
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
Begitulah suasana bercengkrama antara keluarga Aster dan Astri juga sebagian teman teman dekat mereka. Kemudian Andi berdiri menghampiri Asih dan mengajak Asih untuk bicara berdua.
“Asih, aku mau bicara sebentar sama kamu.” Kata Andi sambil menggandeng tangan Asih mengajak Asih ke teras depan Rumah Aster.
“Ada apa Ndi ?” Tanya Asih saat sudah di teras depan.
“Aku mau mengajakmu segera nikah saja, kamu mau gak…?” kata Andi langsung kepada permasalahan.
Asih masih ragu karena belum thu alasan Andi mengajaknya buru buru Nikah…???
*****
Episode ini
“Apa yang membuat Andi pingin segera menikah, bukankah dulu Andi bilang mo selesein kuliah dulu kemudian bekerja dan baru mau menikahi Asih ?” Tanya Asih heran.
“Apakah Asih  gak mau jika Andi masih dalam masa mencari kerja ?” Tanya Andi.
“bukan begitu Andi, tapi Asih hanya heran kenapa Andi tiba tiba saja ingin mengajak Asih menikah segera. Padahal beberapa hari kemarin Asih saja samapi hampir putus asa karena Andi gak pernah menghubungi Asih bahkan dihubungi pun susah.” Jawab Asih.
“Udahlah jangan ngomongin it uterus, intinya Asih mau apa nggak ?” Tanya Andi agak membentak. Hingga membuat Asih jadi agak kaget, karena baru kali ini Andi membentak.
“Kayaknya ada yang aneh sama kamu Andi, kayak bukan Andi yang Asih kenal. Ini buka Andi yang Asih tahu, sebenarnya ada apa dengan kamu Andi kok kayaknya menyembunyikan sebuah rahasia besar yang Asih gak boleh tahu ?” Tanya Asih kemudian.
“Yaudah kalo Asih menolak lebih baik kita akhiri saja pertuangan ini…!” jawab Andi yang sudah berubah bukan Andi yang dulu lagi.
Asih tak menjawab melainkan hanya menangis menitikkan air mata sambil meninggalkan Andi karena sama sekali tidak menyangka Andi tega bilang begitu epada Asih hanya karena memintta alasan Andi mengajaknya segera menikah.
Asih masuk ke kamar tanpa mempedulikan semua yang ada di situ. Sehingga membuat yang melihatnya jadi bertanya Tanya ada apa gerangan antara Asih dan Andi, yang belum lama bertunangan tiba tiba saja sudah begitu.
Aster kemudian mencari Andi diluar dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya hingga Asih masuk kamar sambil menangis.
__ADS_1
Sementara bapak dan ibunya Andi pun semakin cemas dengan kelakuan Andi yang banyak mengalami perubahan akhir akhir ini. bahkan tak pernah lagi melihat Andi menjalankan ibadah lima waktunya sama sekali. Yang ada justru Andi jarang di rumah dan lebih memilih keluyuran malam dan pulang pagi. Malam begadang pagi hingga sore hari tidur.
“Andi,,,,ada apa sebenarnya kenapa kamu sekarang berubah total begitu ? kenapa kamu beberapa waktu terakhir ini seperti pribadi yang lain. Bukan Andi adikku yang dulu ?” Tanya Aster.
“Memang aku bukan Adik kamu, hanya sepupu saja jadi diantara kita hanya sebatas laki laki dan wanita yang kebetulan ada hubungan darah buka merupakan saudara kandung.” Pikiran liar Andi sebenarnya ingin mengatakan jika Andi dan Aster bukan mahrom jadi bisa saja jika mereka menjalin tali kasih. Namun Aster yg sudah jengkel terhadap Andi justru memahami kalimat Andi itu sebagai sebuah penghinaan. Aster merasa jika Andi seakan tak menghargai dia sebagai kakak sepupunya. Aster merasa Andi menganggap Aster adalah orang lain yang tida perlu ikut campur urusan pribadinya dengan Asih
Plaaak….
Tangan Aster tak kuasa menahan amarah dan mendarat di pipi Andi. Sehingga membuat Andi menjadi ikutan marah dan hendak membalas Aster dengan tamparan juga.
Namun tangan Andi segera ditangkap Hendra yang tiba tiba muncul ketika mendengar Aster kekasihnya ribut dengan Andi adik sepupu Aster.
“Gak pantas bro, cowok namp[ar cewek apapun alasan kamu.” Kata Hendra sambil memegang tangan Andi.
“Lepasin, ini urusanku dengan Aster bukan urusanmu.” Kata Andi yang menyebut Aster tak ;agi dengan embel embel mbak.
“Owh gak bisa begitu bro, kalo kamu sekedar bertengkar mulut aku gak akan ikut campur mungkin. Tapi kalo kamu main fisik jelas aku gak akan membiarkan, karena Aster adalah calon istriku. Jadi harus aku lindungi dengan apapun dan bagaimanapun caranya.” Kat Hendra kepada Andi.
“Baru juga calon belum jadi istri kamu ini, ngapain kamu ikut campur ?” sahut Andi yang semakin kalap sehingga membuat yang lain pada mendekat ke andi dan Hendra serta Aster yang sedang ribut ribut.
“Lo terlalu soalnya, sama kakak sepupu kamu yang cewek saja mau nampar. Kayak banci aja lo Ndi ?” kata Hendra yang melepaskan tangan Andi amun menghalangi Aster dan menjadikan dirinya sebagai bamper bagi Aster keasihnya.
