
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Begitulah kesetiaan seorang istri yang sedang diuji mana kala suaminya sedang jatuh terpuruk, kehilangan pekerjaan tidak punya penghasilan tetap lagi. Dan istri Bram menunjukkan kesetiaanya dengan menyembunyikan kekecewaanya. Rina saraswati tetap berpura pura tegar dan menyemangati suaminya agar tidak down. Meski hati kecilnya juga merasa sedih dan kecewa, namun semua itu tidak ia tampakkan dihadapan suaminya. Bahkan dia memberi support pada suaminya agar tetap semangat dan berusaha mencari pekerjaan lain atau membuka usaha sendiri. Kesetiaan seorang Rina saraswati memang patut mendapat acungan jempol. Namun apakah Bram juga akan bersikap setia ketika kesetiaan dia yang nanti akan diuji ?
Suatu saat nanti seiring berjalanya waktu maka gantian Bram yang akan diuji kestiaanya. Mana kala dia bisa Berjaya di karirnya atau sukses dalam usahanya. Sudah menjadi kodrat manusia itu kadang posisinya dibawah kadang juga ditengah bahkan diatas. Hanya orang orang khusus yang mampu menyikapi hal itu dengan lapang dada. Tidak rendah diri saat dibawah dan tidak takabur jika sedang di atas. Serta tidak menjadi provokator saat ditengah yang bertujuan untuk menempati posisi atas. Dalam istilah jawa “Ora nggege mongso” yang artinya tidak ingin menggapai yang bukan / belum waktunya didapatkan.
Sejak saat itu Bram hanya murung tidak lagi ceria dan banyak tingkah, beruntung istrinya selalu menyemangati dan tidak merendahkan Bram yang saat itu tidak berpenghasilan.
“Gimana pah, belum ada kabar dari perusahaan tentang nasip papah. Apakah masih diijinkan bekerja lagi atau tidak ?” Tanya istri Bram.
“Belum mah, sudah satu minggu lebih belum ada kepastian kabar juga. Kalo misalnya di PHK juga harusnya ada pesangon meski sedikit, paling tidak hampir dua tahun aku bekerja sudah member kontribusi juuga ke perusahaan.” Jawab Bram lesu.
“Sabar saja pah, sekarang rencana papah mau bagaimana ? mau cari kerja lagi atau mau buka usaha sendiri saja. Kan papah dulu juga pernah merintis usaha sebelum nikah sama mamah. Kenapa gak dilanjutin lagi saja ?” kata Rina istri Bram.
“Kan usaha juga perlu modal mah, nanti kalo semisal dapat pesangon papah memang punya rencana mau melanjutkan usaha papah dulu, jualan online spare part motor dan mobil sport. Papah rasa relasi papah yang dulu masih bisa papah hubungi.” Jawab Bram.
“Memang butuh modal awal berapa pah untuk memulai usaha itu ?” Tanya Rina Saraswati.
“Modal sih relative mah, dari modal berapapun bisa memulai. Yang penting jaringan pemasaran yang dulu sudah bisa terbentuk lagi. Karena beberapa pembeli kadang pesan barang kasih Dp dulu. Dan papah ambil barangnya juga gak harus bayar cash, bisa tempo sampai pembeli melunasi.” Jelas Bram.
“Ya kalo begitu papah mulai saja, nanti kalo butuh modal dikit dikit kan mamah juga masih ada tabungan pah. Bar papah gak kesepian dirumah, mamah sih gak papa Cuma kasihan papah sering melamun sendirian di rumah. Mamah jadi gak tega, tapi mamah juga gak bisa tiap saat nemenin papah karena harus kerja juga.” Jawab istri Bram.
“Iya mah, papah nanti coba menghubungi semua relasi papah dulu. Mungkin masih bisa diajak kerja sama lagi.” Jawab Bram.
“Yaudah pah, mamah berangkat kerja dulu kalo perlu apa apa telpon mamah atau nyusul mamah ke salon aja pah. Hari ini kayaknya gak banyak tamu, kalo kemarin memang banyak yang minta di rias mamah sendiri sehingga mamah harus seharian di salon.” Kata istri Bram. Kemudian berpamitan pada Bram suaminya.
