
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
...Selamat membaca...
"Gak bisa dibiarkan begitu saja, aku jadi kepikiran Wawan juga." ucap Andi dengan menahan amarah...!?!
"Aa... semua yang sudah terjadi itu sudah suratan. Kita tidak bisa memutar waktu untuk merubah masa lalu. kita hanya bisa berusaha memperbaiki masa depan." Ucap Asih menenangkan Andi.
"Betul kata Asih Ndi, kamu tak perlu merasa bersalah yang penting jaga hubungan kamu dan Asih istri kamu." Kata Aster.
"Iya betul Ndi, kalau perlu kamu bisa kok ikut kerja satu kantor dengan Asih. Biar kalian selalu bersama, tidak terhalang jarak seperti saat ini." ucap Hendra memberi tawaran pada Andi.
"Makasih bang, gak enak banyak bikin Repot abang dan mbak Aster." Jawab Andi.
" Justru saat ini Aku dan Aster baru butuh bantuan kamu Andi. Biar aku bisa fokus ngurus persalinan Aster." Kata Hendra.
Tiba tiba Aster berteriak,
"Aduh bang, perut Aster sakit banget Aster gak tahan bang. Sepertinya sudah saatnya bayi ini lahir.' Ucap Aster.
Hendra pun segera membawa Aster ke Rumah Sakit bersalin. Dibantu Andi dan Asih. bapak ibunya Adter pun ikut mendampingi Aster dan memberi suport pada Aster.
Aster langsung mendapatkan perawatan medis dan dibawa ke kamar bersalin.
Hendra tampak cemas menunggu hasil diluar kamar bersalin Aster. Asih tidakbtega melihat Hendra bingung dan cemas. Kemudian menghubungi Astri memberi kabar bahagia itu. Karena Asih melihat Hendra yang panik tidak terpikir memberitahu kabar itu pada mama dan adiknya.
"A' temani bang Hendra Asih mau kasih kabar Astri dan mamanya dulu." kata Asih.
Kemudian Asih melangkah keluar untuk memberi kabar jika Aster sudah hampir melahirkan.
.....
Sementara Astri dan mamanya di rumah sedang membahas perkara mencari pengganti Aster sementara Aster cuti melahirkan.
"Sekarang baru terasa betapa peranan penting Aster bagi perusahaan mah." kata Astri.
"Gak hanya itu, saat ini Hendra jadi seperti bergantung pada Aster. Untung saj Aster itu anak yang baik tidak mau memanfaatkan keadaan." Sahut mamahnya.
"Sebentar mah, Asih telpon mungkin ada hal penting." Ucap Astri.
"Yasudah angkat dulu...!" Jawab mamanya Astri.
Astri pun kemudian mengangkat panggilan dari Asih. Dan terkejut bahagia mendengar Aster sudah mau melahirkan. Kemudian memberitahukan berita gembira itu pada mamanya.
"Mah... Aster sekarang sudah mau melahirkan...!" seru Astri pada mamanya.
mereka pun bergegss menuju Rumah Sakit Bersalin dimana Aster biasa memeriksakan kandungannya.
.....
__ADS_1
Astri keluar membukakan pintu untuk mamanya. Kemudian menemui petugas jaga dan menanyakan tempat Aster dirawat.
Astri langsung menuju ke kamar yang disebutkan petugas jaga bersama mamanya.
Dan sesampainya di depan ruangan Aster Hendra ditemani kedua orang tua Aster juga Asih dan Andi sudah menunggu mereka.
"Bagaimana kondisi Aster Hendra?" Tanya mamanya.
"Masih nunggu mah, baru pembukaan delapan kata dokter." Jawab Hendra agak Cemas.
"Kamu banyak berdoa saja Hen...!" Sahut mamanya.
"Iya mah." sahut Hendra.
kemudian Mama Hendra menyalami kedua orang tua Aster. Dengan ibunya Aster cipika cipiki sebagai sahabat lama dan sekaligus besan.
"Sabar ya jeng, anak kita pasti Selamat berikut bayinya." ucap mama Hendra.
"Makasih jeng, kangen juga jarang bertemu kita. Tahu tahu sudah hampir punya cucu ya kita?!?" ucap ibunya Aster.
"Iya jeng, tidak terasa waktu begitu cepat saja ya jeng. Mudah mudahan saja anak Aster beneran laki laki." ucap mamanya Hendra.
beberapa saat kembali hening, sampai terdengar pintu kamar bersalin Aster dibuka dan dokter keluar dari kamar Bersalin.
"Bapak Hendra, Selamat ya anaknya laki laki Sehat dan lahir Normal. Bayi dan ibunya semua sehat, silahkan lalu mau masuk mau di Adzan dulu." Ucap dokter.
