Cinta Asteria

Cinta Asteria
Suport mental Aster pada Hendra


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


"Ya ampun mamah, IQ mamah tinggi banget ya? Kok bisa membuat prediksi sampai segitunya?" Tanya Astri heran.


"Orang tua seperti mamah gak tahu IQ Astri. Hanya berdasarkan feeling dan pengalaman saja. Yang jelas kewaspadaan itu harus. di samping mamah memang cocok sama kepribadian Aster." jawab mamah Astri.


Hendra dan Astri mengagumi mamahnya yang punya pemikiran jauh ke depan. Di luar dugaan mereka, mamahnya yang lugu meski punya perusahaan ternyata menyimpan sebuah pemikiran yang jauh ke depan. Pantas saja dulu tidak langsung menyerahkan ke Hendra. Karena Karakter Hendra dulu belum terbentuk. Masih sombong dan angkuh dengan orang lain. Sampai menuduh Dimas pacar Astri hanya manfaatin Astri demi harta.


"Apa karena itu mah, dulu mamah gak langsung serahkan Perusahaan ke Hendra?" Tanya Hendra.


"Jujur saja memang demikian, kamu dulu angkuh dan manja. Mana bisa pimpin perusahaan. Sementara orang yang bisa di percaya tidak ada. Hanya Daniel yang paling mungkin. Itu pun tetap dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang." Jawab mamah nya Hendra.


"Aah mamah, Hendra jadi malu mah." Sahut Hendra.


"Gak usah malu, bersyukur kamu bisa berubah dan mendapatkan istri yang tulus mencintai kamu." Jawab mamahnya.


Hendra hanya tersipu malu mendengar penjelasan mamahnya.


"Iya ya mah, terbukti sekarang bang Hendra lengket terus sama Aster." Goda Astri.


"Apaan sih kamu ikut godain abang kamu." Ketus Hendra.


"Habis abang dulu jahil sama Astri dan Aster. Tau rasa kan akhirnya jatuh cinta beneran sama Aster?" Kilah Astri sambil tertawa.


Hendra hanya manyun, tidak pernah lagi main tangan ke Astri. Hendra sangat menyayangi Astri adik semata wayangnya itu.


*****


Sementara Aster di rumahnya menunggu berita dari Hendra dengan cemas. Meski tidak terlalu khawatir dengan perbuatan Daniel. Aster yakin suatu saat pasti akan kembali menjadi milik suaminya lagi. Dengan tetap berdoa dan berusaha dan berbekal kejujuran dan kebenaran yang diyakini.


“Aster, bagaimana perkembangan perusahaan suamimu ?” Tanya ibunya Aster.


“Aster masih nunggu kabar dari bang Hendra bu, sementara kita liburkan dulu perusahaan sampai masalah selesai.” Jawab Aster.


“Semoga saja masalah kalian cepat selesai. Jika terpaksa kalian bisa ibu mintakan rekomendasi kepada teman bapakmu untuk menyelesaikan masalah ini.” ucap ibunya Aster.


“Kita tunggu perkembangan saja dulu bu, kita kasih kesempatan bang Hendra dan Astri untuk berusaha sendiri dahulu. Takut malah menyinggung mereka, kalo kita masuk terlalu dalam dalam urusan ini.” Jawab Aster.


“Iya terserah kalian saja tapi jangan lupa tetap jaga kandungan kamu Aster.” Ucap ibu Aster.


“Iya bu, Aster tetap fokus dengan kandungan Aster kok bu, biar bayi Aster sehat.” Jawab Aster.

__ADS_1


Aster kemudian bermanja-manja pada ibunya, sebuah harapan akan mendapatkan seorang anak adalah kebahagiaan tersendiri bagi wanita. Dan saat itu sedang dirasakan Aster yang tengah hamil muda, meski masalah besar dihadapi sekalipun. Namun tidak mengurangi rasa bahagianya Aster yang tengah mengandung.


Begitulah kehidupan seorang Aster yang tidak terlalu pusing dengan materi. Meski perusahaan suaminya sedang dalam masalah besar tidak terlalu membuatnya sedih, karena perusahaan itu hanya materi yang bisa didapat. Sedangkan kebahagiaan sebagai wanita seperti yang Aster rasakan tidak semua wanita bisa mendapatkan nya.