“Papah baik baik dirumah, gak usah sedih yang penting semangat biar dimudahkan dalam mencari rezeki.” Kata Rina sebelum berangkat kerja.
Sepeninggal istrinya ke Salon, bram mencoba menghubungi relasi bisnisnya dulu. Dari mulai supliyer barang sampai dengan buyer yang sudah menjadi pelangganya dulu.
Satu dua orang masih merespon positif ajakan bram untuk kembali menekuini usahanya dulu. Dan beberpaa pelanggan juga sudah menyatakan siap untuk kembali mengambil barang dari Bram, bahkan sudah ada beberapa orang yang mulai memesan barang meski belum sampai deal harga. Karena Bram juga harus mencari informasi harga terkini, sehingga belum sampai pada deal dan member booking fee.
Namun itu sudah cukup untuk Bram mendapatkan semangat baru, diapun segera menghubungi beberapa supliyernya dulu untuk minta catalog harga terkini. Setelah itu Bram pun memberi kabar kepada pelangganya tentang harga barang pesanan dengan harga terkini.
Tidak butuh waktu lama bram pun sudah mendaptkan beberapa pesanan barang dan sudah mendapatkan transferan untuk Dp ataupun sekedar tanda jadi / booking fee.
Bram yang mendapatkan semangat baru berniat menyusul istrinya ke Salon untuk memberikan kabar bagus tersebut. Namun belum sempat melangkah ponsel Bram bordering tanda ada pesan masuk.
Dilihat Bram ternyata dari manager personalia, yang mengharapkan Bram daatang ke kantor untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kemarin terjadi. Dan disitu disebutkan juga bahwa, Bram terpaksa “DIBERHENTIKAN” dan diminta untuk mengembalikan semua fasilitas yang dipinjamkan kantor. Serta masih ada gaji terakhir berikut uang pesangon sebagai tanda terimakasih perusahaan atas jerih payah Bram selama ini.
“Selamat siang Bapak Bram.
Terkait peristiwa kemarin, dan setelah diadakan musyawarah direksi dan disetujui oleh Komisaris. Maka dengan ini perlu kami sampaikan bahwa hasil keputusan dari Rapat tersebut adalah sebagai berikut :
Pertama :
Mengingat kejadian kemarin itu cukup fatal dan menyangkut harkat dan martabat karyawan perusahaan dan nama baik perusahaan juga. Maka dengan terpaksa kami memberikan sangsi keras kepada bapak Bram, untuk menghentikan kontrak kerja Bersama yang dulu telah sama sama disepakati dan di tanda tangani oleh Bapak Bram dan wakil dari perusahaan, dalam hal ini adlah manager personalia. Agar hal tersebut tidak terulang kembali dimasa yang akan datang.
Kedua :
Menimbang, bahwa bapak Bram selama ini dinilai sebagai karyawan yang cukup Produktif dan berkelakuan cukup baik. maka permasalahan ini tidak kami bawa keranah hukum. Terutama yang berkaitan dengaan pencemaran nama baik karyawan dan karyawati disini. Hal itu kami anggap sebagai kesalah pahaman personal bapak dengan yang bersangkutan. Dan yang bersangkutan sudah sepakat untuk tidak memperpanjang urusan ini ke ranah hukum.
Ketiga  :
Memutuskan, dalam hal ini mengundang bapak Bram untuk datang ke kantor hari ini ( Saat menerima surat ini ) ditunggu dalam waktu 2 X 24 jam pada jam kantor. Untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan karyawan yang kemarin bapak tuduh ada hubungan khusus. Agar tidak kami lanjutkan ke ranah hukum, dan hanya kita selesaikan secara kekelurgaan dikantor.
Dan sebagai bentuk penghargaan perusahaan kepada jerih payah bapak selama ini, kami masih memberikan sisa gaji bapak berikut dengan tambahan sebagi ucapan terima kasih kami.
Jika dalam waktu yang telah kami tetapkan, bapak tidak hadir maka dengan terpaksa pula kasus ini akan kami bawa ke ranah hukum. Melalui pengacara perusahaan yang sudah menyatakan siap, dan sudah menyiapkan bukti dan saksi saksi yang cukup untuk meneruskan kasus ini secara hukum.
