
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Aster semalam Asih merasa gak enak banget, kepikiran Andi terus kayak merasa bakal kehilangan Andi.” Kata Asih.
 “Aah itu perasaanmu saja kali Asih, sabar saja nanti kan kita kesana akan tahu apa yang terjadi dengan Andi.” Jawab Aster.
“Jujur Aster, Asih merasakan firasat Andi bakalan dijodohkan besok minggu ini. jadi andi gak sampai hati untuk menyampaikan langsung ke Asih. Hanya menyuruh Aster pulang tanpa member tahu urusanya apa.” Kata Asih sambil menahan tangisan.
“Asih….!?!” Kalimat Aster tertahan seperti tak kuasa melanjutkan mengucpkanya.
??????
“Kenapa Aster “ Tanya Asih penasaran.
“Aster gak akan biarkan Andi mengkhianati janjinya padamu.” Ucap Aster sedih melihat Asih menangis.
Hati Aster memang bisa selembut air namun juga bisa sekeras baja bila dalam memegang prinsip.
“Nisa doakan saja kamu sama pacar kamu bisa langgeng Asih.” Ucap Nisa ikut menyemangati Asih.
Asih terbawa perasaanya sendiri, karena takut kehilangan Andi orang yang begitu dicintainya. Karena selama beberapa tahun hanya saling memendam rasa, dan baru jadian saat Asih harus meninggalkan Andi untuk bekerja.
Dan begitu bekerja langsung diberikan tugas berat mendampingi Aster mempersiapkan persiapan Aster untuk presentasi ke perusahaan Asing. Nyaris tak banyak waktu bertelpon dengan Andi kekasihnya.
Dan yang paling membebani Asih adalah ketika Andi harus menemani mantan pacarnya yang kecelakaan karena putus dengan Andi. Sehingga wajar jika Asih was was jika Andi dari iba kemudian simpatik dan kembali mencintai Hazel mantan Andi. Atau karena sesuatau hal Andi harus mau bertunangan dengan Hazel. Itulah yang ada di benak Asih yang membuatnya risau.
Sudah dua malam Asih jadi kurang tidur sehingga matanya tampak sayu dan badanya agak lemah. Aster sangat mengkhawatirkan keadaan Asih tersebut, namun Aster sendiri sedang dalam bayangan dihantui wajah Hendra. Meski sudah berusaha menepis bayangan Hendra dari pikiranya namun kenyataanya justru bayangan Hendra semakin sering muncul dalam ingatan Aster.
Begitulah manusia, tidak akan mampu menolak karunia Tuhan yang berupa rasa cinta. Meskipun Aster berusaha keras agar tidak jatuh cinta dengan Hendra, namun semakin keras usahanya justru semakin kuat bayangan Hendra masuk dalam pikiranya sehingga setiap waktu yang tampak adalah bayangan Hendra. Meski belumlah tumbuh perasaan cinta di hati Aster, namun kehadiran wajah Hendra di pikiranya sangatlah mengusik aktifitas Aster.
“Kita nanti jadi pulang setengah hari, biar semuanya jelas kenapa Andi meminta Aster datang kerumahnya.” Kata Aster pada Asih dan Nisa.
“Iya, tapi kalo Nisa gak boleh gak papa yang penting kalian berdua yang sangat butuh untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.” Ucap Nisa.
“Kalo bisa ya kita bertiga, agar kompak selalu kan kita juga bisa membahas urusan pekerjaan kita disana jika kita bertiga komplit.” Jawab Aster.
“Iya sih, tapi kan itu tergantung dari perusahaan mengijinkan apa tidak.” Jawab Nisa.
“Semoga saja diijinkan, nanti Aster bilang kalo kita bertiga berangkat bersama kesana biar disana juga bisa membahas maslah pekerjaan.” Kata Aster.
