Cinta Asteria

Cinta Asteria
Andi bertaubat


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Gak lah meskipun jadi adik gak harus merubah apa yang sudah biasa kita lakukan.” Ucap Aster. Sementara Astri Hanya senyum senyum melihat Aster dan Hendra bertengkar kecil seperti itu. Astri justru ingat saat keduanya masih bermusuhan dulu, namun kini justru menjadi pasangan suami istri. Sementara dia juga ingat Andi dan Asih yang sudah bertunangan namun justru hancur di tengah jalan dan kini bahkan Andi menjadi depresi berat akibat ulahnya sendiri. Sungguh suatu misteri yang sulit untuk di duga oleh manusia, bisik Astri dalam hatinya….!?!


“Kalian ini jadi suami istri juga masih saja suka berantem.” Kata Astri.


“Ya begitulah romantika rumah tangga Astri.” Jawab Hendra.


“Gak harus begitu juga kali bang  ?:” sahut Astri.


“iya tahu tuh abang kamu tiap hari ngajakin berantem terus.” Sahut Aster.


“Tapi Aster juga suka kan ?” jawab Hendra kemudian.


“Gak lah, Bang Hendra selalu egois soalnya.”Jawab Aster.


“Gak juga kok, aku kan orang Moderat Aster.” JAwab Hendra.


“Moderat apaan, tiap hari ngajak bertengkar mulu.” KAta Aster.


“Udah ah, di depan adiknya juga berantem mulu sih ?” sahut Astri.


Kemudian mereka terdiam beberapa saat sampai Aster membuka pembicaraan lagi.


“Astri, kamu tahu tempat kyai yang dimaksut pak lek dan bulek ?” Tanya Aster kepada Astri.


“Tahu sih, hanya saja Astri lupa nama Kyai nya Aster.” Jawab Astri.


“Gak masalah itu sih, yang penting tahu tempatnya saja.” Jawab Aster.


“Iya semoga saja Andi cepat tertangani.” Sahut Astri.


“Dalam hal ini yang paling bertanggung jawab sebenarnya Syifa, yang telah menjerumuskan Andi. sehingga sampai terjerat dalam jebakan Sita.” Kata Hendra.


“Udah gak usah mencari kambing hitam, dalam hal ini Andi juga tetap bersalah kok bang.” Sahut Aster.


“Bener kata Aster bang, gak usah cari kambing hitam, yang penting bagaimana membuat Andi kembali sadar seperti dulu lagi.” Kata Astri.


“Iya, lagian Syifa juga sudah mengakui jika dirinya bersalah, dan ternyata dia memang dalam proses mencari Tuhan.” Ucap Aster.


“Maksutnya bagaimana Aster ?” Tanya Astri.


“Syifa selama ini tidak percaya adanya Tuhan. Adi dia terjerumus ke pergaulan bebas yang penting tidak merugikan orang lain prinsipnya.” Kata Aster.


“Owh begitu rupanya, terus kalo sekarang bagaimana dengan Syifa sendiri ?” Tanya Astri.

__ADS_1


“Ya masih dalam proses juga, tapi kayaknya sudah mulai merasakan butuh bimibingan spiritual.” Ucap Aster.


“Ya mudah mudahan saja dia dapat menemukan jalan kebenaran.” Kata Astri.


“kalian ini sudah macam ustadzah saja sekarang !” sahut Hendra.


“Gak gitu juga kali bang, meski kita orang biasa tapi paling tidak kita juga punya kepedulian terhadap sesame. Jadi mendoakan orang itu kan bagus saja. Dari pada hanya berdiam diri saja.” Jawab Aster.


“Iya deh, aku nyerah sekarang. Btw sudah hampir sampai ke rumah Andi nih. Kita cari makan dulu yuk, sekalian kita nanti bicarakan soal cara membawa Andi ke tempat kyai Itu.” kata Hendra.


“Kalo menurut Astri gak harus langsung bawa Andi,tapi kita konsultasi saja dulu. Jika disuruh bawa kesana baru kita bawa kesana. Tapi jika cukup di syareati dari auh ya gak perlu dibawa kesana.


 Jawab Astri.


“Yaudah yang penting kita cari makan dulu aja.” Jawab Hendra.


Mereka pun berhenti untuk makan siang sebelum sampai kerumah Andi. sambil membicarakan rencana untuk membantu menyadarkan Andi kembali. Dan Hendra berpendapat jika dalam hal ini, harus melibatkan Syifa mau gak mau. Karena Syifa yang lebih banyak tahu tentang Andi dan mungkin juga dengan Syifa Andi mau terbuka. Karena selama ini Syifa juga lah yang telah menyembunyikan Andi dari kejaran orang orang.


Aster dan Astri pun akhirnya sepakat dengan Hendra bahwa akan melibatkan Syifa dalam hal ini.


Setelah mereka selesai makan siang mereka pun melanjutkan perjalanan ke rumah Andi.


*****


Sesampai di rumah Andi.


“Aster. Bagaimana itu Andi sama sekali tidak mau keluar kamar ?” seru bu Halimah panik.k karena Andi sama sekali tidak mau keluar dari kamar.


“Coba saya yang mengajaknya keluar bulek ?” jawab Aster.