“Jadi kamu mau nantangin Aku, boleh saja aku gak takut dengan pria macam kamu.” Jawab Andi dengan kesal dan bersiap untuk memukul hendra.
“Andi….!!! Apa apan kamu ini, malah bikin ribut saja,udah kita pulang saja nanti bicarakan dirumah saja.” Bentak bapaknya Andi.
“Iya nak, memang Andi anakku yang salah. Maafin kami malah bikin kacau di acara pertunangan kalian. Biarlah kami pulang dulu saja dari pada Andi bikin ribut di sini merusak suasana kebahagiaan kalian.” Kata bapak nya Andi.
“Hendra tidak menjawab karena gak enak juga dengan perkataan bapaknya Andi yang bagaimanapun adalah omnya Aster juga, batin Hendra.
Karena keributan susah untuk dikendalikan maka bapaknya Andi memaksa mengajak pulang Andi, gak peduli sampai rumah jam berapa, dari pada malu dengan tingkah Andi yang sudah membuat malu seluruh keluarga.
Setelah kepergian Bapak ibu Andi dan termasuk Andi juga maka, Aster baru menemui Asih dan menanyakan ada apa hingga sampai Andi begitu.
Namun Asih hanya sesenggukan, bahkan saat Andi dan kedua orang tuanya pamitan pun Asih tidak mau keluar kamar. Sehingga membuat semuanya menjadi bertanya Tanya. Ada apa antara Asih dengan Andi yang tiba tiba saja menjadi ribut bahkan Asih sampai menangis.
“Asih,,, ceritalah pada Aster kita adalah saudara Asih. Ada apa dengan Andi kenapa perangainya berubah seperti  itu sekarang ?” Tanya Aster pada Asih.  Â
“Asih juga heran Aster, kenapa Andi jadi begitu. Bahkan ketika Asih menanyakan apa penyebab dia ngajak buru buru Nikah dia gak mau jawab. Ketika Asih kejar dia malah mau mutusin pertunangan dengan Asih sambil marah marah. Malah nuduh Asih gak mau sama Andi karena dia belum bekerja dan belum punya penghasilan.” Kata Asih sambil menangis sedih.
“Jadi Andi mau mutusin tali pertunangan kalian tanpa alasan yang jelas ?” Tanya Aster ke Asih.
“iya Aster, Asih juga makin bingung dengan sikap Andi yang sekarang jadi pemarah begitu. Kayak bukan Andi yang Asih kenal dulu, yang sopan dan lembut bicaranya.” Jawab Asih.
Aster hanya diam mendengarkan penjelasan Asih, sementara yang kurang faham dengan apa yang dialami Asih.
__ADS_1
“aku akan coba mencari tahu apa penyebabnya hingga Andi berubah seperti itu, Asih tenang saja ya.” Kata Hendra.
Acara pertunangan yang seharusnya bahagia justru diwarnai dengan perang mulut dan hampir perang fisik….!!!
“Bagaimana mungkin bang Hendra, Andi tinggal di wilayah Tangerang kita di wilayah Jakarta, jarak yang cukup jauh.” Kata Asih.
“Temnang saja Asih, aku punya banyak teman di wilayah tangerang juga. Kau gak usah khawatir.” Sahut Hendra,
“Kamu sendiri terus jawab bagaimana Asih ketika Andi bilang minta putus tadi ?” Tanya Aster.
“Aku gak jawab Aster, aku jadi bingung harus ngomong apa sama Andi. Asih hanya gak ingin Andi merasasiakan sesuatu, kalo maslah dia belum kerja Asih gak begitu mempermasalahkan asal dia sudah usaha. Hanya saja Asih gak mau Andi kehilangan jati dirinya seperti itu.” jawab Asih.
“Aster juga heran, apa yang menyebabkan Andi berubah drastic jadi seperti itu. kemarin bulek memang mengatakan Andi sekarang perangainya jauh berubah sejak beberapa minggu terakhir ini. entah apa sebabnya belum ada yang tahu secara pasti..” kata Aster.
“Iya Aster, kita tunggu saja semoga Andi cepet sadar dan kembali menjadi Andi yang dulu.” Jawab Asih.
“Iya Asih, tapi maaf nih jika Andi gak bisa kembali seperti Andi yang dahulu bagaimana Asih ?” Tanya Aster pada Asih.
“Asih sulit membayangkan Aster, Asih memang sangat mencintai Andi. Tapi Andi yang dulu bukan yang seperti tadi…!” jawab Asih mengambang namun Aster dapat mengerti maksutnya. Bahwa Asih hanya mau Andi yang seperti dulu bukan Andi yang seperti sekarang. Dan itu adalah jawaban halus jika Asih tidak mau menerima Andi dengan sikapnya yang sekarang.
“Aster pun menjadi sedih dan kecewa dengan Andi, namun dia juga gak mungkin memaksa Andi seperti dahulu. Karena disamping soal waktu Aster juga berpikir tentang apa yang barusan dialami dengan Andi tadi. Bahkan masih menyisakan rasa sakit hati yang mendalam bagi Aster.
Andi yang dulu sopan dan simpatik kini menjadi brutal dan sangat sensitive.
“Yaudahlah Ndi kalo itu memang jalan yang kamu pilih,mbak gak bisa memaksamu bukan mbak sayang sama kamu tapi mbak gak kuasa untuk merubah jalan hidupmu jika kamu sendiri gak mau berubah.” Kata Aster dalam hati.
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...