
🌷🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
"Seandainya mungkin kita juga bisa melihat siapa yang telah mengambil File itu, jika pengambilannya tidak terlalu lama. Sebelum file recordernya kehapus.”Ucap Aster.
“Ambil saja hard disk CCTV nya, ganti yang baru nanti kita periksa di rumah.” Ucap Hendra yang sudah tidak sabar ingin pulang dan mengatur strategi agar dapat menjebak Daniel manager personalia yang licik itu.
Hendra dan lainnya pun segera meninggalkan kantor pulang ke rumah masing masing. Hendra dan Aster kembali ke rumah Aster, mereka berdua segera mengatur strategi untuk menjebak Daniel. Dan memaksa Daniel mengakui perbuatanya.
*****
Sementara di tempat lain Daniel orang kepercayaan keluarga Hendra yang justru menikam dari belakang mencoba untuk menyembunyikan surat penyerahan kekuasaan sementara yang Asli dan menggantikannya dengan surat palsu yang sudah di edit. Sehingga terkesan Papahnya Hendra menyerahkan perusahaan itu sepenuhnya kepada Daniel.
Namun dengan kejadian yang barusan terjadi Daniel menjadi berdebar takut aksinya keburu ketahuan sebelum semua berjalan sesuai dengan rencananya. Maka Daniel pun segera menghubungi orang orang bayarannya untuk menyegerakan surat palsu yang di pesannya.
“Semoga saja mereka belum mengetahui jika surat aslinya sudah aku ambil dan akan aku ganti.” Kata Daniel dalam hati.
Daniel pun segera menghubungi orang yang sanggup membantunya, baik dari perusahaan rival Hendra maupun orang yang punya dendam pribadi dengan Hendra. Yang merupakan pesaing Jhoni anak buah Hendra.
Mereka mengadakan pertemuan darurat untuk segera dapat melaksanakan rencana berikutnya. Menjebak Hendra dengan umpan wanita bayaran dan akan menjatuhkan Hendra serta perusahaanya.
Sebuah rencana keji yang di latar belakangi oleh ***** kekuasaan, membuat Daniel orang yang selama ini setia kepada keluarga Hendra jai tergiur dan terbujuk rayuan yang disertai intimidasi.
“Pak Daniel tenang saja, kita sudah persiapkan perangkap agar hubungan Hendra dan istrinya rapuh. Sehingga konsentrasi mereka akan terpecah dan tidak fokus dengan masalah perusahaan. Dengan begitu mereka akan sibuk dengan permasalahan keluarga mereka dulu, kemudian kita manfaatkan kesempatan itu untuk mengambil alih perusahaan tersebut.” Ucap bos pemilik perusahaan pesaing Hendra.
“Tapi Hendra itu orangnya tidak mudah di jebak pak Lim, takutnya rencana itu akan gagal dan berbalik menyerang kita.” Ucap Daniel.
“Semua tindakan itu ada resikonya pak Daniel, jika menginginkan sesuatu yang besar sudah pasti resikonya juga besar.” Jawab pak Lim member dorongan kepada Daniel.
“Iya pak, hanya saya masih ragu apakah usaha ini akan berhasil. Mengingat mereka juga pasti akan lebih berhati hati sekarang. Bahkan saya pun saat ini termasuk yang di liburkan karena masalah ini.” jawab Daniel kuatir.
“Orang jika takut resiko tidak akan maju pak Daniel, saya kan membantu anda untuk bisa maju bukan sekedar menjadi karyawan tapi akan kami jadikan pemilik perusahaan.” Jawab Lim meyakinkan Daniel dengan rayuan dan jebakan. Karena keinginan utama orang itu bukan menjadikan Daniel sebagai pemilik perusahaan Hendra. Melainkan hanya ingin menghancurkan perusahaan Hendra, soal Daniel berhasil menjadi pemilik perusahaan tersebut atau tidak bukanlah urusannya.
__ADS_1
Begitulah jika seorang sudah terbujuk dengan keinginan instan untuk berhasil mendapat kesuksesan tanpa mau bekerja keras. Sehingga kesetiaan Daniel selama sekian tahun pun sirna hanya karena bujuk rayu orang yang penuh muslihat.
*****
Di rumah Hendra dan Aster.
“Sudah ketemu belum bang video CCTV yang menunjukkan Daniel mengambil dokumen itu ?” tanya Aster pada Daniel.
“Belum, aku mulai dari waktu sebulan yang lalu, ini baru masuk hari ke tujuh. Belum ada tanda tanda apapun.” Jawab Hendra.
“Kalo perasaan Aster itu belum lama bang, coba saja langsung di lihat dari seminggu terakhir.” Kata Aster.
