
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Daniel yang sudah cukup kehilangan kesadaran itu tidak dapat lagi menggunakan akalnya. Dia jadi muncul serakahnya, dan berpikir menguasai perusahaan Hendra.
"Yang benar bos?" tanya Daniel penasaran???
“Asalkan kamu mau bekerjasama dengan ku, perusahaan itu akan menjadi milikmu.” Ucap Mr.X.
“Tentu saja boss, kalau bisa menjadi pemilik kenapa hanya menjadi karyawan.” Ucap Daniel sambil menenggak minuman beralkohol.
Daniel yang sudah tidak bisa mengontrol diri tersebut menjadi objek yang empuk bagi Mr.X dan anak buahnya. Sehingga Mr.X bisa mencuci otak Daniel agar mau berkhianat membongkar rahasia perusahaan Hendra.
“Mulai Besok aku tempatkan orang di rumah kamu untuk menjaga kamu sekeluarga. Jika perlu nanti akan aku tambah pengawal lagi kalau sekiranya perlu. Soal biaya aku yang akan bayar pengawal pengawal itu.” Ucap Mr. X membuat Daniel semakin tinggi khayalannya. Membayangkan dirinya adalah bos perusahaan dan kemanapun selalu dikawal oleh para bodyguard.
“Siap bos, apa yang harus aku lakukan ?” tanya Daniel.
“Besok akan ada panduan langkah apa yang harus kamu lakukan, agar perusahaan itu jatuh kembali ke tangan kamu.” Ucap Mr.X.
Daniel hanya mengangguk saja, rupanya dia sudah mabuk berat sehingga tak lagi mampu untuk menjawab apalagi bangkit dari kursinya.
“Bawa dia ke kamar hotel, berikan ‘hiburan’ kepadanya agar dapat mengerti nikmatnya surge dunia nanti.” Ucap Mr.X kepada anak buahnya.
Dan Daniel pun segera dibawa ke sebuah Hotel dan dibawa masuk ke dalam sebuah kamar, tidak lupa juga disediakan dua orang wanita untuk merawat Daniel. Agar bisa memberikan servis luar dalam kepada Daniel, maka ditinggalah dua wanita profesional di bidangnya tersebut untuk
menjaga dan merawat Daniel.
Seorang Mr. X yang sudah malang melintang dalam dunia tersebut sangat mudah untuk mencari dan menyewa wanita profesional untuk menyenangkan Daniel. Dan mengeluarkan uang dalam jumlah besar baginya tidaklah masalah. Karena mempunyai harapan akan mendapatkan ganti yang jauh berlipat dari yang dia keluarkan. Melalui hancurnya perusahaan Hendra dan mengambil alih perusahaan lain yang bekerja sama dengan Hendra. Serta menempatkan Daniel di perusahaan tersebut sebagai pimpinan semu yang masih harus berjalan dibawah kendali dirinya.
*****
Daniel tersadar menjelang Subuh, dia sangat kaget ketika mendapati dirinya berada di kamar Hotel dan disampingnya juga berbaring dua orang wanita muda yang cantik dan berpakaian sangat sexy.
“Dimana aku ini ?” tanya Daniel.
Salah satu dari perempuan yang berbaring di sampingnya pun terbangun dan menjawab.
“Di Hotel lah bang, masak iya di kebun.” Jawab salah seorang wanita tersebut.
“Kamu siapa kenapa berada satu ranjang denganku ?” tanya Daniel seakan baru tersadar.
“Bos yang suruh kami menemani abang dan melayani abang apapun kemauan abang.” Ucap wanita itu masih sambil berbaring. Kemudian memeluk Daniel yang hendak bangkit, karena Daniel ingat harus masuk kerja karena hari itu adalah hari Senin.
“Ngapain buru buru bang, kan kita juga belum ngapa ngapain ? Memang abang gak pernah ngamar di Hotel dengan wanita seperti kami ?” tanya Wanita itu.
“Apaan sih berisik banget..?” ucap wanita satunya yang terbangun.
“Aku harus berangkat kerja sekarang.” Ucap Daniel.
“Baru juga jam segini bang, masih banyak waktu buat bersenang senang dengan kami.” Kata salah satu wanita di samping Daniel.
“Iya bang, bos tadi bilang kalau abang diminta pamit berangkat siang saja katanya.” Ucap wanita satunya.
