
🌷🌷🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Dan Sita berpikir bagaimana bisa membalas sakit hatinya pada Aster, Hendra juga Syifa. Sampai terlintas di benak Sita akan membuat sebuah scenario yang bisa menjatuhkan Hendra, dan akan di manfaatkan untuk memeras hartanya. Entah bagaimana nanti cara dan resiko yang akan diterima jika rencananya gagal, pikir Sita…!!!
*****
Setelah Aster dan rombongan pergi, sita mulai berpikir bagaimana bisa menjatuhkan Hendra atau menghancurkan rumah tangga Hendra. Sita mulai mencari cara menjebak Hendra, jika perlu akan dibuat seperti Andi dengan memberikan umpan seorang gadis jika perlu. Namun itu semua baru sebatas pemikiran Sita semata. Karena Sita juga harus memikirkan mencari seorang yang bisa membantu membiayai rencananya. Dan satu satunya jalan adlah mencari orang orang yang membenci Jhoni dan kelompoknya. Yang saat ini menjadi kaki tangan Hendra.
Di dalam dunia Hitam pasti akan ada, orang orang yang bisa disuruh berkhianat demi uang. Mudah untuk mencari anak buah Jhoni yang mau berkhianat. Hanya saja siapa yang akan menjadi pendana dan membantu rencananya. Serta keuntungan apa yang bisa di janjikan buat orang itu.
Sita kembali memutar otak mencari cara dan sangat mungkin akan menghalalkan segala cara. Demi mencapai keinginannya untuk membalas dendam kepada Hendra dan Aster.
Sementara Hendra dan Aster tidak menyadari jika Sita sedang mencari cara untuk merusak rumah tangga mereka dan menghancurkan seluruh keluarga besar Hendra dan Aster.
Bagi seorang Sita dia akan rela mengorbankan apa saja demi tujuannya. Bahkan sudah terbiasa merelakan tubuhnya untuk mendapatkan apa yang dia mau. Tentu saja ini menjadi ancaman besar bagi Hendra dan Aster serta semua keluarga besarnya. Bahkan mungkin akan berakibat buruk juga bagi perusahaan Hendra, jika Sita berhasil menjalankan rencana jahatnya.
******
sementara itu di rumah Andi
Andi masih mengurung diri di kamar, tidak berani menemui siapapun terlebih Asih yang sudah di sakiti hatinya. Andi seperti pesakitan yang merasa dirinya sangat hina dan memalukan, bahkan cenderung depresi karena ketakutannya.
Saat Aster sudah kembali kerumahnya pun Andi masih saja mengurung diri di kamarnya, antara menyesali perbuatanya takut akan bayangannya sendiri juga takut dengan semua orang yang berada di lingkungannya. Padahal mereka semua adalah orang orang yang Andi kenal sejak kecil. Kondisi demikian justru menambah keterpurukan orang tua Andi terutama ibunya Andi.
“Andi buka pintu NDI, mbak Aster mau bicara !” bujuk Aster ke Andi.
Namun andi tidak menjawab sepatah kata pun, dia hanya mengurung diri di kamarnya tanpa mau membuka pintu. Hendra dan Aster pun ikut bingung dengan apa yang dialami Andi, namun walau bagaimanapun mereka besuk pagi harus kembali ke Jakarta karena mengurusi perusahaan yang sudah beberapa waktu di tinggalkan. Dan lusa pun akan ada kunjungan dari klien yang menjadi partner bisnis perusahaan mereka. Sehingga mau tidak mau mereka dan Asih juga harus meninggalkan keluarga Andi kembali ke Jakarta.
__ADS_1
Sampai Hendra dan rombongan berangkat ke Jakarta Andi masih saja mengurung diri di kamar. Sehingga Hendra terpaksa minta bantuan Jhoni untuk ikut mengawasi keadaan keluarga Andi. Untung saja Jhoni menyanggupi itu dan mengerahkan anak buahnya untuk ikut mengawasi keluarga Andi.
Hendra, Aster dan Asih berangkat ke Jakarta pagi itu setelah menghubungi Jhoni untuk meminta bantuannya mengawasi Andi dan keluarganya.
*****
Sesampai di Jakarta, setelah mengantar Asih pulang ke tempat tinggalnya Hendra dan Aster menuju ke rumah tinggal mereka. Mereka masih tetap tinggal di rumah Aster, meskipun sudah disediakan rumah sendiri oleh mamahnya Hendra. Namun kedua orang tua Aster belum mengijinkan mereka meninggalkan rumah mereka. Karena kedua orang tua Aster pun masih sangat menginginkan keberadaaan Hendra dan Aster di rumah mereka.
