
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
"Mohon maaf bu, jangan lihat penampilan kami yang seperti ini, kami memang dulunya orang jalanan. Tapi semenjak dibantu dan ditolong pak Hendra sekarang kami sudah hidup secara wajar. Meski penampilan kami memang masih seperti ini. karena badan kami yang penuh tato ini tentu sudah sulit dihilangkan.” Ucap salah satu orang  yang datang itu….???
Â
“Iya mas, gak papa kok makasih sudah mau bersedia membantu keluarga saya.” Jawab Aster.
“Sama sama bu, apa yang menjadi masalah Pak Hendra itu artinya juga menjadi maslah kami. Jadi sudah sewajarnya jika kami juga ikut membantu menyelesaikan semampu kami.” Jawab ketua rombongan itu.
“Jadi apa yang kalian butuhkan untuk bisa mencari Andi adikku itu ?” Tanya Hendra.
“Kami butuh foto Andi adik pak Hendra dan juga orang orang yang kemarin berhubungan erat dengan Adik Pak Hendra.” Jawab ketua rombongan yang bernama  Jhoni itu.
 “Ok nanti aku kirimkan Foto adikku dan orang orang yang kemarin berhubungan erat dengan adikku. Tapi untuk sementara kalian aku minta mendatangi orang yang bernama Sita yang sekarang ini tinggal dirumah om ku ini.” kata Hendra sambil menunjukkan alamat rumah yang dimaksut. Serta menyerahkan sejumlah uang untuk transport mereka.
Meski awal nya orang orang itu menolak karena mereka sudah sering kali diberi uang oleh Hendra dan bermaksut membalas budi baik Hendra saja. Namun tetap dibujuk oleh Hendra agar di terima. Dan Aster pun ikut membujuknya.
“Terima saja lah mas, barangkali dibutuhkan untuk biaya dalam melakukan pekerjaan kalian. Saya tahu kalian tidak mengharapkan uang itu. tapi kami juga ikhlash memberinya.” Kata Aster.
Akhirnya mereka pun menerima uang itu dan segera membagi tugas untuk menemukan keberadaan Andi. Jhoni sendiri sebagai ketua kelompok tersebut mengajak salah satu anak buahnya untuk mendatangi Syifa di alamat yang sudah di berikan oleh Hendra.
Sementara yang lain disebar di tempat tempat karaoke yang biasa dikunjungi oleh Andi sebelum peristiwa beredarnya video syur nya dengan Syasya.
“Baiklah pak Hendra, saya segera mohon diri saja agar dapat secepatnya membawa Andi pulang kerumah ini. dan semoga semua berjalan dengan lancar tidak ada masalah yang berarti.” Pamit ketua rombongan tersebut.
“Ok aku tidak menahan kalian lama lama disini, yang penting sebisa mungkin hindari kekerasan terutama dengan Andi adikku kalian tidak boleh menyakitinya sedikitpun. Dan jika butuh sesuatu jangan sungkan sungkan bilang padaku, karena ini adalah urusan keluargaku jadi aku mina dengan sangat operasi kalian adalah operasi rahasia jangan sampai diketahui oleh orang lain.” Kata Hendra.
“Siap pak, Rahasia akan kami jaga dan setiap perkembangan akan kami laporkan kepada pak Hendra secepatnya.” Jawab ketua rombongan itu sambil bersalaman pamitan kepada semuanya.
Ada secercah harapan dari bu Halimah ibunya Andi melihat keseriusan Hendra dalam usahanya menemukan Andi. Sehingga sedikit banyak memberikan dorongan spirit hidupnya.
*****
“Bang,,, abang kenal dimana dengan orang orang seperti itu ? Apakah abang dulu juga seperti itu ?” Tanya Aster sedikit curiga kepada Hendra.
“Jangan salah sangka dulu, orang orang itu dulunya sering malakin Hendra, hingga pada akhirnya orang orang itu terjaring rasia Preman dan Hendra yang menyelamatkan mereka dari hukuman. Dan membuat sebuah komitment dengan mereka. Dan akhirnya mereka sadar dengan sendirinya.” Ucap hendra.
“Owh kirain, bang Hendra dulu rombongan mereka.” Kata Aster.
“Diih enak saja nuduh suami sendiri begitu.” Jawab Hendra.
“Makasih banyak ya nak Hendra, dengan apa ibu membalas kebaikan nak Hendra ?” ucap bu Halimah.
“Eeh gak perlu bulek, saya kan ponakan bulek juga jadi Andi juga sudah menjadi adik saya jadi sudah sepantasnya saya ikut mencari Andi. Hanya karena saya tidak punya cukup waktu maka saya minta tolong orang lain.” Jawab Hendra.
