
🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
...Selamat membaca...
Namun apa yang sudah terjadi tak mungkin untuk dikembalikan lagi. Mau gak mau Bram harus berkata jujur daripada mendapatkan hukuman yang lebih berat nanti...!!!
setelah ditanya data diri secara lengkap, Bram mulai di tanya soal dirinya yang mengundang Hazel ke sebuah Hotel.
"Apa benar saudara Bram mengundang Saudari Hazel ke Hotel xxx? tanya Polisi.
" Iya Pak, betul." Jawab Bram.
"Untuk keperluan apa?" Lanjut Polisi.
"Saya pertemukan dengan Sahabat saya Daniel." Jawab Bram.
"Ada urusan apa anda pertemukan Saudari Hazel dengan Saudara Daniel?" Tanya lanjut Polisi tersebut.
"Untuk mengundang Hazel sebagai pengisi acara konser." Jawab Bram.
"Atas permintaan siapa atau inisiatif siapa mengundang saudari Hazel." lanjut Polisi tersebut.
Dari pertanyaan itu Bram mulai kebingungan dan jawabannya mulai tidak sinkron. Sehingga beberapa kali harus di bentak Polisi.
Dan akhirnya Bram mengakui jika dia memang sengaja hendak menjebak Hazel, menyuruh seseorang untuk memberi obat perangsang pada Hazel dan Hendra.
Namun karena sesuatu hal Hendra tidak bisa dihadirkan Oleh Bram. Karena Bram sendiri sedang sakit. Selebihnya Bram tidak tahu yang terjadi kemudian.
Atas dasar keterangan Bram, Polisi bergerak mencari Daniel sesuai dengan keterangan Bram. Dan Bram ditahan sementara dengan pasal menjebak seorang Gadis hingga kehilangan kehormatan nya.
Dan kasus itu terus diproses dengan cepat atas desakan papanya Hazel. Wawan beserta papa nya Hazel kembali ke rumah Hazel, dan pengacara nya lah yang kemudian mengawasi semua proses penanganan kasus tersebut.
Polisi yang bergerak ke rumah Daniel sempat menemukan rumah itu kosong. Namun dari seorang penjaga yang masih tersisa mendapatkan keterangan jika Daniel dibawa oleh Hendra. Dan polisi pun segera mencari Daniel ke Rumah Hendra, yang kebetulan namnya juga disebut oleh Bram. Hendra disebut sebagai calon korban utama sedang Hazel hanya sebagai alat saja.
Sehingga Polisi semakin penasaran dengan motif kejahatan Bram dan Daniel. Serta mencari tahu aktor intelektual dibalik mereka.
.....
.....
.....
Sementara itu Daniel dirumah Hendra dan Aster jadi sangat ketakutan. sekaligus merasa menyesal atas tindakan pengkhianatan yang dilakukan terhadap Hendra.
Setelah menjalani proses hypnotherapy yang dilakukan oleh Haikuno tenan ayah Aster. Daniel seakan baru sadar atas semua tindakan bodohnya tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi Daniel juga sangat ketakutan dengan ancaman Mr. X. Sehingga Daniel hanya bisa menangis dengan apa yang telah dilakukan selama ini.
"Kurang bagaimana pak Daniel, keluarga saya dengan pak Daniel. Kenapa tega sekali bapak berbuat demikian?" Tanya Hendra.
"Maafkan saya pak, saya benar benar khilaf dan terpaksa melakukan itu semua karena tekanan dari Mr. X." Jawab Daniel.
"Bagaimana saya bisa memaafkan begitu saja pak Daniel. Sementara saat ini banyak karyawan yang menjadi korban atas ulah bapak?" ucap Hendra.
"Saya benar benar menyesal pak, karena dampaknya keluarga saya juga hancur karena semua tindakan saya." Ucap Daniel yang tak berani menatap Hendra.
Daniel hanya menangis dan tertunduk lemah saja. Sambil berpikir bagaimana caranya bisa lepas dari semua masalah yang menghimpitnya.
Namun Nasi sudah menjadi bubur, belum selesai Daniel di interogasi oleh Hendra dibawah pengawasan Haikuno. Tiba tiba-tiba Polisi pun datang untuk menjemput Daniel. Daniel pun tak berkutik digelandang ke kantor Polisi dengan masalah baru.
Daniel tidak mengira dampak perbuatan dia ke Hazel menjadi penghancur dari semua rencana tindakan busuknya.
Hazel ternyata anak seorang pengusaha yang cukup sukses itu tidak akan membiarkan Daniel menghirup udara segar.
