
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
...Selamat membaca...
Sesaat kemudian Asni mengeluarkan sebuah cambuk dan mencambuk tubuh Bram. Hingga Bram menjerit kesakitan. Namun justru Eli juga ikutan memberikan cambukan kepada Bram berkali kali gentian dengan Asni sampai sebagian kulit Bram terkelupas dan mengalirkan darah.
Bram menjadi sangat ketakutan, mengira dirinya akan dibunuh di tempat itu juga…!
Bram benar benarvhabis nyalinya, teriakan Bram pun tidak ada yang mampu mendengarnya.
Tidak puas sampai disitu, dua wanita tersebut menggunting semua pakaian Bram hingga tdk tersisa satu benang pun.
dan kembali menyiksa Bram dengan cambuk, hingga Bram hampir pingsan. Namun saat Bram hampir pingsan salah satu wanita itu memberi rangsangan kepada Bram. hingga Bram merasakan sensasi kenikmatan heski posisi terikat.
namun setelah itu Bram kembali menerima cambukan bahkan lebih keras.
begitu dilakukan dia wanita tersebut hingga berulang dan bergantian, sampai keduanya puas dan Bram benar benar lemas dan pingsan.
Dua wanita tersebut membawa Bram keluar dari Villa tersebut. Dan meninggalkan Bram dipinggir jalan dalam mobilnya. Asni wanita yang lebih tua itu meninggalkan uang cash 50jt sesuai janjinya di dalam mobil Bram.
kemudian dua Wanita itupun meninggalkan Bram yang masih tergeletak tak sadarkan diri didalam mobilnya.
Dan saat bangun karena sinar matahari sudah hampir tepat diatas kepala. Bram terbangun membuka matanya yg terasa lengket dan kepalanya pusing. Belum lagi kulit tubuhnya yg terasa perih di berbagai tempat.
Bahkan merasa tidak punya tenaga sama sekali, dan ingat habis 'diperkosa' dua wanita. "wanita wanita gila, badanku seperti hancur saat ini." kata Bram dalam hati.
Bram coba bangkit kumpulkan tenaga, dan setelah itu menemukan tumpukan uang di bawah jok yang di tidurnya.
Bram berusaha bangkit dan meninggal kan tempat itu.
"Celaka, aku kan harus ketemu Hendra. Nanti malam kan Jadwal Hazel ketemuan dengan Daniel. " gerutu Bram.
Bram bersusah payah bangkit dan menghidari mobilnya menuju ke rumahnya untuk memulihkan tenaga.
"Sampai juga akhirnya di rumah. " kata Bram langsung merebahkan diri di kamarnya. tak tahan menahan lemas capek dan sakit yang dirasakan. Bram pun kembali tertidur di ranjangnya.
Sampai sore hari Bram pun baru terbangun dari tidurnya. Apa yang menimpa Bram sebelumnya membuat Bram benar benar kenangan tenaga.
Bagaimana tidak, Bram harus menahan sakit ketik tubuhnya yang tak tersinggung sehelai benang pun di cambuk oleh dua wanita.
Kemudian setelah hampir pingsan, dirinya diperlihatkan tubuh mulus wanita secara bergantian. Sampai 'Kejantanan' Bram berdiri, dan saat begitu secara bergantian pula dua wanita itu menikmati sesuatu milik Bram
__ADS_1
Hal itu dilakukan berulang ulang sampai kedua wanita dengan orientasi *** yang aneh itu puas. Sementara Bram justru merasakan lelah dan sakit sekujur tubuh.
Mungkin itu juga balasan bagi Bram yang sering menyakiti wanita. Sehingga menemui kejadian naas tersebut.
Bram terbangun dan kaget menyadarinya, waktu yang sudah sore tidak memungkinkan Bram menemui Hendra untuk dapat dijebak bersama Hazel.
"Aduh bagaimana ini, Hazel nanti pasti datang menemui Daniel. Tapi Bram tak bisa aku hadirkan menyusul setelah Daniel pergi." Gerutu Bram menyesali kejadian yang menimpa dirinya.
"Mana aku sudah menyuruh orang untuk memberi Hazel obat perangsang lagi." Kata Bram dalam hati.
Bram berusaha bangun, namun semua persendian nya terasa lemas. Terlalu banyak mengeluarkan cairan kenikmatan secara paksa oleh dua wanita yang menjebaknya.
Maksud hati mau menjebak Hazel dan Hendra tapi justru Bram sendiri yang terjebak dalam sandiwara cinta dua wanita.
Bram kemudian mencoba menghubungi Daniel, namun tak diangkat oleh Daniel. Sedangkan Bram benar benar tak mampu bangkit dari ranjangnya. Bahkan rasa sakit akibat cambukan ditubuhnya menyebabkan tubuh Bram menjadi Demam.
