
Meski sedang mengalami masalah besar, dengan kelembutan
Aster istrinya jelas itu merupakan support yang luar biasa bagi Hendra. Dn
tentu saja itu membantu Hendra dalam menyelesaikan masalah yang sedang dia
hadapi saat ini.
“Kemarin Aster memang sempat gundah dengan keadaan yang
menimpa kita bang. Tapi saat ini justru Aster lebih bisa menerima keadaan ini.
jadi abnga jangan cemberut karena ini.” ucap Aster pada Hendra saat sedang
berdua di kamarnya.
“Iya Aster, apalagi mamah juga masih menyimpan bukti dokumen
Aslinya. Dan yang diambil Daniel itu hanya duplikat saja. Yang Asli masih di
simpan di Save Deposit Box Bank.” Jawab Hendra.
“Benar begitu kah ?” tanya Aster memastikan.
“Iya, mamah kemarin sempat syok karena mendengar dalam
perjalanan ke pengadilan bukyti yang kita bawa dirampas. Tapi ternyata yang
dipikirkan mamah bukan dokumen bukti, tap mamah khatirkan kamu Aster, takut
terjadi apa apa dengan kamu dn bayi kamu.” Ucap Hendra.
“Ya ampun mama, segitu perhatian sama Aster.” Ucap Aster
spontan.
“Iya dan kamu juga ternyata sangat peduli dengan mamaku,
karena tadi begitu aku datang yang kamu tanya keadaan mamah bukan nasip
perusahaan. Berarti aku beruntung sekali punya istri kamu Aster.” Kata Hendra.
“Iih abang udah terlambat kali ngerayunya, kenapa gak waktu
masih pacaran dulu suka ngerayunya ?” sahut Aster.
“Gak Aster, aku jujur ternyata aku dulu salah menilai kamu,
untung saja mamah dan Astri mendorong aku agar menikahi kamu. Ternyata hati
kamu jauh lebih cantik dari yang aku duga.” Ucap Hendra.
“Memangnya kalau wajah Aster gak cantik bang ?” tanya Aster
pura pura sewot.
“Jelas cantik lah, kalau gak cantik mana mungkin abang
hampir tiap hari minta.” Jawab Hendra.
“Begini bang, Aster itu dari kecil kan sudah diasuh ibu dan
mamah bersamaan. Jadi Aster tuh udah anggap mamah kayak ibu kandung Aster juga.
Eeh gak tahunya sekarang jadi menantu mamah juga, padahal abang dulu tuh
nyebelin banget loh. Kenapa ya Aster bisa jatuh cinta sama abang ?” ucap Aster.
“Abang dulu nyebelin kenapa Aster, terus mulai kapan kamu
jatuh cinta sama abang ?” tanya Hendra.
“Apa penting itu bang, kan buktinya aku sudah mengandung
anak kamu sekarang. Masih pentingkah itu semua ?” tanya Aster.
“Pengen tahu aja sih, kan penasaran saja. Kamu dulu kan
benci banget sama abang, sementara dengan Astri adik abang kamu sangat dekat.”
Jawab Hendra.
“Habis dulu waktu kecil abang jahil sama Aster dan Astri
sih, jadi Aster sebelnya sampai dewasa gak hilang. Bahkan sampai Aster pulang
ke Indonesia juga masih saja sebel sama abang.” Jawab Aster.
“Lah masa kecil masih di ingat begitu, jujur saja dulu kan
aku benci kamu karena Astri lebih dekat kamu dari pada aku abangnya. Mamah juga
kayaknya lebih sayang kamu dari pada abang anak kandungnya sendiri.” Jawab
Hendra.
“Gak juga bang, mamah tetap sayang sama abang. Hanya abang
dulu malas, manja dan kolokan jadi mamah gak suka itu.” Ucap Aster.
“Ya sudahlah, itu semua memang jalan yang harus kita tempuh.
Yang penting kan kita sekarang sudah jadi suami istri dan sudah hampir punya
anak.” kata Hendra.
Aster pun kemudian menyandarkan kepalanya ke dada Hendra.
Dan Hendra pun membelai rambut Aster dengan penuh kasih sayang.
*****
Sementara itu di rumah Daniel, dijaga oleh centeng centeng
bayaran sedang terjadi dialog.
“Papa yakin dengan apa yang papa lakukan ini pa ? Apa gak
merasa bersalah mengkhianati kepercayaan yang diberikan ke papa selama ini ?”
tanya Helen istri Daniel.
“Udah kamu diam saja, aku melakukan ini kan demi keluarga
juga.” Jawab Daniel.
“Gak pa, papa melakukan ini bukan demi keluarga, tapi demi
ambisi papa pribadi saja. Karena aku istrimu sudah merasa cukup dengan apa yang
papa dapatkan selama ini.” jawab istrinya.
Daniel menjadi naik pitam, dan tangannya melayang menampar
pipi istrinya. Untuk pertama kali Daniel berlaku kasar kepada istrinya.
