Cinta Asteria

Cinta Asteria
Andi tak hiraukan Asih lagi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


Kemudian andi mengendap endap keluar rumah menuju ke rumah Syasya dengan berjalan kaki.


Dan sesampai dirumah Syasya.


“Aku disamping rumah” Chat Andi ke Syasya.


Syasya : “Masuk jendela gak dikunci”


Andi berusaha masuk lewat jendela yang dikira adalah kamar Syasya padahal itu adalah Kamar yasinta yang gak jadi menginap dirumah kakeknya dan lupa mengunci jendela kamarnya. Dan mamahnya sendiri gak tahu jika Sinta gak jadi menginap dirumah kakeknya.


*****


Episode ini


Andi melihat seorang berbaring tidur dengan pakaian tipisnya itu dikira Syasya.


“Lah kok tertidur, apa mau pura puara ngerjain aku nih ?” batin Andi. Sambil melompat pelan turun dari jendela agar tak bersuara.


Betapa kagetnya Andi ketika tahu itu adalah Yasinta bukan Syasya.


“Loh kok Sinta, wah gawat  nih salah masuk kamar.” Kata Andi dalam hati. Andi gugup tak tahu harus bagaimana, mau keluar lewat jendela lagi susah mau cari kamar Syasya lewat pintu kamar Yasinta takut Sinta bangun.


Dalam kebingunganya akhirnya Andi memutuskan keluar mencari kamar Syasya dari pintu kamar Sinta. Untung saja tidak berbunyi dan Sinta tidak terbangun.


Sampai diluar kamara ANdi kirim pesan ke Syasya, jika dia salah masuk ke kamar Yasinta dan sekarang diluar kamar Yasinta minta dijemput Syasya.


Syasya pun segera menjemput Andi, dan mengajak Andi masuk ke kamarnya.


“Katanya Sinta tidur di rumah kakek neneknya, kok tadi ada dikamar ?” Tanya Andi.


“Masak sih Say, atau mungkin dia pulang saat kita diluar tadi ya ?” jawab Syasya.


“Jadi gimana nih, ada Sinta jadi gak nyaman dong nanti.” Kata Andi.


Syasya pun bingung tak mampu menjawab pertanyaan Andi, berpikir sejenak mencari solusi.


“Yaudah gimana lagi sudah terlanjur samapi disini kita to the point saja yang penting sampai dan kamu lekas pulang saja nanti.” Kata Syasya.


Akhirnya keduanya sepakat untuk pertandingan leg ke dua itu hanya dilakukan adu pinalti saja tidak bertanding saling rebut bola dan saling serang. Meski begitu hasil adu pinalti pun masih juga seri. Dan sepakat melakukan pertandingan ulang dengan jadwal yang belum ditentukan.


Masih menunggu keoutusan dan hasil rundingan kedua belah pihak dalam menentukan waktu dan tempatnya. Serta disepakati bertanding tanpa supporter tentunya.


setelah terpenuhi hasrat keduanya, kemudian Andi melangkah pulang dengan hati hati dan mengendap endap di bombing Sysya menuju ke pintu belakang. Agar tidak diketahui orang. Syasya menggandeng tangan Andi mengantarkan ke pintu belakang meleawati dapur dan kamar mandi.

__ADS_1


Andi merasa lega saat sudah keluar dari pintu belakang rumah Syasya, baik Syasya maupun Andi tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik mereka yang mencurigakan. Bahkan Andi yang berjlan mengendap endap berjalan dengan di Gandeng Syasya.


Syasya melepas kepergian Andi sambil berkata pelan, “hati hati ya sayang love u so much… mhuuuuaach.” Kata Syasya memberikan kiss bye ke Andi. Setelah Andi menhilang di kelokan jalan Syasya menutup pintu belakang dan hendak kembali ke kamarnya.