Aster dan Hendra pun hanya bisa menuruti kemauan orang tua Aster, toh rumah Aster juga cukup luas. Bahkan privasi Hendra dan Aster sebagai pasangan pengantin baru pun sangat terjaga. Karena posisi kamar aster dan kedua orang tua Aster juga terpisah oleh ruangan yang cukup luas. Dan ada kolam kecil di antaranya yang menjadi sekat dan sekaligus tempat bersantai di situ.
Sesampai di rumahnya Aster dan Hendra kembali membicarakan perihal Andi yang kondisi psikisnya malah makin memburuk.
“Kayaknya Andi harus di damping psikiater deh !” ucap Hendra kepada Aster.
“Jangan dulu lah bang, justru menimbulkan dampak pada bapak ibunya Andin anti.” Jawab Aster.
“Tapi kondisi andi sungguh sangat buruk Aster, kasihan Kejiwaan Andi kalo dibiarkan saja !”kata Hendra.
“Ya mungkin Andi sekedar mengalami syok saja setelah lama meninggalkan rumah karena kasus tersebut.” jawab Aster.
“Kita bicarakan nanti lagi saja bang, saat ini Aster lagi gak bisa berpikir.” Kata Aster.
Hendra hanya diam dan memperhatikan Aster yang ikut terpukul melihat keadaan Andi.
Kemudian Hendra mendekati Aster dan memeluknya.
“Jangan terlalu dipikirin sayang, ingat jika kamu masih hamil muda kasihan janin yang ada di kandungan mu.” Hibur Hendra kepada Aster.
“Aster sedih bang, kenapa Andi adikku jadi seperti itu.” ucap Aster sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Hendra. Kemudian Hendra pun membelai rambut Aster dengan lembut serta mencium kening Aster.
“Iya abang juga ngerti kesedihan Aster, tapi jangan sampai berlarut larut begitu dong Aster. Kita tetap upayakan agar Andi kembali sadar dan bisa hidup wajar lagi. Biar depresinya hilang dan menemukan kepercayaan diri kembali.” Jawab Hendra.
Aster gak tahu harus berbuat apa sekarang ini bang.” Jawab Aster sambil menitikkan Air matanya. Air mata kesedihannya mengingat Andi sepupunya itu.
*****
di tempat lain Sita yang mencoba mencari teman untuk membuat rencana menghancurkan kehidupan Aster dan Hendra mendapat dukungan dari Rival Jhoni yang pernah dikalahkan oleh Jhoni dalam berebut daerah kekuasaan. Dengan motivasi dendam pribadi kepada Jhoni. Orang itu sanggup menghancurkan keluarga Hendra dan Aster dan siap mencarikan dan mengatur jebakan untuk Hendra. Dengan jebakan seorang gadis, agar rumah tangga Hendra hancur dan kehidupan Hendra terpuruk atau menjadikan Hendra sebagai sapi perah mereka dan di jadikan lumbung uang yang tiap saat bisa di peras jika rencana mereka berhasil.
__ADS_1
Sita sudah membayangkan jika Hendra dan Aster rumah tangganya bubar, bahkan Sita lah yang akan memanfaatkan Hendra untuk kepentingan dia sendiri. Sedang soal lawan Jhoni yang sakit hati itu nantinya akan diadu dengan Jhoni agar mereka hancur sama sama.
Begitulah akal busuk Sita, yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang dia mau. Soal yang lain gak pernah dia pikirkan, bahkan gak pernah memikirkan sebuah resiko fatal yang akan dia hadapi sekalipun.
Dengan sedikit modal keberanian dan nekat Sita pun pergi menemui orang yang mengaku menjadi musuh besar Jhoni itu. Sita mendapatkan nomor orang tersebut dari rekan seprovesinya. Dan Sita yang sudah bener bener Gila itu, mengatakan siap menyerahkan dirinya kepada musuh besar Jhoni tersebut asal dia dibantu menghancurkan Aster dan Hendra. Padahal sebenarnya hanya ingin membuat hancur rumah tangga Hendra dan Aster, dan berharap dapat menjerat Hendra karena kekayaan Hendra yang menggiurkan.
Sita sudah mulai membayangkan jika bisa menjerat Hendra, maka Sita akan meraup pundi pundi uang yang tidak terbatas. Bahkan ketika sedang berhadapan dengan musuh besar Jhoni itupun, Sita masih asik dengan lamunannya.
“Heee…. Kamu kesini mau ngapain dari tadi malah senyum senyum sendiri gak jelas….!” Bentak musuh besar Jhoni tersebut….???
...Bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1