
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
.........
Aster sedikit lega meski belum betul betul bisa hilang cemasnya. Dan beberapa saat kemudian bel rumah Aster berbunyi, ternyata Ayah Aster dan Haikuno yang datang. Dan itu cukup membuat Aster sangat terharu, merasa diperhatikan jauh jauh dari jepang demi menolong suaminya….!?!
“Selamat datang di Indonesia Om Haikuno…!” kata Aster sambil membungkukkan badan memberi Hormat cara negeri Sakura tersebut.
“Arigato… Asteria, sudah mau punya Baby ya Asteria…!” jawab Haikuno yang tetap tidak bisa membaca konsonan ‘R’tanpa dilanjut Vokal.
“Haik Om, mari silakan masuk.” Ucap Aster mempersilahkan teman ayahnya itu.
“Aster bikinin teh yang khusus untuk Om haikuno dong.” Pinta bapaknya Aster.
“Iya pak.” Jawab Aster langsung pergi ke dapur.
Sesaat kemudian datang lagi membawa seperangkat poci dan gelas kecil dan merayakan kedatangan Haikuno dengan minum teh.
Kemudian mereka membicarakan seputar masalah yang dihadapi Hendra suami Aster. Dan Haikuno mendengarkan dengan serius. Memperhatikan setiap kalimat yang disampaikan Ayah Aster dengan bahasa campuran Indonesia Jepang.
Sesekali juga Aster ikut nimbrung menambahkan cerita pengkhianatan Daniel orang kepercayaan keluarga Hendra. Dari hasil pembicaraan tersebut, Haikuno pun menarik kesimpulan sementara jika Daniel hanya dijadikan alat oleh pesaing Hendra. Dan Haikuno mengatakan, harus mencari orang dibalik layar untuk menyelesaikan masalah ini.
Dan setelah beberapa saat, Haikuno pun diminta beristirahat lebih dahulu oleh Bapaknya Aster. Agar nanti bisa segar saat akan menemui Daniel. Karena menurut Haikuno dia akan mendatangi Daniel langsung ke rumahnya. Dan akan bertanya langsung dengan Daniel. Haikuno sangat percaya diri karena selain punya kemampuan hipnotis juga berbadan tegap sebagai mantan Atlet Karateka juga.
*****
Sementara itu Dimas yang jadi merasa susah bergerak keluar karena selalu diawasi banyak menghabiskan waktu di rumah saja. Enggan keluar rumah karena mau menemui sahabatnya yang lain takut mereka juga akan jadi diawasi seperti dirinya.
“Hidup seperti di dalam sangkar gak enak banget nih, mau hubungi teman juga nomor di awasi.” Kata Dimas dalam hatinya.
Dimas jadi merasa bosan, kemudian Dimas mencoba mencari cari berita seputar persaingan Bisnis dan cara cara yang sering digunakan oleh pesaing dengan cara yang kotor. Dalam pencarian itu dimas menemukan beberapa cara ‘membunuh karakter’ pesaing bisnis untuk menghancurkan karirnya.
Dan dari berbagai macam cara yang dibaca Dimas itu, Dimas memperhatikan salah satu cara yang paling banyak digunakan. Yaitu dengan menjebak pesaing dengan menggunakan ‘Umpan wanita’. Dimas mempelajari betul cara cara yang digunakan atau bagaimana cara mempengaruhi wanita yang akan dijadikan umpan, cara menjebak lawan dan semua hal yang ada kaitanya dengan hal tersebut.
Dimas merinding membaca artikel tersebut, bagaimana jika itu dilakukan oleh lawan Hendra calon kakak iparnya. Tentu saja Dimas tidak akan rela, karena selain Hendra adalah calon kakak iparnya. Aster istri Hendra pun adalah sahabat dekat Astri kekasihnya yang juga adik kandung Hendra.
“Aku harus kasi warning ke Astri, biar dia yang kasih kabar ke bang Hendra. Aku gak akan rela jika rumah tangga bang Hendra dan Aster jadi berantakan nanti.” Kata dimas dalam hatinya.
Dimas pun menulis surat kepada Astri yang intinya memperingatkan agar Hendra jangan sampai terjebak dengan wanita yang sengaja dibuat lawan. Apalagi dimas tahu bagaimana Mr.X itu meski baru sekali dipertemukan. Dimas sudah Yakin karakter Mr.X yang akan menghalalkan segala cara untuk tujuannya.
