
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Aster, maaf aku mau cerita nih.” Kata Hendra.
“cerita aja, ngapain harus ijin segala.” Jawab Aster
“Menurut kamu hubungan Astri dan Dimas itu bagaimana ?” Tanya Hendra membuka obrolan maksutnya. Namun Aster malah sangka dengan Hendra.
“Owh jadi jauh jauh kamu ajak Aster kesini Cuma mau bilang kalo kamu gak setuju hubungan Astri dengan Dimas saja.” Kata Aster. Sehingga membuat Hendra jadi kebingungan mendengar perkataan Aster tersebut.
*****
Episode ini
“Bukan itu Aster, maksutku sekedar bertanya saja. Dan ada sedikit kepentingan lain.” Ucap Hendra.
“Kepentingan lain apa Hendra ?” Tanya Aster.
Pembicaraan mereka terjeda sebentar karena pesanan sudah datang dan dihidangkan.
“Makan dulu Aster, nanti kita lanjut.” Ucap Hendra.
“Sambil ngomong juga gak papa kali Hendra.” Kata Aster.
“gak baik lah makan sambil bicara Aster.” Kata Hendra.
Kemudian keduanya melanjutkan obrolan setelah selesai makan.
“Ada angina pa nih, tumben tumbenan kamu nraktir aku. Selama kita kenal kamu bahkan gak pernah baik sama Aster. Kok tiba tiba ngajak makan siang bareng sekarang. Jangan bilang kamu punya maksut tertentu ya !” ucap Aster.
“Memang kalo punya maksut tertentu gak boleh Aster ?” Tanya Hendra.
“Tergantung maksut kamu apa dulu, kalo maksut buruk sama Aster jelas gak bakaln Aster maafin.” Jawab Aster.
“Buruk atau baik itu kan relative Aster, menurutku baik bisa saja menurut Aster buruk.” Balas Hendra.
“Udah ngomong aja, kelamaan keburu jam kerja nanti.” Kata Aster.
“Terlambat dikit gak papa kali, nanti kamu tinggal bilang lagi ngajarin Assistentku loby ke perusahaan.” Gurau Hendra.
“Songong lo Hendra, malah ngatur ngatur Aster begitu. Dalam urusan kerja kamu yang harus nurut aku bukan ngatur Aku.” Ucap Hendra.
“Ok, tapi diluar urusan kerja bebas dong Aster.” Jawab Hendra.
“Terserah lo deh, yang penting cepet ngomong aja.” Ucap Aster gak sabar karena menanti apakah yang akan dibilang Hendra sesuai dengan yang dia harapkan. Dengan berdebar Aster menanti kata kata Hendra. Sedangkan Hendra sendiri juga merasa berdebar debar mau menyatakan isi hatinya.
__ADS_1
“Sebelumnya Hendra mohon maaf jika dulu Hendra sering bikin Aster benci sama hendra. Tapi sebenarnya itu hanya masa kanak kanak kita saja Aster. Karena aku merasa cemburu adikku lebih deket sama kamu waktu itu. nah sekarang kan kita sudah sama sama dewasa jadi rasanya gak pantes kalo kamu masih dendam dengan masa kanak kanak kita Aster.” Ucap hendra tertahan.
“Terus, maksut kamu sekarang bagaimana ?” Tanya Aster memancing.
“Awalnya Hendra juga sebel sama Aster, karena masih dendam dengan Hendra. Tapi semenjak kita satu kantor Hendra merasa banyak kecocokan pada diri Aster. Jadi mohon maaf meski aku saat ini adalah bawahan kamu tapi aku harus jujur jika aku menyukai kamu dan ingin melamar kamu Aster.” Ucap Hendra dengan mantab.
Aster yang mendengarpun hatinya sangat berbunga bunga, tapi tidak langsung menjawab. Aster diam sejenak seperti berpikir. Meskipun Aster hanya berpikir bagaimana menjawab lamaran Hendra dengan tidak merendahkan dirinya sebagai wanita. Namun juga tidak membuat Hendra salaah sangka apa lagi sakit hati.