Namun alangkah Kagetnya Syasya ketika membalikkan badan, dihadapanya sudah berdiri Yasinta yang tadi barusan keluar dari kamar mandi dan sempat menyaksikan Andi dan mamahnya mengendap endap.


“Sinta…. Ngapain kamu nak disini, bukanya mau nginep dirumah kakek tadi ?” Tanya Syasya gugup dan gemetar menyadari Sinta anaknya tahu tahu sudah di belakangnya.


“Harusnya SInta yang nanya mah, ngapain mamah sama kak Andi jalan mengendap endap dan keluar dari pintu belakang mah ?” Tanya balik Sinta kepada mamahnya sambil berlinang air matanya yang merasa kecewa dengan mamahnya.


Sysya pun tak bisa langsung menjawab pertanyaan Sinta, Syasya hendak memeluk Sinta namun ditepis oleh Sinta. Sehingga Syasya menjadi sangatsedih karena SInta menjadi benci denganya.


“Maafin mamah sayang, mamah memang salah dan mamah khilaf. Karena selama ini mamah tidak pernah mendapatkan dari papah kamu. Bahkan papah kamu juga bermain serong dengann banyak wanita lain Sayang.” Ucap Syasya dengan mata berlinang. Membuat Sinta yang sebenarnya juga tahu kelakuan papahnya jadi sedikit iba dengan mamahnya.


“Sejak kapan mamah menjalin hubungan denga Kak Andi mah ?” Tanya Sinta kepada mamahnya.


“Jujur sayang, mamah baru sekali ini sayang, itupun berawal dari papah kamu yang kemarin mengundang Andi kesini dan akhirnya mamah jadi merasa Nyaman dengan Andi. Yang memeberikan perasaan nyaman serta sesuatu yang tidak mamah dapatkan dari papah kamu.” Jawab Syasya yang kembali berusaha memeluk Sinta. Dan kali ini Sinta tidak mengelak, karena Sinta sudah cukup memahami kondisi mamahnya.


Hanya merasa syok kenpa harus dengan Andi ? bukan orang jauh yang tidak dia kenal dan buikan orang yang di idolakan teman teman sekolahnya. Dan kenapa Andi justru memilih mamahnya, bukan dengan teman teman sekolahnya yang masih single.


Untuk hal itu Yasinta tidak dapat memahami karena orang yang orientasi sex nya seperti Andi itu jarang.


Yasinta berpikir semua orang itu sama, lelaki suka dengan gadis gadis seusia atau yang lebih muda darinya. Yasinta tidak paham jika ada orang yang punya orientasi yang berbeda tentang itu.


“Mah, kenapa mamah memilih Andi mah ?” Tanya Yasinta.


Syasya jadi agak khawatir kalo kalo Yasinta juga menaruh Hati dengan Andi kekasih gelapnya.


“Maafkan mamah sayang, mamah juga gak kepikiran memilih Andi atau siapapun semua berjalan dan terjadi secara spontan.” Jawab Syasya.


Kenudian Syasya mengajak Sinta berbicara di kamar, berbicara atas nama dua wanita yang sudah cukup dewasa. Dan sesampai di kamar Sinta, Syasya menjelaskan kronologis dia bisa sampai berhubungan dengan Andi.


Yasinta juga menyesalkan sikap papahnya, sikap Andi dan semuaanya sehingga hampir hilang rasa kepercayaan Sinta kepada semua orang. Boleh dibilang Sinta hampir menjadi ‘Paranoid’ dan itu membuat Sinta menjadi sangat introvert sejak peristiwa itu.


 


Begitulah dampak atau akibat dari perubahan sikap Andi yang tidak disadari. Akibat dari mengumbar hawa nafsunya itu bisa menimbulkan dampak yang sangat besar. Berzina itu nikmat sekejab sengsaaranya dunia akhirat.


