Cinta Asteria

Cinta Asteria
Wawan kunjungi Hazel


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Pada saat itu juga akhirnya semua mempersiapkan untuk melakukan pernikahan antara Andi dan Asih, sekaligus juga akan membawa Andi pulang dan tinggal di rumah yang telah disediakan. Dengan harapan Andi akan menjalani hidup normal kembali dan dapat hidup berumah tangga secara benar dengan Asih. Sehingga bisa melupakan dan meninggalkan semua masa lalu Andi yang buruk.


Ada perasaan bahagia sekaligus khawatir pada diri Aster, terpikir bagaimana dulu sakit hati Asih sahabatnya pada Andi. Tentu sangat sulit untuk melupakan begitu saja, namun tidak mungkin juga bagi Aster menghalangi kemauan Asih. Hanya berharap semoga saja Asih benar benar sudah bisa memaafkan Andi dan siap menerima Andi yang sekarang apa adanya.


Harap harap cemas Aster menunggu esok hari untuk menyaksikan proses pernikahan Andi dan Asih.


“Ada baiknya semua teman Andi dulu diajak, sebagai saksi bahwa kalian sudah menikah resmi secara Agama.” Kata Aster kepada Asih.


“Maksudnya grup band Andi dulu ?” tanya Asih.


“Iya, tapi kalau Hazel terserah Asih saja mau diundang apa tidak.” Jawab Aster.


“Baiklah aku nanti kontak si Wawan saja biar dia yang mengundang teman temannya.” Jawab Asih.


“Terserah Asih saja kalau itu, yang penting jangan sampai tidak ada dari mereka yang tahu. Jika kalian sudah melangsungkan pernikahan.” Kata Aster.


Kemudian Asih pun mencoba mengontak Wawan untuk member kabar rencana pernikahan Andi dan Asih. Wawan sempat kaget dan hampir saja tidak percaya dengan keputusan Asih tersebut. karena Wawan juga dengar bagaimana Andi sempat menjadi petualang *** dengan wanita wanita lain. Namun dengan serius Asih bisa meyakinkan Wawan akan keputusannya tersebut.  Sehingga wawan pun akhirnya percaya kepada Asih, dan akan ikut serta dan mengajak Hazel dan beberapa teman yang lain agar ikut menyaksikan pernikahan Andi dan Asih.


Acara dadakan tersebut tentu saja membuat pak Baskoro dan bu Halimah menjadi repot. Namun karena rasa syukurnya semua itu tidak dirasakan, jika dibandingkan dengan rasa bahagianya.


“Alhamdulillah Andi anakku akhirnya bisa menikah dengan Asih.” Kata bu Halimah dalam hati sambil sibuk mempersiapkan segala sesuatu. Termasuk juga mengajak pak RT setempat sebagai saksi dalam pernikahan tersebut.


Semua ikut sibuk mempersiapkan, Hendra dan Aster ikut sibuk mencarikan mas Kawin untuk pernikahan. Sementara Asih juga sibuk menghubungi kawan kawan dekatnya, serta membantu orang tuanya menyiapkan untuk Kenduri syukuran setelah acara pernikahan.


Hampir sampai larut malam mereka mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk acara  besok. Rasa lelah yang mereka rasakan juga tidak dirasa, karena dengan begitu mereka berharap Andi dapat kembali seperti semula serta hidup bahagia dengan Asih.


“Capek bang ?” tanya Aster di dalam kamar setelah Hendra masuk kamar usai membungkus Kado dan mas kawin untuk pernikahan.


“Capek sih, tapi aku bahagia dan semoga saja semua berjalan lancar.” Ucap Hendra.


“Udah kasih kabar Astri dan mamah belum ?” Tanya Aster.


“Udah, tapi mereka agak terlambat hanya bisa ikut acara tasyakuran saja. Gak bisa ikut nunggu acara pernikahannya.” Jawab Hendra.


“Gak papa yang penting bisa hadir bang. Dan pihak pesantren sudah dihubungi juga kan ?” tanya Aster.


“Sudah dong, dan besok salah satu harus ke sana lebih awal untuk mengisi data diri calon pengantin wali Nikah juga Saksi untuk dibuatkan Pengantar mengurus Surat Nikah resmi dari KUA.” Kata Hendra.


“Terus siapa yang akan ke sana lebih Awal bang ?” Tanya Aster.


