Cinta Asteria

Cinta Asteria
Penyebab Daniel berkhianat


__ADS_3

Meski sedang mengalami masalah besar, dengan kelembutan


Aster istrinya jelas itu merupakan support yang luar biasa bagi Hendra. Dn


tentu saja itu membantu Hendra dalam menyelesaikan masalah yang sedang dia


hadapi saat ini.


“Kemarin Aster memang sempat gundah dengan keadaan yang


menimpa kita bang. Tapi saat ini justru Aster lebih bisa menerima keadaan ini.


jadi abnga jangan cemberut karena ini.” ucap Aster pada Hendra saat sedang


berdua di kamarnya.


“Iya Aster, apalagi mamah juga masih menyimpan bukti dokumen


Aslinya. Dan yang diambil Daniel itu hanya duplikat saja. Yang Asli masih di


simpan di Save Deposit Box Bank.” Jawab Hendra.


“Benar begitu kah ?” tanya Aster memastikan.


“Iya, mamah kemarin sempat syok karena mendengar dalam


perjalanan ke pengadilan bukyti yang kita bawa dirampas. Tapi ternyata yang


dipikirkan mamah bukan dokumen bukti, tap mamah khatirkan kamu Aster, takut


terjadi apa apa dengan kamu dn bayi kamu.” Ucap Hendra.


“Ya ampun mama, segitu perhatian sama Aster.” Ucap Aster


spontan.


“Iya dan kamu juga ternyata sangat peduli dengan mamaku,


karena tadi begitu aku datang yang kamu tanya keadaan mamah bukan nasip


perusahaan. Berarti aku beruntung sekali punya istri kamu Aster.” Kata Hendra.


“Iih abang udah terlambat kali ngerayunya, kenapa gak waktu


masih pacaran dulu suka ngerayunya ?” sahut Aster.


“Gak Aster, aku jujur ternyata aku dulu salah menilai kamu,


untung saja mamah dan Astri mendorong aku agar menikahi kamu. Ternyata hati


kamu jauh lebih cantik dari yang aku duga.” Ucap Hendra.


“Memangnya kalau wajah Aster gak cantik bang ?” tanya Aster


pura pura sewot.


“Jelas cantik lah, kalau gak cantik mana mungkin abang


hampir tiap hari minta.” Jawab Hendra.


“Begini bang, Aster itu dari kecil kan sudah diasuh ibu dan


mamah bersamaan. Jadi Aster tuh udah anggap mamah kayak ibu kandung Aster juga.


Eeh gak tahunya sekarang jadi menantu mamah juga, padahal abang dulu tuh


nyebelin banget loh. Kenapa ya Aster bisa jatuh cinta sama abang ?” ucap Aster.


“Abang dulu nyebelin kenapa Aster, terus mulai kapan kamu


jatuh cinta sama abang ?” tanya Hendra.


“Apa penting itu bang, kan buktinya aku sudah mengandung


anak kamu sekarang. Masih pentingkah itu semua ?” tanya Aster.


“Pengen tahu aja sih, kan penasaran saja. Kamu dulu kan


benci banget sama abang, sementara dengan Astri adik abang kamu sangat dekat.”


Jawab Hendra.


“Habis dulu waktu kecil abang jahil sama Aster dan Astri


sih, jadi Aster sebelnya sampai dewasa gak hilang. Bahkan sampai Aster pulang


ke Indonesia juga masih saja sebel sama abang.” Jawab Aster.


“Lah masa kecil masih di ingat begitu, jujur saja dulu kan


aku benci kamu karena Astri lebih dekat kamu dari pada aku abangnya. Mamah juga


kayaknya lebih sayang kamu dari pada abang anak kandungnya sendiri.” Jawab


Hendra.


“Gak juga bang, mamah tetap sayang sama abang. Hanya abang


dulu malas, manja dan kolokan jadi mamah gak suka itu.” Ucap Aster.


“Ya sudahlah, itu semua memang jalan yang harus kita tempuh.


Yang penting kan kita sekarang sudah jadi suami istri dan sudah hampir punya


anak.” kata Hendra.


Aster pun kemudian menyandarkan kepalanya ke dada Hendra.


Dan Hendra pun membelai rambut Aster dengan penuh kasih sayang.


*****


Sementara itu di rumah Daniel, dijaga oleh centeng centeng


bayaran sedang terjadi dialog.


“Papa yakin dengan apa yang papa lakukan ini pa ? Apa gak


merasa bersalah mengkhianati kepercayaan yang diberikan ke papa selama ini ?”


tanya Helen istri Daniel.


“Udah kamu diam saja, aku melakukan ini kan demi keluarga


juga.” Jawab Daniel.


“Gak pa, papa melakukan ini bukan demi keluarga, tapi demi


ambisi papa pribadi saja. Karena aku istrimu sudah merasa cukup dengan apa yang


papa dapatkan selama ini.” jawab istrinya.


Daniel menjadi naik pitam, dan tangannya melayang menampar


pipi istrinya. Untuk pertama kali Daniel berlaku kasar kepada istrinya.


