
Episode 22
“ Tapi apa Ndi ?” tanya Asih penasaran.
“Jujur Andi sudah lama memendam rasa, tapi Andi selalu ingat kata kata Asih dulu. Kalo Andi harus panggil Asih dengan sebutan teteh. Jadi Andi tiak punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan Andi. Takut Asih jadi marah, anggap Andi kurang ajar.” Kata Andi.
Asih hanya tersenyum, sementara Astri dan Aster mendengarkan kisah Andi dan Asih dengan serius. Meski bagi Aster sudah cukup tahu itu, selama mereka bergaul selama ini.
“ Kamu tahu gak Ndi, saat Asih mau berangkat ke Jakarta kemarin. Ketika kita berangkat sama sama ke masjid itu. Sebenarnya Asih pun hendak bicara jujur, tapi juga gak punya keberanian. Karena takut kamu pun hanya anggap Asih sebagai kakak.” Ujar Asih.
“ Eheemm, kita berdua jadi dicuekin nih Aster.” Kata Astri pada Aster. Namun menyindir Asih dan Andi.
“ Gak papa Astri, anggap aja kita lagi nonton Drakor.” Gurau Asih.
“ apa memang bener ya, orang kalo lagi mabuk cinta serasa dunia milik berdua. Kita berdua dianggap obat nyamuk atau bahkan dianggap nyamuknya Aster ?” gurau Astri.
“ Ah kalian kalo godain Asih paling bisa deh !” kata Asih sambil senyum sumringah kali ini.
Sementara Andi agak terlihat kebimbangan atau kebingungan, karena disatu sisi dia ingat dengan Hazel. Andi tak mampu menentukan sikap harus bagaimana antara memilih Hazel atau Asih.
“Aku belum bisa jujur pada Asih, hatiku kini mendua antara Hazel dan Asih.” Bisik Andi dalam hati.
“ Gini Ndi mbak Aster pulang sama Asih, pertama pingin ada kepastian hubungan kamu dengan Asih. Yang kedua, karena kita sudah diterima kerja mbak Aster ingin berbagi kebahagiaan dengan Group Band kamu. Kita bikin acara kecil kecilan, gimana menurut Andi ?” Tanya Aster pada Andi.
“ Bikin acara apa mbak ?” Tanya Andi minta penjelasan.
“ Kita pingin bikin acara pentas music, tapi terbatas atau tertutup Ndi. Kita sewa Gedung buat acara, kita undang kerabat dan teman dekat aja. Astri juga ikut dukung karena dipertemukan lagi dengan sahabat dimasa kecil Astri, yaitu kakamu Aster.” Astri menimpali.
“ Lah kok Astri jadi ikut repot gitu ?” sahut Aster.
“ Ya pertemuan kita,juga perlu di rayakan dong Aster.” Protes Astri.
“ yaudah lah, terserah Astri saja. Yang penting gak merepotkan Astri saja.” Jawab Aster.
“ Wah rupanya,Andi sedang berhadapan dengan para gadis tajir nih !” gurau Andi.
“ Gak gitu juga Ndi, kita hanya sedikit berbagi aja kok. Kan bersukur itu wajib Ndi.” Kata Astri.
“ Ok, kalo begitu kapan pelaksanaanya ?” Tanya Andi.
“ Malam minggu saja, minggunya kan kita berangkat lagi ke Jakarta. Senin udah masuk kerja.” Jawab Aster.
Akhirnya mereka menyepakati malam minggu, untuk mengadakan acara sukuran. Untuk masalah tempat dan lain lain diserahkan pada Andi. Dan waktunya diambil jam 19.00 sd jam 22.30.
“ Btw perlu diumumkan gak nih, kalo Andi dan Asih resmi jadian, ehemm ?” gurau Aster.
Asih hanya tersenyum malu,sementara Andi jadi kaget dan khawatir. Karena dalam acara itu pasti Hazel akan terlibat bersama dengan group musicnya juga.
“ Gak usah dulu mbak Aster, biar jadi kejutan temen temen suatu saat.” Kata andi berkilah.
Dasar Andi, maunya dua duanya dipacarin baik Hazel maupun Asih. Untung saja gak sekalian Aster dan Astrinya. Andi mengutuk dirinya sendiri, yang menyadari kesalahanya. Namun juga khawatir ketahuan Asih maupun Aster dan Astri jika saat ini Andi dekat dengan Hazel.
Ada ketakutan dalam diri Andi, jika rahasianya terbongkar. Antara bahagia dan takut ketahuan. Tapi juga tak berani terus terang dengan Asih, meskipun dengan Hazel dia sudah jujur.
“ Kok Andi jadi bengong, ada masalah apa Ndi ?” Asih yang dari tadi banyak diam jadi ikut angkat bicara.
Andi pun jadi tergagap ditanya Asih begitu.
“ Aah Asih gak faham, ya wajarlah Andi bengong. Lagi mikir lagu yang pas buat kamu pastinya.” Sahut Astri menggoda.
“ Diih Astri bisa aja ledekin Asih terus.” Jawab Asih.
