Cinta Asteria

Cinta Asteria
Andi dan Sita Lc


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode Lalu


“Kok aku bisa sama kamu…?” teriak Andi kaget membangunkan Sita.


“Apasih sayang, kamu semalam mabuk dan kubawa kesini, udah Sita masih ngantuk bobo lagi aja sayang, kan semalam kita habis bercinta saat kamu mabuk.” Kata Sita bohong.


“Yang bener kamu ?” Tanya Andi.


“Iya nih baju aku aja masih belum terpakai sempurna' kecapaian semalam.” jawab Sita.


Kemudian Andi meraba organ intimnya memang ada cairan lengket… “ apa benar semalam aku sama dia ?” pikir Andi.


“Udah Yuk bobok dulu aja nanti bangun makan siang aku beliin, kan motor kamu masih di sana.” Ucap Sita.


Andi yang masih sedikit pusing itupun kembali tidur, bahkan kali ini pun Andi ikut memeluk Sita. Sehingga membuat sita melayang tak mengira akan mendapat pelukan dari Andi seperti itu.


*****


Episode ini


Sampai sekitar pukul 09:30 WIB Sita terbangun masih dalam pelukan Andi. Kemudian Sita bangun dan menuju ke kamar mandi. Sita mandi dengan bersih karena kebetulan tamu rutinnya juga sudah berakhir pagi itu. sambil senyum senyum Sita berharap bisa menggaet Andi, meski bukan karena hartanya. Karena Sita tahu Andi ke tempat karaoke tempatnya bekerja menggunakan motor bukan mobil mewah. Berbeda dengan para tamu lain yang Royal uang, Andi paling hanya menghabiskan beberapa lembar uang kertasnya itupun tidak secara rutin.


Mungkin Andi juga mengukur kemampuan financial nya, pikir Sita. Ada hal lain yang membuat Sita tertarik untuk menggaet Andi. Pertama dia masih muda dan tampan kedua Andi masih kuliah mungkin semester akhir dan mungkin juga mempunyai masa depan yang bagus. Sehingga Sita pun berniat untuk menggaet Andi dijadikan pasangan bersenang senang semata, sukur jika andi bisa terpikat dan mau mengentaskan dia dari lembah hitam yang dia geluti selama ini.


Usai mandi Sita membangunkan Andi.


“Bangun sayang permainan kamu sungguh luar biasa membuat aku sampai harus kesiangan bangun.” Ucap Sita membohongi Andi. Agar Andi percaya jika semalam mereka telah melakukan bersama. Padahal Sita hanya melakukan permainan sepihak selagi Andi mabuk berat.


“Jam berapa ini, nama kamu siapa ?” Tanya Andi.


“Aku SIta dan kamu Andi kan ?” jawab Sita.


“Kok kamu tahu namaku ?” Tanya Andi.


“Ya tahulah kamu semalam cerita sambil bercinta karena mabuk, bahkan kamu juga curhat kalo kamu lagi stress butuh hiburan. Makanya Sita kasih Cuma Cuma buat kamu sayang. Sita gak minta bayaran kok. Karena Sita juga suka dengan kamu yang seperti singa kehausan.” Oceh Sita dengan kebohongannya.


“Aku curhat sama kamu ? tentang Apa ?” Tanya Andi. Membuat Sita gugup karena gak ngerti harus jawab apa.


“Udah itu gak penting, yang penting kita hari ini happy aja. Mau makan apa sayang Sita beliin buat Andi. Hari ini aku free kok, kalo mau senang senang SIta siap menemani tanpa harus kasih tip’s tapi kalo pas di tempat kerja tentu ada perhitungannya.” Ucap Sita menggoda.


Andi yang memang sudah terbius dengan keinginan memperturutkan hawa nafsu lelakinya pun memberikan respon kepada Sita.


“Beneran nih, kalo gak pas ditempat kerja bisa Cuma Cuma ?” Tanya Andi.