Istrinya pun menangis mendapat tamparan dari Daniel suaminya. Bukan pipinya

__ADS_1


yang sakit, akan tetapi hatinya yang terluka.


“Cukup pa, ini bukti kalau papa melakukan itu bukan untuk


keluarga. Tapi untuk ambisi papa pribadi, baru kali ini papa menangani Helen.”


Kata Helen sambil menangis dan melangkah pergi meninggalkan suaminya.


Sementara para centeng yang di tugaskan di rumah Daniel


tidak berani berkomentar apa apa. Karena itu adalah urusan keluarga Daniel.


Memang sejak Daniel berkhianat rumah tangganya jadi sering cek cok. Tidak


seperti sebelumnya yang adem adem saja. Sebuah pengaruh jahat telah mencuci


otak Daniel, sehingga merubah sikap dan perangai Daniel.


Bahkan sekarang Daniel pun mulai mengenal dunia malam,  sering mabuk dan main perempuan juga. Itu


semua akibat cuci otak yang dilakukan lawan bisnis Hendra kepada Daniel. Bahkan


Daniel tidak menyadari jika para centeng yang dianggap sebagai pengawal


rumahnya itu suatu saat bisa berbalik diperintah menghabisi Daniel.


*****


“Apa sih kurangnya Helen bi, dan apa sih kurangnya pak


keluarga pak Hendra pada suamiku. Kenapa suamiku sekarang menajdi beringas dan


berubah total begitu ?” tangis Helen pecah ditumpahkan kepada ART nya yang


sudah dianggap bibinya sendiri tersebut.


“Sabar nya, mungkin bapak baru khilaf saja semoga saja cepat


sadar dan kembali seperti dahulu.” Ucap Art nya Daniel tersebut.


“Sulit bi, kayaknya memang Helen sudah gak sanggup lagi


menjadi istri dari mas Daniel.” Tangis Helen semakin terisak.


“Jangan berkata begitu nya, tidak ada yang tidak mungkin.


Bapak itu aslinya orang baik, sepertinya juga tidak mungkin jadi seperti ini.


buktinya juga bisa berubah begini, berarti masih mungkin juga kembali seperti


dulu nya.” Ucap  ART nya. Sedikit


meredakan emosi Helen.


“Tapi kalau terlalu lama Helen yang tidak sanggup lagi bi,


bahkan akhir akhir ini Helen gak pernah disentuh sama sekali oleh suami bi.”


Ucap Helen.


Dan untuk soal itu ART nya tersebut  tidak bisa berkomentar, karena masuk ranah


privasi majikannya tersebut.


“Ampun nyah, bibi gak bisa jawab kalau soal iu nya.” Ucap


ARTnya tersebut.


Datanglah Daniel bermaksut menghibur Helen istrinya, ada


gengsi untuk mengakui kesalahan yang telah dia lakukan.


“Maafkan aku ma, tadi papa sedang kalut jadi lepas kontrol.


Papa hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kita ma.” Ucap Daniel.


Helen masih saja menangis, jangankan menjawab memandang


Daniel suaminya pun enggan. Helen justru memeluk erat ART nya itu untuk


menenangkan dirinya. Sehingga ART nya tersebut merasa gak enak dengan majikan


lelakinya.


“Nya itu bapak sudah minta maaf sebaiknya dimaafkan saja


nya.” Ucap ART nya.


“Tidak bi, hati Helen sangat terluka bukan sekedar sakit


pipi Helen saja.” Jawab Helen.


“Kan papa sudah bilang ma, kalau papa lagi kalut tadi.” Ucap


Daniel.


Namun Helen tetap tidak mau memandang wajah Daniel, apalagi


menjawab ucapan Daniel suaminya.


“Maaf pak, sebaiknya nyoyah Helen diberi waktu biar tenang


dulu baru nanti Bapak ajak bicara lagi.” Ucap ART aniel tersebut.


Daniel hanya mengangguk kemudian melangkah pergi menemui


para centeng yang menjaga rumahnya tersebut.


“Jangan sampai ada orang luar yang masuk ke rumahku ini, aku


mau istirahat dan sedang tidak mau diganggu.” Ucap Daniel.


“Siap bos, perintah kami laksanakan.” Jawab para centeng


itu.


Daniel meras bingung, bagaimanapun ucapan istrinya tadi


memang benar. Apa sih yang dicari dengan semua ini ? sebagai orang kepercayaan


Perusahaan saja hidupnya sudah cukup mewah. Kenapa masih berambisi memiliki


perusahaan tersebut. apalagi dengan cara yang kotor, sudah begitu jika itu


terlaksana pun masih menjadi bawahan orang lain juga. Karena kontrak politiknya


Daniel harus mengikuti Aturan dan managemen perusahaan lain. Lalu apa bedanya


dengan menjadi manager personalia  di


tempat Hendra.


