Cinta Asteria

Cinta Asteria
Sehari sebelum Asih berangkat ke jakarta


__ADS_3

Episode 28


“ Dengerin Wan, Andi dan Hazel memang pernah saling dekat. Tapi kita komitment tidak berpacaran, hanya sekedar saling curhat. Dan Hazel tahu jika yang Andi cintai dari dulu itu Asih yang tiap hari kupanggil teteh.” Kata Andi memberi penjelasan pada Wawan. Sementara personil band yang lain pada diem gak berani komen. Karena dalam grup band itu yang menjadi decisision maker nya adalah Andi dan Wawan. Maka yang lain pun tak berani ikut nimbrung, hanya berharap keduanya tidak sampai ribut.


“ itu sama aja lo nyakitin Hazel, menggantung sikap lo yang gak jelas. “ tiba tiba Wawan yang sudah tak mampu menahan emosi menonjok Andi, hingga Andi terjatuh.


Andi yang jatuh segera bangkit, namun tidak memberikan perlawanan atau membalas Wawan. Andi hanya berdiri menatap Wawan dan berkata.


“ Jika memukulku membuatmu puas silahkan pukul lagi Wan, aku gak akan membalas. Andi tahu kamu marah sama Andi, tapi jujur Andi gak ada niatan menyakiti Hazel sama sekali. Antara Andi dan Hazel ada komitment yang sulit andi jelaskan sekarang.” Kata Andi dengar bibir yang masih mengeluarkan darah.


Sementara rekan Andi yang lain tak berani memisah Wawan dan Andi.


“ Lo kan tahu Andi, gue naksir Hazel kenapa lo malah permainkan Hazel begitu ?” ucap Wawan yang agak menyesali tindakanya yang memukul Andi.


“ Sudah gue bilang Wan, Andi dan Hazel ada komitment unik yang sulit gue jelasin. Dan soal lo naksir Hazel justru Andi baru tahu kemarin saat gue bilang lagi deket sama Hazel.” Jawab Andi.


“ Gue gak bisa terima kalo lo gak mau jelasin ke gue Wan. Maksut lo ada komitment unik bagaimana dengan Hazel. Kalo lo bisa kasih penjelasan yang masuk akal gue terima. Tapi kalo tidak, lo ama gue cukup sampai disini aja berteman.” Seru Wawan pada Andi.


 Sambil mengusap bibirnya yang luka dan berdarah, Andi mencoba menjelaskan pada Wawan.


“ Maaf Wan, lo ingat saat Asih dan Aster kakak sepupuku dulu pamit mau ke Jakarta buat interview kan ?” Tanya Andi ke Wawan.


“ Apa hubunganya Ndi, dengan Hazel ?” sahut Wawan gak puas dengan ucapan Andi. Yang dianggap mengalihkan pembicaraan.


“ Saat pagi mereka mau berangkat, gue menghindar dari mereka Wan. Karena gak sanggup melihat kepergian mereka, jujur waktu itu…!” Andi berhenti bicara. Andi berpikir jika tidak perlu menjelaskan pada Wawan jika Hatinya pernah tergoda oleh Aster, karena keputus asaan Andi mengharap Cinta Asih.


“ Waktu itu kenapa Ndi, tolong bicara yang jelas jangan muter muter.” Seru Wawan ke Andi.


“ Waktu itu, Andi gak sanggup lihat Asih pergi meninggalkan Andi. Tapi Andi pun yidak punya kemampuan mencegah, dan tidak ada keberanian untuk mengutarakan isi hati Andi ke Asih. Sehingga Andi pilih pergi ke pantai dimana kita sama Asih dan Aster pernah kesana. Dan disitulah aku ketemu Hazel, kemudian kita saling curhat.” Jawab Andi terpotong, karena harus kembali mengusap bibirnya yang mengeluarkan darah.


Wawan yang melihat itu ada perasaan gak tega juga, bagaimanapun Andi adalah sahabat karibnya. Kemudian Wawan menyerahkan Tisu yang diambilnya dari mobil.


“ Sori Ndi, gue tadi emosi lo bersihin luka lo pakai tisu ini biar steril.” Ucap Wawan.


Andi menerima tisu dari wawan kemudian membersihkan noda darah di sekitar bibirnya.


“ Ok Wan, Andi lanjutin lagi. Jadi dipantai itu Andi dan Hazel ketemu tanpa sengaja. Hazel cerita jika lagi putus sama cowoknya juga. Dan Andipun cerita jika baru ditinggalkan orang yang Andi cintai lama tapi Andi gak berani ungkapin perasaan Andi.” Andi kembali berhenti bicara mengusap bibirnya yang masih luka.


“ Kemudian Andi pun cerita, jika sebenarnya Andi tu suka sama Asih. Lebih dari itu Andi juga cerita jika Andi tu hanya bisa jatuh cinta pada orang yang sudah dekat dengan Andi serta yang usianya lebih tua dikit dari Andi.” Lanjut Andi.