“Iya beneran, bahkan kalo Andi minta Sita hanya untuk Andi pun Sita mau jika harus resent dari tempat kerja. Asal Andi siap kasih makan Sita tiap hari dan kebutuhan hidup Sita aja.” Ucap Sita.


“Lah biaya hidupmu kan pasti mahal, Andi saja belum kerja kok belum punya penghasilan tetap. Bagaimana mau menghidupi kamu.” Ucap Andi.

__ADS_1


“Gak juga kok, kebutuhan Sita gak banyak, Cuma sekedar makan buat bertahan Hidup dan yah buat sedikit berhias tentunya.” Jawab Sita.


“Udah gampang nanti kita bisa bicarakan lagi aja. Andi mau mandi dulu, biar seger.” Ucap Andi.


“Hei jadi mau makan apa nih ?” Tanya Sita.


“Terserah kamu saja yang beliin kamu pakai uang kamu asala namanya masih makanan Andi mau. Udah laper juga nih !” jawab Andi sambil mencari kamar mandi.


“Kamar mandi deket Dapur say, maklum kos murahan sesuai penghasilan Sita yang masih pas pasan buat makan aja.” Ucap Sita.


Kemudian Sita segera mencari warung untuk beli sarapan, “Aah duit semalam dari temen temen ku hemat saja lah. Bentar lagi harus bayar kos, beli nasi uduk saja sekalian biar ANdi merasa kasihan sama Sita.” Gumam Sita.


Kemudian Sita membeli dua bungkus nasi Uduk yang sudah hampir tutup karena hanya buka pagi hari saja.


“Nasi Uduk dua Bungkus buk.” Pinta Sita kepada penjual uduk.


“Sekalian tiga bungkus saja neng, tanggung hampir habis, ibu kasih diskon deh.” Kata penjual Uduk.


“Boleh bu, tiga bungkus juga gak papa deh tapi diskon ya.” Kata Sita yang meski tubuhnya mungil namun makanya cukup kuat.


Setelah membayar dengan dua setengah porsi untuk tiga porsi Sita pun kembali jalan ke kosa an dia. Dan ternyata Andi belum selesai Mandi. Sehingga Sita harus menunggu Andi selesai mandi dulu untuk makan.


Setelah Andi selesai mandi maka langsung mendekati Sita yang duduk dilantai beralas tikar. Bukanya langsung makan Andi malah memeluk dan menciumi Sita.


“Nanti dong makan dulu, gak enak kalo perut laper.” Ucap Sita yang sebenarnya juga sudah melayang mendapatkan hadiah dari Andi tersebut.


“Oke deh, kita makan bareng saling suap ya ?” kata Andi.


Sita agak kaget mendengar permintaan Andi tersebut. Gak biasanya Sita mendapatkan yang seperti ini, biasanya hanya mendapatkan lelaki yang sekedar ingin melepaskan hasratnya saja. Tapi kali ini Sita mendapatkan sedikit sentuhan romantic dari seorang Andi yang secara Fisik juga sangat menawan bagi Sita udah gitu ada sentuhan romantic lagi, membuat Sita jadi melayang anganya.


“Owh iya boleh boleh, diih ternyata kamu romantic juga Sita suka banget deh. Pokoknya kapanpun kamu butuh Sita boleh kok main kesini apapun mau kamu akan Sita Kasih, asal gak minta duit. Satu itu yang Sita gak punya.” Ucap Sita.


“Mau minum gak say, tapi adanya hanya kopi hitam doing kalo mau minum.” Ucap Sita.


“Lah mang gak ada susu ?” jawab Andi sambil senyum.


“Diih udah menjurus saja ngomongnya, mang belum puas semalam ?” Tanya Sita seakan mereka habis melakukan saja semalam.


“Aku kan lagi mabuk, jadi lupa harus diulang sekarang biar gak lupa rasanya mumpung gak lagi mabuk.” Ucap Andi.


“Bisa aja deh, jadi mau minum dulu apa mau langsung playing game together nih ?” Tanya Sita yang juga sudah mulai timbul hasrat menggebu.


