Cinta Asteria

Cinta Asteria
Usaha Astri mendekatkan Aster pada Hendra


__ADS_3

Episode 33


“Oiya Aster sekarang


Kerja dimana ?” tanya Hendra membuka percakapan dengan nada Halus agar bisa


ngobrol enak.


Sementara Astri yang


sudah berada didepan pintu mendengar Hendra bertanya begitu jadi agak gugup.


Takut Aster cerita dia kerja diperusahaan yang sebenarnya adalah milik papahnya


Hendra. Bisa kacau nanti rencanya. Dengan cepat Astri memotong pembiacaraan


mereka berusaha jangan samapai Aster mengatakanya sekarang. Dan saat itu pun


Aster sudah bersiap membuka mulut….


“Wah ternyata kalian


mesra ya kalo kami gak ada,”  kata Astri


memecahkah kebekuan.


“Gak kok Astri Hendra


Cuma nanya biasa aja kok ?” jawab Hendra.


“Yang ada juga abang


kamu yang songong Astri ?” kata Aster.


“Gak gitu juga Aster,


kamu aja yang terlalu sensi sama aku.” Sahut Hendra.


“Bodo…!” gerutu Aster.


Astri dan Asih hanya


saling pandang mendengar Hendra dan Aster saling olok. Dalam hati Astri


berkata,”dua orang ini kayaknya cocok kalo dijadikan icon benci tapi cinta.”


Gumam Astri dalam hati. Dan Astri sudah menyusun rencana untuk mendekatkan


Hendra abangnya dengan Aster.


Cukup lama mereka


berada diruang tamu hingga maghrib tiba. Sesudah dirasa cukup Astripun pamit


pada Aster dan Asih, diikuti Hendra.


“Aster, Asih aku


pulang dulu ya kapan kapan kalian gentian tidur dirumahku.” Kata Astri.


“Iya Astri, kemarin


kan kita juga sudah nginep disana.” Jawab  Asih.


“Iya tenang saja


Astri, kalo abang reseh lo gak dirumah Aster akan ajak Asih nginep sana !”


sahut Aster.


Sementara Hendra hanya


senyum senyum saja menanggapi komentar Aster.


Berangkatlah Astri


kerumah ibunya bersama abangnya Hendra. Dalam perjalanan Astri hanya senyum


senyum melihat Hendra abangnya yang habis dikerjain Aster.


“Ngapain kamu senyum


senyum Astri ?” Tanya Hendra pada Astri.


“Abang suka ya sama


Aster ?” Astri tidak menjawab justru balik bertanya pada Hendra.


“Kok Astri nanya gitu


?” kata Hendra.


“Gak papa bang, Astri


suka aja kalo bang Hendra jadian sama Aster. Bahkan mamah pun pinginya abang


jadian sama Aster.” Kata Astri.


“Mamah,, kok bisa


begitu ? bukankah mamah paling gak suka aku deket sama cewek. Seperti ketika


aku deket sama Elisa dulu. Mamah selalu sewot kalo Elisa kuajak kerumah ?” kata


hendra.


“Iya karena dari dulu


mamah pinginya bang Hendra jadian sama Aster bukan yang lain.” Jawab Astri.


“Kok bisa begitu Astri


?” Tanya Hendra penasaran.


“kata mamah, Aster tu


dari kecil sudah kelihatan sebagai orang yang sangat setia. Teguh pada


pendirian. Terbukti kemarin saat kembali ke Indonesia, mencari Astri gak ketemu


sampai nangis. Padahal kita sudah belasan tahun berpisah. Tapi Aster masih


mengingat Astri juga” Sahut Astri.


“Itukan dengan kamu


bukan dengan Hendra Astri ?” kata Hendra.


“Setidaknya itu


membuktikan kalo Aster itu setia bang, gak kaya Elisa yang hanya mengincar


perusahaan abang saja kan ?” kata Astri yang membuat Hendra terdiam sesaat.


