
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
Andi menaruh curiga dengan Alasan herlambang itu, namun gak mungkin juga Andi berlama lama dirumah Syifa jika ada Herlambang. Maka Andipun memilih menerima tawaran Herlambang dipanggilkan Taksi online.
Dan dengan perasaan jengkel marah dan lainnya Andi meninggalkan rumah Syifa dengan Taxi online yang dipesankan Herlambang.
Dalam perjalanan kerumah Herlambang untuk mengambil motornya andi sempat chat dengan Syifa.
“Hati hati dengan buaya darat itu ya.” Chat Andi ke Syifa yang langsung dibaca dan dib alas.
“Tenang saja sayang, dia boleh buaya tpi aku adalah lubang buaya.” Balasan Chat Syifa.
*****
Episode ini
Andi menggerutu sepanjang perjalanan pulang, hatinya menaruh dendam pada Herlambang. Meski Andi dengan Syifa tak ada ikatan apapun namun keegoisan Andi sebagai lelaki muncul, dia tak rela wanita yang ‘disukainya’ dalam dekapan pria lain. Dan niat itu diucapkan terang terangan oleh Herlambang kepada Andi.
Jika saja Herlambang tidak memegang rahasia Andi tentulah dia sudah marah besar, tapi Andi menyadari posisinya sangat terdesak dan hanya bisa mengikuti kehendak herlambang. Meski hati Andi berontak.
Kemudian Andi punya pemikiran jahat untuk gentian merasakan kehangatan istri herlambang sebagai bentuk balas dendam. Selain tadi istri Herlambang pun memberikan signal lampu hijau. Kemudian Andi merencanakan sebuah siasat untuk dapat mengajak kencan SyaSya istri Herlambang.
Dan tanpa terasa Andi sudah sampai di depan rumah herlambang. Kemudian Andi turun dan masuk kerumah Herlambang dan dipersilahkan masuk oleh Syasya istri herlambang.
“Duduk dulu Ndi, mau ambil motor ya, sebentar saya ambilkan kunci motornya.” Ucap Syasya.
Andi hanya senyum dan mengangguk tanpa menjawab, hatinya masih diselimuti rasa marah terhadap Herlambang. Kemudian Syasya datang membawa kunci motor Andi dan menyerahkan kepada Andi.
“Ini Ndi Kuncinya, lah suamiku mana Ndi kok gak bareng kamu ?” Tanya Syasya.
“Katanya mungkin pulang besuk pagi setelah selesai event bu.” Jawab Andi.
“Owh, ya begitulah Ndi suamiku seperti yang aku bilang tadi pagi. Tiap pulang kerumah selalu dalam kondisi kecapean dan mengantuk, jadi sampai rumahpun selalu langsung tidur. Aku istrinya seperti tak dianggap sama sekali.” Curhat Syasya ke Andi.
“Sebenarnya ada yang akan Andi bicarakan bu, tapi rasanya tidak enak jika kita bicara berdua dirumah ini, bagaimana kalo kita bicara diluar saja bu ?” Tanya Andi pada Syasya.
“Maksut kamu diluar mana ?” Tanya Syasya.
“Kita cari tempat yang agak jauh dari kampong ini dan bicara disana, kalo dikampung ini kan gak enak jika dilihat orang kita bicara berdua gak ada suami dan anak ibu. Dikira kita ngapa ngapain.” Pancing Andi.
“Ngapa ngapain gimana, kan aku sudah tua ndi gak pantes buat kamu juga.” Pancing Syasya juga.
“Pantas saja lah bu, ibu juga masih cantik dan masih kelihatan muda bahkan tampak lebih matang disbanding gadis gadis Abg.” Rayu Andi.
“Aah kamu menghibur apa menghina, kamu aja panggil aku bu kan berarti aku ini sudah tua.” Sahut Syasya.
“ya kalo panggil syasya aja disini orang makin curiga dong nanti.” Jawab amdi berkelit.
Meski jujur usia syasya juga gak muda lagi disbanding Andi selisih hampir 12 tahun. Meski badanya memang terawatt karena rajin luluran dan spa.
“Maksut kamu kalo diluar kamu mau panggil aku Syasya aja bukan panggil ibu ?” Tanya Syasya.
“Ya kalo itu dirasa lebih nyaman kenapa tidak ?” ucap Andi.