Namun kami masih berharap itikat baik bapak, untuk menyelesaikan ini secara kekeluargaan di kantor dan berharap bapak bisa mengakui kesalahan yang bapak lakukan terhadap dua orang karyawan perusahaan yang sudah bapak fitnah.
Demikian Surat pemberitahuan dan sekaligus undangan ini kami sampaikan, kami berharap betul bapak bisa memenuhi undangan ini agar semua bisa selesai dengan baik.
Jakarta,xx xx 20xx
Atas nama perusahaan
Â
Â
( Daniel S )
__ADS_1
Begitulah isi dari surat yang diterima Bram dari perusahaan yang diterima Bram dalam bentuk pdf.
Bram membaca dengan agak sedih dan menyesali apa yang telah dia lakukan, dan kali ini Bram menunjukan sportifitasnya dengan langsung membalas WA tersebut.
“Baik pak, saya menerima keputusan perusahaan. Dan saya mengakui jika saya memang bersalah dengan bapak manager marketing dan ibu Aster. Saya akan datang hari ini juga untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Terimakasih sudah memberi kesempatan kerja kepada saya selama ini.” balasan Bram kepada manager personalia.
*****
Kita lihat dulu apa yang terjadi di kantor sehingga memutuskan untuk memberhentikan Bram.
Setelah peristiwa demo satu bagian divis marketing itu, manager marketing menghubungi Astri dan melaporkan tentang kejadian yang dialaminya di kantor. Dan hal itu ditanggapi oleh Astri dengan mengatakan, sementar Bram di skors dulu. Sampai dengan ada waktu untuk membahas hal tersebut.
Dan akhirnya hal tersebut dibahas dirumah Astri, dengan dihadiri manager marketing dan manager personalia saja. Tanpa melibatkan Aster tentunya, karena Astri masih menyembunyikan jati dirinya. Apa lagi sebentar lagi akan memasukkan Hendra kakaknya sebagai karyawan biasa untuk didekatkan dengan Aster. Didampingi oleh Arya sahabatnya dan juga Dimas kekasih Astri, sehingga kerahasiaan ini harus dijaga rapat oleh mereka semua. Sampai dengan nanti Hendra dapat menaklukan hati Aster yang dingin sedingin salju terhadap laki laki.
“Menurut catatan, Bram memang karyawan yang berpotensi dan selama ini Attitude nya baik, loyalitas juga baik. namun kesalahan dia kali ini Astri kira tidak bisa ditolerir lagi. Artinya dia harus mendapat sangsi tegas, bukan hanya peringatan. Bukan lagi SP1 atau SP 2 tapi langsung SP3. Karena ini sudah menyangkut moral, dia menghasut karyawan lain serta menebarkan Fitnah.
Masalah dia sudah memberikan kontribusi yang cukup besar kepada perusahaan tetap kita hargai itu. namun sangsi juga harus diterapkan, Bram harus diberi SP3 atau istilah kasarnya di PHK. Hitung sisa gajinya masih berapa dan tambahi dengan uang ucapan terimakasih sebesar berpa bulan dia bekerja kalikan dengan gaji pokoknya. Dengan satu sarat lagi ia harus datang ke kantor dan meminta maaf pada Aster juga pada manager marketing secara lisan dan tertulis, nanti personalia tolong siapkan formatnya. Jika dalam waktu dua hari tidak datang maka Astri akan bawa masalah ini keranah hukum.
Kalo sudah paham semuanya, silahkan kembali ke kantor dan segera kirimkan SP3 kepada Bram, sekaligus undang dia kantor untuk menyelesaikan masalahnya. Dan jangan lupa beri peringatan keras, jika tidak mau Hadir masalah ini akan kita Bawa ke ranah hukum.” Kata Astri panjang lebar kepada manager personalia dan manager marketing.
“Siap Bu Astri, tapi untuk pesangon apa tidak terlalu besar segitu buk ? mengingat Pak Bram juga belum genap dua Tahun bekerja ?” Tanya manager personalia pada Astri.