Dan Dimas pun mencoba mencari tahu, Motif sebenarnya yang membuat Mr.X mau menghancurkan Hendra. Dimulai dengan mencari siapa Mr.X dan apa profesi dia sebenarnya. Dan juga sepak terjang Mr.X selama ini bagaimana.
Namun saat dimas sedang menulis tiba tiba datang seseorang yang mengajak dimas untuk bertemu dengan Mr.X. dan memaksa Dimas agar ikut dengan nya saat itu juga.
Merasa tidak mungkin melawan dimas pun ikut saja dibawa orang itu menghadap Mr.X.
*****
__ADS_1
Sesampai di rumah Mr.X
“Apa kegiatan kamu sekarang ?” Tanya Mr.X pada Dimas yang baru datang.
“Masih nganggur, perusahaan masih diliburkan.” Jawab Dimas.
“Perusahaan mana ?” Tanya Mr.X yang belum tahu jika Dimas adalah karyawan Hendra.
“Ya Perusahaan pak Hendra.” Jawab Dimas.
“Owh jadi kamu ini karyawannya Hendra juga, berarti kamu kenal Daniel juga ?” Tanya Mr.X.
“Kenal dong bos, Beliau kan manajer Personalia di perusahaan itu.” Jawab Dimas.
Dalam hati Mr.X berkata, “Kebetulan anak ini bukan sekedar pacar adiknya Hendra, tapi juga Karyawan Hendra. Bisa aku manfaatkan anak ini.”
“Owh pantas Hendra gak suka kamu pacaran sama adiknya, kamu kan hanya Karyawan Hendra. Memang gak ada gadis yang lain, atau kamu memang mengincar jadi pewaris perusahaan itu. dengan memacari adiknya Hendra ?” Tanya Mr.X.
Dalam hati Dimas marah dan tersinggung, namun demi suksesnya misi semua itu Dimas tahan saja.
“Ya disamping Astri itu cantik, juga adik dari pemilik perusahaan itu. kalo bisa jadi suaminya kan hidupku jadi terjamin.” Jawab Dimas bersandiwara di depan Mr.X.
Mr.X senang dengan jawaban dimas, karena mengira Dimas memang mengincar harta Astri semata. Dengan demikian Mr.X berpikir akan mudah memanfaatkan Dimas yang dikira gila Harta dan Jabatan itu.
“Ha ha ha… Aku suka jawaban jujur orang seperti kamu. Sepertinya kita bisa bekerja sama, dan aku rasa kamu lebih berbakat dan lebih cerdas dari Daniel.” Ucap Mr.X.
“Iya lah bos, meski orang Desa tapi saya kan selalu belajar dan mengenyam pendidikan juga.” Jawab Dimas.
“Memangnya kamu lulusan apa ?” Tanya Mr.X.
“Saya ini seorang Ir bos, lulus fakultas Arsitektur di Kampus XXX tahun lalu.” Jawab Dimas.
“Bisa di tes bos kalau masih sangsi.” Jawab Dimas pura pura berharap dikasih pekerjaan.
“Baik, aku pengen kamu gambarkan sebuah Villa yang mewah yang di halaman rumahnya ada kolam renang. Sekalian kamu hitungkan berapa total biaya untuk membangun sesuai gambar kamu. Juga berapa lama waktu yang dibutuhkan.” Kata Mr.X.
“Siap besok akan saya buatkan Gambarnya.” Jawab Dimas.
“Bukan Besok, tapi sekarang alat apa yang kamu butuhkan semua ada disini kamu tinggal pakai saja.” Ucap Mr.X ingin menguji Dimas. Apakah memang seperti apa yang dikatakan Dimas bahwa dia memang seorang Arsitek.
Dimas pun ditunjukkan kamar kerjanya, di sebuah ruangan yang sudah tersia meja Gambar komplit dengan peralatan seorang Arsitek bangunan. Juga sebuah Prosesor Komputer yang dilengkapi program 3G untuk memvisualisasikan gambar yang dibuat dimas.
“Nah ini aku pinjamkan ruangan ini, kamu buatkan aku gambar manualnya dan juga gambar perspektif yang menggambarkan wujud bangunan yang kamu buat Arsiteknya.” Ucap Mr.x.
“Boleh, tapi selama bekerja saya tidak mau diganggu siapapun agar tidak mengganggu mood saya nanti.” Jawab Dimas.
“Well,,, kamu bisa kunci pintu ruangan ini, tapi jangan coba coba kabur penjaga banyak di rumah ini.” Kata Mr.X.