“Maksut Syasya, Andi gak malu diluar sana kalo kelihatan ngobrol dengan Wanita yang sudah seusia Syasya meski hanya ngobrol saja ?” Tanya Syasya memancing.
“Jangankan Ngobrol, asal tidak dikampung ini, ajak jalan Syasya juga Andi gak malu kok.” Ucap Andi.
Syasya yang memang ibarat tanaman kering yang tidak pernah tersiram air dan hampir layu. Mendengar ucapan Andi seperti mendapat siraman yang sangat menyejukkan, sehingga daun daun bunga yang hampir layu pun kini mekar dan menghijau lagi.
“Kamu serius Ndi, mau jalan dengan Syasya. Jangan permainkan aku begitu Ndi. Kamu kan sudah dengar cerita aku dan suamiku dariku pagi tadi. Betapa keringnya batin ku yang tak pernah mendapat siraman kasih sayang dari suamiku ndi ?” kata Syasya berharap banyak pada Andi.
“Iya Andi serius, dan jujur suami ibu memang gila wanita.” Jawab Andi.
“Maksut kamu gila wanita bagaimana Andi ?” Tanya Syasya.
Kemudian Andi menceritakan kekecewaanya pada Herlambang yang ternyata mengajak andi bukan soal urusan konser tapi mengajak transaksi illegal dengan meminta jatah sesuatu dari teman kencan Andi.
__ADS_1
Sehingga Syasya yang sebelumnya mengenal Andi sebagai sosok yang kalem dan penurut itu pun kaget mendengar Andi ketahuan Herlambang saat sedang ngamar dengan seorang Wanita.
“Kamu itu ngamar dengan cewek ? bukanya kamu juga udah tunangan dengan Asih ndi ?” Tanya Syasya.
“Iya, awalnya Andi terjebak dan akhirnya ketagihan dan itu juga baru pertama kali buat Andi.” Jawab Andi.
‘berarti suamiku itu bener bener udah gak mau sama aku ya Ndi ?” Tanya Syasya emosi.
“Udah biarin saja, balas dendam saja gentian sekarang kita berbuat seperti apa yang diperbuat pak Herlambang dan teman kencan saya “ ucap Andi.
“Syasya takut Ndi, jika justru Syasya ketagihan kayak kamu kemudian kamu balik lagi dengan teman kencanmu Syasya hanya kamu anggap pelampiasan sementara untuk balas deendam dengan suami syasya.” Ucap syasya.
“Enggak tenang saja, kapanpun syasya butuh Andi siap menggantikan posisi suami kamu member nafkah batin.” Ucap Andi.
“Terus rencana kamu gimana Ndi ?” Tanya Syasya.
“Apa lagi kalo bukan kita berdua sama sama balas dendam dengan Suamimu dengan cara yang sama.” Jawab Andi.
“Takut lah Ndi, kayak gak ngerti budaya kampong kita ini saja ?” ucap Syasya.
“Ya jangan disinilah, kita cari losmen kek.” Jawab Andi.
“Sama saja kalo kelihatan orang kita keluar berdua saja sudah jadi bahan omongan orang nanti ?” jawab Syasya.
“Ya jangan berdualah keluarnya, nanti saya duluan kemudian kamu aku sharelok lokasinya. Kamu berangkat pakai taxi online saja langsung ke lokasi. Aku minta no ponsel kamu saja sekarang.” Jawab Andi.
“Wah kamukayakudah pengalaman aja ndi kayak gitu, o iya aku sudah ada no kamu kemarin dikasih Yasinta saat papahnya minta, tinggal aku save dan kirim no aku ke akamu aja.” Kata Syasya.
Kemudian Andi menyimpan no Syasya dan segera mencari losmen yang letaknya agak jauh dari kampungnya. Dan setelah mendapatkan dan masuk kamar Andi langsung mengirim lokasi tersebut kepada Syasya. Dan sysyapun segera meluncur ke lokasi tersebut setelah berdandan secantik mungkin.
Setelah sampai, dan mencari no kamar yang disebutkan Andi syasya mengetuk pintu kamr tersebut dengan hati yang sangat gemetar. Dan Andi langsung mengajak Syasya masuk dan segera menutup pintu agar tak ada yang melihat. Jangan sampai kejadian dengan Syifa terulang pada Syasya.
Sampai didalam kamar Syasya langsung dipeluk Andi, namun Syasya menolak halus.