Ingat ketika Elisa tahu dia tidak mau mengurusi perusahaan langsung meminta


putus. Saat itu hendra memang tidak mau mengurusi perusahaan karena baru


marahan sama mamahnya, justru karena Elisa.


Kemudian hendra mau


membuktikan jika Elisa mencintai dia bukan karena harta, Hendra hendak


membuktikan pada ibunya. Dia bilang pada Elisa jika perusahaanya bangkrut dan


di take over orang lain. Kemudian Hendra pura pura ngekos dirumah sederhana


sampai sekarang. Tapi ternyata Elisa lebih memilih putus dengan Hendra saat


itu. Hendrapun hancur hatinya, maka dia bertekat mau mencari wanita dengan


penampilan dia yang sekarang, yang berpenampilan sederhana. Tinggal dirumah


sederhana, agar tidak tertipu lagi dengan cinta palsu yang menyakitkan.


“Kenapa bang kok diem


? inget pengkhianatan Elisa yang sekarang bersama pria lain ?” Tanya Astri.


“Gak nyangka aja


Astri, Elisa yang sudah bertahun tahun bersama justru memilih pria lain saat


kubilang perusahaan bangkrut. Ternyata dia memang lebih memilih harta dari pada


aku.” Jawab Hendra.


“Iyalah bang, makanya


mamah gak suka abang berhubungan dengan Elisa.” Kata Astri.


“Tapi Astri kan tahu


sendiri, betapa bencinya Aster sama abang kamu ini ?” kata Hendra.


“Gak juga sih bang


justru Astri melihat ada sorot mata cinta dihati kalian.” Jawab Astri.


“Aah sok tahu aja kamu


Astri.” Jawab Hendra. Meski dalam hati dia mengakui jika ada ketertarikan


dengan Aster.


“Astri juga wanita


bang, bisa bedain benci beneran atau pura pura benci aja.” Kata Astri.


“Maksut Astri ?”


Hendra bertanya penuh penasaran.


“orang yang benci


beneran, gak mau bang ketemu aja apa lagi sampai bicara seperti  Aster dan abang tadi.” Kata Astri.


“Barang kali dia Cuma


gak enak karena aku ini abang kamu Astri..” kata Hendra.


Dari jawaban Hendra


itu Astri bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya abangnya ada ketertarikan dengan


Aster. Tinggal mengatur siasat agar mereka lebih intens bertemu. Agar dapat


menumbuhkan benih benih cinta yang sudah ada diantara keduanya.


“Begini bang, sebenarnya


Aster dan Asih itu besuk mulai bekerja di perusahaan papah. Tapi mamah dan


Astri merahasiakan jika itu perusahaan keluarga kita. Dan mamah pingin bang


Hendra kembali masuk keperusahaan kita itu. Agar bisa kenal Aster secara lebih


dekat.” Kata Astri.

__ADS_1


“Ya sama aja bohong,


nanti kalo abang masuk sana Aster juga akan tahu dong Astri.” Sahut Hendra.


“Caranya dong abangku,


bang Hendra masuk sana jangan sebagai owner, tapi sebagai karyawan, klo perlu


jadi bawahan Aster dan Asih !” kata Astri.


Hendra terdiam sesaat,


dia tidak menyangka jika Astri adiknya juga mamahnya mempunyai rencana seperti


itu.


Hendra berpikir, ada


benarnya juga Astri dengan begitu akan bisa melihat sikap sebenarnya Aster


kepada dirinya sebagai seorang karyawan bukan sebagai owner perusahaan.


“Tapi bagaimana dengan


para direksi dan Personalia yang sudah mengenali abang Astri ?” Tanya Hendra.


“Gampang itu bisa


diatur, berarti abang setuju kan kalo Astri dan mamah punya rencana seperti ini


?” Tanya Astri.


“Setuju juga sih, tapi


gimana ceritanya Aster bisa masuk perusahaan keluarga kita Astri ?” Tanya


Hendra.


“Awalnya memang karena


perusahaan butuh tenaga kerja baru, dan kebetulan Aster melamar kerja disitu.


