Cinta Asteria

Cinta Asteria
Andi semakin Brutal


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Asih sulit membayangkan Aster, Asih memang sangat mencintai Andi. Tapi Andi yang dulu bukan yang seperti tadi…!” jawab Asih mengambang namun Aster dapat mengerti maksutnya. Bahwa Asih hanya mau Andi yang seperti dulu bukan Andi yang seperti sekarang. Dan itu adalah jawaban halus jika Asih tidak mau menerima Andi dengan sikapnya yang sekarang.


“Aster pun menjadi sedih dan kecewa dengan Andi, namun dia juga gak mungkin memaksa Andi seperti dahulu. Karena disamping soal waktu Aster juga berpikir tentang apa yang barusan dialami dengan Andi tadi. Bahkan masih menyisakan rasa sakit hati yang mendalam bagi Aster.


Andi yang dulu sopan dan simpatik kini menjadi brutal dan sangat sensitive.


“Yaudahlah Ndi kalo itu memang jalan yang kamu pilih,mbak gak bisa memaksamu bukan mbak gak sayang sama kamu tapi mbak gak kuasa untuk merubah jalan hidupmu jika kamu sendiri gak mau berubah.” Kata Aster dalam hati.


*****


Episode ini


Tanpa terasa air mata Aster menetes membasahi pipinya, mengingat Andi adik sepupu yang disayanginya itu kini sudah sangat berbeda dengan sebelumnya. Begitulah manusia jika sudah memperturutkan hawa nafsunya maka hilanglah akal sehatnya.


Hendra yang mengetahui itu lantas mengambil tissue dan menghapus air mata Aster.


“Sudahlah Aster, Aku tahu kamu sedih dengan perubahan sifat Andi adik sepupumu itu. namun perjalanan hidup manusia memang kita tidak akan pernah tahu akan seperti apa. Jadi kita doakan saja biar Andi kembali sadar.” Hibur Hendra ke Aster.


“Iya Aster memang sedih banget melihat Andi jadi begitu Hendra, Aster jadi ingat Diana kakak kandungnya Andi. Dulu kami sangat dekat juga seperti kedekatanku dengan Astri. Sayang dia lebih dulu menghadap sang Pencipta.” Kata Aster sambil terisak.


“Begitu juga aku Aster, aku tidak hanya Sedih karena Andi mengajak putus. Namun aku lebih sedih kalo ingat Diana, merasa gagal menjaga adiknya. Asih lebih rela kehilangan Andi tapi dia kembali jadi Andi yang dulu, dari pada mendapatkan Andi tetapi Andi jadi seperti yang sekarang ini.” komentar Asih.


Suasana rumah Aster yang baru saja bahagia itu merubah menjadi suasana haru karena sikap Andi yang menunjukkan perubahan karakter yang sangat drastic itu. apakah penyebab dari semua itu, hanya Andi sendiri yang tahu.


*****


Dirumah Andi


Sesampai dirumah Andi dikejar pertanyaan oleh bapak dan ibunya tentang sikap dia yang sungguh sangat memalukan orang tua Andi. Namun Andi tidak pedulikan nasehat orang tuanya, Andi selalu bilang “Andi sudah besar gak perlu diatur atur lagi.”


Kemudian Andi segera meninggalkan rumah dan mencari tempat nongkrong yang Andi anggap bisa memberinya ketenangan dan kesenangan. Yah kemana lagi tujuan bagi orang seperti Andi yang sedang dikuasai oleh hawa nafsunya itu kalo bukan mencari tempat hiburan malam.


Andi memang sudah sangat jauh berubah, Andi kini selalu mencari tempat tempat dimana dia bisa menyakurkan hasratnya dan juga selalu mengkonsomsi alcohol untuk membuang bisikan baik agar kembali seperti itu. dan jika sudah meminum alcohol itu barulah Andi merasa tenang, karena bisikan hati nuraninya sudah tak terdengar. Yang terdengar adalah bisikan iblis yang mengajak dan menawarkan kesenangan sesaat.

__ADS_1


Malam itu Andi mabuk berat, entah berapa botol yang sudah dia habiskan, sampai mukanya memerah seperti kepiting rebus saja.


“Gak ada yang mau tahu dengan keadaan Andi sekarang, semua egois….!!!” Gerutu Andi dalam keadaan mabuk beratnya.


“Kita happy happy aja yuk bang, dari pada pusing mikirin hidup yang gak jelas yang penuh ketidak pastian. Mending kita nikmatin mala mini berua saja.” Ucap salah satu Lady’s corp sales pada Andi.


Andi yang sudah mabuk berat itupun tak menanggapinya, Andi sampai terhuyung jatuh ketika hendak melangkah pergi. Untunglah salah satu dari LC disitu ada yang Iba melihat Andi kemudian mengangkat tubuh Andi dibantu temannya dibawa keluar. Namun LC tersebut bingung juga mau dibawa kemana, masalahnya Andi termasuk pengunjung / pelanggan baru disitu.


“Bawa ke kosan kamu aja Sita…! Lumayan tuh brondong masih imut dan belum banyak tercemar. Kayaknya new comer di dunia malam…!” ucap salah seorang diantara LC yang sudah punya jam terbang tinggi disitu.


“Lah kokgue sih…? gue kenal juga  gak, reny aja tuh yang biasa nemenin dia !” ucap Lc yang disebut sita tadi.


“Iya kalo Reny gak Cuma ‘NEMENIN’ tapi ***nNin juga tuh.” Sahut yang lain.