“Jangan dulu Ndi Syasya masih gemeteran banget, biar Syasya tenang dulu Ndi.” Ucap Syasya sambil menggigil gemeteran.
Melihat itu justru Andi merasakan ada sensasi lain, berbeda ketika dengan Syifa yang hot dan Agresif, Syasya justru ada kesan menantang dan ada sedikit penolakan yang membuat Andi malah semakin penasaran dan merasa tertantang selain juga terangsang melihat dandanan Syasya.
“Oke biar Syasya tenang sini Andi peluk saja dulu biar tenang, rileks saja gak usah takut.” Ucap Andi yang kembali memeluk Syasya.
Andi merasakan kegelisahan syasya dan ketakutan Syasya, kemudian Andi mencium rambut Syasya dengan lembut dan berkata.
Kemudian Andi mulai berani mencium pipi Syasya hingga telinga syasya dan setrusnya, Syasya hanya menelan ludahnya sambil merasakan sensasi yang dia dapat dari Andi dan lama tidak didapattkan dari suaminya. Sehingga Syasya hanya mengeluarkan suara suara ekspresi gairah cinta terlarang Andi.
Dan Andipun berusaha memberikan sevices terbaik untuk Syasya agar Syasyamenjadi ketagihan dengan Andi.
Syasya masih saja pasif, ini kali pertamanya disentuh dan di kuliti pakainya secara total oleh laki laki selain suaminya. Anatara malu, takut dan merasakan sensasi luar biasa dari Andi bercampur jadi satu.
Sehingga membuat andi menjadi semakin buas dan liar memberikan sensasi luar biasa pada Syasya. Tak seinchi pun tubuh Syasya yang lupput dari Andi yang seperti anak anak mendapatkan ice cream yang tak mau kehilangan moment sedapnya ice cream yang dia santap.
Sampai sampai sesuatu yang sebenarnya Very Very personal pun tak luput dari game yang diciptakan Andi. Sehingga Syasya sampai tercekat tidak menyangka akan mendapatkan sesuatu yang belum pernah ia dapatkan bahakan dari Herlambang suaminya.
“Ndiiiiiii…..” Syasya tidak memanggil Andi tapi mengucapkan namanya sebagai ungkapan perasaan saja.
Yang membua Andi menjadi semakin semangat dan akhirnya Syasya yang tadinya Pasif pun terbuai suasana sudah tak ingat apapaun dan akhirnya memberikan perlawanan kepada Andi. Syasya tidak mau hanya menyerah begitu saja tanpa memberika perlawanan sama sekali.
Sehingga pertempuran yang sebenarnya pun berlangsung seru dengan saling serang dan saling menjatuhkan dan posisi seimbang belum ada yang kalah. Sehingga kadang tersudut dan harus sembunyi dibawah kadang juga gentian menyerang dari atas. Sampai akhirnya keduanya sama sama sudah kehabisan amunisi dan melakukan gencatan senjata sementara.
Dan ketika Amunisi sudah terisi pertempuaran pun kembali dilanjutkan dengan sekor masih sama satu satu, dan masih juga berakhir seri. Sehingga pertempuran ketiga harus dilakukan setelah mengisi amunisi yang kedua kalinya. Untuk menentukan pemenangnya, namun begitu masih saja berkhir seri. Sehingga mereka sepakat untuk melanjutkan pertempuran itu di leg kedua dengan skor leg pertama masih seri.
Andi yang dulu terkenal kalem sekarang menjadi beringas dalam hal itu, dia lupa akan dirinya Andi lupa akan Asih kekasihnya yang setia menunggunya dan lupa semua nasehat nasehat yang pernah dia dengar dar kedua orang tuanya.
Sementara Syasya yang memang ibarat musafir kehausan dan mendapatkan air segar saat itupun menjadi sangat bersemangat untuk terus melakukan perjananya. Karena seperti mendapatkan sumber air yang begitu segar dan sangat bening bagi Syasya.
Merkapun kembali pulang kerumah masing masing dan keluar sendiri sendiri, untuk mempersiapkan jadwal pertempuran led kdua mereka. Syasya lebih dulu pulang setelah taxi online yang dia pesan datang. Baru beberpa menit kemudian Andi menyusul pulang. Jangan sampai mereka pulang dalam waktu bersamaan meskipun berbeda kendaraan itulah siasat yang Andi terpakan, siasat yang begitu cerdas dan culas.
