Cinta Asteria

Cinta Asteria
Kepulangan orang tua Aster ke Indonesia


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lau


Orang itu mengeluarkan ponsel dan menelepon sesorang.


“Malam pah, papah gak pulang lagi mala mini ?” Tanya seorang yang di telpon yang ternyata adalah istrinya.


“Iya mah, baru ada meeting belum tahu selesai jam berapa. Rencana mau adakan konser amal nih. Mamah punya no HP Andi tetangga kita yang barusan kemarin tunangan itu. papah minta dong, mau hubungi dia buat isi acara di konser amal.” Kata orang itu bohongi istri.


“Wah bagus tu pah konser amal, tapi mamah gak punya. Coba nanti mamah Tanya ke Yasinta, barang kali dia punya. Kan siang tadi juga Andi ngisi acara di sekolahnya Yasinta anak kita. Ngriringi Yasinta baca puisi dan Nyanyi juga.” Jawab sang Istri yang ternyata adalah mamahnya Yasinta.


*****


Episode ini


“Iya mah, maksih ya love you mah… mmhhhuaach…!” ucap orang itu sok mesra ke istrinya, padahal mesra ke orang lain juga.


Stelah beberapa saat berlalu terdengar dering ponsel orang itu, yang ternyata chat dar isstrinya mengirimkan no Andi. Tanpa membuang waktu orang itu langsung menghubungi Andi lewat chat.


“Hai Andi, ini ayah Yasinta.


Ada hal penting yang akan aku bisarakan. Besuk siang kerumahku ya. Kita bahas di rumahku saja selanjutnya.” Chat orang itu ke Andi.


Andi yang baru dikamar dengan Syifa tentu saja tidak menghiraukan Ponselnya, atau mungkin juga sudah di silent mungkin. Karena Andi baru sibuk dengan permainan baru bukan sekedar game online di ponsel saja. Melainkan sedang sibuk dengan game di Real Life dengan Syifa, dan game yang dimainkan Andi dan Syifa lebih memacu adrenaline dari pada game online mobile legend ataupun yang lain.


Bahkan game yang dilakukan Andi dan Syifa di Real Life sekaligus bisa membawa fantasi kealam nyata mereka, bukan sekedar hidup ber imajinasi tapi imajinasi yang membuat hidup. Andi dan Syifa yang tengah mabuk dengan suasana dan sensasi masing masing itu, terus berpacu dan saling berbagi. Andi yang baru mendapat pelajaran baru dari seorang guru seni tari itupun kini sedang mempraktekan tarian tarian khas berdua dengan Syifa. Sementara Syifa dengan senang hati membantu Andi menari dengan sesekali membenarkan gerakan gerakan Andi yang masih kurang tepat agar bisa selaras dengan gerakan gerakan Syifa dan bisa menyesuaikan dengan tempo irama pengiring tarian mereka. Segingga tahu mana irama yang harus diikuti dengan gerakan pelan dan lembut juga tahu kapan irama yang harus diikuti gerakan cepat dan disertai hentakan ataupun terikan jika perlu.


Begitu bersemangatnya Andi dan Syifa, sehingga entah sudah berapa jenis tarian yang sudah mereka lakukan dari mulai tari klasik modern hingga kontemporer. Sehingga pertunjukan tanpa penonton itupun baru berakhir setelah keduanya merasa lelah dan sama sama sudah tak mampu menari lagi. Hingga akhirnya keduanya terkulai dengan deru nafas dan cucuran keringat yang membasahi keduanya. Sampai sama sama terlelap.


Sementara Ayah Yasinta sudah menyelesaikan juga misinya dengan teman kencan semalamnya dan sudah keluar hoten menuju ke rumahnya.


Saat dia keluar dia masih melihat motor Andi yang terpakir di tempat parker hotel.


“Busyet long time rupanya itu anak, gak nyangka si anak kalem itu ternyata…!” ucap ayahnya Yasinta.