*****  


Kita kembali ke kehidupan Aster yang hidup secara wajar dan manusiawi. Sebagai seorang Gadis Normal, Aster sudah membuktikan dirinya pun gadis normal yang bisa merasakan jatuh cinta saat ini. dan beruntung Aster dan hendra yang sudah Resmi bertunangan itu masih tetap bisa membatasi diri tidak larut dalam perasaan cintanya.


Mereka berpacaran dalam batas ‘kewajaran’ ( menurut kaca mata budaya timur/Indonesia ) dimana virginitas itu adalah sesuatu yang sacral bagi sebagian besar masyarakat Indinesia. Meski seseorang yang sudah tidak virgin selalu buruk, namun itu hanya salah satu tolok ukur saja.


“Asih, kamu sudah hubungi Andi belum ?” Tanya Aster.


“Sudah tapi belum dibalas sampai sekarang.” Jawab Asih yang merasa agak sedih dengan sikap Andi yang jarang menghubungi bahakan dihubungi pun susah saat ini.


“Masak sih,,, kirain hanya dengan Aster dia begitu. Aster juga sudah kirim pesan gak dib alas bahkan telpon juga gak diangkat.” Kata Aster.


“Ada apa ya Aster dengan Andi, jujur akhir akhir ini Asih jadi sering gelisah kalo teringat Andi !” kata Asih pada Aster.


“Gak tahu jug,,, Aster juga gak begitu deket dengan Andi karena lebih mengenal sosok Diana kakaknya dari pada dengan Andi.” Jawab Aster.


“Iya, kok beda sekali ya dengan Diana sahabat Asih dulu. Kadang Asih jadi berpikir, apakah Asih salah mencintai Andi yang seharusnya jadi Adik nya Asih ?” kata Asih.


“Jangan begitu Asih, kalian kan sudah bertunangan artinya sudah direstui kedua orang tua kalian. Lagian gak ada hokum yang melarang cewek mencintai cowok yang lebih muda dan sebaliknya kan ?” kata Aster.

__ADS_1


“Memang gak ada, hanya saja dengan kondisi saat ini dimana Andi seperti hilang tanpa kabar itu membuat Asih jadi kepikira yang tidak tidak.” Jawab Asih.


“Kepikiran yang tidak tidak bagai mana Asih ?” Tanya Aster.


“Asih belum bisa cerita sekarang Aster, mungkin lain kali biar gak merusak persiapan acaramu.” Jawab Asih.


Selanjutya Asih bersama Astri dan lainya sibuk mempersiapkan acara pertunangan Aster dengan Hendra besuk.


Dari mulai dekorasi tempat seting Acara dan semuanya dikerjakan oleh Astri dan kawan kawanya. Astri justru menjadi yang paling bahagia disitu. Setelah Aster dan Hendra tentunya. Kenahagiaan Astri melebihi kebahagiaan semua sahabat teman dan kerabat dua belah pihak.


Akhirnya Aster akan benar benar menjadi saudara bagi Astri, Aster akan menjadi kakak ipar Astri. Dan hubungan Aster dengan Astri pun menjadi semakin dekat dan erat. Bukan sekedar seperti saudara namun sudah benar benar berasa saudara saja. Meskipun pernikhana resmi Hendra dan Aster belum digelar.


Kontras sekali dengan kisah cinta Asih dan Andi yang manis sesaat didepan namun banyak aral dan rintangan yang mewarnai dan harus mereka hadapi.


 


 


 


Kenapa hal itu bisa terjadi ?


Apakah salah Asih sehingga mendapatkan Andi yang berubah karakter secara drastic begitu ?


masih bisakah hubungan Asih dan Andi di lanjutkan, ataukah Andi lebih memilih kehidupan dia yang sekarang. Yang mengejar kenikmata sesaat dan meningglakan kebahagiaan hakiki manusia ?


bagaimana pula Kisah cinta Aster,Astri dan Nisa ? Apakah akan berjalan mulus atau juga akan banyak mengalami ujian berat juga


Ikuti dan dukung terus ya Readers,


Semoga terhibur.


Terimakasih.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


 


__ADS_2