*****


Kehidupan Andi di pesantren


 


Setelah tinggal di pesantren beberapa waktu, Andi saat ini mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan di pesantren tersebut. Dirinya tak lagi dikuasai oleh ***** birahi yang sempat merasuki Andi dan mewarnai seluruh aktivitas Andi. Dulu setiap saat Andi selalu memikirkan wanita dan wanita untuk kesenangan semata. Namun kali ini sedikit demi sedikit Andi mampu melawan dan menahan gejolak birahinya. Melalui media mendengarkan orang orang yang selalu berdzikir dan mengaji membantu Andi ingat akan jati dirinya yang sebenarnya.


Rasa penyesalan dan bersalah yang timbul dari diri Andi sangat membantu nya untuk melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukannya. Dan dibimbing oleh Kyai dan seniornya yang juga banyak berasal dari orang orang broken home. Andi sekarang cukup bisa berpikir jernih, sehingga kembali bisa menatap masa depan. Tidak lagi sekedar mengejar kesenangan sesaat saja.


“Andi, bagaimana perasaan kamu selama tinggal disini.” Tanya sang Kyai kepada Andi.


“Alhamdulillah sekarang sudah sedikit tenang, tapi terkadang Andi mash merasa tersiksa dan kadang sampai menangis dan menjerit sendiri.” Jawab Andi masih dengan sedikit kekakuan karena masih dalam masa transisi.


“Baguslah kalo ada perkembangan, yang penting kamu harus punya niat yang kuat untuk kembali ke jalan yang benar. Karena hanya kamu yang bisa menyembuhkan diri sendiri. Kami hanya sekedar membantu kamu agar menemukan jalan kamu. Kamu sendirilah yang harus melewati jalan itu dengan segenap kemampuanmu, Andi.” ucap kiai itu kemudian meninggalkan Andi lagi.


Andi pun kemudian segera beranjak untuk mandi, setiap kali keinginan bejatnya datang Andi disarankan untuk mandi dan memperbanyak puasa untuk menahan hasrat gilanya jika muncul. Dan Andi juga mengikuti perintah tersebut, sehingga bisa dinilai keseriusan Andi untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.


Seusai mandi Andi pun merebahkan diri di kamar, setelah merasa agak tenang dan menghilangkan hasrat birahinya yang tadi sempat hampir meledak ledak. Setelah mandi ternyata cukup menenangkan pikiran.


Namun hilangnya gairah yang sempat mengganggu Andi tadi, berganti dengan sebuah penyesalan akan dirinya yang telah meninggalkan dan ditinggalkan Asih kekasihnya. “Maafkan aku Asih yang telah menyakiti perasaan kamu. Aku rela kamu tinggalkan aku yang memang sudah tidak pantas lagi untuk kamu.” Batin Andi teringat akan mantan kekasihnya Asih. Yang tinggalnya hanya di sebelah rumahnya saja, dan hampir saja mereka menikah. Jika saja tidak tergoda oleh rayuan Syifa waktu itu yang membuat Andi jadi mabuk kepayang terhadap wanita.


Kemudian Andi juga teringat dengan Syifa, bahkan Syasya tetangganya yang rumah tangganya dibuat hancur. Semua kenangan yang membuat Andi menyesal kembali hadir di kepalanya, membuat kepala Andi menjadi pening kembali. Dan jika sudah seperti itu Andi pun suka berteriak teriak sendiri seperti orang gila. Namun hal itu dibiarkan saja oleh orang orang disekitarnya, asal tidak sampai membahayakan diri Andi sendiri dan orang lain juga. Karena memang itu adalah sebuah proses penyembuhan yang harus dilalui. Dengan mengandalkan keinginan untuk sembuh dari Andi sendiri. Karena tanpa itu maka kesembuhan juga tidak akan datang begitu saja.


Andi memegang erat ucapan itu, niat nya untuk sembuh dan bertaubat cukup kuat. Dan itu juga yang dirasakan oleh orang orang yang ditunjuk untuk membimbing Andi.  Sehingga Andi pun mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa hari saja.


*****


Kembali kepada Hendra dan Astri


Setelah merasa cukup mendapatkan penjelasan dari mamanya, Hendra berpamitan untuk kembali agar Aster istrinya tidak menunggu terlalu lama. Sementara Astri menemani mamanya di rumah, dan meminta Dimas untuk menemaninya. Karena khawatir jika aka nada tindakan dari orang orangnya Daniel yang akan berbuat jahat di rumah Astri.


