Cinta Asteria

Cinta Asteria
Berkas bukti dirampas


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Hendra yang mendengar itu spontan ingin menampar Daniel, namun masih menyadari jika itu akan memberatkan dirinya sendiri. Sehingga hanya mampu membalas dengan ucapan juga.


“Tampaknya pak Daniel pun juga sudah siap dengan pengacaranya, kalo begitu langsung saja kita berangkat ke pengadilan sekarang…!!!” jawab Hendra tanpa basa basi lagi.


Sehingga semua yang mendengar menjadi kaget semua termasuk Aster, istri Hendra.


“Bang….???” Hanya itu ucapan Aster yang terucap saking kagetnya atas ucapan Hendra yang tidak mampu mengendalikan emosinya.


“Pengadilan…? Buat apa pak Hendra, kalo masalah perusahaan baru pailit saya gak  masalah kok gak akan nuntut pak Hendra selaku manager perusahaan.” Ucap Daniel makin membuat Hendra naik pitam. Karena menganggap Hendra sebatas manager saja, sama artinya dengan mengatakan Daniel lah pemilik perusahaan tersebut.


Hampir saja Hendra menampar Daniel, semakin jelas pengkhianatan Daniel sekarang. Sudah tidak lagi sembunyi sembunyi lagi. Entah pengaruh apa yang membuat Daniel jadi begitu, namun Hendra dan Aster sudah memegang satu bukti kuat penyalah gunaan kekuasaan yang dilakukan Daniel. Dan juga usaha manipulasi surat kuasa dari ayah Hendra.


“Owh begitu ya pak Daniel, kalo begitu sepertinya kita memang harus ke pengadilan untuk membuktikan siapa pemilik perusahaan ini.” ucap Aster datar saja.


“Buat apa. Sudah jelas saya adalah pemegang kekuasaan tertinggi atas Perusahaan ini. sesuai surat wasiat dari mendiang ayah pak Hendra. Jadi sudah selayaknya jika saya yang berhak atas perusahaan ini.” Jawab Daniel dengan penuh percaya diri.


“Rupanya kamu sudah menjadi rakus, sehingga merasa tidak cukup atas apa yang telah keluarga kami berikan padamu. Jika memang itu mau kamu sebaiknya kita selesaikan saja di pengadilan secepatnya.” Ucap Hendra yang sudah muak melihat wajah  Daniel.


“Jika memang pak Hendra merasa ber hak, silahkan saja menuntut di pengadilan. Karena saya tidak merasa berbuat kecurangan.” Ucap Daniel.


“Baiklah, jika itu mau kamu sekarang juga siapkan semua berkas yang kamu rasa bisa membuktikan kamu adalah pemegang kekuasaan tertinggi di perusahaan ini. kalo tidak siap siaplah kamu mendekam ddi penjara nanti.” Ucap Hendra kepada Daniel. Kemudian Hendra segera mengajak Aster meninggalkan tempat itu dan menuju ke pengadilan. Namun sayangnya, dalam perjalanan semua berkas yang Aster bawa sebagai barang bukti dirampas oleh seseorang. Tentu saja hal itu sudah diatur oleh Daniel, namun Hendra dan Aster tidak mempunyai bukti. Dan kesan yang timbul adalah perampasan biasa, bukan pelenyapan barang bukti. Daniel hanya tersenyum melihat hal tersebut dari dlam mobilnya. Daniel merasa menang dapat membodohi Hendra dan Aster yang tidak menduga langkah Daniel sampai sejauh itu. Dan dalam perjalanan Hendra segera menghubungi Astri dan menceritakan apa yang terjadi pada Hendra dan Aster.


Astri yang mendengar cerita Hendra dan Aster menjadi kaget serta ikutan marah.


“Owh jadi begitu ulah nya Daniel, ok kita ikuti saja permainan Daniel. Dan Astri akan memainkan peran sebaik mungkin. Ini bukan sekedar masalah harta perusahaan akan tetapi menyangkut harkat dan martabat keluarga kita yang di injak injak oleh Daniel.” Ucap  Astri di telpon kepada Hendra dan Aster.