Kemudian Ayah Yasinta pun segera melajukan mobilnya dan pulang kerumahnya, “malam  ini aku tidur dirumah saja biar besuk Andi yang mencariku ke rumah dan akan ku ajak bicara di luar saja.” Bisik ayahnya Yasinta.


Sampailah ayah Yasinta kerumahnya, membuka pinntu rumah dengan kunci duplikat yang selalu dibawanya, karena pulangnya gak tentu biar gak bikin repot yang dirumah.


*****


Sementara bapak dan ibu Andi merasa khawatir ketika pulang dari masjid mendapati anak yang tinggal semata wayang tidak ada dirumah, bahkan beberapa kali dibunungi pun tidak tersambung.


“Pak,,, anak kita Andi tingkahnya sekarang semakin aneh saja. Ini gak bisa dibiarkan saja pak.” Kata bu Halimah pada Suaminya.


“Iya buk, tapi jangan terlalu di atur juga. Bagaimanapun Andi harus diajak bicara sebagai pria dewasa jangan diperlakukan seperti anak kecil. Justru akan membuanya gak dewasa. Kapan dia akan bisa berpikir secara deawasa jika selalu diatur seperti anak anak.” Jawab pak Baskoro.


“Tapi maksut ibuk gak pingin Andi jadi anak yang gak bener pak.” Jawab bu Halimah.


“Bapak juga tahu maksut ibuk baik, tapi caranya yang kurang tepat bu. Ajarkan anak berpikir dewasa, jangan paksa mereka mengikuti kemauan kita. Biar bapak saja yang bicara dengan Andi besuk. Bapak akan bicara dengan Andi tidak sekedar sebagai bapak tapi kadang juga harus bisa menjadi sahabat. Karena anak akan lebih terbuka dengan sahabatnya dari pada dengan bapak atau ibunya.” Jawab pak Baskoro yang selama ini banyak diam namun saat ini merasa sudah harus mulai angkat bicara.


Karena pak Baskoro pun sudah mencium aroma ketidak beresan pada diri Andi. Dalam hati pak Baskoro berkata, “apakah ini adalah karmaku atau teguran buatku atas kesalahanku dullu.”

__ADS_1


Pak Baskoro merenung dan memikirkan cara untukbicara secara terbuka dengan Andi, sebagai sesame lelaki bukan sebagai ayah dan anak. Agar Andi tidak merasa ada jarak atau dinding yang tebal sehingga mau berbicara secara terbuka dengannya.


Begitulah perubahan karakter Andi yang berubah drastic sejak bertemu, berkenalan dan berhubungan secara khusus dengan Syifa. Disamping sifat dasar lelaki yang sudah kenal lawa jenis yang memang selalu ada dorongan kearah begitu. Jika tidak diimbangi dengan kegiatan yang mampu menyalurkan energinya maka akan mudah terjerumus ke dalam kebebasan yang tiada batas. Tak lagi peduli dengan norma apapun juga, baik norma budaya dan norma Agama.


*****


Kembali menengok kehidupan Aster di Jakarta


“Mah mungkin sudah saatnya para pemimpin perusahaan kita tahu hubungan Aster dan bang Hendra mah. Dan mungkin juga sudah saatnya kita membuka rahasia kita kepada Aster.” Kata Astri kepada mamahnya.


“Menurut Astri, bagaimana caranya kita membuka semua ini. dan bagaimana cara terbaik mengatakan jika Hendra adalah pewaris saham perusahaan kita Astri ?” Tanya mamahnya Astri.


“Gak bisa sekaligus kita lakukan mah, tapi bertahap. Pertama kita kasih tahu ke para petinggi perusahaan tentang pertunanangan Aster dan Bang Hendra saat itu juga kita kasih tahu juga pada Aster posisi bang Hendra mah buat kejuatan Aster. Kemudian baru kita publikasikan siapa dan apa posisi bang hendra di perusahaan. Sehingga tidak akan timbul gejolak nantinya saat bang Hendra benar benar memimpin perusahaan itu. dan sementara biarkan Aster tetap bekerja sesuai jobnya sekarang, bagaimanapun dia memang enjoy dengan pekerjaanya.” Kata Astri.


