Cinta Asteria

Cinta Asteria
Hendra jadi Asprinya Aster


__ADS_3

🌷🌷🌷


Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode sebelumnya


“Iya bu Aster, ini sebagai ucapan tulus dari kami. Karena mulai beesuk kami bertiga akan bekerja dikantor yang sama dengan bu Aster, bu Asih dan bu Nisa. Terimakasih juga atas rekomendasi yang ibu berikan sehingga kami bertiga dengan mudah di terima diperusahaan tersebut,” Kata Hendra.


“Haaah apa lo bilang, kamu besuk sudah mulai kerja ?” Tanya Aster memastikan ucapan Hendra.


“Betu bu Aster, saya akan menjadi asisten bu Aster kemudian Arya jadi Asisten bu Asih dan Dimas jadi Asisten bu Nisa. Agar dalam membantu tugas bu Aster lebih mudah dan lebih cepat selesai.” Ucap Hendra.


“Gak bisa, Aster gak mau dikasih Asisten kamu, besuk Aster akan minta diganti yang lain saja.” Ucap Aster dongkol dengan ucapan Hendra.


*****


Episode ini


“Maaf bu Aster, saya hanya menurut dengan keptusan saat penempatan kemarin.” Jawab Hendra.


Asih hanya senyum senyum melihat dialog Aster dan Hendra yang dirasa lucu menurut Asih. Sementara Nisa juga tersenyum  namun lebih pada mentertawakan hendra yang dianggap pandai berakting. Karena Nisa sudah tahu semuanya itu dari Astri, dan Nisa pun di jadikan sebagai team yang diminta membantu mendekatkan Hendra dengan Aster. Atau dengan bahasa lain team mak comblangnya Hendra.


Astri menahan tawa kemudian ikut bersuara.


“Kita gak  disuruh masuk rumah kah Aster ?” Tanya Asih pada Aster.


Aster jadi tersadar bahwa mereka semua adalah tamu yang belum dipersilahkan masuk rumah.


“Owh maaf sampai lupa, yuuk masuk dulu semuanya.” Kata Aster sambil membukakan pintu rumahnya.


Kemudian Asih ikut masuk dan disusul oleh semuanya. Saat sudah berada diruamg tamu Aster yang cukup luas. Aster membuka obrolan dengan basa basi lebih dulu.


“Eeh maaf ya semua, tadi itu urusan pribadi saya dengan Hendra saja. Gak ada hubunganya dengan yang lain, dan terimakasih sudah ikut memberikan Semangat atas pertunangan Asih dengan sepupu saya Andi. Mungkin Astri mau nyusul dengan Dimas, besuk kita diundang ya.” Gurau Aster.


“Ah kita mah gampang Aster,  sewaktu waktu bisa udah jelas ini tinggal nunggu waktu saja. Stri justru nunggu kamu nih, kapan dapet calon tunanganya ?” ucap Astri menggoda Aster.


“Aster mah gampang Asih, banyak yang antri tinggal pilih Cuma belum ada yang sreg saja.” Balas Aster.


“Terserah kamu deh Aster, sebagai teman ngingetin aja kok, ya gak Asih ?” kata Nisa.


“Asih gak berani komen, Aster kan bakal jadi kakak Ipar Asih.” Kata Asih ikut bercanda.


“Aah udah ganti topic lain saja, kamu bilang tadi kamu mulai besuk kerja jadi asisten aku Ndra ?” Tanya Asih ke hendra.


“Begitulah kata pak personalia tadi, aku dijadikan Asisten kamu yang baru menangani proyek besar katanya.” Jawab hendra.


“Iya deh gak papa, asal kamu kuat saja jadi asistenku nanti.” Kata Aster sambil senyum. Mungkin Aster punya rencana khusus buat balas dendam pada Hendra.


Astripun dapat menangkap signal signal pemikiran Aster, tapi dia pilih diam saja. Dalam hati Astri berkata, “Coba aja Aster, kamu uji Hendra sesukamu. Tapi jika kamu tahu Hendra yang sekarang pasti kamu akan luluh denganya.” Batin Astri.


“Ok, Hendra siap besuk jadi asisten kamu dan kita buktikan kalo Hendra bisa bekerja jadi Asisten kamu.” Kata Hendra.


Baiklah kita deal ya, besuk kamu harus nurut sama Aster karena kamu Asisten Aster. Jangan anggap Aster kejam kalo negur kamu jika salah. Meskipun kamu adalah kakak dari Astri sahabatku, begitu ya Astri ?” Tanya Aster.

__ADS_1


“Terserah kalian lah, yang bekerja kan kalian bukan Astri.” Jawab Astri enteng saja.


