Cinta Asteria

Cinta Asteria
Hazel mulai ingat dirinya


__ADS_3

Mereka bertiga terlibat obrolab santai, dan tak terasa malam semakin larut. Saat mereka hendak berangkat tidur, tiba tiba hp Aster bergetar tanda adanya pesan masuk. Kemudian Aster membuka pesan dari sebuah nomor yang tidak ada namanya.


...“Hai Aster karyawan baru yang sok pinter, kamu jangan bangga dulu saat ini. Karena sebentar lagi kamu akan tersingkir dari perusahaan ini.” Chat yang berisi ancaman dari seseorang yang ditujukan ke Aster....


“Apaan sih maksutnya orang ini ?” kata Aster.


“Adda apa Aster, kok uring uringan sendiri ?” Tanya Asih pada Aster.


“Ini nih ada orang iseng Wa begini.” Kata Aster sambil menunjukkan isi wa tersebut pada Asih dan Nisa juga.


“Udahlah Aster, teman kita satu divis kan memang banyak yang gak suka sama kamu karena iri saja dengan kemamouan kamu.” Sahut Nisa menenangkan Aster.


“Ya kalo iri gak gini caranya lah, masa harus sembunyi sembunyi menteror dengan chat gak mutu begini.” Jawab Aster.


“Sudah lah iarin saja, paling juga mereka berharap kamu gak beteh biar mereka yang iri merasa tidak ada yang menyaingi.” Kata Nisa lanjut.


“Iya Aster biarin saja, kalo perlu besuk laporin saja ke manager kamu biar mereka dapat sangsi dari perusahaan.” Sambung Asih.


“Iya kita istirahat saja,gak usah digubris orangnya siapa juga gak jelas, kitalihat saja besuk apakah dia berani ngomonglangsung pada Aster.”kata Aster sambil berjalan ke kamarnya.


Kemudian mereka bertiga tidur dikamar masing masing, serta sibuk dengan lamunan masing masing.


Nisa yang merasa sangat dibantu Aster menjadi penasaran dengan apa yang dialami Aster dari awal masuk kerja. Sejak awal Aster sudah Nampak seorang yang berani dan berpotensi, sehingga banyak orang yang merasa iri dan berusaha menjatuhkan Aster.


Meski awalnya Nisa sendiri merasa kaget saat Aster yang ditunjuk menangani job besar tersebut. Namun setelah tahu bahwa owner perusahaan tersebut adalah sahabat Aster waktu kuliah maka Nisa pun sangat memahami. Tetapi apakah yang lain tahu hal tersebut, pikir Nisa. Mungkin juga yang lain tidak mengetahui, kalo begitu besuk aku harus mulai member tahu mereka pelan pelan agar tidak salah paham lagi, kata Nisa dalam hati.


Begitulah Nisa memikirkan sahabatnya Aster, dalam hati Nisa berkata “ mereka gak tahu kebaikan hati Aster sehingga salah paham, kasihan Aster banyak yang memusuhi.” Kata Nisa dalam hatinya.


Sementara justru Aster tidak ambil pusing dengan kejadian chat gelap tadi, chat tanpa nama dan PP yang jelas tidak menunjukkan itikat baik sam sekali buat apa dipikirin, bisik Aster dalam hatinya.


Aster pun akhirnya dapat tidur dengan nyenyak tanpa terbebani hal hal yang tidak perlu untuk dipikirkan.


Lain lagi dengan Asih yang masih teringat dengan kabar dari Andi jika Hazel mengalami kecelakaan dan kondisinya saat itu kritis. Ada rasa bersalah pada diri Asih, karena belum sempat bertanya lebih lanjut tentang keadaan Hazel pada Andi. Karena sebagai karyawan baru waktu Asih lebih banyak digunakan untuk mempelajari pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dia.


Dan malam itu Asih justru teringat keadaan Hazel, namun dia mau menghubungi Andi ragu ragu apakah Andi masih belum tidur. Kemudian Asih mencoba menghubungi Andi dengan mengirim chat lebih dulu.


