
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode sebelumnya
“Karena ibu meihat Aster juga sangat peduli dengan Adiknya maka Aster juga aku undang kesini karena ibu butuh pertimbangan Aster. Bagaimana menurut pandangan Aster, dan bagaimana menurut pandangan Asih sendiri ?” ucap bu Halimah.
“Asih ikhlash jika itu untuk kebahagiaan Andi bu, gak papa bu jika Andi mau dijodohkan dengan Hazel.” Kata Asih sambil menangis.
Bu halimah malah menjadi bingung dengan kata kata Asih, bahkan tidak mampu berkata apapun.
@@@@>>>>*****????
******
Episode ini
*****
“Bukan itu Asih maksut ibu, ibu bukan bermaksut menjodohkan Andi dengan Hazel. Apa Andi belum cerita kepada Asih ?” Ucap bu Halimah yang membuat Asih dan lainya semakin bingung.
“Maksut ibu bagaimana, Asih malah jadi semakin bingung bu. Lantas Asih harus membantu bagaimana ?” Tanya Asih masih dalam tangisaanya.
“Ibu pikir kamu sudah tahu dan sudah dikasih tahu Andi. Dan bukankah pacar Andi adalah kamu Asih, setahu ibu saat Kalian mengadakan acara tasyakuran. Ibu mendengar Hazel bilang memberikan ucapan selamat atas kamu dan Andi yang resmi berpacaran waktu itu. kok ibu juga jadi bingung ini bagaimana sebenarnya ?” Tanya bu Halimah juga bingung.
Bahkan semua bingung dengan praduga masing masing. Untunglah Aster cepat menyadari adanya kesalah pahaman yang terjadi antara bu Halimah dengan Asih.
“Maaf bulek, maksut bulek minta tolong kepada Asih dan membantu Andi keluar dari masalah itu bagaimana ?” Tanya Aster.
“Tadinya bulek mengira Asih adalah pacar Andi, makanya untuk menyelamatkan desakan orang tua Hazel ibu mau meresmikan pertunangan Andi dengan Asih. Agar orang tua Hazel tidak lagi mengejar Andi dan meminta Andi untuk meminang Hazel. Dan saat ini Andi dan Ayahnya sedang menyampaikan ke orang tua Hazel. Bahwa Andi sudah punya gadis pilihan lain yaitu Asih.” Ucap bu Halimah.
Sontak Asih bangkit dan memeluk bu Halimah sambil menangis bahagia, karena ternyata Andi akan ditunangkan dengan dirinya bukan dengan Hazel seperti prasangkanya.
“Maafin Asih bu, Asih pikir tadi ibu tidak merestui hubungan Asih dengan Andi. Sehingga Asih mengira ibu akan menjodohkan Andi dengan Hazel.” Ucap Asih sambil terisak bahagia.
“Owh jadi kamu mengira tadi Andi akan dijodohkan dengan Hazel, bukan dengan kamu. Kan ibu sudah bilang kalo ibu menyayangi kamu seperti anak sendiri. Karena tiap lihat kamu ibu seperti merasakan sosok Diana anak kandung ibu yang sudah pergi.” Jawab bu Halimah.
“Owh jadi maksut bulek tu bukan menganggap Asih sebagai kakaknya Andi atau lebih pantas sebagai kakanya Andi dan minta kerelaan Asih untuk menjodohkan Andi dengan Hazel ?” Tanya Aster.
“Bukan begitu Aster, bulek minta tolong Asih itu maksutnya agar bersedia untuk ditunangkan dengan Andi. Bukan mau memisahkan Asih dengan Andi.” Jawab bu Halimah.
Akhirnya semua yang disitu menjadi lega setelah mendengar keterangan bu Halimah.
“Wah ini akibat ulah Andi yang gak mau ngomong dulu ke Asih. Jadinya Asih sudah menangis sedih dan patah hati tadi.” Ucap Aster menggoda Asih yang kini sudah bisa tersenyum bahagia.
“Iya bu, tapi tadi ibu dan bapak Asih juga gak bilang apa apa soalnya bu. Jadi Asih berpikir Andi akan dijodohkan dengan orang lain tadi.” Jawab Asih.
“Iya memang ibu belum bilang ke orang tuamu, rencananya memang besuk pagi baru mau resmi mengkhitbhah ( Melamar ) kamu. Setelah mendengar kamu bersedia dulu, kan gak mungkin kalo kamu belum bersedia sudah bilang ke orang tuamu Asih.” Jawab bu Halimah.