Ketika jam sudah menunjukkan waktunya mereka berangkat kerja. Mereka bertiga pun segera berangkat kerja, karena mereka sudah cukup lama ngobrol hanya diselingi Asih dan Aster menjalankan sholat subuh. Sedangkan Nisa yang masih mendapat tamu bulanan menyiapkan makan pagi untuk bertiga.
Sesampai dikantor Asih dan Nisa langsung menuju tempat kerjanya masing masing. Sedangkan Aster langsung mencari personalia untuk mohon ijin pulang setengah hari bagi mereka bertiga. Dengan alasan pertama ada panggilan penting kelurga dan kedua sekalian mau meliht kantor cabang baru yang kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah Andi. Dimana Aster Asih dan Nisa akan melihat langsung kondisi kantor cabang baru tersebut. Berikut melihat secara langsung bentuk laporan Administrasi kantor tersebut.
__ADS_1
Beberapa saat Aster menunggu manager personalia, sampai akhirnya datang.
“Selmat pagi pak, mohon maaf Aster pagi pagi sudh menunggu bpak untuk membicarakan sesuatu.” Kata Aster.
“Pagi bu Aster, ada masalah baru atau mau membicarakan hal lain seputar job yang ibu Aster jalankan ?” Tanya manager personalia itu.
Kemudian Aster menympaikan maksut dan tujuanya menghadap manager personalia pagi pagi. Pertama menyampaikan keinginanya keluar kantor setengah hari bersama Asih dan Nisa untuk melihat kantor cabang dan sekaligus melihat administrasi kantor tersebut. Dan selanjutnya menyampaikan akan adanya teman teman aster yang akan masuk kerja dan hari ini katanya jadwal wawancara. Tanpa basi basi Aster menyebiutkan nama Arya, Dimas dan Hendra.
Manager personalia tersebut hanya tersenyum karena sudah lebih tahu dulu dari Astri. Namun sengaja dibilangi Astri agar pura pura tidak tahu saja.
“Owh iya memang hari ini akan ada calon karyawan yang akan interview. Jadi itu semua teman teman bu Aster, kebetulan jika begitu. Karena ini bukan nepotisme atau kolusi, tapi bagi perusahaan ini akan lebih baik jika karyawan yang masuk mempunyai kenalan karyawan yang sudah lama. Karena bisa jadi semacam penjamin jika karyawan baru tersebut kurang bener. Jadi meskipun bu Aster belum lama disini tapi sudah mendapat apresiasi dengan kinerja yang beberapa hari itu sudah menunjukan kinerja yang bagus. Meskipun tetap kami menjalankan prosedur test yang diberlakukan. Asal tidak terlalu buruk hasil testnya akan kami terima jika ada yang member rekomendasi seperti ini.” jawab manager personalia itu berakting.
“Beneran pak begitu, tidak melanggar peraturan perusahaan ?” Tanya Aster ragu dengan keterangan Personalia.
“Tidak, tidak melanggar jadi sistemnya begini bu Aster. Jika ada dua calon karyawan dan yang akan diterima Cuma satu. Kalo kebetulan nilai testnya sama, yang dipilih adalah yang mempunyai kenalan di kantor ini agar lebih mudah mencari tahu latar belakang dan karakter calon karyawan tersebut. Kecuali kalo nilai testnya jauh, baru kita mengutamakan yang nilai testnya bagus.
Saya kira itu wajarlah, karena perusahaan juga ingin keluarga dan kerabat karyawan disini juga ikut makmur dengan bisa bekerja. Yang tidak boleh apa bila dalam satu keluarga bekerja disini dimana posisi keduanya itu memungkinkan untuk membuat manipulasi data untuk penyelewengan. Misalnya Administrasi keuangan dengan bagian purchasing ( Belanja ) tidak boleh saudara dekat satu darah atau suami istri. Karena rawan penyelewengan kalo begitu.
Tapi selama tidak rawan penyelewengan suami istri pun boleh kerja disini. Misalnya bagian marketing dengan produksi atu sesame bagian produksi yang tidak akan menimbulkan penyelewengan data dan keuangan.” Penjelasan panjang lebar manager marketing cukup melegakan Aster.
