Cinta Asteria

Cinta Asteria
Aster diundang keluarga Andi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Pikiran Asih jauh menerawang mengikuti alur kecurigaan dan kecemburuanya karena takut kehilangan Andi. Sementara dirinya sendiri jauh dari Andi dan disamping Andi ada Hazel yang pernah masuk dalam kehidupan Andi. Perasaan manusiawai seorang wanita pada orang yang dicintainya memang.


Apa lagi bagi Asih Andi itu adalah lelaki yang sudah lama dia idamkan meski hanya sebatas angan, jika saja bukan karena bantuan Aster dan Astri maka Andi mungkin tidak akan pernah menjadi kekasih Asih. Begitulah perasaan Asih yang membuatnya susah memejamkan mata sehingga tak terasa air matanya pun menetes.


Andi, mungkin kamu gak ngerti jika Asih selalu cemburu ketika kamu menyebut nama Hazel. Apalagi membicarakan Hazel kepadaku, sebenarnya Asih sangat cemburu. Namun Asih tak berani mengatakan itu, takut kamu marah dan malah balik membenciku. Asih hanya ingin dihatimu hanya ada Asih seorang. Seperti halnya Asih yang hanya menempatkan nama Andi seorang dalam hati Asih. Namun itu mungkin hanya ego Asih saja.


Beberapa lama Asih belum juga bisa tidur, mau Chat Andi ragu ragu akhirnya Asih kembali membuka buku buku puisinya.


“Rasanya sudah lama tidak mencurahkan isi hatiku dalam tulisan, mungkin saat ini sudah waktunya kembali menggoreskan penaku dibuku ini.” batin Asih dalam hati.


Sesaaat kemudian terlihat pena Asih menari nari diatas kertas di bukunya. Untaian kata demi kata terangkai dalam sebuat bait puisi.


...PEDIHNYA CEMBURU...


...Tak terbayang sebelumnya,...


...Jika dalam cinta ada sebuah rasa....


...Cemburu yang meyebabkan luka,...


...Karena terasa namun tak kasat mata....


...Hanya diri yang merasa....


...Tak tampak olehmu,apa lagi sampai terasa....


...Karena hanya senyumku yang kau lihat,...


...Namun perasaanku sungguh tersayat....


...Saat kau menyebut namanya,...


...Nama seseorang yang dulu ada dihatimu....


...Aku menanggis sedih didalam hati,...


...Namun tetap senyum diwajahku....


...…....


...…....


Sampai disitu akhirnya Asih tertidur, dalam posisi tengkurap sambil memegangi pena. Begitulah Asih jika susah tidur, selalu menulis puisi seakan sambil menunggu dewi mimpi menjemputnya ke alam mimpi sehingga Asih tertidur.


 Asih terbangun saat mendengar kumandang adzan subuh, lebih siang dari biasanya. Karena biasanya sebelum subuh Asih sudah bangun. Kali ini Nisa yang bangun pertama kali dan sudah menyiaapkan semua keperluan termasuk untuk sarapan pagi.


“Duh maaf ya Nisa, aku terlambat bangun nih.” Kata Asih yang sudah melihat Nisa sudah Rapih dan melihat sudah siap semuanya di meja makan.

__ADS_1


“Gak papa Asih, santai saja tapi kamu gak papa kan Asih, kok kayaknya agak pucat, mang tidur jam berapa ?” Tanya Nisa pada Asih.


“Aku subuh dulu ya, nanti Asih certain Nisa.” Kata Asih meninggalkan Nisa.


“Ok Asih, aku lagi cuti nih gak solat subuh.” Jawab Nisa.


Kemudian Asih menuju kamar mandi tak lama berselang Aster juga baru keluar kamar, namun sudah rapid an tampaknya sudah mandi dikamar mandi yang ada dikamarnya.


Aster langsung menuju meja makan menemani Nisa minum dan makan camilan.


“Asih mana nisa ?” Tanya Aster.


“Owh masih dikamar mandi tadi, mungkin langsung sholat subuh dulu.” Jawab Nisa.


“Loh mang Asih baru bangun, biasanya paling duluan bangun dia ?” Tanya Aster.


“Iya agak pucat tadi kayaknya semalam susah tidur. Apa karena habis ngomongin pak Bram itu. apa dia punya masa lalu dengan pak Bram ya Aster ?” Tanya Nisa polos.


“Bukan, tapi ceritanya panjang sih, mungkin gak cukup waktu kalo diceritakan sekarang, Nisa.” Jawab Aster kalem.