“Kamu masih berani  bawa Mobil gak ?” tanya Hendra.


“Masih bang kenapa ? kan Perut Aster juga belum terlalu besar.” Jawab Aster

__ADS_1


“Kalau masih besok aku yang berangkat lebih awal pakai motor saja. Kamu bawa mobil dengan paklik dan bulik juga Asih dan orang tuanya.” Jawab Hendra.


“Iya boleh, Kalau misal kurang kita rental sekalian sopirnya nanti bang.” Kata Aster.


“Atur saja lah Aster, yang penting acara besok berjalan lancar, sekarang kita istirahat saja dulu.” Kata Hendra terus berbaring di ranjang. Aster pun menyusul Hendra berbaring di samping Hendra dan memeluk Hendra dengan penuh sayang, sampai keduanya tertidur.


*****


…..


…..


…..


*****


Di Lain tempat Bram yang baru saja menerima sejumlah uang dari Daniel untuk mencarikan gadis yang akan disuruh menjebak Hendra mulai berpikir mencari mangsa. Entah kenapa dalam benak Hendra terlintas nama Hazel, yang jadi salah satu Alternatif nya.


Jika aku bisa menyeret Hazel maka sekaligus juga aku akan bisa mendapatkan Hazel. Meski dalam kondisi yang sudah tidak perawan lagi. Tapi minimal hanya bekas seorang Hendra bukan bekas orang banyak, pikir Bram dengan liciknya.


Tapi susah juga untuk menyeret Hazel dalam kasus ini, secara materi dia tidak kekurangan. Kecuali aku bisa menjebak Hazel dan Hendra berdua dalam keadaan sama sama mabuk dan suasana yang mendukung mereka melakukan perbuatan itu.


Bram pun mulai menyusun rencana nya mencari kemungkinan kemungkinan bisa menjebak Hendra dan Hazel. Karena Bram cukup kenal dengan Hazel yang juga punya hasrat tinggi, meskipun berusaha menjaga virginitasnya sampai pernikahan nanti. Namun bila diciptakan kondisi tertentu mungkin saja itu bisa terjadi. Bagi Bram yang punya pengalaman menjebak gadis sangat mudah untuk menjebak gadis agar bisa menikmati tubuhnya.


Sudah berapa gadis yang kehilangan keperawanan karena dijebak Bram dengan obat perangsang dan kemudian dinikmati tubuhnya. Sampai bram merasa bosan dan mencari penggantinya. Meski Bram sendiri tidak bisa melakukan itu pada Hazel waktu itu.


Bram mencari strategi yang tepat agar bisa melaksanakan rencananya itu. meskipun tetap mencari alternatif lain agar dapat menjebak Hazel dan Hendra. Dan tiba tiba Bram kaget karena mendapat telpon dari Daniel, yang menanyakan persiapan Bram sudah sampai mana.


Bram pun menjelaskan rencananya kepada Daniel, termasuk memberikan nama nama lain yang jadi alternative berikutnya. Daniel sampai kaget mengetahui rencana Bram yang dinilai sangat jitu tersebut. tidak terpikir oleh Daniel untuk menjebak Bram dan gadis lain dengan menggunakan obat perangsang. Bahkan Bram pun juga menyiapkan rencana khusus untuk dapat mempertemukan Hazel dengan Hendra yang seakan sebuah kebetulan semata. Meskipun semua sudah diatur Bram, dan Bram juga akan mengatur agar keduanya dapat meminum obat perangsang yang disiapkan.


Begitulah lingkaran setan para pelaku kejahatan, semua tidak akan lepas dari kepentingan duniawinya sendiri. Baik Bram maupun Daniel tetap berorientasi pada bisnis dan kesenangan dunia. Begitu juga dengan yang lain semua anak buah Mr.X pun tetap berorientasi pada uang. Tidak ada yang namanya loyalitas kalau tanpa uang. Selama masih mau bayar mereka loyal, tapi jika tidak jangan harap mau mengikuti perintahnya.


 


 


*****


Wawan yang mendengar bahwa Andi akan menikah dengan Asih segera mengunjungi Hazel untuk member kabar tersebut. sekaligus Wawan juga ingin tahu bagaimana reaksi Hazel mendengar berita tersebut. apakah masih menyimpan rasa dengan Andi atau tidak.