“ Assalaamu ‘alaikum sayangku, maaf Asih jarang kasih kabar duluan ya. Masih harus banyak mempelajari pekerjaan Asih. Dan saat ini langsung diberi pekerjaan besar bersama Aster sepupu kamu.” Chat Asih ke Andi, langsung dibaca dan dijawab Andi.


“Wa’alaikummussalam Asih kekasihku, iya Andi tahu kamu masih sibuk. Bisa gak angkat telpon sebentar, ini Hazel sudah sadar tapi terkena amnesia.” Balasan chat Andi.


Asih kaget mendengar Hazel terkena amnesia, dia bersukur Hazel sudah sadar tapi kaget juga mendengar Hazel amnesia. Kemudian Asih langsung menelpon Andi, dengan video call sekaligus melepas kangen lama gak jumpa. Asih tidak tahu jika Andi bersama wawan dan kedua orang tua Hazel dan juga Hazel di rumah sakit.


Begitu telpon diangkat maka tampaklah wajah Andi yang dibelakangnya terbaring Hazel yang ditunggui kedua orang tuanya. Asih jadi kaget, karena saat itu dia hanya menggunakan pakaian tidur.


“Assalaamu ‘alaikum Asih.” Sapa andi di telpon sambil senyum.


“Wa’alaikummussalam, Andi kamu lagi di rumah sakit ? duh maaf Asih hanya pakai pakaian tidur nih, banyak orang ya disitu. Pakai panggilan suara saja Asih malu nih.” Kata Asih.


“Gak papa Asih, kan Cuma Andi aja yang lihat Asih, yang lain gak lihgat kok. Kebetulan Andi juga kangen, tapi mau telpon duluan takut ganggu kerjaan Asih.” Jawab Andi.


“Beneran ya, jangan diloud speaker juga ya Andi !” pinta Asih.


“Iya lah, masa di louds speaker. Itu Hazel lagi ditungguin bapak ibunya juga wawan kok sekarang.” Kata Andi.


“Owh sukurlah kalo dia sudah sadar, tapi beneran dia kena amnesia Andi ?” Tanya Asih.


“Iya Asih, kasihan orang tuanya tadi sampai telpon Andi suruh kesini untuk membantu mengembalikan memori hazel.” Kata Andi.


“iya Andi, kamu harus bantu Hazel, kasihan orang tuanya. Asih hanya bisa berharap dan berdoa saja saat ini. Belum bisa menjenguk Hazel. Mohon pengertianya, dan juga sampaikan salam Asih pada Hazel. Semoga dia cepat pulih ingatan memorinya.” Kata Asih.


“Iya nanti Andi sampaikan, btw kalo Andi pingin telpon Asih bisanya angkat telpon jam berapa biasanya ?” Tanya Andi.


“Gak tentu juga sih Andi, kadang sore udah longgar tapi kadang juga sampai malam masih sibuk bersama Aster juga. Kalo mau telpon chat aja dulu biar nanti Asih kasih tahu lagi sibuk apa nggak.” Jawab Asih.


Andi perlahan jalan keluar meninggalkan ruangan Hazel karena ada pembicaraan khusus dengan Asih yang tidak ingin didengar oleh Wawan dan kedua orang tua Hazel.


“Asih, tunggu sebentar aku cari tempat yang sepi ada yang mau aku bicarakan secara personal denganmu.” Kata Andi setengah berbisik di telpon.


“Iya Andi, Asih tungguin.” Jawab Asih.


Setelah sampai ditempat yang sepi dan tenang andi mulai membuka pembicaraan pada Asih lagi di telpon.


“Andi merasa tidak enak dengan Wawan, karena saat Hazel ditanya ingat Wawan tidak dia sama sekali gak ingat tapi saat Wawan menyebut Andi Hazel bilang kayak pernah denger namanya tapi belum ingat. Dan itu membuat Wawan agak cemburu sama Andi. Jadi Andi minta tolong sama Asih, jika ada waktu longgar besuk Asih jelasin ke Wawan jika Andi dan Asih sudah serius dalam berhubungan agar Wawan tidak lagi cemburu seperti dulu.” Kata Andi.


“Serius nih Andi ?” Tanya Asih.


“Maksutnya Serius apa Asih ?” Tanya balik Andi.


“Serius kalo Andi menjalin hubungan dengan Asih sudah serius ?” Tanya balik Asih manja.


