Cinta Asteria

Cinta Asteria
Perjalan ke Rumah Andi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Gak usah nervous dan jangan sebut aku atau abangku boss, kita sama sama butuh dan sama sama saling menguntungkan. Sekarang aku minta kamu jaga rahasia ini jangan sampaiada yang tahu. Kalo kamu sanggup biaya sekolah adikmu aku yang tanggung kamu gak perlu kirim uang keorang tuamu, semua aku yang tanggung. Uang hasil jerih payahmu kamu tabung saja buat masa depan kamu sendiri. Jadi nanti aku minta no rekening orang tuamu, rincian biaya sekolah adik adikmu dan segala biaya kebutuhan orang tuamu aku yang akan subsidi langsung ke orang tuamu. Tapi jika kamu bongkar rahasia ini,jika samapi bocor kamu aku suruh ganti 10 kali lipat biaya yang sudah aku keluarkan.” Ucap Astri kepada Nisa. Yang membuat Nisa menjadi panas dingin mendengar ucapn Astri yang menjanjikan tapi juga bernada ancaman.


Nisa bingung tak mampu berbicara apapun sampai sampai keringat dinginya keluar dan membasahi seluruh pakaian yang dikenakan Nisa.


“Aduh Nisa jadi takut, Astri kamu baik sekali tapi seandainya rahasia bocor dan aku harus mengganti 10 kali lipat. Bisa bisa harus jual rumah nanti. Mendingan gak usah aja Astri, aku sudah bersukur kok kemarin mendapat tambahan tunjangan. Pasti itu juga karena kamu kan ?” kata Nisa.


“Wkakaka… gak usah dipikirin Nisa, Astri cuman bercanda gak mungkin juga Astri memnita kembali sesuatu yang sudah aku keluarkan Nisa. Dan Astri percaya kok, kamu orangnya bisa dipercaya, jadi berikan saja no rekening keluargamu biar aku yang tiap bulan mengirimkan uang ke mereka.” Kata Astri.


“Aku gak enak Astri, takut malah membebani kamu padahal kamu sudah baik banget, dan aku ini kan hanya karyawan kamu saja.” Ucap Nisa.


“Stop, Astri gak suka kamu bilang begitu. Kita tetap temen selamanya. Masalah posisi kerja itu hanya sebatas urusan job description saja.” Ucap Astri.


“iya iya Astri maaf, Nisa keceplosan saja.” Jawab Nisa.


“Ok, nanti aku gak masuk ke kantor cabang bisa bisa kebongkar penyamaranku. Karena beberapa dari mereka sudah tahu Astri.” Kata Astri.


“Terus kamu mau kemana ?” Tanya Nisa.


“Nanti aku nunggu diluar saja, kalian yang masuk kesana. Biar Astri nanti telpon orang disana yang tahu Astri supaya tidak menyebut nama Astri pada Aster dan lainya. Nisa mulai memainkan peran Nisa muali sekarang, Nisa tolong bantu dekatkan bang Hendra dengan Aster. Serta laporkan setiap perkembangan yang terjadi ya. Biar nanti Astri yang mengatur strateginya.” Kata Astri member pengarahan kepada Nisa.


Dan Nisa tidak punya pilihan lain kecuali hanya mengikuti perkataan Astri. Astri merasa dia butuh pekerjaan itu, dan Nisa pikir toh ini bukan sebuah rencana jahat. Bahkan juga untuk kebaikan Aster sahabatnya juga. Jadi tak apalah bermain sedikit sandiwara.


“Owh jadi selama ini semua yang terjadi atas inisiatif kamu ya Astri. Dari Aster yang dipilih untuk melakukan pekerjaan besar kemudian didampingi Asih dan Nisa ?” Tanya Nisa.


“Pinter kamu Nisa, bisa menganalisa sampai kesitu. Bagus kalo begitu jadi kamu pasti bisa menjalankan peran kamu dengan baik nanti.” Jawab Astri.


“Aah gak juga, kalo gak Astri kasih tahu juga Nisa gak bakaln ytahu jika semua ini sudah kamu atur sedemikian rupa.” Jawab Nisa.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di depan kantor cabang yang dimaksut. Astri menurunkan Nisa, agar ikut gabung dengan Aster dan Asih sementara stri sendiri menjauh dari situ. Kemudian Nisa menghampiri Aster.


“Mau kemana itu Astri kok gak sekalian ikut masuk saja.” Tanya Aster pada Nisa.


“Owh tadi katanya mau membeli sesuatau sebentar, kita disuruh menyelesaikan pekerjaan dulu saja. Nanti Astri balik lagi kesini kok.” Jawab Nisa agak kikuk.


Sementara itu Astri yang sudah berada cukup jauh dari kantor cabang itu segera menghubungi orangnya yang ada disitu.


Astri menelpon seseorang yang menjadi kepercayaanya disitu.


