Cinta Asteria

Cinta Asteria
Masuk perangkap maut Andi


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Baiklah tapi kumohon ini yang terakhir kali Andi, aku tidak mau lagi karena aku sudah janji dengan Sinta anaknya.” Jawab Syasya.


“Gak usah tegang begitu buat suasana rileks seperti dulu, cepat tanggalkan semua pakaian kamu atau aku yang akan merobek paksa agar kamu tak bisa pulang karena bajumu ku robek robek …!” ancam Andi kembali.


Syasya tidak punya pilihan lain, satu persatu dia menanggalkan pakainya hingga tak sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya….???”


*****


Episode ini


Andipun segera mendekati Syasya dan segera membimbing Syasya keatas ranjang, Syasya yang tengah berperang batin dalam hatinya hanya kaku tanpa reaksi mendapat serangan dari Andi yang begitu ganas dan bertubi tubi.


Karena Syasya teringat akan janjinya dengan Sinta anaknya, namun setelah sekian lama mendapat serangan dari Andi yang begitu dahsyat akhirnya benteng kesabaran Syasya runtuh juga. Dan Akhirnya dia harus melawan serangan Andi yang membuat sifat manusiawinya sebagai wanita menjadi tergugah untuk memberikan respon dari Andi.


Dan itulah memang yang diharapkan Andi Syasya yang dulu bisa memberikan perlawanan yang tangguh bukan Syasya yang hanya berdiam diri ketika mendapat kan serangan serangan dahsyat darinya.


Dan Syasya mengimbangi semua yang dilakukan Andi, tanpa menyadari jika apa yang mereka lakukan itu terekam oleh dua kamera ponsel milik Syifa dan Sita. Yang akan dijadikan senjata oleh Andi agar Syasya tetap mau mengikuti kemauannya. Dengan ancaman jika tidak mau akan menunjukkan video itu kepada herlambang dan Sinta anak Syifa. Bahkan mengancam akan menjadikan Sinta sebagai pengganti Syifa.


Namun Andi gak berfikir panjang jika video itu bisa saja menjadi boomerang bagi dia karena akan dimanfaatkan juga oleh Syifa dan Sita. Terutama Sita yang memang punya niatan terselubung kepada Andi. Sedangkan Syifa masih cukup polos dan hanya sekedar berprinsip having fan saja ketika melakukan hal tersebut dengan siapapun juga.


Sedangkan Sita sudah terpengaruh dengan kepentingan money oriented atau profit oriented demik keinginan dan kebutuhan dia sendiri.


Maka hall tersebutlah justru yang akan membuat Andi menjadi jatuh dan justru akan diperalat oleh Sita dan menjadi budak Sita serta harus mau mengikuti apa yang diinginkan Sita. Sampai dengan permintaan permintaan yang diluar nalar sekalipun Andi harus mengikuti.

__ADS_1


Kembali ke Andi dan Syasyaa yang baru menyelesaikan satu babak pertempuran.


“Andi kumohon sudah ya, ijinkan Syasya pulang sekarang. Bukankah Andi sudah mendapatkan yang Andi inginkan ?” ucap Syasya. Yang kembali kepada kesadarannya setelah dibawa terbang melayang jauh bersama Andi dan meninggalkan alam sadarnya.


“Belum cukup Syasya, masih ada satu hal lagi yang perlu kamu ketahui.” Jawab Andi.


“Apa itu Andi ?” Tanya Syasya.


Kemudian Andi memanggil SYifa dan SIta masuk ke kamarnya.


Melihat ada yang datang sementara Syasya masih belum utuh berpakaian Syasya merasa malu dan berniat untuk menutupi auratnya yang masih terpampang itu. namun hal itu dilarang oleh Andi dan juga Sita.


“Gak usah berpakaian dulu, permainan belum selesai atau aku kirim Video ini pada suami dan anak kamu.” Ancam Sita.


“Apa…? Jadi kalian tadi merekam semuanya ?” Tanya Syasya ketakutan.


“Betul dan mulai sekarang kamu harus mengikuti apa kemauan kami kalo tidak ingin video ini kusebar luaskan ke suami dan anak kamu.” Jawab Sita.


