Cinta Asteria

Cinta Asteria
Aster Akhirnya tahu siapa Hendra


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Terimakasih ibu, soal pekerjaan Andi, kayaknya Astri bisa bantu soalnya nanti juga temen Astri yang punya Usaha juga Astri undang di pertunangan Aster dan Bang Hendra. Yang kebetulan butuh tenaga kerja juga” Ucap Astri.


“Serius kamu Astri ?” tiba tiba Aster yang menyahut.


“Serius kakak iparku sayang, Astri akan undang dia sekalian biar Andin anti bisa ngobrol barangkali tertarik dengan kerjaan yang ditawarkan.” Ucap Astri.


Dalam hati Aster berkata, orang itu adalah calon suamimu Aster. Karena nanti malam rahasia ini akan aku bongkar sebagai kado pertunganmu. Dan sebagai kado ketulusanmu mencintai abangku tidak memandang status dia kemarin adalah bawahanmu, batin Astri.


*****


Episode ini


“Aah Astri mah jangan gitu dulu dong Aster jadi gak enak kamu panggil kakak ipar.” Ucap Aster.


“Lah kan Astri juga ikut bahagia Aster, pokoknya Astri sudah siapin kado special buat pertungan Aster nanti.” Jawab Astri.


“Apaan sih, kamu mau datang aja Aster udah bahagia Astri…!” jawab Aster tersipu malu.


“Tapi tidak bagi Astri, sebelum bisa memeberikan kejutan besar buat calon kakak iparku Astri gak akan bahagia.” Ucap Astri.


“Udah lah Astri malu sama yang lain, kan baru juga ngomongin rencana Andi. Bahkan Asih juga belum kasih jawaban tadi. Gimana Asih menurut kamu tentang rencana Andi tadi ?” Tanya Aster ke Asih.


“Asih masih bingung Aster, kenapa Andi tiba tiba punya pikiran begitu. Ini bukan setuju dan tidak setuju. Kalo Asih mah setuju saja, hanya saja heran kenapa Andi tiba tiba punya pemikiran begitu. Sementara beberapa hari lalu dihubungi aja susah, di chat gak di bales padahal dibaca juga. Kok sekarang tiba tiba malah ngajak nikah.” Ucap Asih.


“Apa kamu belum siap karena Andi belum bekerja Asih ?” Tanya Andi.


“Yaa Allah Andi bukan itu maksut Asih, kalo Andi mau cari kerja atau mau usaha apapun Asih dukung. Dan selama kamu belum  dapet kerjaan atau usaha kamu belum jalan Asih siap hidup sederhana bersamamu dengan hasil Asih bekerja. Dan gak akan menuntut sesuatau yang sekiranya memberatkan kamu.” Ucap Asih.


Mendengar jawaban Asih Andi jadi terbelalak betapa Andi merasakan besarnya cinta Asih. Namun justru Andi menyia nyiakan cinta Asih dengan menjalin Asmara kilat dengan beberapa wanita.


“Sebaiknya itu kita bicarakan nanti saja setelah pertunangan Aster selesai. Sekarang kita focus dulu ke pernikahan Aster saja.” Ucap bu Halimah ibunya Andi.


“Iya buk, kita ini tamu malah mau bikin acara sendiri.” Sambungng Bapaknya Andi.


“Ah gak papa dik Baskoro, kan sekalian mumpung kita ketemu dalam sebuah acara keluarga begini. Sekalian kita bicarakan acara keluarga masing masing.” Ucap ibunya Aster.


“Maaf bapak ibuk dan semuanya, Astri mau mohon ijim pulang dulu. Karena juga harus mempersiapkan sesuatu dirumah dan anti malam harus membawa rombongan juga dari  rumah kesini mengawal bang Hendra.” Pamit Astri.


“Iya nak, ibuk juga sudah kangen sama mamah kamu, kalo bisa datngnya lebih awal nanti biar bisa puas ngobrolnya.” Kata ibunya Aster.

__ADS_1


“Iya buk, Astri pamit dulu ya buk, pak Astri pamit dulu persiapan dirumah. Daa semua…!” ucap Astri sambil melangkah pergi. Dengan membawa senyum kebahagiaan tersendiri.


Kemudian Aster segera menjalankan mobilnya menuju kerumahnya.


Dan di rumahnya mamahnya sudah menunggu bersama Hendra dan beberapa staf pilihan di perusahaan termasuk manager personalia.


“Assalaamu ‘alaikum mamah, bang Hendra ?” sapa Aster dari luar rumahnya.


“wa’alaikummussalaam….!” Jawab yang ada serentak.


“Lah kok udah pada kumpul sekarang disini, kan pertunanganya nanti malam ?” Tanya Astri.


“Aku yang ajak mereka kumpul sekarang Astri, karena aku mau membuka rahasia ini sebelum acara pertunangan Resmi dengan Aster. Biar saat pertunangan resmi nanti Aster tidak mersa syok.” Jawab Hendra.


“Apa gak sebaiknya sekalian nanti bang ?” Tanya Astri.


 


“Takut Aster Syok di depan Umum Astri, mending kita buka sekarang dan sebelum acara Resmi nanti. Jadi jika Aster syok pun belum banyak orang Astri.” Jawab Hendra.


“iya juga sih, tapi gak jadi kejutan besar bagi Aster dong bang.” Ucap Astri.


“Ini sudah jadi kejutan besar baginya Astri, dan sudah cukup kita bersandiwara. Dengan Aster mau memerima aku yang statusnya adalah Assistenya itu sudah sangat membuktikan Aster adalah gadis yang tulus dan pantas untuk dicintai selamanya.” Ucap Hendra.


“ciyeee bang Hendra jadi romantic banget sekarang ya…!” goda Astri pada Hendra.