"Alhamdulillah... makasih bu dokter. Andi kamu tolong adzan buat anakku ya, aku kurang Fasih soal nya." kata Hendra.
Andi pun dengan senang hati melakukan perintah Hendra. Melantunkan adzan buat keponakan Andi anaknya Aster sepupunya.
"Selamat mbak Aster dan bang Hendra semoga anaknya jadi anak yang soleh. Berguna bagi Nusa bangsa dan agamanya." ucap Andi memberi ucapan selamat dan doa.
Kemudian diikuti yang lain memberikan ucapan Selamat kepada Aster dan Hendra.
Suasana bahagia dirasakan keluarga Hendra dan Aster. Mereka bersuka cita atas kelahiran anak Aster. Anak lelaki yang sehat, hanya tinggal memberi nama untuk anak mereka. Yang akan dilaksanakan berbarengan dengan aqiqoh nanti.
.....
Sementara keluarga Hendra dan Aster berbahagia, di tempat lain Hazel sedang sedih merataoi nasibnya. Meskipun Daniel pelaku pemerkosaan atas dirinya sudah mendapatkan hukuman. Namun itu semua tidak dapat mengobati kekecewaan Hazel.
Rasa sakit hati frustasi bahkan depresi firasakan Hazel. Sampai orang tua Hazel melakukan Pengawas Ekstra kepada Hazel.
Kedua orang tua Hazel khawatir Hazel mengambil tindakan nekad dengan mengakhiri hidupnya sendiri.
Bahkan Wawan oun tiap hari selalu menemani dan menghibur Hazel. Demi pulihnya semangat hidup Hazel.
"Hazel makan dulu sayang, kamu dari pagi belum makan apapun juga." bujuk mananya Hazel.
Hazel hanya menggeleng saja, tanpa mengucap sepatah kata pun.
Hal itu membuat kedua orang tua Hazel menjadi sedih. anak semata wayangnya mengalami penderitaan lahir dan batin.
"Bagaimana pah, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya mamanya Hazel.
"Papa juga bingung mah, karena menurut papa hanya Andi yang mungkin bisa membujuk Hazel. Tapi bagaimana dengan Wawan dan istri Andi mah? " Jawab papanya Hazel.
__ADS_1
"Menurut mama,,, jika memang itu satu satunya cara ya harus kita coba pa. Soal Wawan dan istri Andi kita bisa minta pengertiannya." jawab mama Hazel.
Keduanya pun bingung, setiap hari melihat Hazel anak mereka selalu murung dan sulit sekali diajak komunikasi.
"Kita tunggu Wawan datang mah. Kita minta pendapatnya, bagaimanapun juga Wawan sangat mencintai anak kita." ucap papanya Hazel.
"Mama Setuju pah, jika perlu nanti segera saja kita Nikahkan mereka. Toh Wawan tetap mau menerima keadaan Hazel. Tinggal Hazel sendiri yang belum memutuskan." Ucap mamanya Hazel.
"Itu soal nanti mah, yang penting kesembuhan Hazel dulu." Kata papanya Hazel.
"Maksudnya mama juga kalau Hazel sudah sembuh nanti pah." jawab mamanya Hazel.
"Itu kayaknya mobil Wawan mah, coba mamah ajak Wawan bicara baik baik mah." kata Papanya Hazel.
" Biar dia rileks dulu pah, baru juga sampai belum masuk ke rumah." Jawab mama Hazel.
"Assalamu'alaikum... om tante, Hazel apa kabar. ?" Sapa Wawan.
"Wa'alaikummussalaam....!" Jawab kedua orang tua Hazel nyaris berbarengan.
Sementara Hazel tetap diam tidak memberikan respon sama sekali. Pandangan Hazel pun menerawang jauh entah kemana.
"Maafkan Hazel nak Wawan, dia belum bisa diajak komunikasi saat ini." ucap mamanya Hazel.
" Tidak jadi mengapa Tante, Wawan tahu kondisi Hazel yang masih syok." Jawab Wawan.
"Kalau begitu, kami mengucapkan banyak terimakasih pada nak Wawan. Dan ada satu hal yang akan Tante sampaikan pada nak Wawan.
" Soal apa Tante?" tanya Wawan penasaran.
"Soal Hazel. menurut nak Wawan, mohon maaf sebelumnya tapi. Apakah nak Wawan setuju jika kita minta tolong Andi dan istrinya membantu menyadarkan Hazel?!?" tanya mamanya Hazel.
Wawan jadi ragu, tepatnya masih merasakan cemburu jika Hazel didekat Andi...!!?
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...