“Andi, ini mbak Aster apakah kamu sudah tidak menganggap mbak Aster ini sebagai kakak kamu lagi, sehingga kamu tak mau bicara dengan Mbak Aster lagi ?” Tanya Aster pada Andi dari luar kamar Andi.


Dan Andi pun mau menjawab sapaan Aster meski masih belum mau keluar.


“Mbak Aster  pergi saja, biarkan Andi sendirian….!” Jawab Andi.


“Tidak, mbak gak akan pergi sebelum kamu keluar kamar dan bicara dengan mbak Aster…!” Jawab Aster pada Andi.


“Gak ada yang harus di bicarakan lagi sekarang, semua sudah hancur berantakan…!” jawab Andi dari dalam kamarnya.


“Tidak Andi, masih ada harapan untuk menuju masa depan yang lebih baik bagimu. Kamu masih muda dan masih banyak kesempatan untuk berbuat baik.” Jawab Aster.


“Tidak, Andi sudah gak bisa jadi baik sekarang. Gak ada orang yang akan percaya lagi kepada Andi.” jawab Andi.


“Mbak masih percaya pada Andi, mbak percaya kalo Andi bisa jadi baik kembali. Mbak gak akan tinggalkan Andi,mbak akan jagain Andi seperti kakak kamu Diana dulu menjagamu. Ingatlah Diana kakak kamu Andi, jangan sia siakan perjuangan Diana kepadamu…!!!!” Seru Aster dengan lantang kepada Andi.


Andi terdiam beberapa saat tidak menyahut kata kata Aster, namun beberapa menit kemudian terdengar langkah Andi keluar kamar dengan penampilan yang sangat kacau dan langsung menangis sambil memeluk Aster.


Aster diam saja ketika Andi menangis dalam pelukannya. Kali ini tangis Andi sudah tak terbendung lagi, dia menangis seandainya dalam dekapan Aster kakak sepupunya. Dan Andipun menceritakan semua kejadian yang membuat dia menjadi kehilangan jati dirinya.


Semua pun ikut terharu mendengar pengakuan Andi, meski juga merasa sedih akibat ulah Andi yang begitu brutal. Sehingga sampai beredar video dirinya dengan Syasya akibat ulah Sita.


Dan akhirnya Andi pun mau diajak konsultasi dengan seorang kyai di daerah Tangerang barat, dan bahkan Andi pun berniat untuk menenangkan diri di sana. Serta ingin melupakan semua masa lalunya dan membuka lembaran hidup baru di sana.


Berangkatlah Andi di antar oleh Hendra dan Aster saja, sementara Astri menemani kedua orang tua Andi di rumahnya. Astri justru tidak tega melihat kedua orang tua Andi. terutama ibunya yang sangat drastis perubahannya dari saat dia temui dulu.

__ADS_1


*****


Sesampai Hendra di Tempat kyai yang dituju, berdasarkan alamat dan MAP yang diberikan Aster.


“Kalo gak salah dulu Pak Kyainya bernama pak Kyai Dimyati.” Bisik Hendra pada Aster.


“Kita masuk saja lah, yang penting kita usaha dulu.” Kata Aster.


“Iya Aster, Aku ingat panggilannya Abuya Dimyati.” Sahut Hendra lagi.


Kemudian Hendra Aster dan Andi masuk kedalam pondok yang cukup besar itu. ada kegelisahan yang Nampak di wajah Andi, saat menunggu kehadiran kyai yang dicarinya. Begitu pula dengan Hendra dan Aster mereka pun Nampak merasakan suasana yang lain saat berada di tempat itu. entah pa sebabnya yang jelas hati mereka merasa sejuk, ketika mendengar lantunan ayat ayat suci Al-Quran dan Lantunan Sholawat dari anak anak yang mengaji.


Sesat kemudian Abuya datang dan menyapa mereka.


“Assalaamu ‘alaikum…!” sapa Abuya DImyati.


“Wa ‘alaikummussalaam…!” Jawab mereka Kompak.


Tiba tiba Abuya sudah memberikan nasehat sebelum mereka berbicara.


“Orang yang baik itu, bukan orang yang tidak pernah berbuat salah. Tapi orang yang mau menyadari kesalahan nya dan bertaubat.” Ucap Abuya membuka pembicaraan.


Sehingga Hendra dan rombongan menjadi kaget, menganggap Abuya tahu apa tujuan mereka. Dan yang terjadi sebenarnya adalah Abuya melihat Andi yang tampak sangat gelisah seperti orang yang sangat menyesali dosa besar. Sehingga kalimat yang di ucapkan beliau adalah seperti itu.


“Maaf Pak Kyai, memang benar kami disini mengantarkan adik saya yang hendak belajar bertaubat.” Ucap Hendra.


“Adik kamu sudah terbukakan pintu taubatnya sejak dia menyesali. Tinggal langkah menuju perbaikannya saja yang harus di jalani. Namun kalian berdua lah yang harus berhati hati, karena kalian berdua juga dalam masa masa kritis yang butuh kesabaran.” Ucap Abuya dimyati tersebut.


Aster dan Hendra saling berpandangan tidak memahami apa maksut dari Abuya tersebut, namun dlam hati kecil Aster dia seakan mendapat bisikan bahwa dirinya dan Hendra mendapat peringatan akan adanya sebuah bahaya atau ancaman yang di tujukan kepada mereka…..???


...Bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


 


__ADS_2