“Gak usah terlalu perhitungan begitu, aku sendiri sebenarnya gak tega harus mengeluarkan karyawan jika kesalahanya tidak sefatal ini. makanya soal pesangon kita kasih lebih biar dia bisa usaha sendiri, atau minimal dia bisa bertahan sebelum mendapat pekerjaan baru.” Kata Astri. Jika sudah begitu maka tidak ada lagi yang berani membantah, semua hanya mengikuti apa kata Astri. Karena selain pemilik saham terbesar bahkan boleh dibilang tunggal selama ini Astri lah yang justru selalu mengawasi dan mengartur management perusahaan bukan Hendra kakanya. Disamping Hendra yang baru mengalami masalah beberapa waktu kemarin, secara kemapuan management memang lebih jago Astri disbanding Hendra sendiri.
Semua menurut apa kata Astri dan segera berpamitan kembali ke kantor setelah dipersilahkan kembali.
Swesampai dikantor manager personalia memanggil Aster untuk diberi tahu keputusan yang diambil perusahaan tersebut.
Setelah memasuki ruang Personalia, Aster dipersilahkan duduk oleh manager personalia dan diberikan penjelasan terkait keputusan yang diambiloleh perusahaan terkait kasus Bram yang saat ini sedang di Skors. Aster agak kaget dengan keputusan itu.
“Maaf pak, Aster memang merasa marah mendengar tuduhan yang diucapkan kemarin. Tapi keputusan mem PHK dia itu saya juga tidak sampai hati. Asal dia mau mengakui salah dan minta maaf saja sudah cukup bagi Aster.” Kata Aster.
“Iya bu, kalo yang urusanya dengan Ibu ster silahkan ibu memaafkan. Tapi soal dia di PHK itu sudah keputusan Final kami dengan direksi dan owner jadi kami tidak bisa merubahnya. Karena itu dipandang sudah mencemarkan nama baik perusahaan bukan hanya nama pribadi seseorang saja.” Jelas manager personali.
“Ya gimana lagi kalo sudah begitu, saya ikut saja pak. Yang jelas kalo saya secara pribadi seorang Aster. Tidak sampai hati dengan keputussan itu. jika itu diambil atas nama perusahaan Aster juga tidak bisa apa apa.” Jawab Aster.
“Iya bu. Bu Aster gak usah merasa bersalah karena ini keputusan perusahaan. Dan ini infonya saudara Bram akan datang kesini hari ini juga untuk meminta maaf kepada bu Aster dan manager personalia. Disamping itu masih ada sisa gaji dan ada ucapan terimakasih dari perusahaan agar bisa dipakai buat modal usaha atau untuk bertahan sebelum mendapatkan perusahaan baru untuk bekerja. Jadi bu Aster saya harap jangn kemana mana dulu, jika tidak ada pekerjaan penting. Karena mungkin Bapak Bram segera akan sampai disini.” Kata manager personalia.
“Owh sukurlah pak, jika perusahaan sampai memikirkan sejauh itu. minimal tidak sampai membuat Bram sengsara karena di PHK.” Jawab Aster.
Tak lama kemudian ada telpon line dan diangkat oleh manager personalia.
“Siang, ruangan personalia disini ada yang bisa saya bantu.?” Sapa personalia di telpon line local perusahaan.
“OWh iya benar, persilahkan dia masuk dan beri ID Cart sebagai tamu.karena dia sudah bukan bagian dari perusahaan ini.” jawab manager personalia.
“Baik pak, siap laksanakan perintah selamat Siang.” Kata Satpam itu.
“Selamat Siang.” Jawab manager personalia.
Begitulah suasana kerja diperusahaan itu yang sebenarnya penuh dengan keakraban dan kekeluargaan. Tidak ada yang membeda bedakan jabatan bawahan dan atasan. Semua wajib berlaku sopan dan menghargai profesi, apapun profesinya. Dari mulai tukang sampah sampai dengan para petinggi harus saling menghargai profesi orang lain.
Tok tok tok suara pintu ruangan di ketuk setelah beberapa saat
“Silahkan masuk.” Jawab personalia.
Kemudian masuklah bram yang menggunakan ID Cart sebagai Tamu Perusahaan, bukan lagi sebagai karyawan perusahaan.