“Selamat siang bu Astri, ada yang bisa saya bantu, saya tadi sempat lihat mobil ibu didepan kantor kok balik lagi ?” Tanya pimpinan cabang.


“Iya, itu ada tiga orang masuk yang mau minta data progrees perusahaan. Semuanya teman temanku, tapi jangan sampai mereka tahu siapa Astri. Biar mereka menganggap Astri hanyalah teman mereka seperti biasanya saja. Paham kan maksut Astri, bilangin yang lain juga jangan sampai menyebut nama Astri di depan mereka.” Perintah Astri kepada pimpinan perusahaan cabang tersebut.

__ADS_1


“Baik bu saya Paham dan siap melaksanakan.” Jawab pimpinan cabang itu.


“Baikkalo begitu segera temui mereka dan ingat semua pesanku, aku mau kembali kesitu jangan sampai ada yang menegurku disitu. Sementara anggap kita gak saling kenal dulu. Selamat siang.” Kata Astri langsung menutup telponya.


 Kemudian dia kembali ke kantor cabang itu.


Selagi Aster memberitahukan maksut kedatanganya di pos Satpam, dengan menunjukan surat tugas dan tanda pengenal. Pimpinan perusahaan member instruksi kepada orang orang tertentu yang sudah mengenal Astri agar tidak menyebut nama Astri. Dan merahasiakan identitas pemilik perusahaan tersebut.


Saat semua berkas yang dibawa Aster sudah diperiksa di pos Satpam, aster cs diperkenankan masuk. Maka Aster dan lainya segera masuk menemui pimpinan cabang. Setelah itu datanglah Astri yang kemudian menunggu di pos Satpam, dengan alasan menunggu saudarnya yang tadi masuk ke perusahaan karena ada tugas dari pusat.


“Maaf pak Satpam, apa saya boleh menunggu saudara yang tadi masuk ke kantor ini. saya sauaranya, kalo boleh saya mau menunggu disini saja pak.” Kata Astri.


“Owh yang dari kantor pusat ya mbak, boleh mbak silahkan saja. Tapi maaf kami tidak berani member ijin masuk ke kantor, sekedar menunggu disini saja gak papa.” Ucap Satpam tersebut.


“Iya pak, boleh duduk disini juga sudah terimakasih kok.” Jawab Astri.


Sambil menunggu Aster yang masih didalam, Astri iseng bertanya pada Satpam tersebut.


“Sudah lama bekerja disi pak ?” Tanya Astri.


“Belum mbak, kantor ini saja baru saja buka kok. Dulunya saya hanya tukang batu saja, saat mengerjakan proyek ini. kemudian ditawari menjadi Satpam dan saya mau, karena kerja proyek kadang lama gak ada kerjaan jadi sering nganggur lama.” Jawab Satpam itu jujur.


“Owh kirain memang bapak ikut pendidikan Satpam dulunya.” Kata Astri.


“Tidak mbak, ikut pendidikan Satpam sebelum resmi masuk jadi Satpam saja. Sebagai sarat menjadi memilik ijazah Satpam untuk diterima jadi Satpam.” Jawab Satpam itu.


“Owh gitu, memang berapa pak biaya sekolah Satpamnya, dan maaf berapa digaji kerja disini ?” Tanya Lanjut Astri.


“Kalo soal biaya pendidikan Satpam saya tidak tahu pak, semua pak Beni yang membiayai, kalo saya mau jadi Satpam dia akan biayai saya sampai mendapat sertifikat Satpam. Dan soal gaji ya standart lah mbak, saya sudah bersukur ada kerjaan tetap, udah gitu biaya pendidikan tidak disuruh mengembalikan sama sekali oleh pak Beni.” Jawab Satpam itu.


“Sebenarnya gak juga mbak, bahkan banyak yang mau melamar jadi Satpam dari semenjak kantor ini belum resmi buka.” Jawab Satpam itu.


“Kok malah membiayai bapak bukan menerima satpam yang sudah punya sarat lengkap. Malah mengeluarkan biaya sendiri tadi, siapa namanya ?” kata Aster pura pura tidak tahu nama pimpinan kantor cabang itu.


“Pak Beni mbak, dia pimpinan kantor ini. orangnya baik mbak, saya dulu sering dikasih uang saat masih jadi tukang batu dan akhirnya malah dijadikan Satpam di kantor ini. hanya gara gara saya dulu menemukan dompet beliau yang ketinggalan di proyek mbak.” Jawab satpam itu.


“Memang isi dompetnya banyak duitnya kok sampai rela membiayai bapak pendidikan Satpam.” Tanya Astri.


“Banyak banget mbak, mungkin lebih kalo lima juta. Saya sampai gak berani menghitung, hanya membuka identitas pemiliknya. Kemudian esuk paginya saya cari dan saya kembalikan. Ternyata beliau adalah calon pimpinan perusahaan ini.” jawab Satpam itu polos.