Makanya Astri undang abang didekat perusahaan waktu itu, sebenarnya Astri lagi


anterin Aster test psykologi dan penyaringan tahap ke dua. Tapi Astri langsung


telpon kepala personalia agar Aster dan Asih diterima langsung. Karena test


pertama sudah lolos.” Jawab Astri.


“Owh jadi, mereka


berdua memang punya kemampuan juga ya, karena sudah lolos test tahab pertama ?”


jawab Hendra.


“Gak Cuma itu, dari


nilai test pun khususnya Aster mendapat point tertinggi juga bang.jadi


kebetulan saja, dia adalah Aster sahabat kecil Astri, dan sudah mamah anggap


anak kandung sendiri kan.” Jawab Astri.


“Ok kita lanjut bicara


dengan mamah saja, ini sudah sampai rumah.” Kata Hendra.


 Kemudian mereka berdua masuk menemui mamahnya,


dan melanjutkan pembicaraan yang sempat terjeda tadi.


“Baru sampai kalian,


mampir kemana saja ?” Tanya mamah Hendra dan Astri membuka pembicaraan.


“Gak mampir kemana


mana kok mah, Cuma tadi harus nungguin bang Hendra sama Aster berantem kayak


waktu kecil dulu.” Jawab Astri.


“Hmmm… kenapa begitu


Hendra, apa kamu masih dendam sama Aster kayak dulu ?” Tanya lanjut mamahnya.


“Hendra sih gak mah,


tapi Aster yang dendamnya gak hilang hilang sama Hendra..” Jawab Hendra.


“Ya iyalah, abang sih


keburu nafsu main peluk Aster saja jelas Aster marah lah ?” canda Astri.


“Benar begitu Hendra


?” Tanya mamahnya.


“Gak kok bu, sekilas


Aster kan mirip Astri jadi kukira Astri jadi aku peluk karena kukira Astri.”


Jawab Hendra.


“Boong tu bang Hendra,


jelas ada perbedaan antara Astri dan Aster lah. Warna kuli juga sekarang


putihan Aster mah. Secara dia lama di negeri sakura.” Kata Astri.


“Sudah gak usah ribut


ah, kalian ini kalo bertemu saja ribut melulu kalo jauh saling nanyain juga.”


“Jadi bagaimana mah,


rencana kita kemarin ?” kata Astri.


“Yaudah jalan terus,


besuk kita panggil semua direksi dan personalia. Biar mereka bisa menjaga


rahasia ini. Hendra biar masuk ke kantor sebagai karyawan biasa, dan semua


harus bersikap biasa pada Hendra. Agar kita bisa tahu seperti apa sikap Aster,


dengan Hendra yang hanya karyawan biasa.” Ucap mamah mereka berdua.


“Tapi bagaimana


mungkin mah, kan Aster tahu rumah ini, jadi gak mungkin percaya kalo Hendra


masuk sana jadi karyawan biasa.” Kata hendra.


“Bilang saja rumah ini


hasil jerih payah adikmu, sementara kamu masih harus berjuang dri Nol. Makanya


malu tinggal disini dan pilih tinggal di kos an kamu.” Jelas mamah Hendra.


“yang jelas bang


Hendra memang ada hati kan sama Aster ?” desak Astri pada Hendra.


“Jujur saat ini abang


hanya tertarik dengan kepribadian Aster saja, belum ada rasa lebih dari itu.”


Ucap Hendra.


“Felling mamah Aster


tu anak baik Hendra, jangan sia siakan kesempatan ini. Saat ini jarang wanita


seperti Aster itu.”


Astri dan Hendra hanya


terdiam mendengar penjelasan mamahnya.


*********


Sementara dirumah


Aster


“Kamu kenapa sih sama


abangnya Astri kok kayaknya dendam banget begitu Aster ?” Tanya Asih.


“Ya begitulah Asih,


meski Aster sama Astri dulu bersahabat dekat bahkan seperti saudara kandung


bahkan. Tapi dengan abangnya Astri, Aster merasa sangat benci. Dia selalu


jahilin kami. Terutama Aster, tahu tahu tadi main peluk saja siapa yang gak


marah, dan jadi ingat masa kecil dulu.” Jawab Aster.