“Selamat siang pak Personalia, pak manager Marketing dan bu Aster.” Sapa bram seperti tak ada masalah.
“Selamat siang.” Jawab ketiganya serempak.
“Bapak Bram silahkan duduk dikursi yang sudah kami siapkan. Kita langsung saja bicara pada pokok permasalahan setelah ini.” kata manager personalia dengan tegas.
“Baik pak, terimakasih.” Jawab Bram.
“Bapak Bram sudah membaca dan memahami dengan surat yang kami kirimkan lewat wa ?” Tanya manager personalia langsung pada point nya.
“Sudah pak, sudah saya baca dan pahami.” Jawab Bram.
“Ada yang dirasa keberatan atas isi surat tersebut ?” Tanya manager personalia kemudian.
“Tidak pak, saya menerima apa yang sudah diputuskan oleh perusahaan.” Jawab Bram tenang.
“Kalo begitu bapak sudah tahu, apa yang harus bapak sampaikan kepada bapak manager Marketing dan kepada Ibu Aster, silahkan sampaikan sekang juga.” Kata manager personalia dengan penuh kewibawaan.
“Sudah pak, baik saya akanlangsung saja bicara. Bapak manager marketing dan ibu Aster yang saya hormati. Saya Bram, mengakui sudah bersalah dengan menyebarkan fitnah dan mempengaruhi karyawan lain untuk menentang dan menjatuhkan bapak manager personalia dan ibu Aster. Apapun alasan saya itu tidak penting, yang jelas saya saat ini mengakui saya keliru dan salah menila bapak Manager dan ibu Aster. Khususnya kepada ibu Aster, saya kemarin terlalu meremehkan kemampuan ibu sebagai karyawan baru. Tapai akhirnya saya mengakui bahwa ibu Astermemang mempunyai potensi serta Talenta yang luar biasa dibidang marketing.
Untuk itu saya, dengan segala kerendahan hati saya mengakui kesalahan saya dan saat ini saya hanya mampu mohon maaf atas segala kesalahan saya kemarin. Jika bapak dan ibu berkenan untuk memaafkan saya dan menganggap masalah ini selesai sampai disini saja saya juga mengucapkan terimakasih.
 Namun jika bapak dan ibu masih tidak terima dan akan menuntut saya secara hukum saya pun ghanya bisa pasrah dank an menerima hukuman yang akan dijatuhkan kepada saya nanti.” Demikian yang dapat saya samapaikan kepada bapak Manager marketing dan ibu Aster. Dan kepada Bapak manger Personalia saya juga mohon maaf telah membuat onar kemarin. Dan saya siap untuk menerima sangsi perusahaan yang telah diputuskan. Sekian dan terima kasih.” Kata Bram mengakhiri permintaan maafnya.
Baik Manger personalia, manger marketing maupun Aster cukup tersentuh dengan kata kata Bram yang dengan berani mengakui kesalahanya itu. meskipun kemarin Aster meras muak jika melihat Bram,namun saat itu Aster justru merasa Iba dengan Bram yang harus kehilangan pekerjaanya.
__ADS_1
“Baik terimakasih Bapak Bram, yang telah dengan gentle berani mengakui kesalahanya. Mungkin ada tanggapan dari bapak Manager marketing dulu, silahkan.” Kata manager personalia.
“Baik terimakasih pak Personalia atas waktunya, begini pak Bram sebenarnya kami juga tidak berharap bapak sampai di PHK namun itu semua sudah keputusan Pimpinan kami. Kami sebenarnya cukup memberikan sangsi atau peringatan saja. Tapi pihak pusat mengatakan tidak cupup peringaatan tapi harus sangsi yang tegas, demi menjaga hal ini tidak terulang lagi. Dan dari saya pribadi engan pak Bram mengakui kesalahan dan sudah minta maaf itu sudah cukup. Tidak akan saya bawa keranah hukum.” Kata manager marketing menanggapi Bram.
“Terimakasih pak, sudah memaafkan saya itu juga sudah cukup. Dan saya tidak merasa sakit hati harus di PHK saya sudah mempersiapkan diri untuk kembali menekuni usaha saya yang dulu yaitu jual beli spare part kendaraan motor dan mobil khususnya yang jenis Sport.” Kata bram.
