
Episode 24
Asih hanya mampu tersenyum dan mengangguk, meski hatinya masih was was sebelum Andi memutuskan hubungan dekatnya dengan Hazel.
“ Nah gitu dong, jadi kita kan tahu harus bersikap bagaimana, kalo kalian gak resmi pacaran bisa bisa Astri yang nembak Andi nanti !” gurau Astri disambut tawa ketiganya.
Akhirnya mereka bertiga pun pulang kerumah, Asih langsung masuk kerumahnya. Sedangkan Aster Astrid an Andi mengobrol diteras rumah Andi.
“ Ndi mbak gak percaya kalo kalian gak ada apa apa, pasti masih ada masalah, ada apa sebenarnya ?” Tanya Aster pada Andi.
“ Maksut mbak Aster apa ?” Tanya Andi berlagak gak faham.
“ Kamu sama Asih, ada masalah apa ? Baru juga siang tadi jadian kok begitu pulang Asih langsung masuk ke rumahnya ?” Tanya Aster.
Andi gelagapan mau jawab gimana, didesak Aster seperti itu.
“ Andi jangan mempermainkan hati wanita, kami bertiga sudah sepakat apapun yang menimpa salah satu dari kami, kami bertiga ikut merasakan.” Astri menimpali perkataan Aster.
“ Begini mbak Aster dan Astri, Andi gak bohong. Andi sangat mencintai Asih,sudah lama Andi menahan rasa sama Asih. Dan Asih adalah cinta pertama Andi.” Kata Andi terjeda.
“ Lalu kenapa Asih tampak beda dari siang tadi ?” Tanya Aster.
“ Andi menahan rasa ini terlalu lama, dan hamper saja merasa putus asa. Sehingga Andi kemarin mencari pelarian pada wanita lain.” Jawab Andi.
Jawaban Andi membuat Aster dan Asih terbelalak kaget.
“ Maksut Andi ?” seru Aster penuh heran pada adik sepupunya itu.
“ Andi punya teman sesame hoby music dia kemarin lagi putus sama pacarnya, kemudian saling curhat dan kita sepakat menjalin hubungan tanpa status. Dan dia sekarang juga tau kalo Asih ada disini. Dia juga tahu kalo Andi sukanya sama Asih, tapi Andi juga gak tega begitu saja mutusin dia.” Jawab Andi.
“ Jujur mbak kecewa sama Andi, kenapa Andi gak bisa tegas. Andi laki laki harus tegas, sekarang Andi pilih dia atau Asih ?” seru Aster agak membentak Andi.
“ Kamu memang cowok yang penuh pesona Andi, Astri yakin banyak cewek yang suka dan mau jadi pacar Andi. Tapi bukan berarti semua bisa Andi pacarin, Play Boy tu namanya !” Astri pun ikut memarahi Andi. Karena tersulut emosi sebagai sesame wanita.
“ Bukan begitu Astri, Andi akui Andi salah. Tapi tolong dengarkan penjelasan Andi dulu !” kilah Andi.
“ Penjelasan yang seperti apa lagi ?” Tanya Aster.
“ Udah mala mini harus ada keputusan, aku panggil Asih sekarang !” seru Astri.
Tanpa menunggu komentar Astri langsung menghampiri Asih, masuk kerumah Asih dan mengajak Asih ke teras rumah Andi.
“ sekarang kamu jelaskan dan putuskan, siapa yang kamu pilih Asih atau teman kamu itu !” kata Astri to the point.
Andi tampak gagap multnya hanya terdiam seakan terkunci. Sementara Asih jadi merasa tidak enak sama Andi juga.
“ Maaf Ndi, Asih gak maksa Andi kok. Mungkin ini memang Asih yang tidak tahu diri mencintai Andi. Mungkin Andi lebih pas dengan Hazel yang sehoby dengan Andi dan mungkin lebih segalanya dari Asih.” Kata Asih.
Andi jadi makin bingung harus ngomong apa, tapi dia beranikan diri bersikap dan bicara.
“ Sebenarnya dari saat kita berdua tadi Andi sudah jawab Asih, kalo Andi jauh lebih memilihmu hanya butuh waktu menjelaskan pada Hazel.” Jawab Andi.
“ Asih itu besok minggu sudah harus balik ke Jakarta, sampai kapan kamu akan menggantung kepastianmu. Kalo Asih dijakarta, kamu ada disini tanpa ada kepastian kamu menyiksa batin Asih namanya Ndi !” seru Aster.
Melihat Andi ditekan Aster dan Astri Asih jadi tidak tega, kemudian bangkit hendak kembali masuk rumahnya.
“ Sudah Asih mengalah saja, biar Andi bisa nyaman dengan Hazel.” Kata Asih.
“ Jangan Asih, Andi lebih memilih kamu, biar aku bilang sama Hazel kalo Andi lebih memilih kamu. Karena komitment Andi dengan Hazel dari awal sebatas teman curhat, bukan resmi berpacaran.” Jawab Andi.