Akhirnya Nisa juga hanya diam, mungkin memang ini bukan urusan aku, pikir Nisa. Gak baik juga kepo urusan pribadi orang, mungkin itu adalah rahasia mereka atau bahkan rahasia Asih pribadi saja. Pikir Nisa selanjutnya.


Bebrapa saat kemudian Asih muncul sudah rapih dan siap bergabung dengan Aster dan Nisa.


“Pagi semua,maaf Asih hari ini bangun kesiangan semalam gak bisa tidur.” Kata Asih.


“Kamu kenapa Asih, ada masalah sama Andi samapai gak bisa tidur gitu ?” Tanya Aster pada Asih.


“Gak sih sebenernya, hanya Asih saja yang mungkin pencemburu. Asih sering kali merasa sakit saat  Andi ngomngin Hazel. Padahal Asih tahu Andi sudah memilih Asih, dan melupakan Hazel. Makanya ketika semalam ngomongin Bram yang mirip mantan Hazel Asih malah jadi ingat Hazel. Dan ingat juga kalo Andi saat ini baru nungguin Hazel jadi Asih agak cemburu.” Kata Asih. Disambut tawa oleh Aster yang kaget dengan sikap Asih yang sentimental begitu.


“Wkakaka,,,, masa sampai segitunya Asih. Hanya karena itu kamu gak bisa tidur begitu ?” Tanya Aster.


“Haah serius kayak gitu wajar ? susah amat orang jatuh cinta Asih ?” komentar Aster.


“Lah memang kamu gak pernah jatuh cintta Aster ?” Tanya Nisa ikut nimbrung obrolan.


Aster jadi gelagapan sendiri ditanya Nisa begitu, mau jawab giaman juga Aster jadi biingung.


“Jujur emang belum pernah Nisa, jadi Aster gak ngerti rasanya orang jatuh cinta, apa bener kayak yang dibilang Asih tadi ?” Tanya Aster pada Nisa.


“Memang reaksi orang jatuh cinta itu beda beda Aster, salah satunya ya seperti Asih itu tadi masih wajar begitu.” Jawab Nisa.


“Ah ribet juga ya orang jatuh cinta jika begitu, kupikir orang jatuh cinta sekedar membuat komitmen kemudian saling sapa baik langsung maupun lewat telpon buat ngobatin kangen, gak tahunya sampai segitunya.” Komentar Aster.


“Lah kamu yang aneh Aster, masak sampai sebesar ini gak pernah jatuh cinta sih ?” Tanya Nisa Spontan mendengar jawaban Aster yang menuritnya aneh.


“Ya Aster harus bagaimana lagi kalo kenyatanya memang belum pernah jatuh cinta ?” jawab Aster.


Nisa hanya terdiam, dalam hatinya merasa aneh gadis secantik Aster gak pernah jatuh cinta sama sekali. Itu adalah hal yang hampir mustahil menurut Nisa, karena gadis secantik Aster pasti juga banyak cowok yang mendekati dan bisa memilih yang paling disukainya, pikir Nisa.


Lalu apakah yang menyebabkan Aster tidak pernah jatuh cinta dengan lelaki ? makin bingung Nisa memikirkan keanehan pada diri Aster.


“Udah Nisa, gak usah kamu pikirin ster punya kebahagiaan tersendiri kok meski gak pernah jatuh cinta. Aster tetap bahagia dengan diri Aster sendiri.” Kata Aster mengur Nisa yang bengong memandangi dirinya.


“Rasanya kurang lengkap lah Aster kebahagiaan kamu jika gak pernah jatuh cinta dan tidak memiliki pacar.” Kata Nisa. Disambut tawa ngakak Aster.


“Wkakakaka,,,,, Nisa kamu ini ada ada saja. Sekarang kamu bandingin saja, siapa diantara kita yang paling bahagia gak punya masalah. Astri punya pacar Dimas ada masalah dan membuatnya sedih. Asih punya Pacar Andi juga sedih karena cemburu. Kamu juga punya lelaki yang dicintai masih juga suka sedih. Dan Aku gak punya cowok gak pernah jatuh cinta dengan cowok justru happy terus.” Jawab Aster membuat Nisa dan Asih tak mampu menjawab.


Dalam hati Asih dan Nisa berkata, “ada benernya juga yang dibilang Aster, tapi gak mungkin juga kalo cewek sampai gak mikirin cowok kekasihnya. Begitupun cowok pasti mempunyai cewek yang diimpikanya.” Batin Nisa.