“Apa dasarnya kamu bisa mengatakan itu belum lama ?” tanya Hendra kepada Aster.
“Menurut Aster, Pak Daniel hanya tergiur rayuan seseorang yang ingin menghancurkan perusahaan kita. Dan feeling Aster itu belum lama. Karena sebelum nya pak Daniel tidak memperlihatkan perilaku yang aneh.” Jawab Aster.
“Maksud kamu bagaimana ?” tanya Hendra.
“Akhir akhir ini saja pak Daniel menunjukkan keanehan, seperti tidak semangat dalam bekerja. Bahkan seringkali datang terlambat dan pulang lebih cepat.” Kata Aster.
“Benar begitu kah ?” tanya Hendra Lanjut.
“Iya, apa lagi saat bang Hendra tidak ke kantor saat makan siang pun keluarnya lama sekali. Aster jadi kepikiran saat saat itulah pak Daniel melakukan pembicaraan dengan orang lain untuk menghancurkan perusahaan kita.” Kata Aster kepada Hendra.
Sangat masuk akal penjelasan Aster itu, meski masih sebatas kecurigaan belum ada bukti yang menguatkan. Hendra pun segera memutar CCTV yang masuk pada tujuh hari terakhir dari record yang tersimpan.
Benar juga kata Aster, masuk pada lima hari terakhir Daniel terlihat dalam rekaman CCTV sedang mengobrak abrik meja dokumen rahasia dan terekam camera CCTV saat mengambil dokumen dan dibawa keluar.
“Lihat Aster, ini bukti Daniel mengambil dokumen dan di bawa keluar. Memang belum lama seperti kecurigaan kamu.” Kata Hendra.
“Terus apa rencana bang Hendra selanjutnya bang ?” tanya Aster.
“Besuk kita panggil Daniel, kita tanyakan apa tujuannya berbuat seperti itu. dan dia bekerja sama dengan siapa. Kalo masih mau mengakui, tidak kita teruskan ke ranah hukum. Namun jika tidak mau mengakui maka terpaksa kita bawa ke ranah hukum.” Ucap Hendra.
“Aster setuju bang, bagaimana pun pak Daniel punya jasa cukup besar meski kesalahan ini juga sangat fatal. Namun kalo bisa tidak usah kita bawa ke ranah hukum dulu. Asal dia mau mengakui, cukup dengan tindakan aturan perusahaan dia di berhentikan sesuai aturan perusahaan saja.” Jawab Aster.
“Baiklah, besuk kita segera panggil Daniel, dan harus mau datang kalo tidak datang jemput paksa jika perlu.” Ucap Hendra.
“Semoga saja Pak Daniel masih mau diajak bicara baik baik, jangan sampai ada kekerasan atau masuk ke ranah hukum.” Ucap Aster.
“Baiklah, sekarang sudah mulai lega sudah ketemu sumber masalahnya. Kita ganti pembicaraan saja, bagaimana kandungan kamu Aster ?” tanya Hendra.
__ADS_1
“Alhamdulillah gak ada masalah, Aster juga rajin chek ke dokter kok.” Jawab Aster.
“Syukurlah, aku juga mau periksa kandungan kamu nih !” ucap Hendra menggoda Aster.
“Halah bilang saja lagi pingin, gak usah berbelit belit bicaranya, Aster juga ngerti kok bang.” Ucap Aster sambil senyum.
“Iya sih, sudah lama kita di sibuk kan dengan urusan lain sampai lupa kita adalah suami istri.” Ucap Hendra sambil memeluk Aster istrinya.
“Nanti ah, masih sore juga bapak ibu masih belum pada tidur takutnya memanggil kita mau menanyakan persoalan di kanor kita.” Ucap Aster.
“Gak lah, kan kita di kamar sendiri gak mungkin bapak ibu datang kesini jam segini. Apa lagi kita kan baru di kamar.” Kata Hendra sambil menciumi pipi Aster.
Namun di luar perkiraan Hendra tiba tiba ibunya Aster memanggil Hendra dan Aster.
“Hendra, Aster kalian lagi sibuk gak ibu mau tanya soal perusahaan kalian kalo gak sibuk ?” tanya ibunya Aster dari luar kamar.
“Iya buk, gak sibuk kok barusan lihat rekaman CCTV kantor dan sudah menemukan pelakunya.” Jawab Hendra kecewa. Aster justru tersenyum geli melihat perubahan sikap Hendra yang Nampak kecewa, karena keinginannya terhenti karena panggilan ibu nya.
“Apa Aster bilang bang, sana temuin ibu dulu.” Ucap Aster berbisik sambil menahan tawa.
Hendra pun mau gak mau harus menghentikan aktifitasnya dan bangkit keluar kamar menemui ibu mertuanya…!!!
...Bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...