Cinta Asteria

Cinta Asteria
Firasat Asih tentang Andi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Yaa Allah kenapa aku justru sulit sekali menghapus bayangan wajah Hendra si songong itu sih. Kenapa juga aku seperti terpengaruh oleh omongan Nisa, apakah memang Hendra jodoh Aster. Aah ngomong apa sih aku ini, gak lah gak mau Aster sama Hendra songong itu. berkali kali Aster merubah posisi tidur namun tetap saja susah tidur. Akhirnya rasa lelah lah yang membuat Aster tidur, itupun masih saja di datangi Hendra dalam mimpinya.


Aster merasa dirinya sedang dikejar kejar seseorang dan berusaha minta tolong mencari orang, namun sialnya disitu hanya ada Hendra sehingga Aster menjadi serba salah. Mau minta tolog gengsi namun jika tidak minta tolong dia dikejar rasa takut yang sangat….!


Dengan terpaksa dan menahan perasaan gengsiAster akhirnya minta tolong Hendra.


“HHendra tolongin Aster, Aster dikejar kejar orang mau di perkosa Hendra…!” jerit Aster.


“Itu pantas untuk gadis sesombong kamu,kamu memang pantas mendapatkan itu Astr.” Jawab Hendra acuh.


“Hendra,,,, bagaimanapunn aku adalah sahabat adikmu, kenapa kamu tega bilang seperti itu. Please Hendra tolong Aster…!” pinta Aster memelas.


Namun Hendra tetap Acuh bahkan melihat Aster pun tidak.


“Sudah kubilang itu pantas kamu dapatkan untuk harga sebuah keangkuhan hatimu Aster.” Jawab Hendra tanpa menoleh ke Aster.


Sehingga membuat Aster berang terhadap Hendra, kemudian memaki Hendra.


“Owh jadi begitu ya, jangan jangan kamu memang sekongkol dengan orang itu mau mencelakai aku Hendra.” Bentak Aster.


“Terserah apa katamu, gak ngaruh bagiku semua orang akan menuai hasil yang dia tanam. Kamu sudah menanam keangkuhan hatimu maka sekarang menuai hasil tanamanmu itu Aster.” Jawab Hendra.


Sementara orang yang mengejar sudah semakin mendekati Aster, namun kaki Aster sudah tak sanggup untuk melanjutkan berlari. Akhirnya Aster hanya pasrah diseret dua lelaki yang akan berbuat tidak senonoh kepadanya.


“Mau kemana kamu sekarang, aku minta baik baik kamu malah menolakku mentah mentah sekarang rasakan bagaimana rasanya diperkosa dua orang sekaligus gadis Sombong.” Ujar pengejar itu.


Kemudian dua orang itu mulai melepas paksa pakaian Aster yang sudah kehabisan tenaga, meskipun berontak tapi tidak ada pengaruhnya sama sekali.


Sehingga yang dapat dilakukan Aster hanyalah menangis meratapi Nasibnya yang malang.


Namun tanpa diduga semua tiba tiba Hendra datang memmukukl salah satu orang yang hendak memperkosa Aster hinga terjatuh. Sebelum orang itu bangkit Hendra sudah menyusuli dengan tendangan kearah dagunya hingga orang itu pingsan.


“Lelaki semacam kamu lah yang merusak martabat kaum Adam dimata kaum Hawa. Kamu juga pantas mendapatkan ini.” Ucap Hendra yang berdiri disamping salah satu orang yang mengejar Aster tadi. Yang kini sudah terbaring pingsan.


“Makasih Hendra, kamu sudah membantuku.” Ucap Aster.


“Aku tidak membantumu sama sekali, aku melakukan ini untukku sendiri agar tidak semua wanita berpikir buruk terhadap semua lelaki sepertimu.” Jawab Hendra. Membuat Hati Aster merasa malu sekaligus marah pada Hendra. Namun dia tetap bersukur ada yang menghalangi lelaki tersebut. Namun tanpa diduga salah satunya mendatangi Hendra tanpa disadari hendra.


“Hendra Awas…!” Teriak Aster, terlambat….


 Orang yang satunya justru sudah memukul Hendra juga dari belakang tepet di tengkuk Hendra, sehingga hendra pun tersungkur mencium tanah. Kemudian kembali mendekati Aster, dan hendak melanjutkan niatnya.


Aster hanya mampu berteriak,

__ADS_1


“Hendra bangun Hen. Tolongin Aster… Hendra….!” Aster berteriak.


Aster terbangun dari mimpinya…!


“Aah untung hanya mimpi, tapi kenapa aku mimpi tentang Hendra, bukan yang lain ?” bisik Aster.


Tiba tiba pintu kamar Aster diketuk,


 tok tok tok suara ketukan pintu


“Aster kamu gak papa ?” ternyata suara Nisa yang sudah bangun lebih dulu.


“Iya nisa Aster gak papa kok, ada apa Nisa ?” Tanya balik Aster.


“Kamu tadi teriak teriak ketakutan, Nisa kira kenapa apa kamu ngigau Aster ?” Tanya Nisa kemudian.


Kemudian Aster bangkit dari ranjangnya dan keluar kamar tanpa menjawab pertanyaan Nisa lebih dulu.


“Asih udah bangun belum Nisa ?” Tanya Aster pada Nisa.