“Ok, mungkin bu Aster ada yang mau disampaikan kepada bapak Bram, atau masih ada ganjalan yang akan disaampaikan mungkin ?” Tanya manager personalia.
“Tidak pak, apa yang ingin saya sampaikan sudah terwakili oleh bapak Manager marketing. Jadi saya rasa sudah cukup. Mungkin satu hal saja buat bapak Bram, mohon maaf agar lain kali lebih berhati hati jadikan ini sebagai pelajaran saja dan ambil hikmahnya. Saya juga hanya bisa berharap dan mendoakan agar usaha pak Bram nanti bisa sukses dan bisa menemukan jalan rezekinya disitu.” Ucap Aster singkat tapi padat.
“Terimakasih atas kebaikan hati ibu Aster dan doanya, semoga bu Aster juga sukses dalm bekerja dan dapat membawa perusahaan ini lebih maju lagi dari yang sekarang.” Balas Bram.
“Sukurlah semua berakhir dengan damai, nah bapak bra mini ada sisa gaji terakhir anda, berikut ucapan terimakasih dari perusahaan atas kinerja yang baik selama ini. silahkan di tanda tangani disini, dan dihitung dulu uangnya. Totalnya semua ada Rp. 35.000,000,- tiga puluh lima juta rupiah.
Semoga bisa membantu kelancaran usaha bapak nanti dan semoga usaha bapak bisa sukses. Siapa tahu nanti diantara kami ada yang menjadi pelanggan pak Bram. Jadi meskipun kita tidak lagi satu perusahaan tapi tetap bisa menjalin hubungan baik pak.” Kata Manager personalia.
“Baik pak, terimakasih jika ada yang berkenan jadi pelanggan saya. Dan khusus bapak personalia, bapak manager marketing dan bu Aster sebagai permohonan maaf saya akan saya berikan discount 100% alias free untuk pembelian sparepart pertama kali kepada saya.” Ucap Bram.
“Hah serius begitu pak Bram ?” Tanya Aster.
“Iya bu saya serius.” Kata bram.
“Jangan begitu Aster malah gak mau, kalo discount 50% ,25% untuk pembelian pertama 25% untuk pembelian kedua Aster mau. Aster gk mau merugikan orng lain.” Jawab Aster.
“Iya pak Bram, saya sepakat dengan bu Aster kalo begitu saya hari ini juga akan pesan assesories pada pak Bram.” Kata manager personalia.
“Saya juga.” Sahut Aster dan manager marketing bersahutan.
Beguitulah akhir karir dari seorang Bram yang harus menerima resiko di phk kerana ulahnya. Namun semua itu tidak menimbulkan dampak kemarahan atau denam diantara mereka. Bahkan malah terjadi sebuah hubungan atau partner yang baik antara pedagang dan pembeli. Tanpa ada yang merasa dirugikan.
Akhirnya Bram pulang kerumahnya setelah menerima uang cash Rp.35.000.000,- yang rencananya kan digunakan untuk modal usaha. Sebelumnya bram juga sempat berpamitan dengan rekan rekan kerjanya dan minta maaf atas ucapanya kemarin yang elah membuat mereka terpengaruh.
Sesampai diirumahnya, Bram langsung menghitung apa saja yang harus dibeli sebagi modal awalnya dalam usaha, selain memesankan barang yang sudah disorder beberapa orang, awal yang bagus pikir bram.
“Total hari ini sudah ada 10 pembeli, jika aku bisa lebih mengiklankan sperti dulu lagi mungkin akan lebih banyak lagi pelanggan yang order. Jadi untuk pelanggan pertama ini haru aku layani sebaik mungkin, agar mereka mengiklankan usahaku secara gratis, dengan menceritakan rasa puasnya membeli produk padaku.” Kata Bra dalam hati.
Kemudian Bram mencoba mendesign brosur, pamphlet juga banner yang rencananya selain secara online Bram akan menjual secara konvensional juga. Sehingga semakin memudahkan dalam menanamkan brand image usahanya. Baik secara on line maupun konvensional, sebuah rencana yang cukup bagus dari Bram yang memang mantan seorang tenaga marketing yang cukup handal dalam melakukan loby dan menbuat gebrakan untuk terobosan pasar atau membuka pasar baru.