Sesampai di rumah Hazel Wawan pun menceritakan apa yang dia dengar dari Asih kepada Hazel.


“Serius Wan, Andi jadi nikah dengan the Asih setelah apa yang dilakukan Andi selama ini ?” Tanya Hazel.


“Awalnya Wawan juga gak percaya, tapi Teh Asih sangat serius bicara dan meyakinkan Wawan jika dia mau menerima Andi apa adanya.” Kata Wawan.


“Sungguh tulus cinta teh Asih ke Andi, Hazel salut banget sama teh Asih.” Ucap Hazel.


Wawan mendengarkan kata kata Hazel yang seperti berbisik tersebut. wawan berpikir di hati Hazel sebenarnya masih ada sisa sia rasa cinta pada Andi. namun semua itu dapat disembunyikan oleh Hazel selama ini.


“Iya Wawan juga salut sama teh Asih, dan Wawan pun begitu juga Haz, akan tulus mencintai Hazel selamanya.” Rayu Wawan. Hazel hanya tersenyum saja.


“Belum teruji Wan, ketulusan Wawan ke Hazel baru sekedar kata kata saja.” Ucap Hazel.


“Memang Hazel butuh bukti seperti apa ? Apa mau kita langsung Nikah juga Haz ?” goda Wawan.

__ADS_1


“Hazel mau kamu Nikahi, kalau cinta kamu ke Hazel sudah benar benar teruji Wan.” Jawab Hazel sambil senyum.


“Baiklah silahkan kamu uji sekarang juga.” Kata wawan.


“Gak bisa begitu dong Wan, nanti waktu yang akan membuktikan dan menguji kamu.” Jawab Hazel.


“Maksut Hazel ?” Wawan bertanya apa maksud Hazel berkata begitu.


“Hazel juga gak ngerti pasti, tapi yang jelas Hazel mau lihat seberapa serius Wawan mencintai Hazel.” Jawab Hazel.


“Wawan benar benar mencintai kamu Haz, dari dulu sampai sekarang dan akan terus sampai besok.” Rayu Wawan.


“Wan, kalau soal rayuan atau kata kata Hazel sudah gak mempan lagi. Yang Hazel mau itu bukti, seperti teh Asih yang bisa membuktikan cinta tulusnya pada Andi.” Kata Hazel.


Wawan jadi berpikir yang gak gak pada Hazel, bahkan berspekulasi mempertanyakan kesucian Hazel.


“Wawan Serius Haz, bahkan Wawan tidak peduli, Maaf seandainya kamu sudah tidak suci lagi sekalipun. Wawan tetap akan mencintai kamu. Wawan akan buktikan cinta Wawan ke kamu seperti cinta Teh Asih pada Andi.” Kata Wawan.


“Diih kok jadi mikirnya jorok begitu sih Wan, bagaimanapun juga Hazel masih menjaga kehormatan wanita wan.” Jawab Hazel agak tersinggung.


“Owh buka gitu Haz, maksud Wawan itu hanya seandainya saja kok.” Jawab Wawan agak menyesali ucapannya yang menyinggung Hazel.


“Lain kali kalau bicara itu dipikir dulu Wan, untung Hazel gak marah dan tersinggung. Tapi kalau wanita lain bisa ngamuk kamu bilang begitu Wan.” Ucap Hazel.


Wawan hanya tertunduk mengakui telah keceplosan dan membuat Hazel tersinggung. Rasa penyesalan Wawan yang timbul karena cintanya pada Hazel itu juga diketahui Hazel. Sehingga Hazel juga tidak marah kepada Wawan, bahkan sedikit kasihan kepada Wawan yang merasa bersalah. Kemudian Hazel mendekati Wawan dan mencium Wawan dengan lembut,


“Hazel tahu kamu memang mencintai Hazel. Tapi Hazel juga masih dalam rangka belajar mencintai kamu wan. Jadi maaf kalau kamu selama ini merasa kecewa.” Kata Hazel. Membuat Wawan jadi gemetar nikmat mendapat ciuman dari Hazel, meskipun Wawan sering ingin mencium Hazel tapi tidak berani. Bahkan selalu Hazel yang memberikan hadiah tersebut jika Hazel menghendaki…!!!


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.


Komentar reader semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Reader semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 


 

__ADS_1


__ADS_2