__ADS_1
Aster, Astri dan Nisa tertawa tertahan melihat kesalah pahaman yang timbul hingga membuat Asih sempat merasa Sedih dan patah Hati.
Tak lama kemudian, Andi dan Pak Baskoro Ayah Andi datang.
“Assalaamu’alaikum…!” sapa pak Baskoro dan Andi.
“Wa’alaikummussalaam…..!” jawab semua kompak.
Melihat Asih yang masih terlihat bekas air mata karena habis menangis Andi malah senyum senyum.
“Kok ada yang habis menangis kayaknya, ada apa ini tadi ?” kata Andi menyindir Asih.
“Kamu jahat Andi, kenapa gak bilang sama Asih. Bahkan pakai acting menangis segala saat bicara sama Aster. Asih jadi salah sangka dan sangat tersiksa.” Ucap Asih merasa kesal dengan Andi. Merasa perasaanya dipermainkan oleh Andi.
Andi hanya tersenyum dan menahan tawanya.
“Ya maaf kan maksut Andi hanya bikin surprise buat Asih saja bukan mau bikin sedih Asih.” Jawab Andi enteng.
“Waah kamu ini keterlaluan Andi, kalo misalnya mbak gak ajak Asih terus bagaimana acaramu besuk ?” sahut Aster ikut jengkel dengan tindakan Andi.
“Ya gak papa lah mbak Aster, kan baru mau melamar bukan mau menikah jadi misalnya Asih gak ada pun proses lamaran kan tetep bisa berjalan.” Ucap Andi.
Begitulah akhir dari teka teki yang ada dipikiran Aster dan Asih sendiri terutama. Dan ternyata itu memang dibuat dan direncanakan Andi agar Asih bertanya Tanya penasaran. Tapi korbanya termasuk Aster juga ternyata sempat gelisah dengan permainan yang Andi buat.
*****
Flashback beberapa hari sebelumnya di rumah sakit.
Saat Andi menemani Hazel yang sedang tidur, kedua orang tua Hazel memanggil Andi untuk diajak bicara secara personal.
Andi sempat terkejut ditanya begitu tiba tiba, dan menjadi bingung untuk menjawab bagaimana. Karena baru saja Hazel juga menyatakan belum siap berpisah dengan Andi, dan sekarang orang tua Hazel pun menanyakan soal hubungan mereka.
Cukup lama Andi terdiam dalam kebingungan tersebut, sehingga mamahnya Hazel menyambung pertanyaanya.
“Gak usah malu nak Andi, itu wajar kok. Maksut tante kalo kamu serius Om dan tante berniat menjodohkan kalian dan sekaligus mau mewariskan saham perusahaan kami pada kalian berdua.’ Ucap mamahnya Hazel.
“Iya nak, maksut kami begitu karena kami lihat kamu sangat peduli dengan Hazel.” Sambung papahnya Hazel.
Andi semakin bingung mau menjawab bagaimana lagi. Karena jelas Andi sadar yang mencintai Hazel adalah Wawan sahabatnya. Meskipun hazel juga masih mencintai Andi, bahkan sudah lama mencintai Andi. Namun Andi sendiri dengan Hazel hubunganya sangat rumit dan tidak mungkin dijelaskan kepada orang tuanya Hazel.
“Kamu gak usah malu malu nak, kami sudah merestui kalian jika memang sudah saling mencintai.” Wsambung mamahnya Hazel dan Andi masih saja terkunci mulutnya belum mampu mengucap apapun. Hingga akhirnya papahnya Hazel ikut menyambung lagi.
“Apa kamu mau minta restu pada orang tuamu dulu, kami juga tidak keberatan untuk itu. karena kamu tahu kan, kami sangat menyayangi Hazel dan akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Hazel.” Kata papahnya Hazel.
“Maaf om dan Tante, sebenarnya yang sangat mencintai Hazel itu adalah Sahabat saya Wawan. Sedangkan sayaini hanya bersahabat baik dengan Hazel dan Wawan.” Ucap Andi pada orang tua Hazel.
“Kalo soal Wawan mencintai Hazel itu, kami sudah lama tahu nak. Tapi Hazel tidak pernah mencintai Wawan dan hanya menganggap Wawan itu sahabat. Dan kami lihat yang dicintai Hazel itu adalah kamu.” Kata papahnya Hazel. Membuat Andi bingung, karena jelas gak mungkin dia menerima tawaran orang tua Hazel karena dalam hati kecil Andi hanya mencintai Asih.