“Iya lah Asih, Andi sudah mantap dan sudah bilang juga ke ibu Andi.” Jawab Andi.


“Apa, sudah bilang ke ibu Andi, terus jawaban Ibu kamu gimana Andi. Ibu kamu melarang hubungan kita tidak ?” Tanya Asih seperti panik.


“Kok kamu jadi kayak panik begitu Asih, ibu Andi gak masalah kok aku menjalin hubungan cinta dengan kamu. Bahkan beliau berpesan aku harus segera selesaikan kuliah dan mencari kerja agar bisa segera meminang kamu.” Jawab Andi.


Asih yang mendengar jawaban Andi tampak tersenyum bahagia dan berboiinar binary.


“Kamu gak sedang menghibur Asih saja kan Andi ?” Tanya Asih dalam tangis bahagianya karena haru.


“Iya sayang, Andi serius cerita apa adanya. Ibu Andi boleh dikatakan sudah merestui hubungan kita, mungkin beliau juga merasakan saat melihatmu seperti melihat sosok Dian kakak kandungku. Ibuku juga menyayangi kamu seperti menyayangi Dian kakak kandungku almarhumah.” Kata Andi.


Asih justru semakin terisak mendengar jawaban Andi, disamping rasa haru dan bahagia Asih juga jadi teringat mendiang Dian sahabat karibnya yang juga kakak kandung Andi.


“Andi, apakah Asih salah mencintai kamu ?” Tanya Asih tiba tiba.


“Kenapa Asih tiba tiba bertanya begitu ?” kata Andi.


“Gak kok Andi, hanya saja tiap aku ingat Dian, kadang merasa seharusnya aku melindungi dan mncintai kamu sebagai adik bukan sebagai kekasih. Tapi hati kecilku tidak  bisa dibohongi jika dalam hatiku ada perasaan cinta yang tak mampu kuredam. Sehingga aku mencintaimu bukan sebagai adik lagi tapi Asih mencintaimu sebagai kekasih.” Jawab Asih.

__ADS_1


“Iya Asih, Andipun sama juga begitu. Tapi mencintaimu itu bukan keinginanku melainkan rasa cinta itu adalah anugerah Tuhan yang aku terima. Karena rasa cinta yang tumbuh dihati kita itu bukan kita yang menciptakan Asih. Tapi rasa cinta itu pemberian Tuhan pada kita, itu adalah Anugerah yang kita terima.” Kata Andi.


“Iya Ndi, Asih jadi merasa tersanjung mendengar semua ucapan kamu Andi. Btw sekarang keadaan Hazel bagaimana, apakah sudah mulai ada perkembangan ingatan akan memori dirinya ?” Tanya Asih.


“Eeh iya sampai lupa, coba aku masuk dulu jika Hazel bangun mungkin kamu bisa bicara padanya nanti.” Kata Andi.


“Gak usah Andi, sudah malam biar Hazel istirahat lagian Asih hanya menggunakan baju tidur gak sopan lah nanti Andi.” Jawab Asih.


“Owh iya ya, tapi Andi suka lihat kamu pakai baju tidur begitu. Cantik alaminya kelihatan Asih.” Kata rayuan Andi padaa Asih.


“Yee mulai ngegombal ah Andi.” Jawab Asih.


“Bukan ngegombal Asih, ini memang kenyataan kok.” Balas Andi.


“Yaudah sana kembali jenguk keruangan Hazel, Asih mau istirahat juga besuk kan Asih harus Kerja.” Kata Asih sambil memandangi wajah Andi kekasihnya dilayar Hpnya.


“Sun dulu dong sayang, kan Andi kangen banget. Masa Asih gak kangen sih ?” goda Andi.


“Kan jauh gak bisa kasih sun buat Andi ?” balas Asih.


“Ya sun jauh dong sayang.” Jawab Andi.


“Ogah ah, gak kerasa Ndi.” Goda Asih.


“Yee mulai mincing nih, pingin Andi samperin kasih sun yang Asli ya ?” jawab Andi.


“Iya lah, mau yang asli Asih gak mau yang bohongan.” Jawab Asih.


“Beneran ya kalo Andi kesitu nanti Andi bakal nagih ke Asih loh !” kata Andi.


