Cinta Asteria

Cinta Asteria
Syasya dan Sinta Anaknya berdebat tentang Andi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


Kemudian kembali telpon Aster bordering dan ternyata dari ibunya Andi.


“Assalaamu ‘alaikum bulek, gimana… Andi sudah pulang ?” Tanya Asih.


( “Belum Aster, bahkan kabar juga belum ada. Sampai semua temen temen ngeband Andi juga pada ikut bantu nyariin tapi belum juga ketemu ini Aster.”) Kata ibunya Andi sambil terisak.


Kemudian karena tak kuat menahan tangis, ibunya Andi memilih mematikan ponselnya.


“Gimana Aster, apakah ada kabar tentang Andi ?” Tanya Asih.


Aster hanya menggeleng, kemudian ponsel Aster bergetar pertanda ada chat masuk.


Ternyata jawaban dari Andi yang cukup membuat Aster Kaget.


“Gak usah cari Andi lagi, Andi ingin lepas dari semua masa lalu Andi. Andi mau menuju masa depan Andi sendiri. Andi pilih jalan Andi sendiri.” Chat dari Andi.


Aster hanya tertegun memikirkan persoalan Andi yang begitu….??


*****


Episode ini


“Baiklah Andi, Aster akan diam sekarang Aster juga harus memikirkan masa depan Aster sendiri, jika Andi memang berkeinginan seperti itu.” kata Aster dalam hati.


Hari berganti hari Andi tak lagi pernah menghubungi Asih maupun Aster, bahkan no Andi pun sudah berganti beberapa kali. Bahkan semua akun Andi di sosmed juga sudah berganti semua, Andi seperti ingin menghilang dari masa lalunya dan larut dengan kehidupan bebasnya sekarang. Kehidupan yang tapa aturan tanpa ikatan dengan siapapun juga.


Bahkan hubungan dengan orang tuanya pun semakin renggang, Andi hampir tidak pernah berada di rumah. Sebulan sekali juga gak tentu pulang, Andi hanya hidup dari kafe satu ke kafe lain karaoke satu ke karaoke lain. Andi lebih memilih hidup sebagai musisi freelanch dari kafe ke kafe. Meskipun hasil yang dia dapat tidak terlalu besar, namun Andi mendapatkan apa atau siapa pun yang dia inginkan. Andi jadi Idola di kalangan Tante Tante girang bahkan boleh dikatakan Andi menjadi simpanan mereka dalam kehidupan kelam mereka. Namun sayangnya Andi justru menikmati hal tersebut.


Sementara Aster sudah bersiap untuk menikah dengan Hendra dengan pernikahan yang sederhana. Asih justru sedang merasakan kegalauan luar biasa karena sudah benar benar kehilangan kontak dengan Andi. Beberapa kali pulang kerumahnya pun tak dapat menemukan Andi.


“Asih, sudahlah carilah pengganti Andi. Aster gak Akan menyalahkan kamu dari ada kamu tersiksa dengan status hubunganmu dengan Andi yang tidak jelas.” Kata Aster kepada Asih.


“Gak papa Aster, Asih tidak sekedar berharap kembali bersama Andi. Asih hanya merasa bertanggung jawab kepada Diana. Karena sebelum Diana wafat dia menitipkan Andi kepada Asih. Jadi meskipun Andi tidak menjadi milik Asih pun Asih tetap ingin Andi kembali menjadi Andi yang dulu. Mau dia bersama Hazel atau siapapun wanita yang disukainya Asih sudah gak peduli. Namun Asih tetap harus memastikan Andi baik baik saja.” Ucap Asih membuat Aster jadi haru. Sebegitu besarkah cinta Asih pada Andi atau memang Asih benar benar menjaga amanah dari Diana kakak kandung Andi yang sudah meninggal.


“Aster gak tega lihat kamu selalu sedih Asih, ada baiknya kamu tetap berpikir untuk masa depan kamu sendiri. Bukankah kamu masih bisa mencari Andi dan menyuruh dia kembali pada jati dirinya, meskipun kamu sudah bersama pria lain…?” kata Aster pada Asih.


“iya Aster, hana saja Asih belum berniat untuk itu.” jawab Asih.


“Paling tidak lepaskan cincin pertunanganmu itu. agar orang tidak menganggapmu sudah milik orang lain. Sehingga jika ada yang serius mendekati kamu tidak akan mundur karena melihat cincin pertunangan kamu itu.” kata Aster.