__ADS_1


“Ya gak bisa dinilai begitu lah Aster, namanya orang hidup pasti ada permasalahan. Baik itu soal cowok ataupun yang lain. Menurutku jatuh cita itu anugerah yang harus disukuri, karena kita hidup tidak mungkin tanpa cinta. Dunia akan terus berjalan bila masih ada cinta. Akan terhenti jika sudah tidak ada cinta.” Kata Asih ikut menyahut.


“Haiiisssh Asih mulai puitis lagi deh, hmmmm semalam kamu pasti gak bisa tidur karena sibuk bikin puisi ya ?’ kata Aster menggoda Asih


“Aah gak juga kok, ya sekedar gak bisa tidur saja Aster, inget yang lagi bersama orang lain.” Jawab Asih sambil tersenyum malu malu.


“Udah kamu tenang saja, kan Andi tetap memilih kamu sebagai kekasihnya bukan hazel. Adapun dia nungguin hazel di rumah sakit itu urusan kemanusiaan saja.” Jawab Aster.


Asih tidak menjawab hanya membatin dalam hati, “kamu gak tahu Aster, belum pernah merasakan perihnya Cinta Pahitnya cemburu dan sedihnya ditinggal kekasih. Jadi kamu bisa bilang begitu.” Gerutu Asih dalam hati.


Belum selesai mereka berbincang, tiba tiba terdengar Ponsel asih bordering.


“Assalaamu’alaikum Andi.” Sapa Asih. Ternyata Andi yang telpon.


“Wa’alaikummussalam Asih, lagi sarapan ya. Sama mbak Aster juga gak Asih ?” Tanya Andi.


“Iya lah Ndi, sama siapa lagi kalo gak sama Aster. Mau bicara sama Aster ? Tanya Asih.


“Boleh ya bentar, tadi Andi coba telpon ke no mbak Aster gak diangkat. Ini ibuk mau bicara sama mbak Aster.” Kata Andi.


“Owh iya iya, ini Aster.” Kata Asih menyerahkan Ponselnya Ke Aster.


“Kenapa Andi ? kangen Aster apa kangen Asih jangan Aster buat kedok aja Ndi !” goda Aster pada Andi sekaligus Asih.


“Gak kok mbak, ini ibuk pingin bilang sama mbak Aster sebenarnya. Tapi barusan nyuruh Andi saja yang bilang ke mbak Aster. Jadi ibuk bilang kalo bisa mbak Aster disuruh kesini besuk minggu siang disuruh kumpul dirumah Andi. Semua saudara yang deket mbak, termasuk mbak Aster juga diminta datang.” Kata Andi.


Aster agak kaget mendengar disuruh kumpul dirumah Andi secara mendadak, ada apakah kiranya sepertinya penting banget, pikir Aster.


“Ada apa sebenarnya Ndi, kebetulan memang kami mau kerumah Amdi rencana hari Sabtu pulang Kerja nanti. Taapi mbak jadi kaget tiba tiba kok disuruh kumpul seluruh keluarga. Ada masalah apa Ndi, jangan bikin mbak Aster kepo dong ?” kata Aster.


“Maaf mbak Aster, Andi belum bisa bilang sekarang. Karena baru akan disamopaikan saat mbak Aster sudah sampai disini. Jadi Andi juga tidak berani menyampaikan sekarang mbak.” Jawab Andi yang tiba tiba Nampak sedih. Aster yang melihat perubahan kalimat Andi yang seperti menahan tangis itupun tak tega untuk menanyakan lebih lanjut.


Aster hnya bisa bertanya dalam hatinya, masalah apa gerangan kenapa harus melibatkan Aster dan Andi sampai menangis.


Telpon pun sudah ditutup oleh Andi, namun Aster masih terdiam memikirkan ada apa sebenarnya.


“Aster, Andi kenapa kok kamu jadi murung begitu ?” Tanya Asih ikut sedih dan penasaran.


“Aku disuruh kesana besuk minggu ada pertemuan keluarga penting katanya, tapi Aster taya maslah apa Andi gak mau jawab malah menangis. Jadi Aster bingung juga ada masalah apa sampai segitunya.” Jawab ster yang juga ikut sedih dan penasaran.


...bersambung...


Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.


Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.


...Juga suport nya berupa...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...🙏🙏🙏...


...Terima kasih...

__ADS_1


 


__ADS_2