“Tenang Astri, kamu gak usah ikutan panik kita gak salah kita hanya mempertahankan apa yang menjadi hak kita bukan mau mengambil hak orang lain.” Ucap Aster menenangkan Astri sahabat sekaligus adalah adik iparnya.

__ADS_1


“Baik kalian tunggu saja Astri akan segera menyusul kalian.” Ucap Astri.


*****


Pergerakan Jhoni membantu Hendra


Setelah menghubungi Astri hendra kemudian menghubungi anak buahnya ‘Jhoni’. Untuk membantu menyelidiki. Siapakah orang yang berada di balik Daniel, sehingga Daniel bisa berbuat senekad dan sebodoh itu. Dan Jhoni pun segera bergerak mencari tahu informasi mengenai Daniel dan orang orang yang dekat dengan Daniel.


Namun Jhoni tidak menyadari bahwa ada salah satu anak buahnya yang sudah berkhianat membantu pihak lawan. Sehingga setiap rencana Jhoni dapat tercium oleh Daniel dan orang orang di sekitarnya.


Setelah beberapa kali rencana ya gagal karena bocor. Jhonipun baru menyadari akan adanya tanda tanda pengkhianatan. Jhoni segera membuat sebuah jebakan untuk pengkhianat yang telah menikam dari belakang dan menggunting dalam lipatan.


Jhoni tidak mempercayai siapapun saat itu, dia beranggapan bahwa semua mungkin terjadi. Tidak satupun rekan atau anak buahnya dipercaya seratus persen. Dan Jhoni segera menyiapkan strategi untuk menjebak siapa yang telah berkhianat kepadanya. Dengan sebuah trik kecil yang cukup jitu. Jhoni mengumpulkan semua anak buahnya tanpa kecuali. Kemudian menjelaskan sebuah rencana untuk mendapatkan informasi seputar Daniel di depan anak buahnya semua.


“Jadi kita berbagi tugas, dan aku bagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama bertugas mencari tahu siapa orang yang membantu Daniel. Kemudian kelompok kedua mencari tahu dimana Daniel menyimpan berkas Asli ‘Surat Wasiat’ dari alm papahnya pak Hendra. Sedang kelompok ke tiga mencari perusahaan mana yang menjadi backing dar gerakan Daniel.” Ucap Jhoni kepada anak buahnya.


Kemudian Jhoni menunjuk tiga orang untuk menjadi pemimpin kelompok. Serta mencari sendiri anggota anggotanya untuk menjalankan tugas dari Jhoni tersebut. Sebenarnya Jhoni sendiri sudah mendapatkan Data dari semua itu, hal itu dilakukan hanya untuk mengetahui apakah data yang akan diberikan oleh anak buahnya itu sesuai atau tidak. Untuk mencari tahu dimana atau siapa orang yang telah berkhianat kepadanya tersebut.


Demikian pemikiran Jhoni untuk membersihkan lebih dulu anak buahnya dari pengkhianat yang berbahaya. Dan apa yang di lakukan oleh Jhoni tersebut tidak ada satu orang pun yang tahu tujuannya. Sehingga tidak ada kemungkinan rencananya bocor.


Bergeraklah tiga kelompok buatan Daniel itu sesuai dengan jobnya masing masing. Dan apa yang di perintahkan oleh Jhoni tersebut tentu saja bocor kepada telinga Daniel. Karena memang itulah yang diharapkan oleh Jhoni. Untuk menjalankan planning berikutnya. Yaitu meringkus pengkhianat lebih dahulu. Dengan cara mengamati perilaku dan respon Daniel juga anak buahnya satu persatu. Karena yang berkhianat pasti akan lepas dari jebakan Daniel dan orang orangnya. Sementara yang tidak berkhianat kemungkinan besar adalah tertangkap oleh Daniel. Namun memang harus begitu yang terjadi, meski Jhoni juga sudah menyiapkan rencana selanjutnya. Yaitu membayangi pergerakan anak buah Daniel. Sehingga mereka tidak akan berhasil menangkap anak buahnya semua. Mungkin hanya akan ada satu dua orang yang bisa di tangkapnya.