“Tapi aman gak disini, kalo sampai ada penggrebekan aku ogah nikahin kamu nanti.” Jawab Andi.


“Lah tenang saja, disini yang kayak aku banyak dan gak pernah ada masalah. Asal tiap bulan bayar jasa keamanan dan bayar kos udah beres. Kamu mau ikut tinggal disini 24 jam juga gak ada yang usil, paling Cuma disuruh nambah uang setoran keamanan aja.” Ucap Sita.


“Busyet enak amat bisa begitu ?” ucap Andi.


“Makanya Sita betah disini, orangnya yang penting gak rese dan gak nyuri aja dah. Mau kita ngapain aja dah gak ada yang rese.” Ucap Sita Sambil melangkah ke kamarnya.


“Jadi mau langsung saja nih Sita ?” Tanya Andi.


“Lah kamu gak mau Kopi maunya ini…!” ucap sita sambil melepas kemeja pendeknya sehingga menyembulkan sesuatu yang menonjol. Dan bagaikan maghnet yang kuat sehingga mampu menarik Andi yang seperti serbuk besi tersedot aliran maghnet dan kuat pada besi bermedan maghnet.


Sehingga pertemuan dua kutub berbeda itupun menimmbulkan gelombang elektromagnetik yang kadang menghasilkan gelombang suara juga meski pelan namun terdengar jelas. Suara Sita dan Andi yang seperti sedang berlatih paduan suara saling mengisi dan bersahutan.


Sesaat Andi berhenti dari aktifitas, karena ponselnya berdering


Dilihatnya panggilan dari Asih, Andi yang sudah terlanjur merasa kecewa itu pun me reject panggilan Asih dan kembali elanjutkan aktifitas yang tertunda dengan Sita. Bahkan Nadi kemudian menon aktifkan ponsel nya tidak mau ada yang menggangu saat mereka sedang seru serunya bertempur.

__ADS_1


*****


Di tempat Asih dan Aster


“Gimana Asih, apakah Andi bisa dihubungi ?” Tanya Aster.


“Tidak Aster, tadi nyambung tapi di reject oleh Andi dan  sekarang malah gak aktif sama sekali.” Jawab Asih yang Nampak murung.


“Kenapa tu bocah, dari sini sampai sana kan udah malam, tapi kata bulek dan paklek Andi malah langsung pergi lagi belum sempat dikasih tahu. Bahkan samai sekarang belum pulang.” Kata Aster.


“Sebenarnya Andi itu kena pengaruh apa sih, kok sangat jauh dengan Andi yang Asih kenal dulu. Asih jadi kecewa sama Andi…!” kata Asih.Aster hanya dapat memandangi wajah Asih yang sangat kecewa kepada Andi.


“Aster gak tahu harus bagaimana lagi Asih, semalam saja karena gak kuat Aster sampai menampar Andi. Baru kali ini Aster menampar Andi Asih.” Kata Aster.


Kemudian kembali telpon Aster berdering dan ternyata dari ibunya Andi.


“Assalaamu ‘alaikum bulek, gimana… Andi sudah pulang ?” Tanya Asih.


( “Belum Aster, bahkan kabar juga belum ada. Sampai semua temen temen ngeband Andi juga pada ikut bantu nyariin tapi belum juga ketemu ini Aster.”) Kata ibunya Andi sambil terisak.


Kemudian karena tak kuat menahan tangis, ibunya Andi memilih mematikan ponselnya.


“Gimana Aster, apakah ada kabar tentang Andi ?” Tanya Asih.


Aster hanya menggeleng, kemudian ponsel Aster bergetar pertanda ada chat masuk.


Ternyata jawaban dari Andi yang cukup membuat Aster Kaget.


“Gak usah cari Andi lagi, Andi ingin lepas dari semua masa lalu Andi. Andi mau menuju masa depan Andi sendiri. Andi pilih jalan Andi sendiri.” Chat dari Andi.


Aster hanya tertegun memikirkan persoalan Andi yang begitu….??


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 

__ADS_1


__ADS_2