“Sudah ah, malu sama bapak bapak staff kantor tuh.” Ucap mamahnya Astri.


“Jadi rencananya mau berangkat sekarang nih ?” Tanya Astri pada rombongan Hendra.


“Nggak bentar lagi nungguin Dimas dan lainya juga dari pada kamu nanti iri aku sama Aster kamu hanya sendirian duduk gemeter.” Jawab Hendra.


“Iiich somboongnya abangku sekarang yang lagi mabuk cinta sama Aster.” Ucap Astri yang tidak membalas ejekan aabangnya saking bahagianya.


Beberapa saat kemudian Dimas kekasih Astri dan Arya datang berboncengan sepeda motor.


“Kalian sudah siap berangkat sekarang ?” Tanya Hendra ke Dimas dan Arya.


“Sudah bang, Arya gak jadi ajak Ifah, karena Ifah ada acara lain.” Akta Dimas.


“Yaudah kita merangkat sekarang juga.” Ajak Hendra ingin segera menemui Aster calon istrinya dan juga calon mertuanya.


Berangkatlah rombongan itu dengan membawa empat mobil mewah untuk mengunjungi Aster calon Istrinya Hendra. Karena jarak yang gak begitu jauh, hanya dalam hitungan menit mereka sudah sampai di rumah Aster dan mengagetkan keluarga Aster, karena belum siap apa apa tapi tamunya sudah pada dating.


“Pak bu, itu rombongan calon besan sudah dating bawa banyak orang, gimana kan katanya acaranya malam ?” ucap Aster kebingungan.


“sudah sambut saja sewajarnya dan apa adanya saja gak perlu panik.” Ucap ibunya Aster.


Sesaat kemudian masuklah rombongan Hendra bersama Astri dan mamahnya, Arya dan Dimas juga diikuti Manager persoaalia dan beberpa staaf perusahaan dimana Aster bekerja.


“loh pak Personalia juga ikut hadir kesini, selamat datang pak perkenalkan inilah rumah kami dan ini ibu bapak Aster.” Sambut Aster pada manager personalia yang kemarin adalah atasanya. Namun sebentar lagi manager personalia itu lah yang akan gentian mendengarkan apa kata Aster. Setelah semuanya sudah terbuka.


“Iya bu Aster, maaf sekalian nanti ada pembicaraan khusu yang sifatnya informasi dari perusahaan yang harus ibu Aster ketahui dari sekarang.” Jawab personalia itu.

__ADS_1


Sementara Mamahnya Astri dan ibunya Aster berpelukan setelah cipika cipiki dengan sangat akrab dan penuh kekeluargaan. Bagi mereka ini adalah seperti adegan sebuah drama saja, pikir mereka dalam hati.


Kemudian setelah dipersilahkan duduk semua maka mulailah personalia itu memulai bicara secara Resmi atas nama perusahaan.


“Mohon maaf semuanya, perkenalkan nama saya Daniel dan saya adalah manager personalia dari PT KBI. Perusahaan dimana ibu Aster bekerja selama ini.


Ijinkan saya yang pertama mengucapkan Selamat atas pertunangan ibu Aster dengan Bapak Hendra.” Personalia berhenti sejenak.


Aster agak khawatir, jika personalia tersebut mengatakan salah satu dari Aster atau Hendra harus mengundurkan diri dari pekerjaanya. Meskipun Aster juga gak terlalu panik denga pekerjaan, karena banyak juga yang menawari dia pekerjaan dengan gaji yng ditawarkan beberapa kali dari gaji yang diterima Aster sekarang.


“Ada hal penting, bahkan ini sangat penting yang tertama ibu Aster Harus ketahui, terkait dengan perusahaan.” Manager personalia berhenti lagi seakan memang ingin membuat Aster deg deg an.


“Jadi begini ibu Aster, sebelumnya saya benr benar mohon maaf karena selama ini saya hanya mengikuti perintah dari pemilik perusahaan.” Ucap Personalia semakin membuat Aster deg degan juga.


“Iya pak dilanjut saja, Aster siap menerima apapun keputusan perusahaan jika memang itu sudah menjadi keputusan perusahaan.” Sela Aster sudah tak Sabar.


“Baiklah bu Aster, saya mohon bu Aster jangan kaget dan jangan smapai menyalahkan saya dan kawan kawan ini secara pribadi. Karena kami semua hanya mengemban tugas dan menjaga Amanah. Jadi sebenarnya begini bu Aster, perusahaan kita itu dulunya adalah milik Ayahanda dari Pak Hendra calon tunangan bu Aster.” Ucapan personalia dipotong Aster.


“Apa pak, dulu punya Papahnya Hendra dan Astri ?” ucap Astri kaget, bahkan semua yang ada disitu juga Kaget. Kecuali Nisa yang sudah tahu dari Astri langsung.


Namun beberapa orang termasuk Aster berpikirnya lain dikiranya perusahaan itu dulu milik papah nya Hendra dan bangkrut kemudian di take over orang lain. Dan sekarang Hendra bekerja disitu.


“Iya bu Aster, namun Karena waktu itu Papahnya Pak Hendra wafat dan pak Hendra dan bu Astri belum bisa memimpin perusahaan. Maka perusahaan itu diserahkan ke saya, dan saat ini saya akan kembali menyerahkan tanggung jawab Perusahaan itu kembali kepada Pak Hendra dan Bu Astri.” Ucapan personalia tersebut membuat Aster tiba tiba Syok dan pingsan dalam pangkuan ibu kandungnya.


Suasana jadi berubah panik atas pingsannya Aster setelah mendengarkan penjelasan dari personalia tersebut…..?!?


Tenda Pertunangan



... bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2