“Wah baik banget ya pak beni itu pak, mungkin saya nanti juga pingin bekerja disini kalo pimpinanya baik banget begitu. Bisa gak kalo cewek melamar satpam pak ?” Ucap Astri berakting.


“Ah mbak ini bisa aja, mobil mbak saja bagus begitu pasti sudah kerja dan gajinya tinggi pasti.” Jawab polos Satpam itu.


“Gak kok itu mobil rental pak, bukan milik saya pribadi. Hanya buat mejeng karena mau bepergian dengan saudara jadi iseng sewa mobil buat mejeng saja.” Jawab Astri.


“Yang bener mbak, jangan merendah begitulah, dari penampilanya juga sudah kelihatan kalo mbak ini dari keluarga kaya raya.” Jawab Satpam itu.


“Salah pak, saya ini hanya anak pedagang kecil dipasar kalo soal penampilan memang sedikit gaya saja biar gak kelihatan susah. Makanya saya pingin juga melamar jadi Satpam disini pak, kalo bapak bosa bantu sampaikan ke pak Beni sapa tahu masih butuh Satpam cewek.” Kata Astri.


“Boleh sih mbak, nati saya sampaikan kalo ditanya nama Mbak siapa atau bisa ninggalin no kontaknya biar nanti saya sampaikan pak Beni.” Jawab Satpam itu.


“Sampaikan saja pak, nama saya Astri dan pingin jadi Satpam disini. Kalo boleh minggu depan saya kesini lagi kok sama saudara saya yang tadi juga. Jadi say bisa ketemu dan menanyakan jawaban pak Beni pada Bapak.” Ucap Astri.

__ADS_1


“Iya mbak baiklah nanti saya sampaikan, mungkin mbak keberatan jika meninggalkan no kontaknya. Saya maklum kok mbak, zaman sekarang memang harus hati hati.” Kata Satpam itu.


“Gak gitu juga kok pak, hanya jujur saja saya belum punya HP lagi, karena yang kemarin rusak belum bisa beli lagi.” Jawab Astri. Karena memang hpnya ditinggal di mobil.


“Masak sih mbak, penampilan mbak saja mewah banget begitu kok masak Hp aja gak kebeli ?” Tanya Satpam itu Heran.


“Beneran pak, jangan hanya lihat penampilan. Saya berpenampilan begini memang hanya untuk gaya biar gak diremehin orang kok.” Jawab Astri bohong.


Tak lama kemudian terlihat rombongan Aster keluar dari perusahaan itu diantar oleh Beni pimpinan perusahaan itu.


Sesampai di Pos Satpam Beni agak kikuk menghadapi Astri karena sudah dipesan pura pura gak kenal.


“Ini saudara saya pak, namanya Astri sering kali kami dikira anak kembar.” Kata Aster memperkenalkan Astri pada Beni.


“Perkenalkan saya Astri saudara Aster saya tadi sudah cukup lama ngobrol dengan Pak Satpam katanya bapak orangnya baik. saya jadi tertarik untuk jadi Satpam disini jika diperkenankan pak.” Kata Astri sambil mengulurkan tangan seakan berkenalan beneran.


Dengan agak ragu Beni menerima uluran tangan Astri dan ikutan menyebut Namanya agar terkesan baru kenalan.


“Terimakasih sanjunganya, saya Beni saya hanya karyawa juga disini bu eeh mbak Astri.” Jawab Beni singkat.


“Jadi bagaimana pak Beni apakah saya boleh melamar jadi Satpam cewek disini ? Tanya Ulang Astri.


“Saya  hanya karyawanjuga mbak, coba nanti saya tanyakan pimpinan saya dulu.” Jawab Beni sambil senyum menahan geli melihat acting Astri yang meyakinkan.


“Baiklah pak, hgak usah dipikir serius saudara saya ini, dari dulu memang anaknya suka iseng begitu. Kami permisi dulu terimakasih sudah menjamu kami dengan sangat baik. semoga kita bisa bekerja sama untuk memajukan perusahaan ini bersama sama.” Ucap Aster berpamitan.


Maka berangkatlah Aster dan kawan kawanya kerumah Andi yang sudah tidak terlalu ajuh dari tempat itu.


Astri kembali mengajak Nisa satu mobil denganya berjalan dibelakang Aster.


“Bagaimana tadi di dalam Nisa ?” Tanya Astri.


“Semuanya lancr kok, tidak ada masalah, tapi maaf Astri kayaknya Aster sudah mencium adanya ketidak wajaran dari semua ini ?” ucap Nisa membuat Astri kaget. Untung tidak sampai mengganggu konsentasi mengumudikann mobilnya.


“Apa…?” Tanya Astri spontan.


...bersambung...


Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.


Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.


...Juga suport nya berupa...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


...Terima kasih...


__ADS_2