“Kalian ini siapa sebenarnya “ Ucap Daniel bingung setelah cukup sadar dari pengaruh alkohol.
“Nama ku Natasya dan temanku itu Febri, kami diberi tugas untuk menjaga dan merawat abang, karena abang semalam mabuk berat. Tenang saja mobil abang juga aman ada di parkiran, gak usah khawatir.” Ucap Natasya.
__ADS_1
“Udah bang kontrak kita hanya sampai jam tujuh pagi, mau pakai kita atau tidak nih ?” kata Febri langsung kepada inti pembicaraan. Sambil melepaskan baju atasnya. Sehingga menampakkan bukit kembarnya yang Ranum.
Begitu juga dengan Natasya yang tak mau kalah dengan Febri langsung ikutan membuka baju atasnya dan langsung merapatkan tubuhnya ke Daniel. Dan mengambil inisiatif untuk membangkitkan hasrat Daniel dengan menciumi leher Daniel yang masih menyisakan aroma alkohol tersebut.
“Aah aku ke kamar mandi sebentar…! Kata Daniel yang sudah mulai tergoda karena mendapat perlakuan asik dari dua orang wanita cantik.
Natasya dan Febri pun memberikan kesempatan kepada Daniel untuk ke kamar mandi. Sesaat kemudian Daniel sudah kembali ke ranjang dengan penampilan yang sudah sedikit rapi dan wangi.
“Kalian juga mandi dulu dong biar bersih dan wangi.” Ucap Daniel yang sudah terlanjur horny tadi.
“Hmmm boleh, tapi gentian saja biar ada yang menemani abang. Feb kamu mandi duluan gih aku nanti belakangan.” Ucap Natasya yang langsung nyosor bibir Daniel dan berusaha melepaskan semua pakaian Daniel. Sehingga tak selembar benang pun menempel di tubuh Daniel.
Daniel hanya mampu mendesah pelan. Ketika mendapat servis hot dari Natasya, dan kemudian digantikan oleh Febri sementara Natasya gentian Mandi. Dan setelah Natasya selesai mandi maka dua wanita itu pun segera mengerubuti Daniel dan bergantian dalam memberikan service nya kepada Daniel.
Hari itu pun Daniel menghabiskan waktu bersama Natasya dan Febri sampai dengan pukul Sembilan pagi. Over time yang terjadi pun Daniel tidak keberatan untuk memberikan tambahan kepada dua wanita tersebut. bahkan sejak itu Daniel lah yang aktif mengontak mereka berdua atau salah satunya. Sehingga Daniel jadi jarang dirumah sejak saat itu. lebih memilih bersama Natasya atau Febri daripada dengan Istrinya.
Dan sejak saat itu pulalah Daniel seperti kerbau yang dicocok hidungnya jika dengan Mr.X yang telah mengajari kenikmatan dunia kepadanya. Sampai sampai Daniel pun lupa jika istrinya pun butuh sentuhan dia sebagai suami. Dan Daniel hampir tidak pernah lagi memberikan nafkah batin kepada istrinya. Hari harinya lebih banyak terbuang untuk Natasya dan Febri bahkan juga dengan selain mereka berdua.
Setelah Mr. X melihat Daniel yang sudah benar benar masuk ke dalam perangkap barulah Mr. X memberikan perintah perintah untuk menjatuhkan perusahaan Hendra. Dan ketika danie merasa keberatan pun Mr. X mengancam akan membuka rahasia Daniel kepada istrinya. Karena saat pertama kali melakukan dengan Natasya dan Febri ternyata secara diam diam Mr.X sudah memasang kamera di kamar yang di gunakan Daniel.
Karena itulah Daniel tidak lagi mampu untuk menolak semua keinginan Mr.X , dan merasa sudah terlanjur basah Daniel pun memutuskan untuk melanjutkan apa yang telah dimulainya. Mengambil alih perusahaan Hendra, apapun resiko yang akan dia hadapi nanti. Termasuk ketika harus menyingkirkan perasaan sungkan kepada keluarga Hendra.
Flashback off.