“Apakah itu tidak menimbulkan pertanyaan dalam diri karyawan nanti Astri ?” Tanya Mamahnya Astri.


“Gak lah mah, posisi Aster sebagi istri bang Hendra nanti baru kita buka pada seluruh karyawan setelah waktunya tepat. Sementara hanya orang tertentu saja yang perlu tahu.” Jawab Astri.


“Yaudah kamu panggil Aster saja ajak dia kemari dan bilang jika kita akan mengadakan proses pertunangan secara resmi saat kedua orang tuanya Aster pulang nanti. Dan kita dari pihak lelaki yang akan datang kerumah Aster dan akan meminang Aster kepada Orang tua Aster. Sekaligus kita langsung tetapkan hari pernikahan mereka sekalian.” Ucap mamahnya Astri.


“Iya mah Astri setuju, soalnya kalo diluar jam kerja sekarang Bang Hendra dan Aster sudah terlalu deket takutnya mereka jadi khilaf. Mendingan segera dinikahin sja mah.” Kata Astri.


“Masa begitu Astri ?” Tanya mamahnya Astri.


“Iya mah, bahkan sekarang Aster sering keluar nerdua sama Bang Hendra atau ngobrol berduaan karena jarak tempat tinggalnya juga berdekatan.” Ucap Astri.


“Iya sih, tapi abang kamu dan Aster kan gak segitunya, mereka pasti tahu batas lah.” Jawab mamah Astri.


“Yak an jaga jaga saja mah dan jujur kalo bang Hendra sudah nikah nanti kan giliran Astri yang menyusul mah.” Kata Astri.


“Nah itu alasan kamu yang sebenarnya kan, jangan berdalih yang lain !” ucap mamahnya Astri sambil bercanda.


“diih mamah, ya gak Cuma itu aja Astri beneran pingin segera bang Hendra dan Aster resmi menjadi suami istri mah.” Jawab Astri agak malu malu digoda mamahnya.


*****


Hingga pada suatu hari persidangan Keluarga Astri yang juga dihadiri Aster mereka membicarakan rencana meresmikan pertunangan saat orang tua Aster pulang.


“Aster, apa kamu sudah kontak dengan bapak dan ibu kamu jika kamu akan bertunangan secara resmi dengan Hendra anak mamah ?” Tanya mamahnya Hendra pada Aster.


“Sudah mah, bapak dan ibu Aster pun sempat terkejut. Karena beliau berdua juga masih ingat masa kecil kita yang gak pernah rukun.” Jawab Aster.


“Itukan dulu sayang, sekarang kan beda.” Sahut Hendra.


“Jangan bilang sayang sayang aah sebelum resmi menikah, Aster gak mau dipanggil sayang sayang begitu.” Seru Aster.


“Lah kan kita memang mau segera menikah sayang ?” ucap Hendra menggombal di depan Astri dan mamahnya.


“Tampaknya memang kalian harus segera di nikahkan benar kata Astri.” Ucap mamahnya Hendra dan Astri.


“Iya mah, Hendra udah siap kok jadi bapak sekarang. Biar mamah bisa segera menimang cucu.” Jawab Hendra.


“Apaan sih ngomongnya sudah sampai kesitu.” Gerutu Aster malu malu di depan Astri dan Mamahnya.


“Gak papa kali Aster, kan memang orang berumah tangga juga tujuanya melanjutakan generasi kita.” Sahut Astri.


Akhirnya disepakati kapan mereka akan mengadakan proses pertunanangan secara resmi. Mengiingat orang tua Aster pun akan segera pulang ke Indonesia setelah purna tugas.


*****


Kepulangan orang tua Aster ke Indonesia.


Pagi hari Aster sudah bersiap menjemput kedua orang tuanya ditemani Astri calon iparnya. Sementara Hendra tidak ikut karena masuk kerja disuruh Aster gak usah ikut menyelesaikan pekerjaanya. Sementara hari itu Aster cuti sehari menyambut kedatangan orang tuanya. Serta menjemput ke bandara Suta.