Istrinya pun menangis mendapat tamparan dari Daniel suaminya. Bukan pipinya
__ADS_1
yang sakit, akan tetapi hatinya yang terluka.
“Cukup pa, ini bukti kalau papa melakukan itu bukan untuk
keluarga. Tapi untuk ambisi papa pribadi, baru kali ini papa menangani Helen.”
Kata Helen sambil menangis dan melangkah pergi meninggalkan suaminya.
Sementara para centeng yang di tugaskan di rumah Daniel
tidak berani berkomentar apa apa. Karena itu adalah urusan keluarga Daniel.
Memang sejak Daniel berkhianat rumah tangganya jadi sering cek cok. Tidak
seperti sebelumnya yang adem adem saja. Sebuah pengaruh jahat telah mencuci
otak Daniel, sehingga merubah sikap dan perangai Daniel.
Bahkan sekarang Daniel pun mulai mengenal dunia malam, sering mabuk dan main perempuan juga. Itu
semua akibat cuci otak yang dilakukan lawan bisnis Hendra kepada Daniel. Bahkan
Daniel tidak menyadari jika para centeng yang dianggap sebagai pengawal
rumahnya itu suatu saat bisa berbalik diperintah menghabisi Daniel.
*****
“Apa sih kurangnya Helen bi, dan apa sih kurangnya pak
keluarga pak Hendra pada suamiku. Kenapa suamiku sekarang menajdi beringas dan
berubah total begitu ?” tangis Helen pecah ditumpahkan kepada ART nya yang
sudah dianggap bibinya sendiri tersebut.
“Sabar nya, mungkin bapak baru khilaf saja semoga saja cepat
sadar dan kembali seperti dahulu.” Ucap Art nya Daniel tersebut.
“Sulit bi, kayaknya memang Helen sudah gak sanggup lagi
menjadi istri dari mas Daniel.” Tangis Helen semakin terisak.
“Jangan berkata begitu nya, tidak ada yang tidak mungkin.
Bapak itu aslinya orang baik, sepertinya juga tidak mungkin jadi seperti ini.
buktinya juga bisa berubah begini, berarti masih mungkin juga kembali seperti
dulu nya.” Ucap ART nya. Sedikit
meredakan emosi Helen.
“Tapi kalau terlalu lama Helen yang tidak sanggup lagi bi,
bahkan akhir akhir ini Helen gak pernah disentuh sama sekali oleh suami bi.”
Ucap Helen.
Dan untuk soal itu ART nya tersebut tidak bisa berkomentar, karena masuk ranah
privasi majikannya tersebut.
“Ampun nyah, bibi gak bisa jawab kalau soal iu nya.” Ucap
ARTnya tersebut.
Datanglah Daniel bermaksut menghibur Helen istrinya, ada
gengsi untuk mengakui kesalahan yang telah dia lakukan.
“Maafkan aku ma, tadi papa sedang kalut jadi lepas kontrol.
Papa hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kita ma.” Ucap Daniel.
Helen masih saja menangis, jangankan menjawab memandang
Daniel suaminya pun enggan. Helen justru memeluk erat ART nya itu untuk
menenangkan dirinya. Sehingga ART nya tersebut merasa gak enak dengan majikan
lelakinya.
“Nya itu bapak sudah minta maaf sebaiknya dimaafkan saja
nya.” Ucap ART nya.
“Tidak bi, hati Helen sangat terluka bukan sekedar sakit
pipi Helen saja.” Jawab Helen.
“Kan papa sudah bilang ma, kalau papa lagi kalut tadi.” Ucap
Daniel.
Namun Helen tetap tidak mau memandang wajah Daniel, apalagi
menjawab ucapan Daniel suaminya.
“Maaf pak, sebaiknya nyoyah Helen diberi waktu biar tenang
dulu baru nanti Bapak ajak bicara lagi.” Ucap ART aniel tersebut.
Daniel hanya mengangguk kemudian melangkah pergi menemui
para centeng yang menjaga rumahnya tersebut.
“Jangan sampai ada orang luar yang masuk ke rumahku ini, aku
mau istirahat dan sedang tidak mau diganggu.” Ucap Daniel.
“Siap bos, perintah kami laksanakan.” Jawab para centeng
itu.
Daniel meras bingung, bagaimanapun ucapan istrinya tadi
memang benar. Apa sih yang dicari dengan semua ini ? sebagai orang kepercayaan
Perusahaan saja hidupnya sudah cukup mewah. Kenapa masih berambisi memiliki
perusahaan tersebut. apalagi dengan cara yang kotor, sudah begitu jika itu
terlaksana pun masih menjadi bawahan orang lain juga. Karena kontrak politiknya
Daniel harus mengikuti Aturan dan managemen perusahaan lain. Lalu apa bedanya
dengan menjadi manager personalia di
tempat Hendra.