“ Lo serius begitu Ndi, lebih suka sama orang yang kamu sebutkan seperti itu ?” Tanya Wawan.


“ Gue serius Wan, lo boleh Tanya ke Hazel kalo ragu gue bicara begitu apa gak.” Jawab Andi.


“ Ok gue percaya Ndi, tapi komitment lo sama Hazel gimana ?” desak Wawan.


“ Jadi waktu itu karena Hazel, baru saja putus sama pacarnya dia minta tolong Andi pura pura jadi pacarnya. Agar Tidak dibully oleh teman temanya. Dan Hazel pulang bareng Andi pakai motor Andi.” Kata andi menjelaskan.


“ Apa Cuma begitu saja Ndi ?” Tanya Wawan lanjut.


“ Gak juga, habis itu memang Andi Tanya ke Hazel, mau gak kita lanjutin pacaranya Haz. Dan dengan kesepakatan,  kita hanya saling menjajaki. Jika Andi ataupun Hazel menemukan orang yang dicintai harus jujur dan yang satunya harus terima. Dan saat Andi dan Hazel ada hubungan dekat seperti itulah, Andi baru tahu jika kamu naksir Hazel.” Jelas Andi pada Wawan.


Wawan hanya terdiam tak berkata apapun, tampak raut wajahnya menyesali telah memukul Andi tanpa berpikir panjang dulu.


“ Ok Ndi, jika ceritamu itu benar Wawan yang salah. Wawan minta maaf tadi telah memukul Andi. Wawan memang suka sama Hazel, meski dia belum mau terima Wawan, tapi jujur Wawan belum menyerah mengejarnya. Jadi Wawan marah jika ada yang menyakiti Hazel.” Ucap Wawan pada Andi.


Tiba tiba hp Andi bergetar tanda ada chat masuk.


Drrrrt….drrrrt….drrrt


“ Ndi kamu sampai mana, mau ikut makan ketoprak gak ? ini ditunggu Aster sama Astri di warung ketoprak yang biasa kita beli.”


Chat dari Asih.


“ Maaf Andi gak bisa ikut gabung, masih ada pembicaraan dengan Wawan. Kita ketemu dirumah saja nanti.”

__ADS_1


Balasan chat wawan.


“ Yaudah kita pulang saja yuk, takut keburu maghrib.” Ajak Andi.


“ Udah kan Wan, udah gak penasaran lagi dengan Andi ?” Tanya Andi ke Wawan.


“ Iya udah, maaf soal yang tadi Ndi biar Wawan aja yang deketin Hazel sekarang. Andi gak perlu deketin Hazel lagi.” Kata Wawan.


“ Ok Wan, Andi gak akan menjalin hubungan khusus lagi sama Hazel.” Ucap Andi.


Akhirnya merekapun berangkat pulang kerumah Andi, setelah Andi membersihkan luka di bibirnya. Kemudian crew you wis band itu berangkat pulang kerumah Andi.


Sampai dirumah Andi, Wawan dan kawan kawan langsung pulang tanpa mampir menemui Aster dan lainya. Andi turun dari mobil Wawan langsung masuk rumah dan menuju kamar mandi. Untuk membersihkan lukanya agar tidak Nampak. Meski tetap saja meninggalkan bekas memar sedikit di bibir bawah Andi.


Saat keruang depan langsung ditegur sama Aster.


“ Kamu berantem sama Wawan Ndi ?” Tanya Aster.


“ Biasa mbak, pertengkaran kecil sesame lelaki, tapi sudah clear kok sekarang.” Jawab Andi.


 “ Kenapa harus dengan kontak fisik juga Ndi, sampai bibirmu luka begitu ?” desak Aster.


“ Andi gak balas kok mbak, Andi tahu Wawan hanya salah faham dan terdorong api cemburu dengan Andi. Wawan lah yang sebenarnya suka sama Hazel, sayangnya Andi kemarin gak tahu itu.” Jawab Andi.


“ Lah kalo dia naksir Hazel kenapa justru marah tahu kamu pacaran sama Asih ?” Tanya Aster.


“ Itulah mbak, Andi baru tahu kalo Wawan suka sama Hazel juga baru beberapa hari lalu. Kalo dari awal juga gak mungkin Andi menjalin hubunan tanpa status dengan Hazel.” Jawab Andi.


“ Owh begitu cerianya ?” ucap Aster.


“ Astri kemana mbak Aster ?” Andi balik Tanya.


“ Di rumah Asih, Asih sendirian, para orang tua ada acara kumpulan bulanan dibalai dusun.” Ucap Aster.


“ Andi mau nemuin Asih dulu mbak, takut dia khawatir.” Kata Andi.


“ Iya mbak, nanti Andi bilangin.” Jawab Andi sambil melangkah keluar.


Andi keluar rumah menuju rumah Asih, sesampai di depan rumah Asih. Astri pas mau keluar, mau menemui Aster.


“ Wah bisa ngepasin Astri mau pulang nih datengnya.” Gurau Astri.


“ Iya dong Astri, kan Asih udah kasih kode.” Balas Andi pada Astri.