“Begini Hendra, Aster sangat menghargai kejujuran Hendra. Dan bagi Aster status bawahan dan atasan iti gak penting. Hanya Aster masih kurang yakin dengan apa yang Hendra katakana, jadi Aster belum bisa jawab sekarang Hendra.” Jawab Aster.
“Terus Hendra harus buktikan dengan apa biar Aster Yakin.” Tanya Hendra.
“Kamu tahu kan Hendra, kalo Aster itu bersahabat dengan adikmu sudah dari kecil bahkan dari sama sama bayi. Maksut Aster begini, Aster akan mempercayai kata kata kamu serius apa bila Hendra berani mengatakan didepan Astri adik kamu. Karena hanya Astri orang yang sangat bisa dipercaya dalam Hal sepenting ini.” jawab Aster.
“Cuma itu saja Aster ?” Tanya Hendra.
“Iya gak sulit kan, aku akan jawab bersedia atau tidak kalo Hendra berani bilang begitu di depan Astri. Karena kalo Hendra bilang sekarang, serius atau tidaknya Aster gak tahu.” Kata Aster.
“Jangankan hanya di depan Astri, di depan mamaahku dan kedua orang tuamu juga Hendra siap.” Ucap Hendra mantab.
Uhukk….
Aster sampai tersedak minumanya.
“Udah gak usah menggombal yang penting buktikan jika kamu serius, baru Aster bisa jawab bersedia atau tidaknya. Saat ini juga Aster gak tahu mau menerima lamaran kamu atau tidak karena belum yakin dengan semuanya. Belum yakin apakah Aster mau atau tidak, juga belum yakin kamu serius atau bercanda. Jadi jawaban ya dan tidaknya pun nanti setelah kamu membuktikan keseriusan kamu.” Jawab Aster.
Meskipun dalam hati Aster berkata, “Kalo kamu serius tunjukkan keseriusan kamu Hendra. Maka Aster akan bersedia menjdi istrimu.” Batin Aster. Kemudian Aster mengenang saat saat Hendra menjadi Assisten Pribadinya. Dari menyiapkan semua berkas yang dibutuhkan, mengisi laporan kunjungan ke perusahaan lain untuk bekerja sama dan mencatat yang minta dibahas lebih lanjut sampai dengan mencatat yang sudah siap bekerja sama.
...Flashback ON...
Awalnya Aster seringkali berbuat berlebihan dengan Hendra dengan maksut biar Hendra marah dan tidak betah sehingga mengundurkan diri. Namun semua tugas yang diberikan kepada Hendra dikerjakan dengan sempurna dan tidak pernah protes ataupun mengeluh.
Aster baru yakin dengan keterangan Astri sahabatnya jika Hendra yang ekaarang bukan hendra yang dulu lagi.
Sampi ketika mereka berdua ditugaskan untuk loby ke perusahaan Asing tempat teman kuliah Aster dulu, Jessy. Aster banyak menguji Hendra dengan hal hal yang tak terduga. Samapai samapai Aster meminta tolong jessy sahabtanya untuk menguji kepribadian Hendra terhadap wanita.
Dan saat Hendra sedang menginap di hotel, di hotel yang sama juga dengan Aster hanya berbeda kamar tentunya. Aster dan jessy mengutus seseorang untuk menggoda hendra. Seorang wanita cantik disuruh menemui Hendra dikamarnya, wanita itu diberi tugas khusus oleh Jessy selain tugas urusan bisnis juga tugas khusus menguji Hendra atas permintaan Aster.
Langsung kita translate saja percakapan Hendra dengan Aliensky utusan Jessy.
“Tuan Hendra, datang bersama Nona Aster saja kenapa tidak tidur satu kamar saja. Tuan Hendra Handsome nona Aster So cute. Apa tuan Hendra tidak tertarik dengan Nona Aster ?” Tanya Aliensky.
“Bukan tidak tertarik, dalam tradisi kami tidak boleh berhubungan intim sebelum menikah.” Jawab Hendra.
“What kenapa tidak boleh ? itu kan hal yang lumrah, dinegara asalku perancis bahkan nikah tidak harus. Yang ada hidup bersama, karena orang mau nikah harus hitung dulu kekayaan masing masing persiapan kalo besuk cerai.” Kata Aliensky.