Namun Daniel memang sudah benar benar tercuci otaknya,
sehingga tidak bisa menerima kebenaran yang muncul dari sanubarinya. Daniel
telah dibutakan dengan status sebagai Owner sebuah perusahaan. Tanpa berpikir
__ADS_1
jernih bahwa tetap saja dia akan diatur oleh orang lain. Tidak ada bedanya
dengan menjadi Manager marketing kemarin di tempat Hendra.
Malam itu pun Daniel tidur hanya sendiri di rumahnya, karena
sang istri masih marah dan enggan tidur jadi satu dengan Daniel. Helen istrinya
lebih memilih tidur bersama Dhoni anaknya yang masih berusia lima tahun. Bahkan
saat bangun pun Helen enggan membangunkan Daniel suaminya. Helen lebih memilih
berkemas mengajak Dhoni puteranya untuk pergi meninggalkan rumahnya. Meski
belum memilik tujuan yang pasti.
Helen ingin menenangkan diri bersama anaknya, dan hanya mau
pulang jika Daniel mau memutuskan hubungan dengan orang orang yang selama ini
telah mempengaruhinya tersebut.
*****
Flashback saat Daniel di bujuk untuk berkhianat
“Siang pak Daniel, hari minggu bersantai di rumah saja ?”
sapa seorang tamu yang menemui Daniel.
“Siang juga, maaf anda siapa dan ada perlu apa ya. Atau
mungkin saya yang lupa dengan anda.” Tanya Daniel.
“Tidak pak, bapak tidak lupa memang bapak belum kenal saya.
Maklum saya hanya orang biasa bukan seperti bapak. Orang yang sangat
berpengaruh dan dihormati di perusahaan.” Ucap orang itu.
“Ah gak juga kok, saya juga hanya karyawan biasa saja. Atau
Anda karyawan di perusahaan tempat saya bekerja juga ?” tanya Daniel.
“Bukan pak, saya bekerja di tempat lain. Nama saya Haryanto,
kemari diutus bos kami untuk menyampaikan undangan ke bapak.” Ucap orang
tersebut.
“Owh begitu, Undangan apa ya kalau saya boleh tahu ?” tanya
Daniel.
“Kalau itu saya tidak paham pak, silakan baca sendiri saja
saya hanya utusan.” Jawab orang tersebut.
Kemudian Daniel membaca undangan tersebut dan alisnya
berkerut.
“Undangan loby Kerjasama antar perusahaan, kok ditujukan ke
saya. Mungkin lebih tepatnya Undangan ini untuk bu Aster atau manager
Marketing.” Ucap Daniel.
“Begini pak, bos kami bilang sebelum ke bu Aster atau
manager marketing Loby nya harus ke bapak dulu. Karena ini ada kaitannnya
dengan pribadi bapak yang dipandang sangat cakap dalam membawa perusahaan.”
Kata orang yang mengaku bernama Haryanto tersebut.
Daniel hanya tertawa senang mendapat sanjungan yang luar
biasa tersebut. Sehingga dia merasa
perlu menghadiri undangan tersebut malam
harinya.
“Aah kamu terlalu menyanjung saya, jangan jangan baru ada
maunya atau anda memang bakat sebagai seorang Marketing jadi pandai membujuk
calon nasabah agar tertarik dengan produk yang ditawarkan ?” ucap Daniel.
“Aah bukan pak, saya hanya pesuruh di kantor. Makanya saya
diutus untuk menyampaikan undangan ini, dan saya hanya menyampaikan kesan dan
pesan bos saya saja tentang pak Daniel. Bukan kata kata saya sendiri.” Ucap
orang tersebut. membuat Daniel menjadi mabuk kepayang dengan sanjungan palsu
yang dia dapatkan.
“Baiklah, katakan nanti ke bos kamu kalau Daniel siap
datang dan siap bekerja sama dengan bos kamu.” Ucap Daniel yang belu paham
dengan maksut kata ‘Kerja Sama’ yang dimaksut.
“Serius bapak mau datang dan siap bekerja sama ?” tanya oran
tersebut.
“Iya saya serius, undangan baik baik masak ditolak ?” ucap
Daniel.
“Wah bos pasti senang sekali dan saya pasti akan dapat
hadiah besar nanti. Terimakasih pak Daniel kalau begitu saya permisi dulu mau
melanjutkan pekerjaan saya mengantar undangan ke tempat lain.” Ucap orang
tersebut yang sebenarnya hanya bohong saja. Karena hanya Daniel yang diundang
dan akan di tekan untuk mau berkhianat kepada Hendra.
Daniel pun hanya tersenyum merasa bangga dengan sanjungan
Palsu yang diberikan oleh orang yang mengaku bernama Haryanto tersebut. Daniel
yang mabuk sanjungan, Daniel yang lupa diri akan masuk ke perangkap setan dank
an dipaksa untuk menjadi penghianat perusahaan. Bahkan itu bisa menghancurkan
karir Daniel bahkan Jiwa Daniel sendiri, tanpa dia sadari. Dengan semangat
Daniel mempersiapkan diri untuk memenuhi undangan malam nanti…!!!
Baersambung
__ADS_1