Cinta Asteria

Cinta Asteria
Kebahagiaan Aster resmi dipinang Hendra


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Apa pak, dulu punya Papahnya Hendra dan Astri ?” ucap Astri kaget, bahkan semua yang ada disitu juga Kaget. Kecuali Nisa yang sudah tahu dari Astri langsung.


Namun beberapa orang termasuk Aster berpikirnya lain dikiranya perusahaan itu dulu milik papahnya Hendra dan bangkrut kemudian di take over orang lain. Dan sekarang Hendra bekerja disitu.


“Iya bu Aster, namun Karena waktu itu Papahnya Pak Hendra wafat dan pak Hendra dan bu Astri belum bisa memimpin perusahaan. Maka perusahaan itu dipasrahkan ke saya, dan saat ini saya akan kembali menyerahkan tanggung jawab Perusahaan itu kembali kepada Pak Hendra dan Bu Astri.” Ucapan personalia tersebut membuat Aster tiba tiba Syok dan pingsan dalam pangkuan ibu kandungnya.


Suasana jadi berubah panik atas pingsannya Aster setelah mendengarkan penjelasan dari personalian tersebut…..?!?


*****


Episode ini


Astri Nisa dan Asih segera mengangkat tubuh Aster dibawa masuk ke kamar, kemudian diberikan minyak dibawah hidungnya sebagai perangsang agar Aster segera siuman.


“Aster bangun Aster, maafkan Astri yang telah membohongi Aster.” Ucap Astri panik.


“Astri sahabatku…!” ucap Aster yang mulai siuman dari pingsannya.


“Iya Aster kamu mau bilang apa, bilang saja Aster gak perlu sungkan.” Kata Astri.


“Maafkan Aster ya….?” Jawab Aster.


“Maaf untuk apa Aster ?” kata Astri bingung.


“Maaf Aster hanya Syok sedikit, kasihan Hendra pasti teringat ketika dulu papahnya adalah pemilik perusahaan tersebut. Tapi sekarang Hendra hanya jadi karyawan disitu. Namun Astri harus percaya jika Cinta Aster pada Hendra tidak akan berubah sedikitpun. Boleh panggilkan Hendra Astri ?” Pinta Aster.


Astri yang sebenarnya mau menjelaskan permasalahan sebenarnya mengurungkan niatnya, dia lebih memanggil abangnya Hendra yang dipanggil Aster.


“Bang Hendra kesini sebentar bang.” Panggil Astri ke Hendra.


Hendra segera menghampiri adiknya Astri, kemudian menanyakan keadaan Aster.


“Bagaimana keadaan Aster ?” Tanya Hendra.


Kemudian Astri menjelaskan kenapa Aster sampai pingsan. Jadi Aster merasa kasihan kepada Hendra karena bekerja di perusahaan ‘bekas’ perusahaan papahnya, begitu pemikiran Aster dikiranya Perusahaan itu sudah di take over orang lain.


Namun Astri juga bilang bahwa cintanyaa ke Hendra tidak akan berubah sedikitpun dengan itu semua.

__ADS_1


“Iya itu semua karena manager personalia tadi salah ucap tapi gak papa lah. Sudah terlanjur. Harusnya tadi jangan bilang ‘dulunya perusahaan ini milik papah’ jadi kesannya sekarang jadi milik orang lain kan.” Ucap Hendra.


“Iya sih, tapi bang Hendra jelasin tuh ke Aster dia nungguin bang Hendra sekarang.” Ucap Aster.


Hendra pun segera mendatangi Aster, dan begitu Hendra masuk kamar langsung mendapat sambutan pelukan hangat dari Aster, hingga membuat Hendra bengong.


“Hendra,,,, kamu gak usah khawatir Aster tetap akan mencintai kamu dan gak akan mundur sedikitpun meski sekarang kamu bekerja di perusahaan papah kamu dulu.” Ucap Aster sambil memeluk Hendra.


“Terimakasih Aster atas ketulusanmu, tapi ada yang harus Hendra katakan karena sepertinya kamu slah paham dengan ini semua.” Jawab Hendra.


“Salah paham apanya Hendra ?” kata Aster setelah melepas pelukanya pada Hendra.


“Maksut dari Personalia tadi adalah dulu perusahaan itu milik papahku, dan diserahkan pada personalia untuk mengelola karena aku dan Astri waktu itu masih belum tahu soal usaha, jadi bukan berpindah kepemilikan Aster.” Kata Hendra.


“Maksut kamu gimana bicara yang lebih jelas Hendra ?” seru Aster.


“Sampai saat ini perusahaan itu tetap milik keluargaku Aster, dan maaf jujur saja aku menyamar jadi karyawan disitu hanya untuk mendekati kamu agar aku bisa menunjukkan bahwa Hendra yang sekarang bukanlah Hendra yang dulu.  Hedra yang sekarang tidak sombong dan jahat sama Aster lagi.” Ucap Hendra.