__ADS_1


“Biarlah Aster, biar ini menjadi bagian dari hidup Asih jujur saja ini adalah kenangan yang terindah dalam Hidup Asih selama ini. meskipun semua hanya menjadi masa lalu. Tapi biarlah jikapun nanti ada yang mau mendekati Asih Asih akan cerita apa adanya tentang kehidupan Asih yang pernah menyimpan rapat nama seseorang dalam hati Asih.” Jawab Asih.


“Kamu gak boleh gitu Asih, terima saja kenyataan bahwa Andi bukan yang terbaik untukmu. Aster akan tetap anggap kamu saudaraku meskipun kamu lepas dari Andi.” Kata Aster menghibur Asih.


Tiba tiba obrolan mereka terhenti dengan kedatangan Hendra.


“Aster, sudah dapat belum baju pengantinnya ? jangan lama lama memilihnya, bukankah kamu tetap cantik dengan gaun apapun.”  Rayu Hendra kepada Aster.


“Diih Norak aah kamu, memang kalo Aster ga cantik kamu gak mau sam Aster ?” Tanya Aster basa bai ke hendra.


“Ya bukanya begitu juga, maksutku aku tidak mempedulikan gaun kamu karena yang aku pilih kamu bukan gaun kamu.” Jawab Hendra.


“Apaan sih malu tahu abang ada Asih juga nih…!” Protes Aster yang sekarang memanggil Hendra dengan sebutan abang. Gak sekedar memanggil nama saja.


“Gak papa Aster, kamu bahagia Asih juga ikut bahagia kok.” Jawab Asih dengan senyum yang dipaksakan.


Hendra iba melihat Asih seperti itu, ingin dia menceritakan hasil penyelidikan orang suruhannya kepada Asih namun justru takut  jika Asih makin depresi memikirkan Andi.


Sebenarnya hendra sudah menyuruh orang untuk menyelidiki Andi untuk mengetahui keberadaannya dan bagaimana kehidupan dia sekarang. Tidak sulit bagi Hendra yang merupakan pemilik perusahaan yang cukup besar itu untuk membiayai orang menyelidik Andi. Namun dia tidak tega mengatakan kepada Asih. Sedang mau cerita ke Aster calon istrinya pun Hendra belum berani, takut merusak acara bahagia bagi mereka.


Mungkin harus menunggu saat yang tepat untuk bercerita nanti, agar tidak justru menambah kondisi semakin rumit, batin Hendra.


“Asih, apa kamu perlu cuti agar bisa sedikit menenangkan kamu atau butuh bertamasya ? kalo iya aku akan berikan kamu waktu yang cukup biar kamu bisa kembali ceria seperti dulu ?” Tanya Hendra kepada Asih.


“Enggak kok bang, justru ketika Asih sedang gak kerja pikiran Asih jadi semakin gak jelas. Mending Asih tetap bekerja saja jadi ada kesibukan yang membuat Asih lupa maslah Asih.” Jawab Asih.


“Aku usul kita jalan jalan bareng saja kapan ? Aster, Asih, Astri dan Nisa dianterin bang Hendra. Tapi bang Hendra gak boleh nimbrung kesukaan kami biar Asih bebas untuk bersenang, dan saat itu bang Hendra harus berlaku sebagai sahabat bukan seorang atasan, bagaimana bang ?” Tanya Aster kepada Hendra.


“Untuk membuat hati Asih  senang dan demi kebahagiaan calon istriku kenapa tidak aku setuju saja.” Jawab Hendra.


“Asih, kalo ini aku bertindak sebagai atasanmu apa yang menjadi usulan Aster adalah perintah agar kamu bisa lebih focus dalam bekerja nanti. Anggap saja ini Outbond bagi kamu Asih.” Kata Hendra.


“Nah itu Aster setuju, dan kamu harus patuh Asih kan demi meningkatkan profesionalisme kerja kamu juga.” Sambung Aster.


“Iya deh, Aster atur saja tapi setelah pernikahan kalian tentunya biar gak mengganggu acara pernikahan kalian sebentar lagi.” Jawab Asih yang merasa terpojok.


“Gak perlu Asih, kalo aku boleh minta sekalian nanti Aku akan melakukan foto pre wed dengan Aster. Meskipun untuk acara resepsinya masih agak lama. Besuk kita akan menikah secara sederhana dulu saja.” Jawab Hendra.


“Wah Asik tuh Aster setuju banget, gak nyangka kamu bisa romantic begitu bang ?” ucap Aster girang.


