap Syifa.
“Nah bagaimana pak Her, sekarang sudah saya pertemukan dengan Syifa dan sudah ngobrol sendiri. Jadi saya harap pak Ger hapus foto foto saya dan Syifa waktu dihotel itu. dan saya juga akan jaga rahasia pak Her dengan Yasinta putrid pak her. Kalo istri pak her sih sepertinya sudah mencium ketidak beresan pak Her.” Kata Andi.
“Baiklah, ini foto foto kalian saya hapus sekarang, yang penting kita bertiga tahu sama tahu saja.” Jawab Herlambang.
“Kalo sudah saya minta diantar pulang pak, jangan sampai orang tua saya lebih curiga.” Kata Andi.
“Emhh gimana kalo kamu saya pesankan taxi online saja soalnya saya mau langsung ke venue ada event malam nanti dan saya harus melihat persiapan akhir sebelum acara. Kalo harus antar kamu pulang bisa terlambat nanti.” Ucap Herlambang.
“Terus kalo Andi ditanya istri bapak saya harus jawab apa ?” Tanya Andi.
“Bilang saja saya masih harus persiapan Akhir untuk event mala mini. Mungkin pulangnya juga pagi lagi nanti.’ Jawab Herlambang membuat alasan. Padahal hanya masih ingin melakukan pendekatan dengan Syifa.
Andi menaruh curiga dengan Alasan herlambang itu, namun gak mungkin  juga Andi berlama lama dirumah Syifa jika ada Herlambang. Maka Andipun memilih menerima tawaran Herlambang dipanggilkan Taksi online.
Dan dengan perasaan jengkel marah dan lainnya Andi meninggalkan rumah Syifa dengan Taxi online yang dipesankan Herlambang.
Dalam perjalanan kerumah Herlambang untuk mengambil motornya andi sempat chat dengan Syifa.
“Hati hati dengan buaya darat itu ya.” Chat Andi ke Syifa yang langsung dibaca dan dib alas.
“Tenang saja sayang, dia boleh buaya tpi aku adalah lubang buaya.” Balasan Chat Syifa.
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Â
Â
Â
__ADS_1