“ Maksut Andi bagaimana, jelaskan pada kami biar gak jadi salah faham !” kata Aster yang bingung dengan penjelasan Andi.
Kemudian Andi menjelaskan, kronologis saat di pantai tanjung kait dan pertemuan tidak sengaja dengan Hazel. Kemudian curhat nya Hazel dan minta Andi pura pura jadi pacarnya agar tidak di bully teman temanya.
__ADS_1
Dari situ Andi pun curhat kenapa dia ada dipantai itu, dan menceritakan tentang kisah cintanya dengan Asih. Kemudian Andi menyanggupi menjadi pacar “Pura-pura” nya Hazel. Dan karena Andi baru galau, Andi bilang pada Hazel. Untuk melanjutkan kedekatan mereka, dengan komitment, jika salah satu bosan maka harus saling menerima dan bersahabt biasa lagi. Tapi kendalanya Andi yang tidak punya keberanian bilang.
Hazel sendiri sudah tahu, jika Andi lebih mencintai Asih dari pada dengan Hazel. Bahkan Andi sudah menceritakan bahwa dirinya hanya bisa mencintai orang yang sudah dikenal dekat. Juga yang usianya sedikit diatas Andi. Sampai Hazel bilang jika Andi terobsesi dengan kakak kandung perempuanya yang sudah tiada. Maka Hazelpun tak berani berharap banyak sama Andi.
Begitu mendengar penjelasan Andi ketiga gadis itupun justru ikut larut dalam kesedihan yang Andi rasakan.
“ Maaf Ndi, mbak lupa kamu dulu di tinggalin Diana kakakmu saat dia masih SMA. Maaf tadi mbak terlalu keras, tapi jangan kau sakiti Asih dia sangat mencintaimu dan mbak juga tahu Andi pun mencintai Asih. Jika diperlukan, mbak mau bicara baik baik sama Hazel.” Kata Aster lirih.
Astri yang tak tahu apa apa tentang Diana hanya diam, namun ikut merasakan kesedihan sahabat sahabatnya. Sementara Asih semakin berderai air matanya, karena Diana adalah sahabat Karib Asih.
“ Maafkan Asih Ndi, Asih jadi ingat Diana sahabat karib Asih. Karena Diana lah Asih dulu sempat mengucapkan, jika Andi harus panggil Asih teteh. Memang awalnya Asih hanya ingin menggantikan posisi Diana sebagai kakak kamu. Namun seiring berjalanya waktu Asih berubah jadi mencintai Kamu Ndi.” Kata Asih sambil sesenggukan menangis.
Andi yang terharu dengan kalimat Asih, tanpa sadar kemudian bangkit dan memeluk Asih.
“ Asih, dalam dirimu kutemukan sosok Diana Kakakku, makanya aku selalu mencintai kamu. Maaf sosok Diana kutemukan pada dirimu dan mbak Aster, sehingga dulu aku hamper saja berpaling hati ke mbak Aster. Tapi Andi sadar Andi hanya mencintai Asih, mbak Aster adalah kakak Andi dan Hazel adalah teman Andi.” Kata Andi dalam pelukan Asih.
“ Udah Ndi malu dilihat orang, lepasin pelukanya Ndi, Asih juga sangat menyayangi dan mencintai Andi. Mau jadi kekasih ataupun bukan, Asih tetap akan menyayangi Andi seperti Diana dulu.” Kata Asih.
Andi baru sadar jika disitu ada Astrid an Aster, mendadak Andi punmalu dan wajahnya memerah.
“ Owh maaf, Andi terbawa perasaan haru ingat kak Diana. Maaf bukan mau bermaksut kurang ajar.” Jelas Andi.
“ Udah tenang saja, kamu mau peluk Asih terus juga kita gak papa kok, ya gak Astri ?” Tanya Aster pada Astri.
“ eeh iya lah, kita justru seneng kalian bisa bersatu begitu. Tapi jangan terlalu mesra didepan kita juga jadi iri nih kita yang jomblo.” Gurau Astri.
Andi tertunduk malu sementara Asih hanya tersenyum meski masih dalam tangis harunya.
“ Astri jangan bilang gitu aah, Asih jadi malu nih. Tadi tu Andi Cuma inget kakaknya saja kok, bukan apa apa.” Sahut Asih.
“ Yaaah, apa apa juga kita gak tahu ini, Asih. Eeh Aster aku lupa beli sesuatu anterin beli sabun dll yuk bentar, biar Asih dan Andi melanjutkan harunya !” ajak Astri pada Aster.
“ Owh iya, kebetulan Aster juga lupa gak bawa sikat gigi, kita cari super market yuk.” Jawab Aster.
Sementara Asih dan Andi hanya terbengong ditempat. Keduanya kemudian hanya saling tatap.