Asih hanya tersenyum melihat kebahagiaan Aster dan Hendra yang sebentar lagi akan menikah. Meski hatinya sendiri merasa hancur karena kembali teringat Andi pujaan hatinya.


Kemudian Hendra mengajak Aster dan Asih pulang, maka berangkatlah mereka ke rumah Aster setelah memilih beberapa Gaun pengantin buat Aster. Hendra mengantar sampai kedepan rumah Aster, kemudian Aster dan Asih turun dan masuk kerumah Aster.


Di depan rumah Aster sudah menunggu Nisa yang sedang duduk santai di teras rumah Aster.


“Wah calon pengantin sudah datang, tadi dicari adik ipar kamu Aster ?” goda Nisa pada Aster.


“Bodo, kalihan jahat terutama kamu Nisa udah tahu siapa Astri dan Hendra dari dulu main rahasia rahasia segala.” Omel Aster pura pura jengkel.


“Ehhm…. Yang penting kan Happy ending Aster…!” jawab NIsa.


“Ada pesen gak dari Astri ?” Tanya Aster.

__ADS_1


“Gak nanti mau kesini lagi katanya “ jawab Nisa.


Rumah Aster sedang bersiap untuk persiapan pernikahan Aster dengan Hendra satu minggu kedepan. Suasana penuh rasa bahagia di keluarga Aster dan Hendra sepasang kekasih yang sudah sepakat menjalin dan membina rumah tangga mengarungi samudera kehidupan bersama dengan penuh cinta.


Sementara itu di sisi lain, kehidupan Andi adik sepupu Aster justru semaki menggila dengan kehidupan bebasnya. Andi sekarang adalah sorang yang sangat tertutup bagi keluarga, bahkan boleh dikatakan keluarganya adalah lingkungan bebasnya.


Kedua orang tua Andi pun sudah hampir menyerah menasehati Andi. Karena semua perkataan orang tua Andi tak satupun didengar Andi apa lagi ditaati.


Adalah keluarga Syasya juga mendengar berita tentang perubahan sikap Andi yang demikian. Bahkan seluruh komplek perumahan itu hampir semua mengetahui perubahan karakter Andi. Yang sekarang menjadi seorang pemabuk, baik mabuk minuman maupun mabuk perempuan.


“Mah kasihan kak Andi dan kak Asih juga jadinya, kenapa kak Andi jadi begitu dan semua berawal dari mamah dan papah. Sampai sampai kak Andi jadi perbincangan teman teman Sinta karena sekarang juga sering terlihat  antar jemput bu Syifa. Bahkan ada rumor yang mengatakan mereka hidup bersama tanpa ikatan.” Ucap Sinta pada mamahnya.


“mamah bisa apa sayang, bahkan sekedar bertemu pun mamah sudah tak berani lagi.” Jawab mamahnya Sinta.


“Bagaimana jika Sinta yang membujuk kak Andi biar kak Andi sadar mah ?” Tanya Sinta.


“Jangan sayang, terlalu berbahaya buat kamu, karena jujur Andi tu punya pesona yang bisa memabukkan wanita yang melihatnya.” Ucapan jujur Syasya mamahnya Sinta.


“Tapi mah, Sinta dengar kak Andi tu lebih suka dengan wanita dewasa, tidak kepada wanita seusia Sinta mah.” Jawab Sinta.


“Meski begitu, laki laki jika sudah dihadapkan dengan wanita mau lebih muda mau lebih tua kalo dia masih cantik tetep saja hasratnya akan muncul. Meskipun Andi memang ada kecenderungan lebih suka wanita dewasa dari pada yang lebih muda. Namun bukan berarti menolak yang muda sayang.” Kata Syasya mengingatkan anaknya.


“Masak sih mah, yang Sinta tahu yang jadi teman kak Andi adalah wanita dewasa semua bahkan kak Asih tunanganya saja juga lebih tua dari kak Andi.” Ucap Sinta yang tidak tahu jika antara Asih dan Andi saat ini sedang terjadi masalah dan Asih pun sudah pasrah dengan keadaan. Dan membiarkan Andi memutuskan pertunanganya daan mencari kesenangan dengan wanita wanita lain.


“Pokoknya mamah bilang jangan sayang, cukup mamah saja yang pernah terjerumus dalam lembah dosa dengan Andi. Kamu jangan sampai sayang…!” pinta Syasya mamahnya Andi.


“Bukan karena mamah takut tersaingi Sinta kan Mah ?” Tanya Sinta membuat Syasya terbelalak kaget.


“Maksut Sinta apa sayang…..???” Tanya Syasya.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2