*****
Saat bangun tidur, Daniel mencari anak dan istrinya namun tidak dapat menemukannya. Sehingga dia marah marah kepada semua isi rumah tersebut. Terutama kepada ART nya yang membiarkan Helen istrinya kabur dari rumah. Dan hanya meninggalkan sepucuk surat yang berisi jika Helen tidak akan pulang sebelum Daniel mengakhiri kerjasamanya dengan Mr.X. Namun Daniel yang sudah kehilangan akal sehatnya itu pun lebih memilih bekerjasama dengan Mr.X.
“Terserah kamu saja lah, aku bisa mencari pengganti kamu kapan pun aku mau.” Kata Daniel dalam hati, yang dikuasai emosi waktu itu.
Daniel pun akhirnya memilih untuk keluar rumah mencari kesenangan dengan wanita lain. Sebelum menuju ke tempat Mr.X untuk melaporkan perkembangan yang terjadi.
Sementara Mr.X Sendiri sedang mengumpulkan anak buahnya untuk mendapatkan informasi tentang rencana untuk menjebak Hendra dengan umpan seorang wanita.
“Apa sudah mendapatkan gadis yang akan dijadikan umpan nanti ?” tanya Mr.X pada anak buahnya.
“Kamu gob**k ya, jelas ketahuan jika yang sudah profesional. Kan tujuan kita agar Hendra tersiar punya skandal biar rumah tangganya hancur.” Bentak Mr. X.
“Tapi bos, Kn sulit cari gadis perawan yang bisa memikat Hendra karena belum punya pengalaman khusus.” Jawab anak buahnya.
“Makanya kerja itu pakai otak jangan hanya pakai dengkul. Tentu saja nanti akan kita ajari secara khusus yang penting kalian cari saja gadis perawan yang mau disuruh untuk itu. kalau perlu pakai ancaman gunakan ancaman, dengan menyandera keluarganya.” Bentak Mr. X.
Anak buah Mr. X pun hanya diam tak berani membantah. Tak ada pilihan lain kecuali harus mencari seorang gadis perawan yang akan dijadikan umpan untuk menjebak dan menjatuhkan Hendra.
“Aku dengar Hendra dulu pernah punya pacar sebelum menikah dengan istrinya yang sekarang. Kamu cari informasi siapa dia dan korek keterangan darinya. Bagaimana Hendra dan gadis seperti apa yang dia suka. Kemudian carilah Gadis yang sesuai dengan selera Hendra untuk dijadikan umpan.” Ucap Mr. X.
“Baik bos.” Jawab anak buahnya.
“Mulailah dengan mencari bekas pacar si Hendra itu. dan untuk mencari siapa bekas pacarnya itu kalian temui saja anak buah Jhoni.” Ucap Mr. X.
Tanpa berani membantah anak buah Mr.X itu pun segera membubarkan diri untuk melaksanakan perintah Mr. X tersebut.
Semua menyebar untuk mencari informasi siapa bekas pacar hendra untuk mengorek keterangan darinya. Kemudian mencari Gadis yang sesuai criteria Hendra, agar mudah untuk menjebak dan menghancurkan Hendra.
*****
Sementara Hendra dan Aster yang berada di rumahnya sedang melakukan percakapan dengan kedua orang tua Aster.
“Hendra, saat ini kamu sedang mendapatkan ujian besar. Tidak ada salahnya jika kita melakukan doa bersama agar masalah kamu bisa segera selesai.” Ucap Ayah mertua Hendra.
“Iya pak, tapi jujur Hendra memang kurang paham dengan hal seperti itu. karena Hendra dari kecil hanya sekedar tahu yang wajib wajib saja.” Jawab Hendra jujur.
“Kamu ingat kan, kalau sepupu Aster si Andi sekarang berada di sebuah pesantren ? Apa salahnya jika kalian datang ke sana sekalian menjenguk Andi dan berkonsultasi dengan Kiai nya di situ.” Ucap Ayah mertua Hendra.
__ADS_1
“Iya bang, Aster juga mau lihat perkembangan Andi.” sahut Aster.
“Boleh juga, apa perlu kita ajak Asih juga ? Barangkali dia juga mau lihat keadaan Andi ?” tanya Hendra.
“Kalau soal itu kita harus tanya Asih dulu bang, sebagai wanita aku tahu perasaan Asih pasti hancur waktu itu. dan mungkin sangat sulit untuk melupakan apa yang diperbuat Andi.” Jawab Aster mewakili sebagai seorang Wanita. Meski Andi adalah sepupunya sendiri, namun Aster lebih memikirkan perasaan Asih sebagai seorang wanita yang dikhianati.