“Bagaiman Ndra, kamu sanggup tidak dengan kesepakatan kita tadi ?” Tanya Aster.


“Gak masalah, Hendra akan bersikap professional meski kamu sahabatku tapi saat bekerja kamu adalah atasanku. Hendra pikir gak masalah, karena itu tuntutan pekerjaan.” Jawab Hendra PD.


Setelah beramah tamah dan menyalami Asih, mengucapkan selamat atas pertunanganya hendra dan kawan kawanya pamit mohon diri. Demkian juga dengan Astri ikut pamit pulang kerumahnya.


Tinggalah Aster hanya dengan Asih dan Nisa dirumah itu. Mereka bertiga, kemudian berfoto bersama dengan Asih menunjukkan cincin tunanganya. Terpancar keceriaan diwajah Asih, Aster pun ikut merasakan bahagia saat itu.


Sedangkan Nisa ingat kata kata Astri tentang pengamatan dan analisa Astri tentang sikap kedua orang tua Andi dan Andi sendiri. Namun dia tak berani mengtakan pada siapapun, karena sudah berjanji dengan Astri untuk menyimpan rapat rahasia ini.


“Mala mini kita makan diluar yuk, kita rayakan pertunangan Asih disini.” Kata Aster.


“Gak usah lah Aster, Asih jadi gak enak nanti !” tolak Asih.


“Gak boleh gitu Asih, sekalian kita refresh setelah mengalami banyak ketegangan sebelumnya. Meski berakhir bahagia. Dan jujur Aster juga butuh refresh nih otak Aster lagi rada beku.” Kata Aster.


“Kenapa Aster ?” Tanya Nisa yang penasaran atas kalimat Aster.


“Gak tahu Nisa, Aster merasa Aneh saja, kenapa sekarang sering teringat wajah Hendra. Jujur Aster gak mau dan takut sampai jatuh cinta Pada Hendra.” Jawab Aster jujur pada dua rekanya itu.


“Jangan dilawan Aster, ikutin saja kalo memang ternyata hatimu ditakdirkan mencintai Hendra memang kamu bisa apa Aster ?” kata Asih.


“Iya bener Asih Aster, nikmati saja apa yag kamu rasakan. Lagian mas Hendra juga orangnya baik ganteng juga. Kurang apa lagi Aster ?” sahut Nisa.


“Gak gitu, Cuma Aster ngerasa aneh saja kenapa Aster jadi berubah gini. Padahal baru beberapa hari Aster masih sangat membenci Hendra. Aster jadi ingat kata kata kamu Sengit itu ndulit atau apa itu Aster gak inget. Tapi faham maksutnya,makanya Aster pingin refresh otak Aster dulu nih.” Kata Aster.


“Baiklah kalo memang kamu butuh refresh, tapi Asih jujur karena belum gajian Asih gak punya banyak uang sekarang.” Jawab Asih.


“Soal itu kamu tenang saja Sih, kayaknya memang Aster yang butuh refresh biar Aster yang tanggung semuanya.” Kata Asih.


“Perlu ngajak Astri gak, kan kalian sahabat Akrab ?” Tanya Nisa.


“Yaudah Nisa ikut saja, jadi kita mau keluar kemana sekarang ?” tanya Nisa.


“Kita cari sambil jalan saja, sekiranya ada yang cocok berhenti gitu aja.” Ucap Aster yang memang bener bener kelihatan butuh refresh.


Berangkatlah mereka keluar sambil jalan jalan mencari tempat yang cocok buat ngobrol bertiga. Sekalian cari tempat makan.


Sepanjang jalan mereka lebih banyak diam, mereka menjaga perasaan Aster yang baru galau.


Sampai aster tiba tiba menghentikan lju mobilnya disebuah warung lesehan yang agak sepi. Mungkin ini cocok buat ngobrol, soal menu makan gak begitu penting, batin Aster.


Mereka pun turun untuk memesan makanan dan setelah pesan mereka mencari tempat duduk yang pas buat ngobrol bertiga.


“Nisa, karena kamu yang pertama membuka pembicaraan istilah jawa kemarin itu. Aster mau Tanya nih, soal istilah jawa yang kamu bilang kemarin itu !” kata Aster pada Nisa.


“Yaudah Tanya saja Aster, apa yang mau di tanyakan ?” jawab Nisa.


“Apa yang kamu katakana dan jabarkan kemarin itu memang beneran atau kamu hanya menggoda Aster sih. tolong jawab sejujur jujurnya Nisa.” Kata Aster.