“Tidak, kan ini bisnis masak saya kabur dan untuk menggambar kan ada jasa nya juga nanti.” Jawab Dimas berlagak matre.
“Gak usah khawatir, kalau memang gambar kamu bagus aku beri sepuluh kali lipat dari tariff normal.” Kata Mr.X.
“Ok, Deal dan saya akan memulai bekerja sekarang juga. Setiap tahapan akan saya tunjukkan nanti, dan saya yakin bos akan senang.” Jawab Dimas percaya diri.
“aku tunggu hasilnya nanti.” Jawab Mr.X tidak menyangka jika Dimas yang berwajah ‘Ndeso’ tersebut seorang Arsitek.
__ADS_1
Dimas pun segera mengunci kamar untuk memulai pekerjaanya. Dengan terlebih dahulu melihat peralatan yang sangat mewah bagi dimas. Dari meja gambar manual sampai Peralatan Komputer yang canggih berada di hadapannya sekarang.
“Kalau aku punya peralatan seperti ini bisa seharian gak keluar rumah bikin gambar bangunan.” Kata Dimas dalam hati mengagumi peralatan milik Mr.X tersebut.
*****
Di rumah Hazel
Bram kembali mendatangi Hazel untuk mengutarakan maksudnya, mengajak Hazel ikut serta dalam konser amal fiktif yang dibuatnya bersama Daniel. Dengan menunjukkan Pamflet Palsu yang dibuatnya bersama Daniel. Dengan mencatut nama nama Yayasan Fuqoro wal Masakin yang ada. Agar terkesan bahwa Bram benar benar akan mengadakan Konser Amal tersebut.
“Dalam event ini memang terbatas, hanya kalangan orang berduit yang diundang. Tapi bukan bermaksud diskriminatif. Karena memang kita berharap yang hadir bisa memberikan sumbangan kepada Yayasan tersebut.” Kata Bram meyakinkan Hazel.
“Sejak kapan kamu peduli dengan anak anak tak mampu ?” Tanya Hazel.
“Sebenarnya dari dulu aku punya kepedulian, meski aku bukan orang baik. tapi minimal pernah berbuat baik dan berbagi untuk sesama saja. Dan keuntungan dari konser amal ini seratus persen akan disumbangkan.” Lanjut Bram meyakinkan Hazel.
“Terus apa yang diharapkan dariku atau dari band ku ?” Tanya Hazel.
“Bukan band kamu, tapi kamu secara pribadi Haz karena pengiringnya adalah anak anak Yatim dan Dhuafa.” Jelas Bram. Yang sudah merencanakan sedemikian rupa Hazel bisa datang sendirian tanpa pengawalan.
“Aku pikir pikir dulu Bram, jujur aku masih bingung sekarang.” Jawab Hazel.
“Bagaimana jika kamu ada waktu bicara langsung dengan ketua Panitia. Aku sadar jika hanya denganku kamu pasti sulit untuk percaya. Karena aku memang bukan orang baik dan pernah bersalah kepadamu.” Kata Bram dengan gigih membujuk Hazel.
Hazel jadi bimbang juga oleh kata kata Bram tersebut.
“Kapan ketua Panitia itu bisa ditemui dan dimana ?” tanya Hazel yang mulai goyah dengan bujuk rayu Bram.
“Kapan pun kamu bisa akan diusahakan dan soal tempat nanti bisa diatur. Agar lebih santai mungkin bisa booking kafe atu sejenisnya dengan menyewa tempat khusus.” Jawab Bram.
“Owh gak begitu, Hazel kira gak usah di tempat seperti itu. bahkan di rumahnya pun boleh.” Kata Hazel.
“Masalahnya sebagai pihak penyelenggara ingin memberi layanan kepada orang yang bersedia menyumbang lagu untuk acara tersebut. karena merasa tidak membayar sesuai tarif manggung, jadi harus diberi pelayanan yang baik Haz.” Kata Bram.
Hazel benar benar termakan omongan Bram runtuhlah pertahanan dan kewaspadaan Hazel yang akhirnya menyetujui untuk bertemu Ketua Panitia. Yang dalam hal ini Daniel lah yang akan diperankan sebagai ketua Panitia. Dan Hendra juga akan diundang Hadir setelah Daniel pergi untuk bertemu Hazel dan di situlah rencana busuk Bram akan dilaksanakan…!
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...