Andi hanya tersenyum malu, namun jadi terpikir juga untuk menyanyikan lagu ciptaanya bersama Hazzel. Hanya saja belum diaransement dan waktu udah mepet.
Aah lagian jika Asih denger lirik itu bisa bahaya nanti, batin Andi. Andii kemudian pegang gitar akustiknya lagi.
“ Buat pemanasan mau minta lagu apa nih, para gadis yang cantik ?” Tanya Andi.
“ Eeh tunggu Ndi, yang pas di moment ini Andi nyanyiin lagu Diana Ross when you tell me that you love me eeh Asih maksutnya.” Gurau Aster pada Andi.
“ Wow boleh juga tuh,ide Aster. Tapi yang berhak request tentu saja Asih dong.” Sahut Astri.
Asih hanya senyum senyum bahagia.
“ Kalo Asih boleh minta, Asih minta lagu Ayat Ayat cinta aja deh dari Melky Guslow.” Kata Asih.
“ Kok lagu itu ?” sahut Aster dan Astri bersamaan.
“ Gak papa, suka aja. Dulu lihat filmnya sungguh sangat menyentuh.” Jawab Asih.
Tiba tiba semua terdiam, entah kenapa Asih meminta lagu itu. Apakah ada sesuatu dibalik permintaan lagu itu, atau sebuah kebetulan saja. Andi jadi agak grogi.
“ Tunggu, biar Andi cari lagu yang pas saja buat Asih ya. Ungkapan cinta Andi pada Asih yang telah lama terpendam.” Kata Andi yang tak lagi merasa malu mengakui mencintai Asih. Meski dihatinya juga masih ada Hazel.
“ Kita perlu menyingkir gak nih ?” gurau Astri.
“ Yee apaan sih, kan Cuma nyanyin lagu aja !” sahut Asih.
__ADS_1
“ Owh gitu, jadi kita perlu menyingkirnya kalo apa Asih ?” Tanya Aster ikut menggodai Asih.
“ Diih apaan aah Aster nih…?” jawab Asih tersipu malu.
“ Gini aja deh, nanti kalian kuberi waktu jalan berdua pakai mobilku. Ya Ndi, kamu ajak Asih jalan kemana kek, buat rayain jadianya kalian. Aku sama Astri mau berbincang berdua juga nanti.” Kata Aster.
“ Tapi mbak….?”
Belum selesai Andi bicara sudah dipotong Aster.
“ Tidak ada tapi, pokoknya kalian kuberi kesempatan ngedate, biar bisa bicara empat mata. Barang kali kalo sekarang kalian malu ada kami.” Sahut Aster.
Andi tak lagi bisa menolak tawaran Aster.
“ Baiklah, nanti Andi ajak Asih jalan jalan.” Kata Andi.
“ Serius Ndi ?” Tanya Asih.
“ Iya serius, kan Andi sekarang pacar Asih, tapi resminya nembak nanti aja deh.” Kata Andi disambut tepuk tangan Aster dan Astri, sedangkan Asih hanya senyum menatap Andi dengan sejuta perasaan yang berbunga bunga.
“ Ini lagu untuk kekasih hatiku Asih.” Tiba tiba Andi langsung memainkan gitar akustiknya, dengan dominasi melody nya.
...Risalah Cinta Dewa 19...
...Hidupku tanpa cintamu...
...Bagai malam tanpa bintang...
...Cintaku tanpa sambutmu...
...Bagai panas tanpa hujan...
...Jiwaku berbisik lirih...
...'Ku harus milikimu...
...Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku...
...Meski kau tak cinta kepadaku...
...Beri sedikit waktu...
...Biar cinta datang karena telah terbiasa...
...Mungkin wanginya mengilhami...
...Sudikah dirimu untuk...
...Kenali aku dulu...
...Sebelum kau ludahi aku...
...Sebelum kau robek hatiku...
...Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku...
...Meski kau tak cinta kepadaku...
...Beri sedikit waktu...
...Biar cinta datang karena telah terbiasa...
...Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku...
...Meski kau tak cinta kepadaku...
...Beri sedikit waktu...
...Biar cinta datang karena telah terbiasa...
...Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku...
...Meski kau tak cinta...
Selesai Andi menyanyikan lagu itu, tiba tiba orang tua Andi datang, mereka menyalami orang tua Andi. Dan memperkenalkan Astri sahabat Aster waktu kecil dulu.
Orang tua kemudian menanyakan hasil dari Interview Aster dan Asih.
“ Gimana hasil wawancara kamu dan Asih nak ?” Tanya bu Halimah ibu nya Andi.
“ Alhamdulilllah bulek, Aster dan Asih diterima,senin mulai kerja.” Jawab Aster.
“ Sukurlah kalo begitu, semoga kalian betah kerjanya, dan bisa sukses nantinya.” Ucap bu Halimah.
__ADS_1
“ Aamiin.” Jawab semua kompak mengamini.
“Yaudah, sudah sore Ndi. Udah pada makan belum tadi ?” Tanya bu Halimah.
“ Udah kok bulek, tadi kami makan siang disana.” Jawab Aster.
“ Beneran, yaudah kita siap siap maghrib dulu ngobrolnya lanjut nanti lagi !” kata bu Halimah.
