Cinta Asteria

Cinta Asteria
Astri siap bongkar rahasianya pada Aster


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode Lalu


“Kamu pikirkan masak masak dulu soal itu Andi, jangan mengaambil keputusan dalam suasana bimbang ataupun berdasrkan emosi. Bukan bapak melarang kamu segera menikah, tapi apakah kamu sudah berpikir masak masak atau belum. Jangan mensal dikemudian hari. Apa lagi Asih juga masih baru dalam bekerja. Jadi agak susah mungkin jika harus cuti nikah segala.” Jawab bapaknya Andi.


“Jika perlu nikah siri dulu saja pak, yang penting sah dulu saja soala resepsi dan lain lainya gak begitu penting bagi Andi saat ini. dan biarlah Asih tetap bekerja dan tidak usah mengambil cuti. Cukup melakukan ijab qobul dan gak usah undang orng banyak dulu.” Ucap Andi emosional.


Andi sudah gak sanggup lagi jika harus menahan sesuatu yang dia sudah merasakan nikmatnya, makanya dia ingin segera menikahi Asih dengan maksut agar bisa mendapatkan keinginanya dengn car sah dn tidk menjadi sebuh masalah. Seperti yang baru saja dia alami.


Tapi Andi lupa jika masalah lain juga kan timbul bahkan godaan dari wanita lain setelah menikah pun tetap saja akan muncul…!!!


*****


Episode ini


Jika kesucian cinta telah dinodai akan sulit untuk dipersatukan lagi.


Namun jika kesabaran dan kesadaran bisa bertemu,


Akan bisa kembali menyatu


Meski semua itu butuh waktu.


Andi sudah terlanjur salah dalam mengambil langkah, sehingga akan sulit mengembalikan langkah ke semula. Jika kemarin Andi hanya tulus mencintai Asih, tapi sekarang Cinta Andi sudah ternoda oleh jerat jerat asmara sesaat. Tak lagi cinta yang bicara namun lebih pada nikmat sekejab yang membuatnya semakin kehilangan jati dirinya.


“Baiklah, besok bapak dan ibu bicarakan sama Asih dulu. Asal Andi janji serius dalam membina rumah tangga nanti, jangan sampai hanya memburu nafsu sesaat.” Ucap bapaknya Andi.


“Iya pak, Andi akan serius dalam membina rumah tangga dengan Asih.” Jawab Andi. Yang hanya berpikir sesaat kurang memikirkan resiko dan Akibat.


“Yaudah kita istirahat saja dulu, besuk kita berangkat pagi pagi saja Ndi.” Ucap ibu nya Andi.


“Iya bu.” Jawab Andi sambil masuk kekamarnya dan beristirahat.


Malam itu Andi tidur dikamar rumahnya sendiri, tidak dikamar hotel ataupun di kamar Syasya seperti kemarin. Sehingga hanya pikiran Andi yang jauh menerwang memikirkan Syasya dan Syifa bergantian. Bahkan dalam lamunanya itu justru wajah Yasinta yang muncul bukanya wajah Asih kekasihnya, yang akan dinikahinya atas permintaan Andi sendiri.


Sekali terjerumus kedalam lembah kenistaan sulit bagi Andi meninggalkan. Pikiran pikiran Andi sekarang lebih condong kepada urusann sex dari pada yang lainya. Seakan hilang sosok Andi yang pendiam dan rajin ibadah seperti hilang begitu saja dan muncul Sosok Andi dengan Cashing yang sama saja namun dalamnya sudah penuh dengan virus virus yang tidak bisa terdeteksi oleh Anti Virus yang bernama ‘IMAN’.


Andi seakan sudahh tertutup hatinya dari kebenaran, hatinya sudah dipenuhi virus virus jahat yang selalu mengajak maksiat.


Hingga dini hari barulah Andi tertidur karena lelah berpikir, dan saat kedua orang tuanya sudah berangkat kemasjid pun Andi masih juga tidur.