“Belum mungkin juga masih kecapaian, kamu kenapa Aster kayaknya agak pucat juga. Aku buatin minum dulu kamu tunggu dimeja makan saja.” Ucap Nisa.


 


“Iya Nisa, agak kurang sehat kayaknya mungkin banyak beban pikiran saja kemarin.” Jawab Aster.


“Ini diminum dulu mumpung hangat the nya Aster.” Kata Nisa.


“Makasih Nisa, maaf Aster mau Tanya sesuatau kepadamu Nisa.” Ucap Aster.


“Tentang ucapann kamu semalam itu, apakah itu beneran filsafah jawa atau kamu hanya sekedar bercanda saja ?” Tanya Aster pada Nisa.


“Memangnya kenapa Aster ?” Tanya Nisa.


“Gak papa sih, tapi Aster merasakan keanehan saja dari semalam malah terus kepikiran si Hendra yang songong itu sampai kebawa mimpi.” Ucap Aster jujur pada Nisa.


“Owh itu, nisa jadi kamu hanya tersugesti ucapan Nisa saja. Tapi bisa juga memang ucapan Nisa semalam ada benarnya Aster.”jawab Nisa.


“Kamu serius Nisa ?” Tanya Aster mendesak Nisa.


“Iya Nisa serius, tapi itu juga gak pasti hanya kebanyakan begitu. Yang benci seamanya juga ada kok.” Jawab Nisa.


“Apa Aster harus konsultasi ke psykiater ya Nisa, soalnya Aster gak percaya hal hal yang mistis begitu soalnya.” Kata Aster pada Nisa.


“Ke psykiater juga boleh, kapan kita jadwalkan nanti Nisa temenin juga Aster.” Jawab nisa.


“Tentunya setelah urusan Andi sepupuku sudah beres Nisa.” Jawab Aster.


“Ok, boleh lah tapi kalo yang dibilang Nisa semlam jangan dianggap mistis Aster. Itu hanya sebuah nilai kebiasaan berdasarkan nilai probabilitas saja. Gak ada unsure mistis. Jadi jangan dihubungkan dengan mistis ya.” Kat Nisa.


“Owh begitu, kirain semacam kepercayaan tertentu Nisa.” Kata Aster.


“Bukanlah, kata bapakku jangan terlalu dipercaya tapi juga jangan disepelekan. Toh intinya hanya mengajarkan kepada kita agar membenci dan mencintai seseorang itu sewajarnya saja jangan berlebihan.” Jelas Nisa.


“Ya kalo itu sih Aster juga setuju Nisaa.” Jawab Aster.

__ADS_1


“Sukurlah, jadi Aster juga jangan terlalu benci sama Mas Hendra biar gak berbalik jadi mencintainya. Eeh tapi menciintai juga gak papa sih, kan mas Hendra juga ganteng Aster juga cantik. Jadi kalian bisa kok jadi pasangan yang serasi.” Kata Nisa setelah melihat Aster sudah sedikit tenang.


“Aah kamu bisa saja Nisa, tapi jujur Aster memang merasa keterlaluan sama Hendra. Baiklah mulai sekarang Aster akan merubah sikap Aster. Jangan Sampai Aster jatuh cinta sama Hendra.” Jawab aster.


“Minta maaf juga dong Aster, biar abash gak Cuma merasa bersalah tidak mau minta maaf.” Kata Nisa.


“Klo yang itu masih ogah Nisa, masih sebel sja sama dia. Mau merubah sikap Aster juga udah bagus kok.” Jawab Aster.


Wah ternyata Aster ini menaruh dendam lama sama Hendra yang membuat dia sangat membenci hendra sampai segitunya.


“Terserah kamu deh Aster, yang penting kamu tahu apa yang kamu lakukan itu baik.” jawab Nisa.


Tiba tiba asih muncul dengan wajah yang masih sayu seperti kurang tidur.


“Pagi,,,maaf Asih kesiangan lagi nih. Tumben Aster bangun duluan, ada apa Aster ?” Tanya Asih.


“Gak papa, lagi pingin ngobrol sama Nisa aja, ya gak Nis ?” kata Aster member kode pada Nisa.


“Iya Asih, kebetulan saja Asih mau minum apa ?” Tanya Nisa.


“Gak ah, nanti Asih bikin sendiri saja mau kekamar mandi dulu biar segeran dikit.” Ucap Asih.


Kemudian Asih menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian membuat teh manis dn bergabung dengan Aster dan Nisa.


“Aster semalam Asih merasa gak enak banget, kepikiran Andi terus kayak merasa bakal kehilangan Andi.” Kata Asih.


  “Aah itu perasaanmu saja kali Asih, sabar saja nanti kan kita kesana akan tahu apa yang terjadi dengan Andi.” Jawab Aster.


“Jujur Aster, Asih merasakan firasat Andi bakalan dijodohkan besok minggu ini. jadi andi gak sampai hati untuk menyampaikan langsung ke Asih. Hanya menyuruh Aster pulang tanpa member tahu urusanya apa.” Kata Asih sambil menahan tangisan.


“Asih….!?!” Kalimat Aster tertahan seperti tak kuasa melanjutkan mengucpkanya.


??????


...bersambung...


Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.


Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.


...Juga suport nya berupa...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...🙏🙏🙏...


...Terima kasih...


 

__ADS_1


__ADS_2