“Di Indonesia beda, hidup bersama tanpa ikatan pernikahan itu Tabu. Tidak legitimate dan jadi pembicaraan public.” Jawab Hendra.
“What’s itukan personal business tuan Hendra, tidak ausah didengar orang kata apa.” Kata Aliensky.
“Ya itu benar, tapi di Negara kami punya aturan seperti itu. kasihan wanita jika mereka tidak dilindungi undang undang.” Kata Hendra.
“Tidak betul itu menurut Aliensky, wanita juga butuh itu laki laki dan sebaliknya. So Aliensky mala mini juga butuh, apa Tuan hendra tidak merasa butuh wanita mala mini ?” Tanya Aliensky.
“Aah jangan jangan… I never do it, and I will not do it before married.” Kata hendra ketakutan.
“Realy,,,,? I think’s you need women for refresh and I’ll help you mr Hendra. We can enjoy each other.” Kata Aliensky.
__ADS_1
“I’m Sorry I can’t, but thank’s for u’r attention I’m very sorry I can’t.” kata Hendra sambil gemetar.
Disamping Grogi karena memang belum pernah melakukan, namun juga menahan godaan Aliensky yang saas itu sudah melepas semua baju atasnya dan memeperlihatkan gunung kembarnya. Hingga membuat Hendra panas dingin. Yah mungkin bagi Aliensky begitu sudah hal biasa tapi tidak bagi hendra ternyata. “It’s ok nevermind, but if you need me pleas call me mr Hendra.” Jawab Aliensky sambil melangkah pergi setelah mengenakan pakainya. Santai sekan tak terjadi apapun, sementar Hendra justru yang panas dingin diperlihatkan tontonan melihat dua buah gunung tanpa harus menggunakan teropong langsung keliahatan sampai ke punacaknya.
 Sedangkan Aliensky sendiri malah senyum senyum melihat respon hendra tadi. Mungkin dalam hatinya berkata, ”dikasih gratis gak mau malah ketakutan.”
Aliensky pun melaporkan apa yang terjdi pada Jessy dan Aster, keduanya tertawa ngakak mendengar penjelasan Aliensky. Yang menceritakan betapa gugupnya Hendra dengan apa yang Aliensky klakukan. Padahal baru buka naju dan Bra kata Aliensky, henda sudah pucat.
Ya iyalah Aliensky Hendra kan orng Indonesia asli yang masih menjunjung norma dn budaya Indonesia.
...Flashback off...
Â
“Kok kamu malah diem saja Aster, marahkah Hendra jujur berkata begitu tadi ?” Tanya hendra membuyarkan lamunan ster tentang kejadian beberapa waktu sebelumnya.
“Owh enggak kok, yaudah yuuk kita balik ke kantor ekaraang.” Ucap Aster langsung berdiri.
Kemudian diikuti hendra yang sudah membayar billnya.
Aster dan hendra pun segera menaiki motor kembali ke kantor.
“Bagaimana Aster, apa kamu sudah memikirkan jawaban lamaranku tadi ?” Tanya Hendra.
“Ya itu tadi jawabanya, ucapkan minimal didepan adikmu Astri jika kamu serius, baru Aster akan member jawaban. Dan kamu harus siapa papaun nanti jawaban Aster. Bisa bersedia bisa juga tidak.” Jawab ster meski hanya dalam lisan. Karena dalam hatinya Aster sudah menerima lamaran Hendra.
Namun bagi Hendra itu masih lima puluh persen kemungkinan Aster mau menerimanya. Karena Hendra sendiri memang tidak banyak pengalaman tentang wanita. Sehingga tidak mampu mana jawaban yang memang menunda untuk berpikir, mana jawaban yang sekedar butuh meyakinkan keseriusan sampai dengan mana jawaban yang sebenernya menolak secara halus saja.
Hendrapun jadi agak gelisah memikirkan kemungkinan jawaban Aster Nanti. Ada rasa khawatir jika jawaban Aster ternyata menolaknya…..!!?”
Refresh Visualisasi tokoh
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...
Â