"Selamat siang, maaf saya mengganggu aktivitas nya. Saudara Daniel harus kami bawa untuk mempertanggung jawabkan atas tindakan pemerkosaan seorang Gadis." ucap Polisi itu.
Hendra jadi terkejut mendengar itu, bahkan Aster yang tadinya memilih berdiam diri di kamar karena tidak tega dengan Daniel. mendadak keluar dan bertanya.
"Apa pak, kasus Pemerkosaan..?!?" Tanya Aster.
Sebagai Wanita Aster menjadi ikut marah, meski belim tahu jika korbannya adalah Hazel. Mantan pacar Andi sepupunya.
"Iya bu, saat ini sudah ada satu saksi kunci di kantor Polisi yang bernama Bpk Bram." Jawab Polisi tersebut.
"Betul, apa pak Hendra dan ibu mengenalnya juga?" Tanya Polisi tersebut.
"Jika yang dimaksud adalah Bram mantan Karyawan saya jelas saya kenal." Jawab Hendra.
"Bisa jadi pak, dan pak Hendra pun akan kami undang suatu saat sebagai saksi juga." kata Polisi tersebut.
"Apa keterlibatan suami saya pak, kenapa harus jadi Saksi?" Tanya Aster.
"Menurut keterangan saudara Bram, awal yang akan dijebak adalah pak Hendra. Yang akan diberi obat perangsang juga. Namun karena Saudara Bram sakit jadi gagal mendatangkan pak Hendra. Kemudian Saudara Daniel lah yang melakukan pemerkosaan pada korban yang dalam pengaruh obat perangsang." Jawab Polisi tersebut.
"Dasar kamu binatang berotak mesum...!" Teriak Aster memarahi Daniel yang semakin tertunduk.
"Sabar bu, semua sudah diproses secara hukum. Bahak keluarga korban yang bernama Hazel sudah menyewa pengacara khusus." kata Polisi tersebut.
"Hazel....? Korban nya adalah Hazel seorang penyanyi band?!? Tanya Aster menjadi sangat marah.
"Betul bu, ibu juga kenal korban?!?" Tanya Polisi tersebut jadi heran. Karena mengenal pelaku dan korban sekaligus.
Tanpa menjawab Aster justru mrnampar muka Daniel dengan sangat keras.
"Ban***t kamu Daniel,,, otak kamu memang busuk...! Kamu tahu gak siapa itu Hazel...???" Aster berteriak dan mrnampari wajah Daniel yang sudah kehilangan gairah hidup.
untunglah Hrndra suaminya segera memeluk dan menenangkan Hazel.
__ADS_1
"Sudah sayang, jangan kotori tangan kamu dengan menampar makhluk jelmaan Iblis itu...!" Sahut Hendra yang ikut emosi dengan Daniel.
"Tapi kasihan Hazel, dia pasti sangat terpukul bang. laki laki buduk seperti Daniel harus dihukum berat." teriak Aster.
"Iya, serahkan ke pengadilan saja pasal yang berlipat sudah menunggu dia. Ingat kandungan kamu Aster." kata Hendra menenangkan Aster.
Polisi yang mendengar perkataan Hendra jadi penasaran.
"Apa maksud pak Hendra dengan pasal berlapis?" tanya Polisi tersebut.
"Dia juga terlibat manipulasi data perusahaan serta terbukti bekerja sama dengan orang luar mau mengambil alih perusahaan dengan membuat surat kuasa palsu." Jawab Hendra dengan penuh emosi.
"Kalau begitu, sekarang bapak sekalian ikut ke kantor Polisi sekaligus nanti kita bikin Berita acara. seperti nya kasus ini saling berkaitan." Kata polisi tersebut.
"Tunggu sebentar...!" Haikuno ikut nimbrung.
"Ada apa om?" Tanya Aster.
"Jangan sekarang Laporannya, kita kumpulkan dulu semua berkas. Panggil semua anak buah kamu sekarang juga. tidak perlu takut disadap lagi. kita minta bantuan pak Polisi buat keamans kita nanti." Ucap Haikuno disetujui Hendra dan Aster.
Maka setelah Daniel di gelandang Polisi, Hendra memanggik Astri adiknya dan beberapa orang kepercayaan yang termasuk Dimas pacar Astri.
Satu hal yang tidak diketahui mereka jika saat itu mereka dalam pengawasan anak buah Mr. X. bahkan beberapa orang yang mengawasi karena datangnya Daniel dan
Polisi membuat Mr. X makin penasaran.
Dan setelah Mr. X mendapatkan laporan kemudian memberi perintah khusus, Rahasia dan dadakan.
"Bunuh semuanya. terutama Daniel agar tidak sempat buka mulut nantinya...!" Perintah Mr. X...???
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...