“Yang jelas itu adalah, sebuah petuah jawa yang intinya jika kita benci jangan terlalu benci. Siapa tahu sekarang benci besuk jadi cinta. Intinya mengajarkan kita agar bersikap sewajarnya saja, jangan berlebihan. Kalo berlebihan takutnya ‘Keweleh” atau termakan dengan tindakan kita sendiri. Soal orang yang benci kemudian jadi cinta itu banyak, tapi bukan berarti orang yang benci akan menjadi cinta juga gak.” Jawab Nisa.


“Tapi kenapa ya, Aster kemerin sampai mimpiin Hendra segala. Aster jadi benci dengan diri Aster sendiri, kenapa mimipi aja harus ketemu Hendra, coba ?” kata Aster.


“Yaitu, nikmati saja Aster kan mimpi bukan kita yang minta. Mimpi gak bisa request minta ketemu siapa Aster.” Jawab Nisa.


“Eeh Aster, ini menurut Asih lo, kalo Asih sepakat dengan Nisa. Ikutin saja kata hati kamu. Jangan kamu lawan, kalo suatu saat mencintai Hendra dan Hendra juga mencintai kamu maka terima saja itu.” kata Asih.


“Kamu kan tahu Asih, Aster kan belum pernah jatuh cinta. Aster justru takut jatuh cinta saat ini, meski Aster juga masih sebel saat lihat Hendra masih pingin selalu arahin dia. Tapi kok saat saat begini justri malah inget sama dia ?” kata Aster heran dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


“Wah itu padahal cirri cirri orang mau jatuh cinta Aster !” jawab Asih.


“Serius kamu Asih, apa kamu dulu juga begitu saat merasa jatuh cinta sama Andi ?” Tanya Aster.


“Iya Aster, Asih kan dah pernah cerita kalo awalnya Asih anggap Andi itu adik Asih. Dulu asih kalo gak ketemu Andi juga nyariin tapi belum ada perasaan cinta. Sekedar pingin ketemu seperti kakak gak lihat adiknya. Lama lama ada yang aneh, saat lama gak jumpa Asih jadi sering mimpi diajak Andi main kesatu tempat, dan disitu kita hanya bermain berdua. Itu tidak hanya sekali dua kali, sering kali Aster.


kemudian setelah itu, rasa ingin bertemu semakin kuat. Tiap hari pinginya bertemu terus, tapi belum merasakan cinta. Akhirnya Asih merasakan perubahan perasaan, dari menganggap Andi adik. Lama lama menganggap Andi itu sebagi penghibur haatiAsih. Dan akhirnya Asih menyadari jika Asih mencintai Andi sebagai seorang lelaki dan Asih sebagi seorang perempuan. Hanya saja Asih menahan itu semua, ternyata Andi pun merasakan hal yang sama juga. Penjelasan Asih pada Aster secara panjang lebar.


“Ini pesananya mbak “ ucap pelayan membuyarkan obrolan mereka.


“Owh iya makasih mas.” Jawab Aster.


“Yuuk makan dulu !” ajak Aster pada kedua temanya untuk makan.


Saat baru menikmati sajian yang sudah dihidangkan, Aster dan dua sahabatnya dikejutkan dengan kedatangan Astri dan Dimas.


“Diih makan gak ajak ajak, untung aku lewat lihat ada mobil Aster aku samperin ternyata kalian makan disini gak ajak ajak.” Kata Astri.


“Lah kok kamu belum tidur malah pergi dua duaan sama Dimas Astri ?” Tanya Aster.


“Ya gak papa, kan udah lama gak ketemu. Ini tadi juga sekalian nganter dimas cari kontrakan, kam selama ini masih numpang di tempat Dika temenya.” Ucap Astri.


“Eh sekalian pesen makanan dulu sana !” ucap Aster.


“itu Dimas sudah bilan pelayan pesan makan , kebetulan kita juga lapar.” Ucap Astri.


Sesaat kemudian pelayan datang menghantarkan menu pesanan Astri dan Dimas.


“Loh boss kok disini…!” ucap pelayan itu yang mengenal Astri, dan Astripun baru sadar jika itu bisa membuka sandiwaranya pada Aster, Astri agak panik dan menyembunyikan perbahan wajahnya dari Aster dengan memalingkan wajahnya ke pelayan itu. sambil berusaha member isyarat agar diem. Namun pelayan itu tidak paham dengan maksut Astri.


“Apa boss ?” Tanya pelayan itu.


Membuat Astri jadi semakin panik. Maksut hati mau gabung makan dengan Aster sahabatnya tapi lupa jika warung itu mengenal siapa Astri.


“Duh, mampus aku bisa ketahuan aster kalo ini orang sampai menyebut siapa Astri. Dan menanyakan tentang perusahaan. Gagal total semua rencana yang udah Astri siapin.” Gerutu Astri dalam hati.


 


@@@@@*****>>>>>?????   


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2