Rencana Jhoni pun berhasil, beberapa orang yang menjadi pengkhianat telah membocorkan rencananya itu. Bisa ketahuan karena, mereka terpantau berkunjung di suatu tempat menemui Daniel dan melaporkan apa rencana Daniel.


Sehingga berita itu langsung di sampaikan ke Jhoni. Dan tentu saja Jhoni sangat marah mengetahui anak buahnya berkhianat hanya karena sejumlah uang yang mereka dapatkan itu.


Sehingga kembali Jhoni mengumpulkan anak buahnya semua, untuk dapat membongkar dan menghukum pengkhianat yang telah berencana melenyapkan barang barang yang sekiranya bisa jadi bukti kuat Hendra.


*****


Sementara itu dalam proses persidangan awal masih belum ada keputusan. Karena Daniel mampu menunjukkan bukti bahwa ayah Hendra menyerahkan kekuasaan Perusahaan kepada Daniel. Meski Hendra adalah sebagai anak kandung namun masih kalah dengan Surat Kuasa bikinan Daniel yang sudah di rekayasa. Dan itu membuat sidang agak alot, karena Hendra belum menyiapkan  bukti bukti kuat yang bisa memenangkan. Karena bukti yang ada hilang dirampas orang dalam perjalanan.


Sehingga jalan nya sidang pun di tunda sampai batas waktu yang tidak di tentukan. Sehingga perusahaan harus di hentikan sementara sampai persidangan selesai. Dan dengan demikian Hendra, Aster dan karyawan lah yang menjadi korban. Astri yang merasa kesal engan Daniel pun tak lagi bisa menahan emosinya. Untung saja masih bisa di kendalikan oleh Aster.


“Sabar Astri, kebenaran pasti akan menang nanti…!” ucap Aster kepada Astri untuk menenangkan.


“Ini masalahnya menyangkut banyak karyawan yang menggantungkan pada perusahaan Aster. Kalo kita mungkin perusahaan tutup sementara masih bisa bertahan hidup, tapi mereka ?” ucap Astri.


“Iya Aster tahu itu Astri, tapi bagaimana lagi. Kita berusaha semaksimal mungkin untuk segera menyelesaikan kasus ini. tapi harus tetap dengan kepala dingin.” Ucap Aster.

__ADS_1


Akhirnya Astri pun bisa mengendalikan emosinya, dan mau di ajak pulang oleh Hendra dan Aster. Astri pun diajak pulang ke rumah Aster, untuk menenangkan diri. Karena mamah nya Astri dan Hendra belum dikasih tahu masalah ini. mereka takut mamahnya jadi Syok. Sementara mamahnya hanya tahu ada pengkhianatan oleh Daniel, tapi belum tahu kondisi yang sebenarnya. Mamah mereka belum tahu jika perusahaan harus dihentikan sementara waktu. Sampai dengan putusan pengadilan nanti. Sungguh tragis memang perjalanan Hendra dan Aster, yang baru saja menikah malah dihadapkan dengan masalah yang begitu berat.


Terutama Astri yang juga baru punya rencana menikah, namun perusahaan keluarganya sedang dilanda masalah berat. Mau gak mau Astri pun harus menunda rencananya sampai masalah perusahaannya selesai.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang ?” tanya Astri.


“Kita kumpulkan semua bukti yang ada termasuk rekaman CCTV masih ada dari sudut kamera yang lain.” Ucap Hendra.


“Gak cukup itu kayaknya, karena dalam rekaman itu hanya tampak Daniel mengambil dokumen. Tidak jelas dokumen apa yang di ambilnya.” Ucap Astri.


“Kalo Aster boleh usul, sebaiknya mamah juga harus tahu masalah ini. bagaimanapun beliau mungkin menyimpan sesuatu yang bisa kita jadikan sebagai bukti.” Ucap Aster.


“Ada benarnya juga bang, kata Aster tapi bagaimana jika nanti mamah malah menjadi syok ?” Komentar Astri…!?!


...Bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


__ADS_2