Sampai ketika orang tuanya Andi pulang dari Masjid barulah Andi dibangunkan untuk menjalankan sholat subuh dul. Namun Andi yang masih dipengaruhi virus itu hanya masuk kekamar mandi dan kembali ke kamar sebentar. Kemudian keluar kamar biar dikira sudah menjalankan Sholat Subuh.


Begitulah Andi sekarang yang untuk melaksanakan ibadah wajib seperti dulu saja sudah sangat susah.


*****

__ADS_1


Persiapan Pertunangan di rumah Aster


Asih yang masih gelisah memikirkan Andi tiba tiba mendapatkan chat dari  Andi jika dia dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan ke rumah Aster.


“Alhamdulillah akhirnya Andi kasih kabar kalo dia mau datang kesini.” Ucap Asih.


“Serius kamu Asih ?” Tanya Aster.


“Iya ini barusan kirim kabar jika baru dalam perjalanan kesini bersama bapak ibunya.” Ucap Asih gembira.


“Syukurlah jika Andi juga bisa ikut kesini.” Jawab Aster.


Sementara Astri asik mengobrol dengan kedua orang tua Aster.


“Bapak ibu, Astri bahagia sekali sekarang Astri beneran jadi anak bapak dan ibu.” Ucap Astri pada kedua orang tua Aster samba memeluk ibunya Aster.


“Astri kan dari dulu memang sudah jadi anak ibu sayang.” Ucap ibunya Aster terharu atas sikap Astri.


“Iya bu, tapi sekarang berbeda rasanya lebih mantab sekarang ibu.” Jawab Astri.


“Iya nak, kita doakan saja kakakmu dan Aster nanti bahagia dalam membina rumah tangga.” Sahut bapaknya Aster.


“Iya sayang, sebenarnya ibuk juga sudah pingin menimang cucu. Jadinya kami sangat bahagia ketika Aster sudah mau membuka hati terhadap lelaki sekarang.” Sambung ibunya Aster.


“Jadi selama ini Aster itu memang beneran gak pernah membuka hati untuk cowok ya bu ?” Tanya Astri manja pada ibunya Aster.


“Aah boro boro membuka hati buat cowok sayang,, kalo ada cowok datang saja sikapnya selalu ketus gak bisa ramah.” Jawab inunya Aster.


“Owh begitu ya Bu, kirain dulu hanya sama bang Hendra saja sebelum mereka akhirnya memutuskan untuk bertunangan.” Jawab Astri.


“Gak nak Aster memang orangnya ketus kalo ada cowok yang coba mendekati, kecuali urusan sekolah Aster gak mau ngobrol lama lama dengan cowok. Baik cowok Asli Indonesia maupun yang bukan dar Indonesia.” Kata ibunya Aster.


“Pak Buk, bulek sama paklek dalam perjalanan kesini bersama Andi. Mungkin sekitar satu jam lagi sampai kalo gak macet.” Kata Aster pada bapak ibunya.


“Owh ya sukurlah dik Baskoro dan dik Halimah bisa kemari bersama anaknya. Udah sebesar apa ya Andi sekarang ?” kata ibunya Aster.


“Udah besar dong bu, lah ini ada tunangan Andi disini.” Kata Aster memperkenalkan Asih sebagai tungan Andi.


“Owalah kamu to nak tunanganya Andi, panggil aku bu de dan ini pak de ya.” Ucap ibunya Aster.


Begitulah ramah tammah keluarga Aster bersama Astri dan Asih dan juga Nisa yang masih sibuk mengurus dekorasi.


Beberapa saat kemudian datanglah Andi dan kedua orang tuanya yang baru saja sampai.


“Assalaamu’alaikum mbakyu dan kangmas…!” ucap pak Baskoro Ayah Andi diikuti bu Halimah dan Andi.


Asih yang mengetahui kedatangan Andi dan kedua orang tuanya langsung menyalami dan mencium tangan kedua calon mertuanya itu, sebagai penghormatan. Tak lupa juga menyalami Andi, dengan penuh kebahagiaan.


“Sayang kenapa gak pernah kasih kabar dan gak pernah bales chat dari Asih ?” Tanya Asih pada Andi berbisik.