“ Yee gak lah, Andi tu bisa aja.” Kata Asih.


“ Iya juga gak papa kok, ya gak Ndi ?” jawab Astri.


“ Iya dong Astri, kebetulan Astri ditungguin mbak Aster tuh. Kasih kesempatan juga buat Andi dan Asih berdua.” Guaru Andi.


“ Iya kita juga tahu diri kok Andi.” Balas Aster.


Setelah Astri pergi tinggal Asih dan Andi disitu, Asih memandang lekat wajah Andi.


“ Tadi kamu berantem sama Wawan Ndi ?” Tanya Asih.


“ Gak kok Asih.” Jawab Andi singkat.


“ Jangan bohong deh, itu bibir kamu kenapa ?” Tanya Asih pada Andi.


“ Iya tadi Wawan sempat emosi, pukul Andi, tapi Andi gak balas kok. Andi tahu Wawan Cuma salah Faham. Wawan kira Andi mempermainkan Hazel. Dia naksir Hazel, terus marah jika Andi nyakitin Hazel.” Jawab Andi.


“ Terus gimana sekarang ?” Tanya Asih lanjut.


“ Udah clear semuanya, Wawan dah minta maaf juga ke Andi.” Jawab Andi.

__ADS_1


“ Terus sakit gak tu bibir Ndi ?” Tanya Asih khawatir.


“ Gak papa kok, Cuma luka kecil.” Jawab Andi.


“Asih compress ya Ndi ?” kata Asih.


“ Boleh deh.” Jawab Andi.


Kemudian Asih masuk menyiapkan kompres air dingin dan handuk kecil, buat mengkompres luka memar di sudut bibir Andi.


Asih hati hati mengusap bibir Andi dengan kain kompres, seakan khawatir sekali dengan luka kecil kekasih hatinya itu.


Sementara Andi menikmati kompresan Asih tanpa melepaskan pandangan matanya terhadap Asih.


“ Kok Andi lihatin Asih begitu sih ?” Tanya Asih.


“ Ya gak papa, lihat wajah cantik pacarnya mang gak boleh ?” jawab Andi.


“ Boleh lah, tapi ya gak segitunya kali, Asih jadi malu tahu !” sahut Asih.


“ Kenapa malu, bukankah kita sudah jadian resmi pacaran sekarang, gak usah malu malu lagi dong sayang !” ucap Andi yang semakin berani menyebut Asih dengan sebutan sayang. Meski kalo hanya berdua.


“ Ndi…?” Tanya Asih tertahan.


“ Iya ada apa sayangku ?” jawab Andi sambil memegang tangan Asih dan menyingkirkan kain kompresnya.


“ Kamu beneran cinta Asih, sampai kamu bela belain terluka begitu ?” kata Asih.


Andi tidak menjawab tapi hanya memandang wajah Asih lebih dekat, dengan hati berdebar Asih pun memandang Andi tanpa berkedip. Semakin dekat wajah mereka sampai akhirnya bibir mereka bertemu dan kecupan lembut Andi di bibir Asih membuat Asih kaget dan tersadar.


“ Udah Ndi, bibir kamu kan baru luka.” Kata Asih.


“ Gak papa Asih, justru itu akan jadi obatnya.” Bisik Andi ditelinga Asih, sengaja menyentuhkan bibirnya di daun telinga Asih. Membuat Asih merinding menahan gelid an gairah.


“ Jangan Ndi, pamali sore sore hamper maghrib nih.” Ucap Asih tapi dengan suara yang mirip desahan. Menahan sensasi yang diberikan Andi dengan menggelitik telinga Asih dengan lidahnya.


“ Gak papa Asih, Andi lagi kangen banget sama Asih seakan Andi gak rela besok Asih pergi meninggalkan Andi.” Bisik Andi pelan.


“ Ndi, nanti aja, hamper maghrib ndi pamali Asih takut Ndi.” Ucapan asih menahan gejolak asmara yang diberikan Andi.


“ Bentar aja Asih, Andi juga hanya ingin memluk dan mencium Asih saja.” Kata Andi yang sudah memeluk Asih dari belakang sambil menciumi leher belakang Asih.


“ Ndi udah, Asih gak tahan nanti Ndi emhh… “ Asih melarang Andi namun juga sangat menikmati cumbuan Andi. Sehingga larangan Asih didengar Andi seperti desahan yang membuat Andi semakin berani menggerakan tanganya menjelajahi tubuh bagian depan Asih. Bahkan tangan satunya sudah menyelinap kedalam baju Asih sementar tangan satunya dari luar baju Asih.


“ Akh ndi jangan Siksa Asih Ndi, jangan Ndi lepas Ndi Lepasin Asih….” Racau Asih makin tidak jelas.


Sementara tangan Andi yang satu sudah berhasil mendaki bukit kecil milik asih meski masih terlindungi. Asih semakin menggelinjang menahan suara desahan tapi nafasnya semakin memburu tak beraturan.


...bersambung...


...Jangan lupa beri dukungan...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2