“Iya Asih janji, tapi gak boleh lebih dari itu ya Ndi, selebihnya nanti kalo sudah resmi nikah saja.” Kata Asih.


“Iya, mudah mudahan gak sampai larut Asih, soalnya kalo sudah berdua suka lupa Andi.” Gurau Andi.


“Yee gak boleh dong Ndi, kita harus bisa jaga diri lah janji gak minta yang lebih ya Ndi ?” pinta Asih.


“Iya Asih, Andi juga mau selebihnya nanti saat sudah resmi menikah kok Asih.” Jawab Andi.


“Nah gitu dong, yaudah Asih mau bobo dulu ya, emmmmmhhhhuuuuuaaah !” kata Asih sambil mencium layar hpnya. Dan dibalas Andi dengan hal yang Sama juga.


Asih kemudian menutup hpnya dan berangkat tidur dengan perasaan yang penuh kebahagiaan.


Sementara Andi kembali keruangan dimana Hazel dirawat dan ditungguin Wawan dan keua orang tuanya.


*****


 


Di ruangan Hazel


“Telpon dari siapa Ndi ?” Tanya Wawan.


“Dari Asih,nanyain keadaan Hazel dia juga titip salam buat kamu sama Hazel.” Jawab Andi berbohong. Karena Asih sebenarnya hanya titip salam buat Haazel.


“Iya, mungkin besuk kalo longgar mau bicara dengan kamu sama Hazel juga. Saat ini dia sudah ngantuk besuk harus berangkat pagi.”  Jawab Andi.


“Owh iya ya the Asih kan sudah bekerja sekarang, enak dong lo Ndi punya pacar udah kerja.” Gurau Wawan.


“Sembarangan lo Wan, mang lo pikir gue cowok matre apa ?” balas Andi.


Andi dan Wawan bersenda gurau kecil untuk menghilangkan kantuk karena rasa capai menunggu Hazel selama bebehari. Dan Wawan besuk harus berangkat ke Kampus jadi besuk adalah giliran Andi yang menemani orang tua Hazel.


Smentara kedua orang tua Hazel juga sudah tampak lelah, kemudian Andi mempersilahkan keduanya untuk istirahat saja. Hazel dijaga Andi sendiri disamping Hazel, Wawan pun dipersilahkan istirahat karena besuk harus ke kampus pagi pagi.


Dengan sabar Andi menunggui Hazel sendiri, sesekali menyeka keringat Hazel yang keluar dari dahinya. Bahkan air mata Hazel yang kadang keluar juga dari sudut mata Hazel. Andi pun sambil menahan kantuknya, namun dia berusaha keras agar tidak tertidur. Mengingat semuanya sudah beberapa hari menunggu Hazel nyaris tanpa istirahat.


Saat Andi sedang menyeka keringat yag keluar dari dahi Hazel, tiba tiba Hazel pun terbangun dan bertanya pada Andi.


“Kamu siapa< kenapa menunggu aku disini ?” Tanya Hazel.


Andi agak ragu untuk menjawabnya, mau bilang sahabat atau mau bilang mantan pacar membuat Andi jadi serba salah.


“Kamu siapa, rasanya aku pernah mengenal kamu ?” Tanya ulang Hazel.


“Eeh iya aku Andi, aku vokalis u wish band dan kamu Hazel vokalis dari kelompok bosanova. Apakah kamu ingat jika kamu seorang vokalis band juga ?” Tanya Andi mencoba mengingatkan Hazel akan siapa dirinya dulu.


Hazel tampak merenung sejenak, mencoba mengingat siapa dirinya.


“Vokalis, aku seoranga penyanyi ? Apa lagu yang biasa aku nyanyikan, apakah kamu bisa mengingatkan aku ?” Tanya Hazel.


“Kamu paling suka bawain lagu koes plus dalam iringan music bosanova, apa kamu ingat itu. Karakter suaramu memang pas banget untuk lagu lagu dengan iringan music bosanova.” Kata Andi.


“Coba kamu ingatkan aku lagu itu, barang kali aku bisa mengingatnya ?” kata Hazel.