Sekitar sepuluh menit kemudian Andi pun menyusl untuk pulang kerumah. Dan seampai dirumah ternyata orang tua andi masih menunggu Andi yang pergi dari siang.
“Andi duduk dulu.” Perintah pak Baskoro Ayahnya Andi.
“Apa sih Pak, Andi cape banget habis ngisi acara Konser sama pak Herlambang tetangga kita sau dusun itu pak.” Kata Andi.
“Bapak belum bertanya kamu dari mana Andi” kata Pak Baskoro.
“terus Ada apa Pak ?” Tanya Andi.
“Kamu sekarang banyak berubah Andi, bahkan masuk rumahpun kamu gak oakai salam seperti biasanya tadi.” Ucap Pak Baskoro.
“Tadi kirain baopak dan ibu sudah istrirahat takut ganggu saja.” Alasan Andi. Padahal karena penharuh alcohol saat di losmen tadi sempat minum dulu sebelum Sysya datang. Dan disela mereka istirahat sejenak tadi.
__ADS_1
Pak Baskoro sudah mencium bau alcohol itu namun tak mau membahas itu di depan bu halimah takut histeris melihat anak semata wayangnya jadi seperti itu.
“Yaudah kalo kamu cape tidur dulu saja, tapi besok harus dirumah bapak mau bicara penting. Lebih penting dari urusan apapun, jadi jika kamu punya acara apapun tinggal dulu, karena ini jauh lebih penting>” ucap pak Baskoro pada Andi.
Kemudian Andi segera masuk kamar tanpa pamitan, sementar bu Halimah hanya bengog melhat perubahan pada putra kandungnya.
Sesampai dikamar Andi nukanya langsung tidur tapi malah memainkan ponsel dulu membuak semua pesann masuk dan panggilan masuk. Karena saat sduah masuk hotel bersama Syasya tadi ponselnya di offkan. Dan ternyata ada 11 kali panggilan masuk dari bapaknya, chat dar Asih dan aster juga chat dari SIfya dan SYsya juga barusan masuk.
Asih :” assalaamu’alakum say, sibuk kuliah nih gak pernahkasih kabar.
Ini Aster sudah mau dilamar loh, kamu dating ya, Asih kangen nih.
Chat Asih hanya dibaca gak dibalas.
Aster : Ndi, doakan mbak Aster yang sebentar lagi akan resmi dilamar.
Kamu datang ya. Undangan menyusul.
Chat Aster pu tak dibalas.
Syifa : Hai sayang, tadi Herlambang ngajak Syifa ke venue dan memang dia lagi ada event, tapi terus ngajak Syifa minum sampai Teler. Dan Akhirnya Syifa sadar sudah telanjang disampingnya.
Chat Syifa gak dibalas juga.
Syasya : Andi sayang, Syasya jadi ketagihan nih. Dan barusan suamiku bilang mungkin pulangnya besuk sore. Kamu bisa gak kesini diam diam sekarang.
Chat dari Syifa yang terakhir masuk justru dibalas sama Andi.
“Lihat kondisi dulu, kalo bapak ibuku sudah tidur, aku habis di interogasi.”
Balasan Chat Andi kr Syasya.
“Owh terus kamu bilang apa Say.” Chat Syasya
Andi : “Andi bilang lagi isi acara konser sama suami kamu.”
Syasya : “Duh pinternya yayangku kalo ngeles. Udah istirahat belum bapak ibu kamu, keburu ngantuk nih Ndi, bentar aja gih.”
Andi : “Ok, kamu buka jendela samping saja nanti.”
Kemudian andi mengendap endap keluar rumah menuju ke rumah Syasya dengan berjalan kaki.
Dan sesampai dirumah Syasya.
“Aku disamping rumah” Chat Andi ke Syasya.
Syasya : “Masuk jendela gak dikunci”
Andi berusaha masuk lewat jendela yang dikira adalah kamar Syasya padahal itu adalah Kamar yasinta yang gak jadi menginap dirumah kakeknya dan lupa mengunci jendela kamarnya. Dan mamahnya sendiri gak tahu jika Sinta gak jadi menginap dirumah kakeknya.
...*****...
Readers untuk menjaga semuanya adegan dewasa yang ada dalam Carita Author buat ilustratif agar lebih nyaman.
...🙏🙏🙏...
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1