“Ya tapi gak harus


segitunya juga kali Aster, dia kan abang dari sahabat karib yang kamu cari


selama ini kan ?” kata Asih.


“Iya sih, kalo bukan


karena ingat dia abangnya Astri sudah Aster pukulin lah tadi, main peluk peluk


aja sama cewek.” Jawab Aster.


“Tapi kan dia udah


jelasin kalo dia kira kamu adalah Astri adiknya. Kan memang kalian ada


kemiripan Aster ?” jawab Asih.


“Aster gak yakin, bisa


aja dia sengaja godain Aster, karena sifat jahilnya yang sudah mendarah daging


dari dulu.” Sanggah Aster.


“Aah kayaknya sih gak


gitu Aster, atau justru kamu ada perasaan sama abangnya Astri ?” kata Asih.


“Iya memang, ada


perasaan tapi perasaan benci !” gerutu Aster.


“Awas loh nanti benci


jadi bener bener cinta Aster.” Gurau Asih.


“Ciih gak bvakalan


Asih. Cowok songong kayak gitu !” jawab Aster.

__ADS_1


“Yaudah deh terserah


kalian saja,” jawab Asih.


“Owh iya Asih, gimana


hubungan kamu sama Andi, baik baik saja kan ?” Aster mengalihkan pembicaraan.


“Iya tenang saja, kami


baik baik sja. Kan Aster dan Astri sudah dengar sendiri perkataan Hazel saat


itu.” Jawab Asih.


“Sukurlah kalo begitu,


Aster ikut senang kalian baik baik saja.” Kata Aster.


“Jangan hanya ikut


senang dong Aster.” Kata Asih.


“Lah terus Aster harus


ngapain ?” Tanya Aster.


“Ya harus senang juga


artinya segera cari pendamping biar kita sama sama punya kekasih nati bisa


jalan ranme rame kan asik.” Kata Asih.


“Aah bodo, Aster lagi


bad mood kalo ngomongin cowok gara gara Hendra songong tadi.” Kata Aster.


Padahal hatinya juga


merindukan perasaan jatuh cinta itu seperti apa. Karena selama ini hatinya


dingin membeku bagaikan salju abadi, menunggu seseorang yang mampu


mencairkanya.


“Gak boleh gitu Aster,


masak kamu mau menyalahi kodrat wanita yang mencintai lelaki sebagai


opendamping hidupnya.” Ucap Asih.


“Ya gak gitu juga


Asih, hanya saja tidak saat ini pokoknya.” Kata Aster.


Asih tak berani


melanjutkan perkataanya, melihat respon ster yang sudah kurang respek dengan


pembicaraan.


Kemudian Asih mengajak


Aster untuk istirahat, karena besuk harus berangkat bekerja, di hari pertama


bekerja harus datang lebih awal, pikir Asih.


“Taudah kita istirahat


saja yuk. Takut besuk kesiangan berangkat kerjanya.” Ajak Asih pada Aster.


Aster dan Asih masuk


kedalam kamar masing masing. Asih sibuk dengan lamunanya tentang Andi


kekasihnya yang baru saja resmi berpacaran.


Sementara Aster masih


sibuk dengan pemikiran dirinya terhadap Hendra abang dari Astri sahabat


dekatnya dari masa kecilnya dulu.


Kenapa aku jadi kepikiran Hendra songong terus nih, gak aah gak


mau Aster mikirin dia. Cowok nyebelin yang sukanya selalu bikin reseh. Rasanya


pingin nonjok tadi saat dia tiba tiba meluk Aster, baru tadi Aster dipeluk


cowok yang bukan kerabat Aster. Mana keringat dingin Aster sampaikeluar lagi,


dasar songong tuh Hendra, pingin balas lagi yang lebih dari tadi rasanya.