“Andi gak mungkin mengkhianati Wawan Om. Wawan sahabat Andi dari dulu. Dan Andi tahu jika Wawan sangat mencintai Hazel dari dulu.” Jawab Andi.
“Kalo soal itu kamu gak usah khawatir nak, biar kami yang bicara pada Wawan. Karena sebenarnya Wawan itu masih saudara jauh Hazel juga. Jadi kami bisa menjelaskan nanti, agar Wawan tidak sakit hati dan bisa menerima kenyataan jika Hazel mencintai kamu bukan Wawan.” Jawab mamahnya Hazel.
Andi justru semakin pusing, merasa salah bicara dalam memberikan jawaban. Harusnya dari awal Andi bilang sudah mempunyai kekasih. Tapi saat ini kalo Andi bilang begitu pasti orang tua Hazel berpikir bahwa itu hanya penolakan halus dari Andi saja, batin Andi.
“Sebenarnya bukan karena itu Om dan Tante, tapi ….?” Belum selesai bicara Andi tiba tiba Hazel terbangun dan memanggil Andi.
“Andi, kamu dimana mah…. Pah  ?” suara Hazel menghentikan percakapan mereka.
__ADS_1
Dan mereka pun segera menghampiri Hazel.
“Ada apa nak, apakah maih merasakan sakit di bagian kepalamu ?” Tanya mamahnya Hazel.
“Gak kok mah, hanya Hazel suka takut kalo bangun gak ada orang dan ini bukan dikamar Hazel.” Jawab Hazel.
“Iya maaf, tadi mamah papah sama Andi Cuma ngobrol di luar saja.” Jawab mamahnya Hazel.
“Ngobrolin apaan sih mah, kok kayaknya lama ?” Tanya Hazel.
“Kami membicarakan agar kamu lekas sembuh dan cepat bisa pulang kerumah lagi Hazel.” Jawab Andi.
“Memang kamu sudah bosen ya Ndi nungguin Hazel disini terus ?” Tanya Hazel pada Andi.
“Bukan begitu tapi maksutnya agar kamu cepat sembuh dan bisa kembali bermusik seperti dulu lagi.” Jawab Andi.
Malam itu Hazel beserta orang tuanya hampir tidak tidur termasuk juga Andi karena Hazel terus saja mengajak ngobrol mereka. Sehingga saat Hazel tertidur orang tua Hazel juga sudah mengantuk sehingga tidak bisa melanjutkan pembicaraan dengan Andi.
Dan pagi harinya Andi mohon ijin untuk pulang dengan alasan mau ke kampus sebentar,padahal Andi sebenarnya meminta pendapat orang tuanya mengenai kehendak orang tua Hazel tersebut.
Flashback off
Kembali pada Andi dan keluarganya.
“Maaf ini tadi kami barusan menjelaskan kepada orang tua Hazel jika Andi itu sudah mempunyai kekasih dan besuk sudah berencana mau meresmikan perjodohan. Agar orang tua hazel mau memahami.” Jelas pak Baskoro.
Hampir saja Asih berdiri dan memeluk Andi, namun dia sadar bahwa itu belum pantas dan belum boleh dilakukan. Apalagi itu didepan orang tua Andi dan banyak orang. Sehingga Asih hanya menghampiri pak Baskoro dan mencium tanganya seraya berterima kasih.
“Terimakasih pak, sudah merestui hubungan kami Asih janji akan berbakti pada Andi jika sudah resmi menjadi Istrinya nanti. Dan juga akan patuh pada ibu dan bapak.” Ucap Asih mencium tangan pak Baskoro dan ibu Halimah.
Begitulah malam itu mereka berbahagia terutama Asih dan Andi yang akan melakukan proses tunangan esuk siangnya.
Sebuah kejutan besar bagi Asih yang sebelumnya sudah sedih dan menangis karena salah sangka. Kini tangisan Asih adalah tangisaan bahagia. Meski sebenarnya perjalanan berikutnya tidak semulus yang Asih inginkan. Karena salah satu kelemahan Andi adalah kurang tegasnya Andi dalam bersikap masih berpotensi tergoda oleh Hazel. Yang mungkin memancing permasaalahan baru.
@@@@>>>>???
...bersambung...
Terimakasih atas semua bentuk suport yang diberikan.
Jangan sungkan untuk memberikan saran dan kritik yang membangun.
...Juga suport nya berupa...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...🙏🙏🙏...
...Terima kasih...
Â
__ADS_1