“Iya abang tahu soal itu Aster, maksud abang kita tanya Asih dulu. Siapa tahu Asih masih menyimpan rasa terhadap Andi. karena hubungan dia dengan Arya pun tidak bisa dilanjutkan.” Jawab Hendra.
“Terserah abang saja kalau itu bang, Aster gak sampai hati untuk menanyakan kepada Asih.” Jawab Aster.
“Maksut abang juga mumpung perusahaan masih belum operasional biar Asih bisa sekalian ikut dan menemui orang tuanya. Kan kita juga harus menemui pak lek dan bulek orang tua Andi dulu.” Jawab Hendra.
“Ya sudah abang tanya Asih dulu saja, Aster masih belum sampai hati untuk membicarakan soal Andi kepada Asih.” Jawab Aster.
“Baiklah, aku coba telpon Asih sebentar. Kamu lanjutkan ngobrol dengan bapak ibu dulu, pak bu hendra ijin telpon Asih sebentar.” Ucap Hendra kepada kedua mertuanya.
“Iya nak, hati hati dalam menyampaikan kepada Asih. Ada benarnya juga yang di bilang Aster, ibu sebagai seorang wanita juga merasakan hal sama dengan Aster.” Jawab ibunya Aster.
“Iya bu, Hendra kan hati hati dalam berbicara dengan Asih agar tidak tersinggung dan sakit hati.” Jawab Hendra. Kemudian melangkah menjauh dari kedua mertuanya dan Aster istrinya.
*****
“Aster, kamu yang sabar dan harus bisa memberi support pada suami kamu agar dia bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik.” ucap ibunya Aster.
“Iya bu, Aster akan berusaha sebaik mungkin untuk member dukungan Moril kepada suami Aster.” Jawab Aster.
“Tidak hanya itu Aster, ini hanya seandainya, suami kamu nanti kalah dalam persidangan kamu harus siap hidup dari bawah lagi. Berjuang dari Nol lagi, karena sebagai seorang Istri kamu harus siap menerima keadaan suami kamu seperti apapun kondisinya.” Kata Ayah Aster.
“InsyaAllah pak, kalau soal itu Aste juga punya pemikiran begitu juga. Aster mencintai suami Aster bukan karena dia punya banyak harta. Tapi Aster mencintai suami Aster sebagai pribadinya yang gigih dalam berusaha.” Jawab Aster.
“Syukurlahnak, jika kamu berpendirian seperti itu. bapak dan ibu bangga kepada kalian, dan percayalah jika kebenaran tidak akan terkalahkan oleh kejahatan. Suatu saat pasti akan menang.” Sahut ibu Aster.
Tiba tiba Hendra kembali datang ke tengah mereka dan mengatakan jika Asih bersedia untuk ikut menjenguk Andi.
“Alhamdulillah Asih bersedia menjenguk Andi juga, jadi sekalian kita juga bisa memberikan hiburan kepada Asih. Siapa tahu justru nanti Asih dan Andi bisa bersatu lagi, dan mereka dapat melanjutkan pertunangan yang sempat gagal.” Ucap Hendra.
“Alhamdulillah kalau begitu bang, tapi jangan singgung soal pertunangan dulu biar berjalan secara alami saja. Kalau mereka memang berjodoh pasti akan ada jalan untuk mempersatukan mereka. Tapi saat ini janganlah kita membicarakan soal itu dulu.” Kata Aster.
“Iya Aster, abang hanya berharap saja tidak akan membicarakan itu sekarang. Apalagi memaksakan hal itu kepada Asih. Siapa tahu dengan kita berbuat baik masalah kita juga akan terbantu dan cepat selesai.” Jawab Hendra.
“Terus kalian kan berangkat kapan ?” tiba tiba ayah Aster bertanya.
“Sebentar lagi pak, karena Asih akan datang kesini dan berangkat bersama dari sini.” Jawab Hendra.
“Kalau begitu kalian berkemaslah, angan sampai Asih nanti menunggu terlalu lama disini.” Kata ibu Aster.
Hendra dan Aster pun segera berkemas untuk berangkat ke rumah orang tua Andi sebelum menjenguk Andi di pesantren….!!!
...Bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...