Akhirnya Bram pun hanya tergeletak lemas meski tidak tidur tapi tak sanggup bangkit dari ranjang.
rencana yang sudah tersusun rapi untuk menjebak Hendra akhirnya gagal total.
Namun sayang Hazel sudah terlanjur menemui Daniel si suatu tempat. Dan tanpa disadari Hazel, minuman yang diminumnya pun sudah dibubuhi obat perangsang.
......
.....
"Jadi intinya saudari Hazel bersedia mengisahkan konser amal tersebut?" Tanya Daniel.
Daniel mendengarkan jawaban Hazel sambil menatap Hazel dengan tatapan liarnya. "sayang sekali tubuh gadis ini harus dipersembahkan pada Hendra. Kenapa tidak aku saja, lagian Bram belum juga Hadir. atau mungkin gagal mendatangkan Hendra?" Kata Daniel dalam hati.
"Owh iya, diminum dulu Non Hazel sambil menunggu calon Donatur kita datang." Ucap Daniel menyuruh Hazel minum dengan minuman yg sudah di bubuhi obat perangsang tersebut.
"Terimakasih pak, tapi masih lama tidak ya, soalnya ini sudah cukup malam. Atau kita lanjutkan lain waktu saja?" ucap Hazel.
"Sebentar, kita tunggu barang sebentar mungkin sebentar lagi mereka datang." Jawab Bram mengukur waktu, sambil menunggu Bram datang.
Awal rencana, ketika Bram datang pembicaraan akan dilanjutkan Bram. Dan Daniel akan pura pura pergi karena satu urusan.
Namun Daniel tidak tahu jika Bram justru terbaring lemah di rumahnya.
Sehingga rencana yang sudah di susun itupun menjadi gagal. Daniel sedikit gelisah karena Bram belum kunjung datang.
Sementara Hazel mulai merasakan agak gerah dan duduknya mulai tidak tenang. Akibat obat perangsang yang sudah mulai bereaksi.
Bram jadi makin gelisah, namun pikiran kotornya membuat Daniel jadi mata gelap. "dari pada tidak terjadi apapun mending aku sendiri yang gantikan Hendra." Kata Daniel dalam hati.
"Tampaknya Nona agak kurang enak badan, silahkan istirahat dulu sambil menunggu tamu kita hadir. Saya gak tega membiarkan Nona bawa kendaraan dalam kondisi tidak Vit." Ucap Daniel dengan kalimat berbisanya.
__ADS_1
"Tidak mungkin juga pak, mau istirahat dimana masak disini ditempat umum begini." Jawa Hazel yang sudah terpengaruh obat.
"Silahkan pesan kamar, nanti kami yang tanggung." Ucap Daniel dengan senyum palsunya. "masuklah ke kamar, nanti aku akan susul kamu disaat yang tepat." Kata Daniel dalam hatinya.
Daniel pun memanggil pelayan untuk mengantar Hazel beristirahat di sebuah kamar. Dengan ramah pelayan itu pun menghantarkan Hazel masuk kamar untuk beristirahat. Diikuti oleh Daniel yang pura pura mengantarkan Hazel.
Hazel pun segera merebahkan dirinya di ranjang setelah sampai kamar hotel tersebut.
Daniel kembali ke tempat dan membuka ponselnya hendak menghubungi Bram. Daniel terkejut melihat daftar misscall dari Bram beberapa kali. Daniel lupa merubah mode silent di ponselnya. Sehingga tidak mendengar panggilan Bram.
Daniel hanya membaca pesan singkat dari Bram.
"Maaf Pak Daniel, tubuh saya tiba tiba sakit tidak bisa bangun. Rencana kita tunda dulu lain hari, saya tidak bisa datangkan Hendra." pesan dari Bram di Chat Whatsapp.
"Kebetulan,,, malah tubuh gadis itu bisa aku nikmati sepuasku." ucap Daniel berbisik pada diri sendiri.
Daniel pun segera kembali ke kamar dimana Hazel tadi beristirahat. Dan Daniel tertegun ketika masuk ke kamar Hazel.
Hazel yang dalam pengaruh obat tersebut sudah melepas semua busananya tanpa tertinggal sehelai benang pun. Cepat cepat Daniel mengunci pintu kamar tersebut dari dalam.
Dan secara pelan pelan mendekati Hazel yang sedang mencoba berswalayan dengan memainkan gundukan di dadanya.
Sambil sesekali mengeluarkan kata kata erotis dan sayup-sayup Daniel mendengar Hazel menyebut sebuah nama, "Ndi,,, ayo lakukan sekarang juga Hazel udah pasrah. ssh... semua kuserahkan untuk kamu Andi... ayolah cepaaat...!" suara Hazel di bawah alam sadarnya.
Daniel pun spontan jadi ngos ngosan sendiri melihat pemandangan indah di depan matanya.
Tidak mau kehilangan moment indah tersebut, Daniel pun segera melepaskan seluruh pakainya juga...?
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...