Aster sangat terharu mendengar penjelasan Hendra bahkan Asih masih bengong dengan kejadian yang barusan dia lihat.


“Iya Aster, Nisa adalah saksinya karena Nisa sudah dikasih tahu Astri, dan scenario dari semua ini adalah Astri yang merencankanya.” Kata Nisa.


Astri hanya senyum senyum saja ketika Aster menatap dirinya.


“Astri….?” Ucap Aster.


Aster tak mampu melanjutkan ucapanyamelainkan menghampiri dan memeluk Astri sahabat sejatinya itu.


*****


Akhirnya ucapan manager Personalia itu diulang kembali dan semua bisa memahami apa maksutnya. Orang tua Aster hanya senyum senyum melihat respon Aster saat mendengar cerita dari Astri.


“Memang begitulah Astri, kalo Aster sudah punya kemauan memang susah dihalangi. Jadi ketika dia bilang mau dilamar Hendra kakakmu ibuk langsung menerima dengan bahagia. Pertama memang sudah pingin juga nimang cucu yang kedua Hendra abangmu bukan orang lain bagi ibu serta bisa mempererat hubungan persaudaraan kita Astri.” Ucap ibuknya Aster.


Acara pun berlalu dengan Khidmat, Hendra melamar Aster diwakili oleh manager personalia yang ditunjuk sebagai wakil keluarga. Sedangkan lamaran dijawab langsung oleh bapaknya Aster dan akan menyegerakan pernikahan secepatnya.


Sekitar jam 20.30 Wib acara selesai dan hampir semua tamu berpamitan tinggal keluarga Aster, keluarga Astri Asih dan Nisa juga Andi dan orang tuanya.


Mereka asik bercengkerama penuh rasa kebahagiaan dengan resminya Aster dipinang Hendra.


“Kamu jahat banget siih hendra dan Astri tega banget bohongin Aster selama ini.” ucap Aster.


“Aku gak bohong kok Aster, mang aku bohong apaan ?” jawab Astri. Sementara Hendra hanya diam saja sambil memeluk pundak Aster.


“Kenapa gak bilang dari awal kalo itu perusahaan papah kalian almarhum. Owh jadi semua yang terjadi kemarin kamu juga yang atur ya Astri. Tiba tiba di kasih partner Asih dan Nisa dalam melakukan project dulu. Dasar kamu Astri kebangetan jadi sahabat.” Gerutu Aster.


“Udahlah jangan marahin adikku terus Aster, tar dia ngambek aku yang jadu sasaran.” Gurau Hendra.


“Ya itu resiko jadi abang yang dulu suka jahilin adiknya.” Jawab Aster.


“Kalo dulu gak jahil mungkin gak dapetin sahabat adikku yaitu kamu Aster.” Jawab Hendra membuat Aster tersipu melayang.

__ADS_1


“Apaan sih kamu Hendra, bikin Aster malu aja.” Jawab Aster.


“Malu kenapa kan memang kenyataanya kita kan berawal dari benci menjadi cinta Aster. Jujur saja dulu aku juga sebel sama kamu, cewek galak suka main fisik kalo sama aku.” Kata Hendra.


“Ya habisnya kamu dulu baru juga ketemu main peluk peluk saja, emangnya Aster cewek apaan kali.” Jawab Aster gak sadar jika sekarang dalam pelukan Hendra.


“Owh begitu, tapi kalo sekarang boleh dong Aku peluk kamu Aster ?” goda Hendra.


“Belum lah tar aja kalo udah resmi nikah.” Jawab Aster tersipu malu.


“Lah emangnya yang sekarang peluk kamu siapa Aster ?” Tanya Nisa sambil senyum senyum lucu melihat tingkah Aster yang jadi malu dan Salah tingkah.


“Hak maksut Aster bukan peluk kayak gini kan dulu, kalo sekarang peluk gini juga masih gak papa lah udah jadi calon suami Aster ini.” jawab Aster agak malu.


Iya kalo dulu dicolek pundaknya saja marahnya udah kayak dilecehkan sama cowok waktu sama Arya itu.” komentar Astri.


“Iyalah kenal juga belum udah main colek, Aster paling benci kalo begitu.” Jawab Aster.


Begitulah suasana bercengkrama antara keluarga Aster dan Astri juga sebagian teman teman dekat mereka. Kemudian Andi berdiri menghampiri Asih dan mengajak Asih untuk bicara berdua.


“Asih, aku mau bicara sebentar sama kamu.” Kata Andi sambil menggandeng tangan Asih mengajak Asih ke teras depan Rumah Aster.


“Ada apa Ndi ?” Tanya Asih saat sudah di teras depan.


“Aku mau mengajakmu segera nikah saja, kamu mau gak…?” kata Andi langsung kepada permasalahan.


Asih masih ragu karena belum thu alasan Andi mengajaknya buru buru Nikah…???


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2