Cinta Asteria

Cinta Asteria
Astri dan Hendra cerita ke mamahnya


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


"Cepat atau lambat, mamah pasti tahu Astri, dan dari pada terlambat lebih baik segera kita kasih tahu saja. " Ucap Hendra.


Astri hanya terdiam, dia berpikir benar juga kata Hendra abangnya itu. Justru diberitahu lebih awal lebih baik. Dari pada tahu dikemudian hari apalagi dengar dari orang lain. Akan lebih fatal akibatnya, pikir Astri.


"Terus kapan kita akan bilang ke mamah bang?" Tanya Astri pada Hendra.


Hendra menghela nafas sebentar sebelum menjawab.


"Hari ini kita harus menyampaikan semuanya pada mamah. Berikut semua apa yang terjadi pada kita.!!!.


" Ayo kita berangkat ke mamah sekarang." ajak Astri ke Hendra.


"Sebentar, aku ajak Aster sekalian." jawab Hendra.


"Astri kira gak perlu, cukup dikasih tahu saja kalo kita mau cerita ke mamah. Biar Aster istirahat, dia kan baru hamil muda." sahut Astri.


"Benar juga, Ya sudah kita berangkat sekarang." kata Hendra.


"Pamit Aster dulu., jangan sampai dia bingung mencari mu


." ucap Astri.


Hendra pun kemudian menemui Aster dan berpamitan. Kemudian segera berangkat ke tempat mamahnya untuk membicarakan soal perusahaan.


Dalam perjalanan mereka terus membicarakan segala kemungkinan yang bisa ditempuh untuk meringkus Daniel.


*****


Sementara di tempat lain


"Bagaimana pak Daniel, semua bisa kami atasi kan?" ucap seseorang kepada Daniel.


"Iya Pak, tapi jujur saya gugup juga takut anak buah bapak gagal merebut berkas yang dibawa Hendra." ucap Daniel.

__ADS_1


Tenang saja pak, semua sudah kami susun rapi. tinggal menunggu Keluarga Hendra jatuh miskin." ucap orang itu. Yang tidak lain adalah owner perusahaan rival Hendra.


Orang itulah yang menyusun rencana untuk menjatuhkan perusahaan Hendra agar bisa merebut semua partner bisnis dan penanam modal atau pemegang saham perusaan Hendra. Sebuah akal licik, tidak mampu bersaing dengan cara sehat. Maka menggunakan cara cara yang tidak elegan bahkan kotor.


Sementara sebut saja Mr. X, orang yang sangat benci dengan Hendra. Serta berniat balas dendam dengan menghancurkan perusahaan Hendra. Dengan cara menyuap orang dalam termasuk Daniel dan beberapa orang lain.


Mereka pun belum puas dengan itu, mereka masih terus mencari cara untuk mencegah Hendra mendapatkan bukti kecurangan Daniel. Dan yang tidak diketahui oleh Daniel adalah alternatif untuk cuci tangan. Bahkan jika perlu dengan menghabisi Daniel sebagai saksi kunci.


Semua sudah di atur sedemikian rupa, sebagian orang sudah di tempatkan di rumah Daniel. Sementara berpura pura menjaga keluarga Daniel. Namun jika kondisi berbalik mereka lah yang akan disuruh menghabisi Daniel dan segera kabur ke tempat yang jauh.


Begitulah rencana licik Mr. X yang tidak di ketahui oleh Daniel. Karena bagi Mr. X orang seperti Daniel tidak akan ada manfaatnya. Jika sekarang dia bisa dibeli, suatu saat pun pasti juga bisa dibeli oleh lawan lawan bisnisnya juga. Sebuah realita yang sudah di perhitungkan oleh Mr. X.


Malang bagi Daniel, yang pada akhirnya tetap akan terbuang. Baik usaha Hendra berhasil ataupun tidak, Daniel tetap saja akan terbuang.


*****


Sesampai di rumah mamah Hendra


"Mah,,, mamah...!" Sapa Astri pada mamahnya, saat baru membuka pintu.


"Ada apa sih Astri, kok teriak teriak begitu?" ucap mamahnya.


"Mah, Daniel mah dia benar benar penghianat bahkan berkas bukti rekaman CCTV juga direbut seseorang tadi." ucap Astri penuh emosi.