“Ogah, gue kan professional aja maunya dia gimana gue ladenin nah sekarang kagak jelas maunya gimana, ogah gue. Biar Sita aja tuh. Lumayan kan dapet yang masih imut kan lo malam ni lagi libur gak ngeroom lagi palang merah yang lain kan dah pada kecapaian semua udah sana gih, gue kasih support buat ongkos taxi nya aja.” Kata Reny diikuti yang lain memberikan sedikit uang kepada Sita dengan catatan dia mau bawa pulang Andi ke kosan dia.


Sita yang tak lagi dapat menghindar terpaksa mengikuti kemauan temen temen seprofesinya.


“Soal motor dia biar gue bilang ke satpam biar di amankan.” Sahut yang lainya.


Mau gak mau ketika Taxi datang Sitalah yang mendampingi Andi dan membawa Andi ke kosan Sita.


Dalam hati Sita menggerutu. “giliran susah aja dikasih ke Sita kemarin giliran dia datang pada rebutan nemenin Nyanyi. Eeh tapi ganteng juga ini bocah, meski dalam kondisi mabuk begini tetep kelihatan ganteng. Sayang sekali dia salah jalan. Eeh tapi Sita juga kan salah jalan, hi hi hi…!” tawa Sita hingga ditegur sang Sopir Taxi.


“Kenapa ketawa sendiri mbak ?” tegur sang sopir.


“Maaf bukan urusan bapak, ini urusan saya yang penting anterin sesuai alamat saja….!!!” Ucap Sita ketus.


Melajulah taxi tersebut dan sesaat kemudian sudah sampai di alamat yang dimaksut yaitu kos nya Sita. Sebuah rumah kecil yang jauh dari pemukiman warga hanya berdampingan dengankomplek ruko dan sejumlah kios kosong yang belum dihuni.


“Pak bantuin bawa masuk dong !” pinta Sita pada Sopir.


“Kan urusan saya hanya mengantarkan mbak bukan sampai pada membawa masuk ke rumah.” Ujar sopir balas dendam atas ucapan Sita.


“Nanti aku tambahin buat tip’s deh berat nih Sita gak kuat bawa dia sendiri.” Ucap Sita.


“Nah kalo itu beda perkara hari gini mana ada yang gratis,.” Ucap Sopir itu tak kalah galak dari Sita.


“Dasar sopir mata duitan.” Gerutu Sita dalam hatinya.


Dibawalah Andi masuk kedalam kos nya Sita yang hanya ada satu kamar tamu satu kamar mandi plus dapur dan satu kamar tidur.


Setelah menerima uang seratus ribu buat ongkos taxi plus tip’s nya sopir itupun segera pergi. Tinggalah Sita berdua dengan Andi yang dalam kondisi mabuk berat.


“Bikin repot aja loh, kemarin ditawarin jasa sama Sita gak pernah mau malah milih para senior yang udah hampir keriput. Memangnya Sita kurang apa sih ? mang sih Sita hanya pendek gak setinggi mereka mereka tapi Sita kan lebih seger dibanding mereka.” Kata Suita dlam hati.


“Tapi gak mungkin juga membiarkan Anak ini tidur dilantai begini, kasihan juga nih. Mending bawa masuk kekamar ajalah tidur sekamar gak papa, lagian dia juga lagi mabuk berat, gak mungkin juga kali perkosa gue. Eeh tapi gak usah diperkosa juga Sita mau kok kalo gak lagi dapet, hi hi hi…!” kata Sita seperti bicara pada diri sendiri.

__ADS_1


Dengan susah payah akhirnya Sita membawa Andi masuk kekamarnya dan direbahkan ke ranjang. Sementara Sita Sendiri pergi kekamar mandi untuk bersih bersih. Sebelum dirinya juga ikut berbaring disamping Andi.


“Ganteng juga Putih, siapa nama anak ini ya ?” Tanya Sita dalam hati.


Kemudian Sita mengambil dompet Andi dan membuka isinya untuk melihat identitasnya.


“Wah masih kuliah rupanya anak ini, lumayan nih Klo Sita jadiin pacar bisa merubah masa depan jadi lebih baik. hmm sayang kalo sampai jatuh ketangan para petualang cinta itu. mending buat Sita aja sayang tubuh kamu.” Ucap Sita sambil menciumi wajah Andi dan memeluknya seakan dia kekasihnya saja.


Sementara Andi yang sedang mabuk berat tak dapat merasakan apapun apa yang diperbuat Sita terhadapnya. Dan sitapun akhirnya tertidur sambil memelk andi, dan dengan bajunya yang masih sedikit terbuka.


Sehingga ketika pagi Andi sadar dan terbangun merasa kaget dirinya tidur di tempat itu dan dalam dekapan Sita wanita yang sering dijumpai di tempat karaoke itu tapi gak pernah dia booking jasa ke Sita.


“Kok aku bisa sama kamu…?” teriak Andi kaget membangunkan Sita.


“Apasih sayang, kamu semalam mabuk dan kubawa kesini, udah Sita masih ngantuk bobo lagi aja sayang, kan semalam kita habis bercinta saat kamu mabuk.” Kata Sita bohong.


“Yang bener kamu ?” Tanya Andi.


“Iya nih baju aku aja masih belum terpakai sempurna kecapaian semalam.” Kawab Sita.


Kemudian Andi meraa organ intimnya memang ada cairan lengket… “ apa benar semalam aku sama dia ?” pikir Andi.


“Udah Yuk bobok dulu aja nanti bangun makan siang aku beliin, kan motor kamu masih di sana.” Ucap Sita.


Andi yang masih sedikit pusing itupun kembali tidur, bahkan kali ini pun Andi ikut memeluk Sita. Sehingga membuat sita melayang tak mengira akan mendapat pelukan dari Andi seperti itu.


...*****...


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2