Sudah beberapa jam Bram menatap layar monitor tanpa berhenti, bahkan rasa lapar pun tidak dia rasakan. Karena baru asik dengan rencana usahanya, meski Bram di PHK namun Bram tidak putus asa bahkan semangat membuka usaha lamanya yang dia tinggalkan kemarin. Semua itu berkat support dan dorongan istrinya Rina Saraswati.
Sampai saat istrinya pulang pun Bram masih asik dengan layar monitornya, sampai tidak menyadari kehadiran istrinya Rina Saraswati.
“Duh senangnya suamiku kembali semangat berusaha gak bengong aja kayak kemarin, tapi keterlaluan nih, sampai istri pulang aja gak disambut, boro boro nyambut lihatin aja samapai gak ?” goda istri Bram.
“Eeeh maaf mah, papah beneran gak lihat amah pulang lagi lihatin monitor terus dari tadi. Ini ada kabr gembira mah. Aku dapat pesangon Rp. 35.000.000,- dan hari ini sudah ada 10 pembeli yang order. Makanya papah semangat untuk mengembangkan usaha ini.” kata Bram.
“Banyak amat, kan papah belum dua tahun kerja disana ?” kata istrinya.
“Gak tahu juga, aku juga kaget tapi memang tertulisnya juga segitu tadi papah gak perhatiin rincianya.” Kata Bram.
“Yah disukuirin saja pah, mudah mudahan lancar semuanya. Btw masak gak pah, mamah laper nih ?” kata Rina istri Bram.
“Aduuh maaf mah, papah sampai lupa papah juga belum makan, yuk makan diluar saja. Sekalian ini kita anggap sukuran atas dibukanya usaha ini dan diawali dengan awalan yang bagus mah.” Kata Bram.
“Ayuk lah, udah lama juga kita gak keluar makan bareng pah.”sahut istrinya dengan gembira. Melihat suaminya kembali semangat setelah beberapa hari hanya murung. Dan Rina sempat khawatir jika Bram sampai kembali minum minum seperti dulu. Meskipun Rina pun dulunya juga seorang peminum dan juga seringkali keluar masuk night club. Akan tetapi semenjak peristiwa yang hampir merenggut nyawanya jika tidak ditolong bram saat itu. rina sudah berniat untuk berhenti menjadi penikmat dunia malam. Sudah jenuh dengan semua kebebasan yang dia cari saat itu, dan berniat berhenti dan mau menjai seorang ibu dan seorang istri yang baik.
Akhirnya keduanya Bram dan Rina memutuskan untuk menikah, dua duanya bertemu di night club dan saat itu terjadi keributan sehingga banyak yang jatuh terkapar. Rina yang saat itu mabuk berat dan sedang berada dikamar dengan lelaki tidak sadar dengan apa yang terjadi. Sementara bram yang sudah berhasil menyembunyikan wanita sewaanya, melihat Rina terkapar mabuk ditinggalkan lelaki pasangan kencanya timbul rasa kasihan dan membawa pergi Rina.
Awalnya Bram pun mengira bahwa Rina adalah wanita yang bisa dibeli seperti teman kencan yang sudah dia selamatkan. Namun berjalanya waktu Bram tahu jika Rina bukan wanita seperti itu, dia melakukan itu buka karena uang having fun saja kata Rina waktu itu. saat ditanya Bram, namun ketika Bram mengajak Rina kencan ditolak oleh Rina.
“Gak aku udah mau akhiri kehidupan gue yqang kayak gitu. Kalo lo mau nikah gue mau lo tidurin tapi kalo lo Cuma mau temmen tidur cari wanita yang bisa dibayar sono. Gue amang bukan lagi perawan, gue juga gak sok suci tapi gue dah niat mau berhenti begitu dan hidup normal. Kalo lomasih mau lanjut sana cari perempuan lain saja.” Jawab Rina Waktu itu.
...bersambung...
Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.
Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.
...Juga suport nya berupa...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...🙏🙏🙏...
...Terima kasih...
Â
__ADS_1
 Â