Namun Daniel memang sudah benar benar tercuci otaknya,


sehingga tidak bisa menerima kebenaran yang muncul dari sanubarinya. Daniel


telah dibutakan dengan status sebagai Owner sebuah perusahaan. Tanpa berpikir

__ADS_1


jernih bahwa tetap saja dia akan diatur oleh orang lain. Tidak ada bedanya


dengan menjadi Manager marketing kemarin di tempat Hendra.


Malam itu pun Daniel tidur hanya sendiri di rumahnya, karena


sang istri masih marah dan enggan tidur jadi satu dengan Daniel. Helen istrinya


lebih memilih tidur bersama Dhoni anaknya yang masih berusia lima tahun. Bahkan


saat bangun pun Helen enggan membangunkan Daniel suaminya. Helen lebih memilih


berkemas mengajak Dhoni puteranya untuk pergi meninggalkan rumahnya. Meski


belum memilik tujuan yang pasti.


Helen ingin menenangkan diri bersama anaknya, dan hanya mau


pulang jika Daniel mau memutuskan hubungan dengan orang orang yang selama ini


telah mempengaruhinya tersebut.


*****


Flashback saat Daniel di bujuk untuk berkhianat


“Siang pak Daniel, hari minggu bersantai di rumah saja ?”


sapa seorang tamu yang menemui Daniel.


“Siang juga, maaf anda siapa dan ada perlu apa ya. Atau


mungkin saya yang lupa dengan anda.” Tanya Daniel.


“Tidak pak, bapak tidak lupa memang bapak belum kenal saya.


Maklum saya hanya orang biasa bukan seperti bapak. Orang yang sangat


berpengaruh dan dihormati di perusahaan.” Ucap orang itu.


“Ah gak juga kok, saya juga hanya karyawan biasa saja. Atau


Anda karyawan di perusahaan tempat saya bekerja juga ?” tanya Daniel.


“Bukan pak, saya bekerja di tempat lain. Nama saya Haryanto,


kemari diutus bos kami untuk menyampaikan undangan ke bapak.” Ucap orang


tersebut.


“Owh begitu, Undangan apa ya kalau saya boleh tahu ?” tanya


Daniel.


“Kalau itu saya tidak paham pak, silakan baca sendiri saja


saya hanya utusan.” Jawab orang tersebut.


Kemudian Daniel membaca undangan tersebut dan alisnya


berkerut.


“Undangan loby Kerjasama antar perusahaan, kok ditujukan ke


saya. Mungkin lebih tepatnya Undangan ini untuk bu Aster atau manager


Marketing.” Ucap Daniel.


“Begini pak, bos kami bilang sebelum ke bu Aster atau


manager marketing Loby nya harus ke bapak dulu. Karena ini ada kaitannnya


dengan pribadi bapak yang dipandang sangat cakap dalam membawa perusahaan.”


Kata orang yang mengaku bernama Haryanto tersebut.


Daniel hanya tertawa senang mendapat sanjungan yang luar


biasa tersebut.  Sehingga dia merasa


perlu menghadiri undangan tersebut  malam


harinya.


“Aah kamu terlalu menyanjung saya, jangan jangan baru ada


maunya atau anda memang bakat sebagai seorang Marketing jadi pandai membujuk


calon nasabah agar tertarik dengan produk yang ditawarkan ?” ucap Daniel.


“Aah bukan pak, saya hanya pesuruh di kantor. Makanya saya


diutus untuk menyampaikan undangan ini, dan saya hanya menyampaikan kesan dan


pesan bos saya saja tentang pak Daniel. Bukan kata kata saya sendiri.” Ucap


orang tersebut. membuat Daniel menjadi mabuk kepayang dengan sanjungan palsu


yang dia dapatkan.


“Baiklah, katakan nanti ke bos kamu kalau Daniel siap


datang dan siap bekerja sama dengan bos kamu.” Ucap Daniel yang belu paham


dengan maksut kata ‘Kerja Sama’ yang dimaksut.


“Serius bapak mau datang dan siap bekerja sama ?” tanya oran


tersebut.


“Iya saya serius, undangan baik baik masak ditolak ?” ucap


Daniel.


“Wah bos pasti senang sekali dan saya pasti akan dapat


hadiah besar nanti. Terimakasih pak Daniel kalau begitu saya permisi dulu mau


melanjutkan pekerjaan saya mengantar undangan ke tempat lain.” Ucap orang


tersebut yang sebenarnya hanya bohong saja. Karena hanya Daniel yang diundang


dan akan di tekan untuk mau berkhianat kepada Hendra.


Daniel pun hanya tersenyum merasa bangga dengan sanjungan


Palsu yang diberikan oleh orang yang mengaku bernama Haryanto tersebut. Daniel


yang mabuk sanjungan, Daniel yang lupa diri akan masuk ke perangkap setan dank


an dipaksa untuk menjadi penghianat perusahaan. Bahkan itu bisa menghancurkan


karir Daniel bahkan Jiwa Daniel sendiri, tanpa dia sadari. Dengan semangat


Daniel mempersiapkan diri untuk memenuhi undangan malam nanti…!!!


Baersambung

__ADS_1


__ADS_2