“Baik aku akan nyanyikan awal bait lagu itu sambil kamu mengingatnya, dan kalo kamu  ingt kamu bisa melanjutkan pelan pelan agar kamu ingat memori kamu.” Kata Andi.


Kemudian Andi mulai menyanyikan pelan pelan sekali sekedar bisa didengar Hazel, takut mengganggu yang sedang beristirahat.


...Andaikan kau datang kembali...


...Terlau indah dilupakan...


...Terlalu sedih dikenangkan...


...Setelah aku jauh berjalan...


...Dan kau ku tinggalkan…....


Tiba tiba hazelpun menyahut melanjutkan lagu itu pelan pelan juga…

__ADS_1


Betapa hatiku bersedih


...Mengenang kasih dan sayangmu...


...Setulus cintaku kepaku...


...Engku kan menunggu...


...Andaikan kau datang kembali...


...Jawaban apa yang kan ku beri...


...Adakah jalan yang kau temui...


...Untuk kita kembali lagi...


...Bersinarlah bulan purnama...


...Bersinar serta tulus cintanya...


...Bersinarlah terus sampai nanti...


...Lagu ini kuakhiri...


...Betapa hatiku bersedih...


...Mebgenag kasih dan sayangmu...


...Setulus cinntamu kepadaku...


...Engkau kan menunggu...


...Andaikan kau datanng kembali...


...Jawaban apa yang kan ku beri...


...Adakah jalan yang kau temui...


...Untuk kita kembali lagi...


...Bersinarlah bulan purnama...


...Seindah serta tulus cintanya...


...Bersinarlah terus sampai nanti...


...Lagu ini kuakhiri...


Begitulah akhirnya Hazel pun larut dalam lagu itu, dia mendendangkan lagu dalam irama bosanova.  Saking larutnya suara Hazel semakin lama semakin keras tanpa dia sadari, sehingga membangunkan kedua orang tuanya dan Wawan.


“Hazel, kamu ingat lagu itu kesukaan kamu itu nak, apakah kamu sudah ingat semuanya nak ?” Tanya mamah Hazel.


“Mamah… mamah juga ada disini sama papah juga ?” Tanya Hazel.


“Haz kamu sudah ingat, mamah papah kamu, dan ingat lagu kesukaan kamu juga ?” seru Wawan.


“Alhamdulillah kamu sudah mulai ingat Nak.” Ucap papah Hazel.


“Terimakasih nak Andi, kamu sudah membantu mengingatkan memori Hazel anakku.” Ucap mamah Hazel.


“Iya bu sama sama, Hazel kan sahabat baik kami sudah sepantasnya kami membantu sebisa kami.” Jawab Andi.


“Tunggu tunggu… kamu namanya Andi…???” Tanya Hazel.


Semua kaget mendengar ucapan Hazel, berarti ingatan Hazel sudah agak pulih.sebagian memorinya sudah kembali, meski belum sempurna. Belum semua ingatanya pulih, hanya mampu mengingat jika dia seorang vokalis dan Hazel mampu mengingat namanya dan kedua orang tuanya. Namun belum semua mampu diingatnya. Semua menjadi bahagia waktu itu, tapi justru Andi agak was was jika nanti Hazel ingatan memorinya sampai pada saat dia menjali hubungan kasih sementara dengan Andi. Bagaimana dia harus mensikapi hal itu.


...Bersambung...


Mohon maaf, karena kesibukan untuk upnya novel ini agak terlambat. Mudah mudahan sekarang bisa up tiap hari lagi.


Terimakasih.


Dalam kehodupan nyata, banyak hal terjadi tidak sesuai dengan praduga kita.


Begitupun yang namanya jodoh, tak satupun dari kita yang dapat memastikan.


Melalui cerita ini, Author ingin menggambarkan refleksi kehidupan nyata dalam sebuah cerita.


Di ilhami kisah kisah yang pernah Author dengar lihat dan saksikan.


Tentu saja dikemas dalam bentuk cerita fiktif, baik nama maupun tempat kejadianya.


Karena ini hanya bersifat hiburan semata. Kesamaan nama dan tempat serta kejadian hanyalah sebuah kebetulan semata.


...Semoga terhibur...


...Jangan lupa beri dukungan...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


 


__ADS_2