Aster tersenyum bahagia mendengar jawaban Hendra seperti itu. dalam hati Aster berkata, “ ternyata aku tidak salah memilih Hendra menjadi suamiku.” Bisik Aster dalam Hatinya.
Begitulah suasana dirumah pak Baskoro saat kedatangan Aster dan Hendra juga Asih. Memberikan harapan baru kepada keluarga tersebut untuk dapat kembali kepada kehidupan normal sebelumnya.
Dan Hendra pun memenuhi janjinya yang lain untuk menemui tokoh tokoh masyarakat setempat. Untuk membicarakan perihal Andi. Agar kehadirannya nanti bisa diterima kembali dan semua kesalahan mohon dimaafkan. Jika memang ada sangsi sangsi yang harus ditanggung maka Hendra pun siap untuk membayar sangsi sangsi tersebut, jika sangsinya berupa materi.
Dan hampir tidak ada kesulitan bagi Hendra dalam melakukan negosiasi dengan para tokoh masyarakat disitu. Setelah mereka tahu bahwa Hendra adalah pemilik Saham sebuah perusahaan yang cukup dikenal juga oleh masyarakat disitu. Dan tentu saja dengan kesepakatan tertentu yang intinya Hendra siap mensuport kegiatan warga setempat demi kemajuan masyarakat dusun tersebut.
Setelah itu pun, masyarakat tak lagi bermuka sinis denga kelurga pak Baskoro dan bu Halimah. Hanya Herlambang yang masih sedikit menyisakan dendam kepada Andi. Namun dia juga tak bisa berbuat banyak setelah berhadapan langsung dengan Hendra suami Aster.
“Maaf pak, saya adalah suami Syasya yang videonya beredar itu. saya merasa malu sakit hati dan sebagainya atas tindakan Andi itu. karena saya yang secara langsung dirugikan oleh Andi sehingga rumah tangga saya hancur.” Kata Herlambang saat menemui Hendra di teras rumah Andi.
“Iya saya tahu perasaan bapak juga, namun kesalahan itu bukan semata mata kesalahan Andi saja, namun juga kesalahan ada di istri bapak juga. Dan istri bapak berbuat salah seperti itu bukan tidak mungkin karena bapak juga. Karena saya juga sudah mencari info tentang istri bapak juga bapak semenjak video itu beredar luas.” Jawab Hendra yang membuat Herlambang pun tak dapat berkata apa apa.
Yang tadinya hanya ingin memeras Hendra, namun ternyata sudah mati kutu ketika Hendra mengatakan jika dirinya sudah tahu sepak terjang Herlambang sebelumnya. Karena Herlambang tahu jika orang seperti Hendra sangat mudah untuk mencari data seseorang menggunakan kekuasaan dan financial yang dimilikinya.
__ADS_1
Akhirnya Herlambang pun meninggalkan rumah Andi dengan tangan kosong, tidak sesuai harapan dia yang mengharapkan mendapatkan sejumlah uang. Meski tujuannya hanya untuk bisa bersenang senang dengan wanita penjaja kenikmatan sesaat.
Setelah Hendra melakukan negosiasi dengan tokoh masyarakat dan dapat menghentikan tindakan Herlambang dalam memprovokasi warga maka Hendra tinggal mensuport keluarga pak Baskoro terutama ibu Halimah agar tetap bersemangat dalam menjalani hidup. Di bantu juga oleh Aster dan Asih, meski Asih tidak lagi menjalin hubungan pertunangan dengan Andi. Namun Asih masih mengingat hubungan baiknya dengan Diana sahabatnya yang merupakan kakak kandungnya Andi.
*****
Sementara itu Jhoni dan salah satu anak buahnya yang sedang mencari alamat yang ditunjukkan Hendra untuk menanyakan informasi seputar Andi kepada Sita. Sudah sampai di wilayah yang di maksut, tinggal mencari no rumah yang sesuai dengan yang ditunjukkan Hendra.
“Kalo berdasarkan alamat ini, kayaknya bener rumah itu bos. Nomornya sama dan cirri cirri rumahnya juga sama, tapi kenapa ramai begitu ?” Tanya Armando anak buah Jhoni.
“Hmmm tampaknya wanita liar itu sedang berpesta, memanfaatkan kepolosan bapak ibunya Andi. Sudah pasti dia juga menjebak Andi dalam hal ini, karena info yang aku terima Andi sebelumnya sangat polos dan lurus lurus saja. Dan mengenal Sita itu adalah hal baru dalam hidupnya, sehingga mudah masuk dalam perangkap wanita itu.” jawab Jhoni.