“Kalian bener bener biadab, apa sebenarnya mau kalian ini ?” tangis Syasya menyadari dirinya sudah demikian jatuh dan terpuruk serta tak mampu lagi melawan dan menolak kemauan orang orang itu.


“Gak sulit kok, hanya menemani kami berdua bersenang senang dengan Andi. Jadi kita bertiga akan mengeroyok Andi sehingga kita akan membuat Andi terkapar, bagaimana Asik kan gak sulit ?” Tanya Sita kepada Syasya.


Sita dan Syifa yang sudah beberapa kali melakukan triple tak lagi merasa risih ketika saling berbagi namun bagi Syasya hal itu masih terasa menjijikan sehingga dia merasa sangat kaku dan tidak mampu mengimbangi rekan rekanya.


Sehingga beberapa kali harus dipaksa melakukan hal hal yang tidak terbayangkan sama sekali oleh Syasya termasuk jika Syasya juga harus bertanding dengan Sita atau Syifa secar bergantian disamping juga masih tetap melawan Andi sekaligus.


Hari itu benar benar hari yang sangat buruk bagi Syasya, bahkan Syasya seakan merasa ingin bunuh diri saja jika harus mengulangi perbuatan seperti itu. yaah begitulah jika sudah terlanjur masuk dalam sebuah perangkap asmara liar dan tak mampu lagi untuk menghindar. Atau tak cukup punya keberanian untuk menghadapi konsekuensi dari sebuah kesalahan. Maka harus menutupi dengan perbuatan lain u\=yang juga salah. Itulah yang sedang dialami Syasya sekarang ini.


Sampai akhirnya semua tergelak lemas dilantai dalam posisi semuanya terengah penuh keringat dan kecapaian setelah melakukan pertempuran empat arah tersebut. Bahkan terlihat Syasya yang menangis tiada henti menyesali kebodohanya selama ini yang telah terjebak dengan permainan gila yang diciptakan Andi.


Sementara Sita meras puas dan tersenyum bahagia, selain karena mendapat kan kepuasan barusan dari permainan itu. Disamping itu dia juga mendapatkan sebuah senjata yang akan dijadikan alat untuk memaksa Andi agar mengikuti kemauan Sita. Sebuah senjata makan tuan bagi Andi.


Akhirnya Syasya dijinkan pulang oleh Andi, dan dengan ucapan suatu saat harus mau untuk kembali melanjutkan permainan yang masih draw tersebut.  Syasya tak berani mengatakan tidak, namun juga tak ingin lagi melakukan hal itu. yang dipikirkan Syasya adalah bagaimana cara dia agar lepas dari jeratan orang orang tersebut. Entah bagaimana caranya harus bisa melepaskan diri dari jeratan gila tersebut.


Sepanjang jalan Syasya hanya meratapi nasibnya yang kini seakan tak lebih berharga dari seorang PSK pinggir jalan tersebut.


Hingga saat sudah sampai dirumahnya Syasya menangis sejadi jadinya bahkan perasaan jijik yang dia alami barusan malah semakin membuat perutnya mual serasa ingin mutah saja. Dan hal itu diketahui oleh SInta anaknya, yang kemudian mendekati dan menyapa Syasya.

__ADS_1


“Mamah dari mana, kenapa menangis mah, apakah papah berbuat jahat lagi ?” Tanya Sinta Anaknya.


Syasya bingung mau jawab apa, mau jujur takut Sinta malah menjadi nekat menemui Andi padahal Andi sekarang sudah menjadi penjahat licik yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan kepuasan. Sementara kalo tidak terus terang Syasya juga bingung harus ngomong apa dengan Sinta anaknya.


Syasya hanya terdiam tak mampu menjawab pertanyaan Sinta anaknya.


“Mah… mamah cerita dong jangan hanya nangis begitu ! Sinta kan jadi ikut sedih mah.” Ucap Sinta.


Syasya semakin bingung dan hanya mampu menangis semakin kencang sambil memeluk Sinta anaknya.


“Mamah sudah salah Sinta…. Mamah sudah terjebak dan mamah pingin mati saja rasanya Sinta….!” Jawab  Syasya sambil menangis.


“Kenapa mah, apa yang terjadi sebenarnya mah ???” Tanya Sinta.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2