Bagaimana caranya besuk kalo dirumah Astri gak ketemu cowok


songong itu ya ? batin Aster. Tapi kata Astri dia tidak tinggal serumah dengan


Hendra, Hendra kos sendiri, kenapa bisa begitu ya ? ada apa dengan Hendra,


hingga tidak mau tinggal serumah dengan Astri adiknya dan juga mamahnya. Iih


kok jadi mikirin anak songong itu lagi sih, nyebelin banget deh. Dasar nak


bermasalah, sama keluarganya saja bermasaah apa lagi dengan orang lain. Gerutu


Aster dalam hati, namun rasa keingin tahuan tentang Hendra justru semakin


besar. Kenapa dia tidak mau tinggal serumah denganmamahnya dan Astri, apa dia


lagi ada masalah ya. Batin Aster yang justru lebih masuk dalam lamuanan tentang


Hendra.


Kenapa susah banget menghilangkan bayangan mahluksongong bernama


Hendra itu sih. Gerutu Aster dalam hati. Aster kan benci sama Hendra, kenapa


sekang malah mikirin dia sih. Sungut Ater dalam hati. Lama gak juga tertidur,


akhirnya Aster bangkit menuju kedapur mengambil air putih untuk minum.


Saat didapur, ternyata Asihpun baru kedapur untuk minum.


“Heeh belum tidur juga kau Asih ?” sapa Aster pada Asih.


“Iya nih Aster, bingung besuk mau mulai masuk kerja. Kamu juga


belum tidur, mikirin apa atau siapa Aster ?” goda Asih pada Aster.


“Siapa,,, gak kali, mikirin bokap nyokap aja belum ada kepastian


kapan akan pulang.” Sahut Aster bohonh.


“Kirain mikir tadi yang barusan dapat pelukan.” Goda Asih.


“Diih gak banget deh Asih. Neg tahu dipeluk Hendra si songong


begitu.” Jawab Aster.


Asih hanya tersenyum mendengar jawaban Aster yang


sepertinyamasih menyimpan dendam masa lalu dengan Hendra. Sebesar apa sih


kenakalan Hendra waktu kecil hingga membuat Aster susah menghapus memori itu.


“Jujur Aster, Asih takutnya kamu yang sekarang benci sama Hendra


nanti justru jadi saling jatuh cinta ?” kata Asih.


“Gak lah Asih, masa iya sih Aster jatuh cinta sama anak songong


begitu ?” kata Aster.


“jadi kamu beneran benci sama Hendra abangnya Astri ?” Tanya


Asih.


“Ya kamu lihat sendiri kan dia konyol begitu.” Kata Aster.


“Menurut Asih kok gak ya Aster, maksutku Hendra tu gak songong


seperti kkata kamu. Tapi dia memang hidupnya kayak gitu saja.” Kata Asih.


“Skarang Asih pikir, mana mungkin dia tinggal di kos ana


sementara rumah dia saja sangat nyaman. Kalo gak karena dia cowok bermasalah ?”


kata Aster.


 “Udah aha kok malah jadi


ngerumpi lagi sih, kata Asih.


Sebenernya sih pun merasa aneh dengan hendra, namun dia pilih


diam agar tidak salah ngomong.


******


Saat pagi sebelum


mereka berangkat kerja, setelah sarapan pagi tiba tiba asih mendapat telepon


dari Andi.


 


 


“Assalaamu’alaikum


Andi, Asih mau berangkat bekerja dulu ya sayang.” Ucap Asih menjawap telpon dar


Andi.


“Wa’alaikummmussalam Asih sayangku, maaf ndi mengganngu pagi pagi, ini ada


berita jika Hazel semalam kecelakaan. Dan Wawan mengajak Andi jenguk Hazel,


Asih keberatan tidak ?” Tanya Andi.


Asih agak terdia lama


sebelum angkat bicara.


“Andi jenguk deh


anterin Wawan juga, mudah mudahan Hazel gak papa.” Ucap Hazel.


“Itullah masalahnya


Asih, Hazel koma saat ini.” Ucap Andi.


bersambung


Mohon dukungan


Like


Komen &

__ADS_1


Vote


Terimakasigh


__ADS_2