“Terus sebaiknya bagaimana boss ?” Tanya Armando pada Jhoni.
“Kita masuk saja, kalopun mereka sedang berpesta biarin saja. Kalo orang baru kita kasih sedikit pelajaran. Tapi kalo orang lama pasti juga tahu dong siapa kita, dan gak mungkin mereka macam macam.” Jawab Jhoni.
“Siap boss, kita datangi sekarang saja ?” Tanya Armando.
“Yup’s tunggu apa lagi keburu pestanya bubar nanti.” Jawab Jhoni.
Maka Armando mengarahkan kemudinya ke arah rumah itu, dan sempat di cegat seorang lelaki berwajah sangar.
“Berhenti, siapa kalian ? Yang tidak di undang dilarang masuk…!” bentak orang itu.
Kemudian Armando membuka kaca mobilnya dan orang itu kaget melihat yang ada di dalam mobil itu adalah Jhoni dan Armando.
“Siapa yang bikin peraturan seperti itu ?” Tanya Jhoni pada orang itu.
“Maaf boss saya tidak tahu ini mobil kamu boss, silahkan masuk boss.” Jawab orang itu ketakutan.
Bagi kalangan mereka siapa yang tidak kenal dengan Jhoni, yang cukup dikenal sebagi orang berdarah dingin. Dulunya Jhoni biasa menusuk orang ditengah keramaian dan tanpa ekspresi apapun. Setelah menusuk orang dengan santainya membersihkan belatinya dan melangkah pergi seakan tak terjadi apapun. Hal itulah yang membuat nama Jhoni sangat ditakuti dan di perhitungkan di kalangan orang oran pencinta pesta alcohol dan wanita.
Kemudian Jhoni dan Armando tanpa basa basi masuk kedalam rumah tersebut, dan yang didalam rumah itu pun sempat gaduh dengan masuknya Jhoni dan Armando. Karena sebagian dari mereka juga sedang ada yang sedang asik bercumbu dengan pasangan masing masing. Ada juga yang sedang tergeletak dengan menyanding minuman dan pasangan kencanya dlam keadaan nyaris tanpa busana.
Sehingga semua menjadi riuh dan ada juga yang menjerit, sampai Sita pun keluar kamar ditemani juga oleh seorang lelaki pasangan kencannya. Seorang lelaki muda yang sok jagoan itu kemudian membentak Jhoni dan Armando.
“Kurang ajar kalian, berani mengganggu kesenangan orang…!” teriak pemuda itu yang belum mengenal Jhoni dan Armando.
“Siapa yang bernama Sita di sini ?” Tanya Armando tak mempedulikan omongan pemuda tersebut. dan pemuda tersebut jadi tersinggung dan memarahi Armando.
“Kamu tuli ya…! Ditanya gak jawab malah balik nanya peetentang petenteng masuk rumah orang tanpa ijin…!” bentak pemuda itu.
Kemudian tanpa basa basi Armando menempeleng orang Itu sampai terpelanting jatuh kelantai sambil mengulangi pertanyaanya.
“Siapa disini yang bernama Sita, pada punya telinga atau tidak…!” Tanya Armando sambil membentak. Sementara Jhoni malah duduk di kursi dan menyalakan Rokoknya. Sikap dingin Jhoni itulah yang semakin membuat gentar yang melihatnya.
Dan keributan itu membuat salah satu orang yang berada dikamar terbangun dan keluar melihat apa yang sedang terjadi.
“Ada apa ribut ribut haaa…?” Tanya orang yang sekujur tubuhnya penuh Tato itu. rupanya dialah yang menjadi ketua dari acara peseta yang diselenggarakan Sita tersebut.
Jhoni yang mengenali suara tersebut suara siapa langsung menyahut.
“Ad gue, kenapa lo keberatan ?” Tanya Jhoni ke orang tersebut.
Orang tersebut pun kaget mendengar suara Jhoni, karena sebelumnya tak melihat Jhoni yang duduk membelakanginya dan menggunakan Topi Laken dan berkaca mata Hitam, sebagai cirri khas Jhoni.
Dan saat Jhoni berdiri serta berbalik badan orang itu pun menjadi ciut nyalinya. Apa lagi Jhoni sengaja menunjukkan kemampuanya memainkan pisau lipat andalannya sebagai cirri khas nya ketika hendak bertarung.
“Gak bang , maaf kirain siapa yang datang.semua minggir ambilkan bang Jhoni minuman terbaik…!” perintah orang itu.
Dan orang yang mendengar nama Jhoni pun sontak pada ketakutan dan menyingkir. Dan Sita pun segera mengambilkan Minuman terbaik yang ada saat itu.