“ Asih, kita lanjutkan bicara sambil jalan jalan yuk !” kata Andi.
“ Jalan jalan emana Ndi ?” Tanya Asih.
“ Kemana aja yang penting jalan.” Jawab Andi.
Kemudian Asih mengikuti Andi, jalan menuju ke taman yang cukup luas. Dengan penerangan yang cukup. Namun sudah sepi karena sudah cukup malam.
“ Ngapain Ndi kita disini, mending dirumah aja yuuk. Asih takut malam malam berdua disini.” Kata Asih.
“ Andi pingin kita bicara berdua saja, gak pingin didengarkan orang lain Asih.” Jawab Andi.
“ Di rumah juga gak di denger orang lain Ndi, Asih takut disini beneran.” Kata Asih.
Rupanya Asih memang benar benar ketakutan di tempat terbuka malam malam.
“ Yaudah kalo Asih Takut, kita bicara sambil jaln pulang aja.” Kata Andi.
“ Iya Ndi, maaf Asih memang penakut.” Kata Asih.
Andi jadi tersenyum.
“ Yaudah kalo takut sini jangan jauh jauh jalanya.” Kata Andi.
Kemudian Asih berjalan disamping Andi, dan tiba tiba Andi merangkul Asih.
“ Ndi jangan ah…!” berontak Asih.
__ADS_1
“ Lah katanya Takut, makanya Andi peluk biar gak takut lagi.” Jawab Andi.
“ Malah semakin takut Ndi, takut keterusan kalo kamu peluk gini Ndi.” Jawab Asih menggoda.
“ Asih, kenapa kita gak dari dulu saling terus terang kalo saling cinta ya ?” Tanya Andi.
“ Asih nunggu Andi, kan Asih cewek. Udah gitu pas mau nekat terus terang ke Andi kalo Asih cinta Andi, lidah rasanya kelu gak bisa ngomong.” Jawab Asih.
“ Ini dah sampai rumah, kita pindah ke teras Asih aja yuuk !” ajak Andi.
“ Jangan nanti Aster dan Astri nyariin, teras Aster kan tertutup kerai bamboo nanti mereka gak tahu.” Kata Asih.
“ Gak papa Asih, bentar aja, biar aku yang cowok yang Apel ke cewek.” Jawab Andi merayu.
“ Mmmh gimana ya, kalo Aster dan Astri nanti nyari ?” Tanya Asih.
“ Itu urusan nanti Asih.”
“ Yaudah ayuuk Ndi.”
Kemudian mereka berdua masuk ke teras rumah Asih, berbeda dengan teras rumah Andi yang berdinding kaca sehingga bisa melihat dan terlihat dari luar. Teras Aster tertutup kerai bamboo, sehingga tak tampak dari luar. Tapi yg didalam bisa mengintip orang ayng diluar lewat celah kerai bamboo tersebut.
Sampai di teras rumah Asih, Andi langsung memeluk Asih, hingga Asih terkaget mau berontak.
“ Ndi jangan…”
Namun justru Andi lantas mengecup bibir Asih melanjutkan Adegan di mobil tadi. Dari posisi berdiri, kemudian keduanya duduk di bangku kayu panjang di teras rumah Asih. Dengan tetap berciuman. Andi yang mendapat pelajaran dari Hazel kini gentian member pelajaran pada Asih.
“ Ndi udah Ndi, takut ada yang lihat nanti.” Ucap Asih yang melepaskan ciuaman Andi.
“ Asih, Andi sudah lama membayangkan bisa mencium Asih. Sekarang kenapa kamu larang.” Tanya Andi.
“ Bukan melarang sayang, tapi Asih takut, ada yang lihat, dan Asih sangat gemeteran. Ini pertama kali Asih dicium sayang.” Kata Asih sambil bersandar di dada Andi.
“ Andi beneran cinta Asih kan ?” kata Asih manja.
“ Iya sayang.” kata Andi sambil mencium kening Asih.kemudian kali ini Asih yang memulai mencium bibir Andi. Dan andi pun menyambut dengan lembut. “mmmhhh… sayang…” erangan Asih yang begitu menikmati ciuman andi. Apa lagi saat tangan Andi mulai bergerak merayap kebagian bagian tertentu.
Asih hanya menggeliat melepaskan ciumanya, menikmati kecupan bibir Andi dari mulai leher hingga menjelajah turun karena kancing baju atas Asih sudah terbuka. “aaachh Ndiiii…. Mmmhh aaaach… oouuwh… cercau Asih yang sudah tak terkendali.
Andi pun semakin bersemangat menjelajahi wajah dan tubuh bagian atas Asih yang sudah sangat pasrah dalam pelukan Andi.
Aaaaah…..sayaaaaaang,,,, Nndi…….ouuugh....
...bersambung...
...Jangan lupa beri dukungan...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1