Tentu saja Dimas menyanggupi permintaan kekasihnya tersebut. karena Dimas juga merasa prihatin dengan keadaan keluarga kekasihnya tersebut. maka dengan mengajak beberapa rekan Dimas pun segera menuju ke rumah Astri dan menjaga keamanan keluarga Astri dengan persetujuan dari mamanya Astri tentu saja.


Dimas dan kawan kawannya di tempatkan di rumah bagian depan agar bisa mengawasi setiap orang yang datang, jangan sampai ada anak buah Daniel datang membuat kekacauan.  Meski Dimas bukanlah jago Silat namun paling tidak sebagai laki laki dia punya nyali untuk mempertahankan diri dalam menjaga kehormatan orang orang yang dicintainya. Termasuk menjaga Astri dan mamanya, dengan semangat Dimas juga ikut mencari cara agar dapat segera menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Astri dan keluarganya.


“Mas, kamu sementara tinggal disini saja ya. Astri takut ingat peristiwa perampokan yang menimpa Astri tadi.” Ucap Astri kepada Dimas.


“Kok manggilnya mas, biasanya Dimas lengkap.” Goda Dimas.


“Kan maksud Astri Ma situ sebutan kepada lelaki jawa, bukan nama kamu Dimas.” Jawab Astri sambil malu malu.


“Owh kirain panggil namaku, pantas rasanya jadi Adem banget di hati.” Jawab Dimas.


“Ya gak papa kan, nanti juga bakal panggil kamu mas juga.” Sahut Astri.


Mamanya Astri hanya tertawa tawa kecil melihat Astri anaknya dan calon menantunya itu.

__ADS_1


“Syukurlah kalau kalian sudah saling cocok, mamah tinggal nunggu hari baik buat menikahkan kalian nanti.” Ucap mama nya Astri.


“Makasih mah, semoga Astri juga bisa menyusul Aster dan bang Hendra segera menikah mah.” Jawab Astri.


Dimas hanya diam tertunduk malu mendengar ucapan mama nya Astri dan Astri. Namun dirinya juga bersyukur akhirnya mendapat restu dari seluruh anggota keluarga Astri. Dimana dulu sempat di tentang oleh Hendra abangnya Astri. Karena menyangka Dimas hanya memanfaatkan Astri untuk mendapatkan harta saja. Namun semua itu kini telah berubah, Hendra sempat mengasingkan diri setelah tahu pacarnya selingkuh. Seperti yng dikatakan Astri adiknya, yang mengatakan pacarnya dulu hanya memanfaatkan Hendra sebagai lumbung uang. Dan ketahuan selingkuh dengan banyak orang, akhirnya Hendra pun menyadari kesalahannya itu.


*****


 


Sesampai Hendra di rumah Aster


“Assalaamu’alaikum…!” salam dari Hendra memasuki rumahnya.


“Wa’alaikummussalaam, sudah pulang bang ? Bagaimana mamah beliau tidak apa apa kan mendengar berita tadi ?” tanya Aster.


“Alhamdulillah istriku tercinta, aku bangga padamu !” jawab Hendra.


“Lah kok malah bilang begitu ?” Tanya Aster bingung.


“Iya lah, orang lain jika bukan kamu yang ditanyakan pertama kali pasti masalah perusahaan dulu bukan bagaimana mamah.” Jawab Hendra.


Ibunya Aster ikut tersenyum mendengar percakapan anak dan menantunya itu. sekaligus bangga berhasil membentuk karakter Aster yang tidak menjadi cewek Matre. Yang lebih mementingkan harta dari segalanya.


“Ibu bangga sama kalian, semoga saja ini hanya sebagai ujian kalian saja. Dan semoga kalian bisa lolos dari ujian ini.” Ucap ibunya Aster.


“Aamiin, makasih bu doanya.” Jawab Hendra dan Aster kompak.


Meski sedang mengalami masalah besar, dengan kelembutan Aster istrinya jelas itu merupakan support yang luar biasa bagi Hendra. Dn tentu saja itu membantu Hendra dalam menyelesaikan masalah yang sedang dia hadapi saat ini.


... Bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.


Komentar reader semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Reader semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2