Meskipun itu sebagian hanya karangan manager marketing itu sendiri, karena sudah dipesan Astri untuk meykinkan Aster jika yang Aster lakukan bukan sebuah bentuk Kolusi ataupun Nepotisme.
“Kemudin mengenai permohonan kami bertiga ijin keluar kantor untuk sekalian menjenguk dan memeriksa kantor cabang bagimana pak ?” Tanya Aster.
“Kalo memang itu untuk kepentingan perusahaan jangankan setengah hari, mau pagi ini kalian langsung berangkat juga tidak maslah asal pekerjaan yag harus diselesaikan disini sudah selesai lebih dahulu.” Jawab personalia itu.”
“Owh iya pak, terimakasih sebelumnya kami akan usahakan pekerjaan kami bisa kami selesaikan lebih awal agar kami bisa segera berangkat.” Jawab Aster.
Kemudian Aster mohon diri untuk kembali bekerja, agar segera bisa berangkat ketempat Andi.
Smentara itu Dimas, Arya dan Hendra sedang berada diruang personalia yang tahunya Aster mereka sedang di interview oleh manager personalia. Padahal yang terjadi adalah Hendra sedang memberikan instruksi kepada manager personalia akan peran dari Arya dan Dimas sedangkan Hendra sendiri akan masuk kedalam divisi Marketing sebagai asisten Aster. Dan nantinya Hendra lah yang akan menemani Aster ke perusahaan milik Jessy teman Aster tersebut, sebuah rencana yang sudah terstrukture secara rapih dan rahasia. Karena manager personalia sendiri tahunya tujuan Hendra adalah melihat kemampuan Aster dilapangan.
Berbeda dengan Dimas dan Arya yang memang sudah tahu tujuan sebenarnya dari rencana itu. namun di depan manager personalia mereka hanya mengiyakan apa yang dibilang Hendra, bahwa tujuanya mendamppingi Aster adalah melihat kemampuan Aster dilapangan.
“Owh iya pak Hendra, hari ini bu Aster bu Asih dan bu Nisa akan keluar kantor untuk melihat kondisi kantor cabang. Tadi sudah saya ijinkan karena untuk kepentingan perusahaan juga.” Kata Personalia.
“Ya gak papa, bapak bilang Astri saja setiap ada perkembangan tentang Aster. Dan ingat didepan karyawan lain saya adalah bawahan bappak jangan sampai lupa itu. jadi didepan karyawan lain bapak yang memerintah saya.” Ucap Hendra.
“Baik pak, tapi mohon maaf sebelumya, jika itu harus saya lakukan jangan dianggap kami nanti yang bersandiwara dibilang kurang ajar sama bapak.” Ucap personalia.
“iya tenang saja, itu juga sebuah perintah yang harus bapak taati.” Ucap Hendra.
Sementara itu Aster Asih dan NIsa, sudah selesai mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari itu.
Sebelum dhuhur pekerjaan sudah selesai, karena hari sabtu untuk laporan Administrasi akan di laporkan hari senin nya.
Dari kantor mereka berangkat pulang kerumah Aster terlebih dahulu, rencana nya mereka juga akan mengajak Astri jika Astri ada waktu longgar.
Kemudian Aster menghubungi Astri.
“Asssalaamu’alaikum Astri, Aster akan kerumah Andi Astri mau ikut gak. Kalo mau ikut aster tunggu dirumah kami mau segera berangkat, saat ini masih dikantor dan menuju kerumah Aster.” Chat Aster kepada Astri.
“Ok, Astri menuju kerumah Aster.” Balas Astri yang sebenarnya sudah tahu diberi informasi oleh manager personalia atas perintah hendra.
__ADS_1
Dan sebenarnyalah Astri sudah berada di dekat rumah Aster, sambil menunggu mobil Aster lewat. Dan Astri akanmengikuti dari jarak yang agak jauh supaya tidak mencurigakan.