Mendengar itu mamahnya Astri pun hanya bisa terdiam bahkan sedikit syok karenanya.


"Maaf bang, Emosi Astri tidak terkendali... !" Jawab Astri.


Selanjutnya Astri dan Hendra sibuk menenangkan Mamahnya yang hampir pingsan karena syok.


Ada sedikit penyesalan pada diri Astri, namun sudah sedikit terlambat karena mamahnya sudah terlanjur syok. Jangankan untuk menanyakan apa ada bukti lain. Melihat kondisi mamahnya mereka pun sudah panik.. Dan mau gak mau harus membawa mamahnya ke rumah sakit. Agar mendapat pertolongan secara memadai.


"Cepat bawa mamah ke kamar, kita harus tenangkan mamah dulu. Jika perlu panggil dokter." Ucap Hendra.


Astri pun segera membantu memapah mama nya ke kamar. Astri mengelap keringat dingin mamahnya, sementara Hendra mengajak bicara.


"Mamah tenang saja mah, kita cari bukti lain untuk memenjarakan Daniel." Hibur Hendra.


"Bukan itu yang mamah khawatirkan Hendra...!?!" jawab mamahnya.


"Terus apa mah?" tanya Hendra dan Astri bersamaan.


"Mamah hanya mikirin keselamatan Aster dan calon cucu mamah...!?!" jawab mamahnya.


Ternyata mamahnya berpikir tentang keselamatan Aster dan bayi dalam kandungan nya. Takut terjadi apa apa saat perampasan barang bukti tersebut.

__ADS_1


"Aster dan bayinya gak papa kok mah, karena kami lebih mementingkan nyawa." Ucap Hendra.


"Syukurlah, kalo barang bukti mamah masih menyimpan berkas Aslinya. Karena yang disimpan di kantor adalah duplikatnya." Jawab mamahnya Hendra.


"Terus sekarang ada dimana mah?" Tanya Astri kaget.


"Mamah amankan di save deposit box di bank." jawab mamahnya.


Hendra dan Astri pun kini bernafas dengan lega, mereka tidak menyangka mamahnya berpikir secerdas itu. Benar benar diluar dugaan Astri dan Hendra. Kedua orang tuanya memang sudah sering jatuh bangun dalam membangun usaha. Jadi tahu cara aman untuk melakukan proteksi dari segala macam kemungkinan.


Termasuk juga kemungkinan akan adanya tindak tindak pengkhianatan oleh orang yang dipercaya sekalipun. Dalam hal ini memang pengalaman juga jam terbang sangat berpengaruh.


Hendra dan Astri meski memiliki Strata pendidikan yang jauh lebih tinggi menyadari bahwa masih kalah jauh dalam pengalaman.


"Ya ampun mah, kenapa gak bilang dari awal sih mah?" Ucap Hendra.


"Karena Mamah ingin kalian bisa belajar dari pengalaman. Makanya mamah tadi syok dengar kalian dirampas. Karena mamah memikirkan keselamatan cucu mamah." Jawab mamahnya.


Akhirnya Astri dan Hendra memeluk mamahnya dengan penuh hari dan bahagia. Di samping barang bukti kuat masih ada juga mendapat pelajaran berharga dari mamahnya.


"Iya mah, kami mengakui kalau kami masih harus banyak belajar. Tapi masih ada tantangan berat karena banyak klien yang memutus hubungan kerja sama saat ini." ucap Hendra.


"Itulah kenapa mamah ingin kamu menikahi Aster. Karena mamah tahu jika Aster itu berbakat dalam bidang Marketing. Kelak dia yang akan mengembalikan kejayaan perusahaan kita. meski memang butuh waktu untuk itu." ucap mamahnya Hendra.


Baik Astri maupun Hendra sangat terkejut dengan apa yang sudah direncanakan orang tuanya itu. Seperti nya sudah berpikir jauh ke depan. Astri sendiri hanya berpikir jika abangnya menikah dengan Aster Sahabatnya lebih akan mendekatkan persaudaraan mereka. Tidak menyangka jika mamahnya berpikir lebih jauh dari sekedar yang dipikirkan Astri sendiri.


...Bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2