__ADS_1


Berdua Aster dan Astri menggunakan mobil Aster menjemput orang tua Aster, karena besuk malam adalah hari pertunangan Aster dan Hendra, yang akan digelar dirumah Aster.


Sampailah Aster dan Astri dibandara, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dan tak lama berselang kedua orang tua Aster pun turun dari pesawat setelah sekitar 9 jam kurang lebiih berada di pesawat.


“Assalaamu’alaikum bapak ibu….!” Sapa Aster sambil cium tangan kedua orang tuanya dan menangis bahagia.


Kemudian di ikuti juga oleh Astri calon iparnya Aster.


“Wa’alaikummussalaam… wah ini Astri adiknya Hendra ya ? kamu cantik banget Astri. Ibuk kangen sama kamu dan mamah kamu Astri.” Ucap ibuknya Aster.


“Aah cantikan Juga Aster buk, mamah juga kangen sama ibuk kok. Tapi saat ini hanya bisa nitip salam saja. Besuk kita akan datang kerumah buat melamar Aster untuk bang Hendra.” Ucap Astri.


“Bapak gak nyangka kalo Aster sama Hendra mmau bertunangan, kirain masih pada musuhan samapai sekarang.” Ucap bapaknya Aster.


Begitulah suasana ramah tamah sebentar di bandara kemudian bapak dan ibuknya Aster dipersilahkan masuk ke mobil dan diantar pulang oleh Astri menggunakan mobil Aster yang dibelikan Bapaknya Aster.


Singkat cerita sampailah di rumah Aster, kemudian kedua orang tua Aster beristirahat sebentar melepas penat yang ada. Kedua orang tua Aster menempati kamar mereka yang sudah dipersiapkan dan dibersihkan oleh Aster dan kawan kawanya.


Jika asih dan Nisa pulang nanti biar akau perkenalkan pada bapak ibu, biar mereka senang Aster ada yang menemani dirumah, pikir Aster.


Dan pada saat Nisa dan Asih pulang, mereka di perkenalkan oleh Aster dengan kedua orang tua Aster.


”Terimakasih ya nak berdua sudah mau menemani anak ibu dirumah ini.” ucap ibuknya Aster.


“Iya buk sama sama, kami juga berterima kasih diperkenankan ikut tingga dirumah ini.” jawab Nisa.


“Ah ibu dan bapak yang berterimakasih pada kalian, kamu yang namanya Nisa yang dari jawa ya. Logatnya kelihatan. Aku juga ketrunan jawa kok.” Ucap ibuknya Aster.


“Iya buk, kalo yang ini namanya Asih, suku sunda dan ini bakalan jadi menantu pak lek baskoro ini tunangan Andi Pak buk !” ucap Aster memperkenalkan Asih yang masih malu malu.


“Owh namanya Asih, tunangan Andi anaknya dik baskoro. Cantik banget wajah sundanya juga kelihatan kok kamu nak. Panggil kami bude dan pakde saja ya ?” ucap ibuknya Aster.


Setelah beramah tamah kedua orang tua Aster menanyakan kepada Astri perihal rencana lamaran besuk.


Kemudian Astri menjelaskan rencana dia dan mamahnya, aster mengatakan jika proses pertunanangan akan di lakukan sederhana saja. Dari pihak hendra hanya kan mengajak keluarga dan beberapa teman kerja. Dan dari pihak Aster hanya akan mengundang keluarga dekat juga termasuk keluarga Andi.


Sehingga Asih menjadi berbinar mendengar nama Andi disebut, sehingga ada kesempatan bertemu dengan keaksihnya. Sayangnya Asih belum tahu jika Andi sekarang sudah banyak mengalami peruban Andi sekarang bukanlah Andi yang Asih kenal dulu. Andi yang polos yang lugu itu kini berubah menjadi Andi yang punya orientasi sex berlebih. Bahkan tidak hanya dengan Syifa saja tetapi dengan banyak ibu ibu muda yang mengetahui kelaianan orientasi sex Andi dan memanfaatkan dia sebagia budak nafsu mereka.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


   

__ADS_1


__ADS_2