“Maaf baru sibuk mau cari kerjaan buat modal nikah kita.” Jawab Andi yang begitu melihat Asih hatinya kembali luluh dalam perasaan cintanya pada Asih dan sejenak melupakan wanita yang lainya.


“Serius kamu ?” Tanya Asih.


“Ehemmm… Andi ada pak de dan bude gak kasih salam dulu malah langsung nempel sama calon istri, memang lama gak ketemu kalian ?” Tanya ibunya Aster membuat Andi tersipu malu.


“Gak kok bude, hanya sekedar ngobrol saja, bude sama pakde sehat kan ?” Tanya Andi.

__ADS_1


“Aah terlambat basa basimu Andi, jelas pakde sehat sudah sampai kembali di Indonesia.” Gurau Bapaknya Aster.


Setelah beramah tamah antara dua keluarga. Kemudian pak Baskoro menyamoaikan pembicaraan serius didepan semua yang Hadir disitu.


“Kang mas mbak yu, selain saya kesini untuk merestui dan memeberikan dukungan dan Doa kepada Aster. Sekaligus mumpung disini juga ada Asih. Saya mau menyampaikan keinginan Andi, bahwa Andi ingin secepatnya meresmikan hubunganya dengan Asih dengan pernikahan. Meskipun sekedar pernikahan sederhana gak perlu dengan pesta yang besar dulu, mungkin soal itu bisa menyusul kemudian. Namun semua itu juga tergantung dar Asih Sendiri, apakah dia bersedia atau tidak. ” Ucap pak Baskoro.


“Menurutku bagus dik Baskoro, kan keduanya sudah saling cinta dan sudah cukuplah meskipun masih tergolong muda juga sebenarnya. Asalkan pernikahan itu nanti diniatkan yang bener sebagi sebuah ibadah, bukan sekedar mengikuti keinginan Nafsu semata.Bagaimana kalo menurut bapak ?” Tanya ibunya Aster ke suaminya.


“Bapak sih setuju setuju saja, selama Andi dan Asih memang sudah siap untuk menikah. Karena siap tidaknya menikah tidak berbanding lurus dengan umur. Ada yang muda sudah siap nikah ada yang sudah tua juga gak berani nikah. Selama sudah tidak menyalahi aturan agama dan Negara, kenapa tidak.” Jawab Bapaknya Aster.


“Saya juga berpikir begitu mas, dari pada kita biarkan malah hubungan mereka kelewat batas mending kita Nikahkan saja meski umur mereka masih sama sama Muda juga.” Sambung bu halimah.


“Tapi Andi sebagai calon kepala rumah tangga sudah siap belum memberikan nafkah nanti. Jangan hanya berpikir senangnya jadi pengantin saja.” Sahut bapaknya Aster.


Andi hanya terdiam karena kenyataan dia belum punya pekerjaan tetap.


Tiba tiba Astri ikut angkat bicara.


“Maaf ibu dan bapak Astri boleh ikut usul tidak ?” Tanya Astri pada bapak ibunya Aster.


“Usul aja sayang, kamu kan anak ibu juga dan Andi juga bakalan jadi adik kamu.” Ucap ibunya Aster.


“Terimakasih ibu, soal pekerjaan Andi, kayaknya Astri bisa bantu soalnya nanti juga temen Astri yang punya Usaha juga Astri undang di pertunangan Aster dan Bang Hendra. Yang kebetulan butuh tenaga kerja juga” Ucap Astri.


“Serius kamu Astri ?” tiba tiba Aster yang menyahut.


“Serius kakak iparku sayang, Astri akan undang dia sekalian biar Andin anti bisa ngobrol barangkali tertarik dengan kerjaan yang ditawarkan.” Ucap Astri.


Dalam hati Aster berkata, orang itu adalah calon suamimu Aster. Karena nanti malam rahasia ini akan aku bongkar sebagai kado pertunganmu. Dan sebagai kado ketulusanmu mencintai abangku tidak memandang status dia kemarin adalah bawahanmu, batin Astri.


 


Bagaimana nanti sikap Aster ketika tahu bahwa perusahaan itu adalah milik Hendra calon suaminya…???


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


__ADS_2