Sesamapai Aster dirumah, begitu membuka pintu mobil terdengar klacson mobil. Aster menengok ternyata mobil Astri yang dibelakangnya.
“Wah bisa barengan begini sampainya Astri.” Kata Aster.
“Iya dong, Astri kan bisa mantau kamu dimanapun kamu berada Aster.” Gurau Astri.
Dua sahabat karib itu langsung berpelukan layaknya lama gak jumpa. Padahal baru semalam juga mereka bertemu. Memang begitulah dari dudlu Aster dan Astri semasa kecil sebelum Aster terpaksa mengikuti kedua orang tuanya ke Jepang.
Setelah berbasa basi dan menyiapakan semuanya mereka berangkat, dan Astri sengaja meminta Nisa ikut denganya dengan Alasan menemani Astri biar tidak sendirian.
Semuanya setuju termasuk Nisa sendiri tidak keberatan, padahal Astri punya rencana tersendiri dengan Nisa.
Berangkatlah  kedua rombongan kecil tersebut kerumah Andi, namun mereka mampir dulu ke kantor cabang perusahaan yang belum begitu lama diresmikan.
Dalam perjalanan Astri membuka identitas dirinya dan Hendra kepada Nisa. Astri mengatakan bahwa sebenarnya perusahaan itu adalah perusahaan papahnya. Dan Hendra masuk kerja disana sebagai karyawan biasa hanyalah untuk mendekati Aster.
Astri menelpon manager personalia untuk menjelaskan siapa dirinya dan Hendra.
Nisa menjadi agak ketakutan setelah mendengar penjelasan dari manager personalia.
“Wah maaf mbak Astri Nisa sudah lancang manggil nama saja kemarin kemarin. Mohon Nisa dimaafkan mbak, Nisa beneran gak tahu.” Kata Nisa.
“Wkakaka… kamu tu apa apaan Nisa, jangan merubah kebiasaan lah, nanti malah membongkar sandiwaraku pada Aster dan Asih. Astri lebih suka kamu panggil Astri aja gak usah pakai embel embel mbak atau bu ayau apapun. Kecuali besuk kalo Astri dan Bnag Hendra sudah secara terbuaka masuk ke perusahaan. Dan itupun kalo pas suasana kerja saja. Diluar itu kita tetap teman biasa. Apa lagi sekarang kita sebatas teman karena aku juga belum resmi masuk kelingkungan perusahaan.” Jawab Astri.
“Wah Nisa beneran takut mbak eeh Astri, kaget banget setelah tahu Astri itu ternyata bossnya NIsa.” Ucap Nisa masih sedikit nervous.
“Gak usah nervous dan jangan sebut aku atau abangku boss, kita sama sama butuh dan sama sama saling menguntungkan. Sekarang aku minta kamu jaga rahasia ini jangan sampaiada yang tahu. Kalo kamu sanggup biaya sekolah adikmu aku yang tanggung kamu gak perlu kirim uang keorang tuamu, semua aku yang tanggung. Uang hasil jerih payahmu kamu tabung saja buat masa depan kamu sendiri. Jadi nanti aku minta no rekening orang tuamu, rincian biaya sekolah adik adikmu dan segala biaya kebutuhan orang tuamu aku yang akan subsidi langsung ke orang tuamu. Tapi jika kamu bongkar rahasia ini,jika samapi bocor kamu aku suruh ganti 10 kali lipat biaya yang sudah aku keluarkan.” Ucap Astri kepada Nisa. Yang membuat Nisa menjadi panas dingin mendengar ucapn Astri yang menjanjikan tapi juga bernada ancaman.
Nisa bingung tak mampu berbicara apapun sampai sampai keringat dinginya keluar dan membasahi seluruh pakaian yang dikenakan Nisa.
...bersambung...
Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.
Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.
...Juga suport nya berupa...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...🙏🙏🙏...
...Terima kasih...
Â
__ADS_1
Â