Kemudian mereka bersiap siap mandi, dan Asih pun mandi dirumahnya. Sementara Aster dan Astri mandi di rumah Andi.
Tibalah waktu yang disepakati, Aster mengajak Andi dan Asih jalan. Berangkat dari rumah berempat, namun Aster minta diturunkan di sebuah mall dengan Astri. Sementara Andi dan asih berjalan kesebuah taman kota.
Sesampai disana, Andi langsung menuju ke sebuah kursi di taman kota itu.
“ Mau ngapain disini Ndi ?” Tanya Asih.
“ Gak ngapa ngapain kok, Cuma pingin ngobrol empat mata saja Asih !” jawab Andi.
“ Apakah beneran Andi juga suka sma Asih, Asih kira Andi dulu suka sama Aster. Soalnya dari pengamatan Asih, Andi suka mencuri curi pandang sama Aster. Asih harap Andi jujur saja.” Kata Asih memulai bicara.
“ apakah kalo Andi jujur, Asih masih mau bersama Andi ?” Tanya Andi.
“ Ya kamu jawab jujur saja, sebelum kita melangkah lebih Ndi.” Kata Asih harap harap cemas atas jawaban Andi.
“ Jujur, sudah lama Andi naksir kamu Asih. Seperti yang dibilang Aster tadi. Tapi Andi gak pernah berani ngomong.” Kata Andi.
“ Terus ?” Tanya Asih gak sabar.
“ Andi tu belum pernah pacaran, belum pernah nembak cewek. Jadi Andi bingung mau bagaimana waktu itu.” Kata Andi.
“ Lanjutin saja Ndi, Asih dengerin sampai kamu selesai.” Kata Asih.
“ Pada saat mbak Aster pulang, bapak suruh Andi jemput sepupuku Mbak Aster. Kami sudah sangat lama tidak ketemu. Pertemuan terakhir kami waktu Andi masih SD. Jadi wajah masing masing pun tidak pernah tahu saat dewasanya kayak apa.” Andi terhenti agak ragu melanjutkanya.
“ Jangan bikin Asih penasaran Ndi, apapun katamu Asih siap menerima.” Ucap Asih.
“ Pada saat Andi ketemu mbak Aster, waktu itu mbak Aster langsung peluk Andi. Sampai Andi merasa malu, akhirnya mbak Aster sadar Andi bukan anak kecil lagi. Tapi sejak saat itu Andi jadi terbayang peristiwa itu. Karena itu adalah pertama kali Andi dipeluk wanita. Dan jujur hamper saja aku beneran tertarik dengan mbak Aster. Namun akhirnya Andi sadar, jika Andi dengan mbak Aster yang ada bukan cinta tapi hanya Simpati saja.” Kata Andi.
“ Kamu yakin itu Ndi ?” Asih menegaskan ke Andi.
“ Andi yakin dan jujur Asih, meski kesadaran itu muncul setelah Asih dan mbak Aster ke Jakarta. Melalui sebuah perenungan, Andi pergi ke Pantai dimana kita bertiga pernah kesana itu Asih.” Jawab Andi.
“ Ngapain kesana ?” Tanya Asih.
“ Jujur waktu itu, merasa tidak sanggup melepas kepergian kalian berdua. Makanya Ani pilih menghindar. Dan disana Andi merenung lama sendirian, kemudian Andi bertemu dengan kenalan Andi dari kelompok Band lain. Dan dari situ kami akhirnya saling curhat, Andi curhat tentang mbak Aster juga Asih.” Kata Andi.
“ Curhat gimana ?” Tanya asih lagi.
“ Andi curhat, jika Andi merasa aneh, gk bisa jatuh cinta dengan gadis sebaya. Tapi lebih suka dengan yg sedikit lebih tua dari Andi.” Jawab Andi.
“ Masa sih Ndi, sampai begitu ?” sahut asih.
“ Asih kan tahu sendiri, apa Andi pernah deket dengan cewek ?” jawab Andi.
“ Iya sih, tapi agak aneh saja, terus kenalan kamu itu bilang apa ?” Tanya Asih.
Kemudian Andi menceritakan kejadian dipantai waktu itu bersama Hazel, sampai akhirnya Hazel ikut kerumah Andi.
“ Loh Hazel itu kan yang pernah kamu kenalin Asih waktu itu ?” kata Asih.
“Iya, Asih ingat ?” Tanya Andi.
“ Ingat sih, kukira waktu itu dia pacarmu malah. Secara dia kayaknya suka sama Andi.” Jawab Asih.
“ Asih marah gak, jika Andi bilang jujur. Jika dalam masa kegalauan Andi, Andi ajak Hazel pacaran kemarin ?” Tanya Andi hingga membuat Asih terkesiap kaget.
.............................
...bersambung...
Bagaimana sikap Crew Band Andi atas kedatangan Aster, Asih dan Astri. Sahabat Aster yang sudah lama dicari. Dan.....
Apa reaksi mereka melihat, Astri yg mirip dengan Aster ?
Nantikan episode berikutnya.
...Jangan lupa beri dukungan...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...