Namun saat Sita mau melangkah pergi tangannya di tarik Jhoni dan di sekapnya Sita dengan satu tangannya. Sementara tangan yang satunya tetap memainkan pisau lipatnya. Sehingga membuat Sita gemetar dan ketakutan sekali.
“Kamu pasti yang bernama Sita, kelihatan dari wanita yang ada disini yang hamil Cuma kamu saja ?” ngaku atau aku habisi sekarang juga ?” ancam Jhoni.
Orang yang mendengar pun samapi berkeringat dingin, karena ketika Jhoni sudah bilang seperti itu dan membawa pisau lipatnya selama ini belum pernah ada yang tidak sampai tergores pisaunya itu.
“Iya om eeh mas saya yang bernama Sita..!’ jawab Sita gemetar, masih untung tidak sampai terkencing di celana.
“Ini rumah siapa ?” Tanya Jhoni kepada Sita.
__ADS_1
“Ini rumah calon suami Sita mas…!” jawab Sita.
Kemudian Jhoni member kode kepada Armando untuk membawa pemuda yang tadi dipukulnya kehadapan Jhoni.
“Ini calon suami kamu ?” Tanya Jhoni pada Sita.
“Bukan mas, itu hanya teman bersenang senang Sita saja.” Jawab Sita.
Kemudian Jhoni mendorong pemuda itu hingga jatuh dan tidak berani apa pa setelah tahu yang dia hadapi adalah Jhoni. Nama yang sering dia dengar tapi baru bertemu kali ini.
Setelah mendorong pemuda itu kemudian Jhoni menatap wajah Sita, dan
Plaaak…
Suara tamparan Jhoni ke wajah Sita.
“Kalo kamu laki laki yang mendarat bukan hanya tanganku tapi pisauku ini yang akan mendarat di jantungmu. Untung sja kamu wanita dan sedang hamil lagi. Jadi masih ku ampuni saat ini.” ucap Jhoni.
“Ampuun apa salah saya mas ?” Tanya Sita pada Jhoni.
“Kamu perlu tahu, bahwa laki laki yang kamu sebut sebagai calon suami kamu dan kamu jebak itu adalah adik dari bosku. Aku minta sekarang juga semuanya kamu suruh pulang, karena aku mau bicara dengan kamu saja. Gak ada satu orangpun yang boleh mendengar. Kalo masih tetap disini berarti harus aku bikin mati biar tidak mendengar, ngerti…!!!” bentak Jhoni.
Mendengar itu semua lantas bergegas keluar kabur dari rumah itu tanpa kecuali. Hanya ada Sita Jhoni dan Armando yang di dalam rumah itu. bahkan yang masih teller karena mabuk beratpun akhirnya diseret keluar rumah dulu sebelum Jhoni semakin marah.
Begit berpengaruhnya Jhoni dikalangan mereka, untung saja pada akhirnya Jhoni bisa menyerah kepada Hendra. Karena meras berhutang busi diselamatkan dari kasus pemalakan waktu itu.
“Siapa yang saat ini mungkin tahu dimana ke beradaan Andi ?” Tanya Jhoni langsung pada permasalahan inti.
“Sita juga tidak tahu mas, karena Andi kabur meninggalkan Sita begitu Sita Hamil.” Jawab Sita.
 “Aku bilang siapa yang mungkin tahu ???” bentak Jhoni.
“Aampun mas, mungkin orang yang bernama Syifa yang tahu dimana Andi, tapi Sita bertanya pun dia gak mau mengaku." Jawab Sita ketakutan.
“Bukan urusanku, yang penting siapa yang mungkin tahu, dan Syifa itu rumahnya mana. Serta aku minta fotonya sekarang juga.” Bentak Jhoni kepada Sita. Yang membuat Sita semakin ketakutan, kemudian menyerahkan alamat Syifa beserta Foto dan no kontaknya kepada Jhoni.
Kemudian Jhoni mengajak Armando pergi dan memberikan pasan kepada Sita.
“Mungkin aku akan kesini lagi sewaktu waktu, kalo aku masih melihat kamu bikin pesta begini lagi maka semua isi rumah ini akan aku bunuh, Fahaam…!” bentak Jhoni kepada Sita.
Â
Kemudian Jhoni dan Armando meninggalkan tempat itu pergi mencari Syifa sesuai alamat yang diberikan Sita. Begitulah Jhoni, meski perangainya kasar dan urakan. Namun mempunyai loyalitas yang tinggi kepada orang yang dirasa sudah berbuat baik kepadanya. Tanpa merasa lelah dia langsung mencari Syifa saat itu juga.
…….???
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Â
__ADS_1