
Semoga saja besuk Dimas membawa kabar menggembirakan dan ini menjadi pertanda baik bagi semuanya. Etelah berita tentang Aster diperusahaan dan lainya semoga ini juga akan menjadi berita positif bagi semua keluarga besar Astri, kata Astri dalam hati.
“Kamu kenapa senyum senyum sendiri Astri “ Tanya mamahnya.
Astri yang tidak menyadari kehairan mamahnya jadi kaget.
“Aah mamah ngagetin Astri aja.” Kata Astri.
“Ngagetin,,,? Mang Astri lagi ngelamunin apa kok kaget ?” Tanya mamahnya.
“Astri dapat kabar dari Arya, jika Dimas sekarang dalam perjalanan kesini mah.” Kata Astri sambil senyum.
“Sukurlah semoga kalian bisa rukun lagi, dan jangan lupa soal Hendra dan Aster !” harus dipikirkan juga Astri.” Ucap mamahnya.
“Iya mah, Astri juga sudah siapkan rencana khusus buat deketin bang Hendra dan Aster.
Begitulah hari itu berjalan penuh dengan kejutan dan harapan bagi Aster maupun Astri. Aster bahagia aka nada waktu bertemu dengan Jessy sobatnya kuliah dan berkesempatan membuktikan dirinya mampu bekerja meski masih tergolong yunior di perusahaan tersebut. Begitu pula dengan Asih, Nisa bahkan Arya, yang ditawari Astri untuk bekerja di perusahaan papah Astri. Sehingga niat Arya untuk dapat segera meminang Ifah pujaan hatinya akan segera kesampaian.
Namun dibalik itu semua ada sekelompok orang yang sangat tidak suka dengan kehadiran Aster diperusahaan tersebut. Bahkan sangat membenci Aster sehingga merencanakan sesuat yang akan menjatuhkan Aster.
Orang orang yang tidak suka dengan Aster itu secara alamiah telah berkelompok, dan mereka semua satu pemikiran, Aster harus disingkarkan dari perusahaan apapun caranya. Dan itu menjadi target utama mereka di perusahaan itu. Sifat dengki sudah mendasar dihati mereka, sehingga tidak mau melihat orang lain bahagia, dari pada kebahagiaan itu jatuh pada orang yang dibenci. Mending kebahagiaan itu menjauh agar sama sama tidak mendapatkanya. Jika tidak dapat direbut mendingan sama sama tidak mendapatkan, begitulah prinsip dari orang dengki.
...Senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang....
Mereka para Hatters Aster mencanakan bertemu dan berkumpul diluar jam kantor, untuk membahas bagaimana caranya agar Aster bisa tersingkir dari perusahaan. Jika perlu dengan fitnah bahkan jika dengan fitnah tidak mempan akan dilakukan dengan terror. Baik terror mental maupun terror fisik jika perlu.
Dari seluruh divisi marketing hanya 2 orang yang tidak membenci Aster, satu Nisa yang jadi sahabat Aster dan asih serta Astri juga. Yang kedua adalah Raditya yang justru tergila gila dengan kecantikan dan kepribadian Aster.
Sementara yang lain semuanya membenci Aster, baik yang benar benar membenci dengan alas an pribadi maupun yang hanya sekedar mengikuti arus mayoritas saja. Dan gerakan orang yang membenci Aster tersebut dipelopori dan di pimpin oleh seorang yang dari Awal sudah membenci Aster, pada saat pertama kali meeting divisi marketing. Baru mendengar Aster bicarapertama kali saja dia sudah timbul rasa benci tanpa alas an yang jelas. Sebuah tanda orang dengki, membenci orang tanpa alas an, apa lagi ditambah dengan performa Aster yang sudah kelihatan potensinya untuk berkembang melebihi dirinya sendiri.
Bagi orang yang punya sifat dengki hal itu tidak boleh terjadi, tidak boleh ada orang lain yang berkembang melebihi dirinya. Harus dicegah jangan sampai berkembang, bukan berusaha mengimbangi agar dia juga ikut berkembang. Karena rasa pesimismenya untuk bisa mengimbangi sulit atau bahkan merasa tidak mampu. Maka lebih memilih menghancurkan orang yang punya potensi maju dan berkembang agar tidak melebihi dirinya.
“Saudara saudara, selama ini kita sudah berjuang membesarkan perusahaan. Dan usaha kita bukan tanpa Hasil, kita sudah memberikan kontribusi yang besar pada perusahaan. Dan selama ini kita nyaman bekerja serta hubungan kita selama ini tidak pernah terjadi masalah. Sampai dengan kehadiran karyawan baru yang bernama Aster itu. Apakah kita ingin hubungan kita yang selama ini baik menjadi rusak dengan kehadiran satu orang yang bernama Aster ?” Tanya orang itu kepada yang lainya.
“Tidaaaak…!” jawab yang lain kompak.
“Jai apa rencana kamu pak Bram ?” Tanya seseorang sebut saja namanya Jodi.
“Siapa yang tidak hadir disini sekarang ?” Tanya balik Bram.
Sejenak semua terdiam saling tatap dan mengamati siapa yang tidak tampak. Kemudia salah satu dari mereka berteriak.
“Semua hadir, kecuali dua oraang. Nisa dan Raditya saja.” Kata orang itu.
“Nah ini bukkti kita akan di pecah belah. Nisa yang baru beberapa bulan sudah mendapatkan tambahan tunjangan. Dan dipercaya membuat progrees report untuk persiapan kerja sama dengan perusahaan Asing. Sementara yang dari Adminpun akau dengar juga karyawan baru yang dipercaya. Bahkan yang menangani project itupun Aster juga karyawan yang baru saja mulai masuk kerja. Apakah kita yang sudah bertahun tahun ini akan dibuang begitu saja ?” kalimat provokatif yang diucapkan Bram.
Mereka yang mendengar kalimat perkataan bram menjadi termakan dengan kalimat provokatifnya. Hal itu diamati oleh Bram, sehingga dia kembali melanjutkan provokasinya yang membuat yang lain menjadi semakin benci dengan Aster. Karena provokai dari bram tersebut, dan memang itulah yang diharapkan Bram. Agar semua menjadi benci dengan Aster, yang dianggap penghalag bagi Bram untuk maju mendapatkan jabatan manager marketing. Sebuah ambisi yang sudah lama diharpkan olehnya.
Dalam hati bram berkata,”jika jabatan manager marketing tidak dapat aku dapatkan minimal jangan sampai jatuh ke tangaan ster itu.” Kata Bram dalam hati.
“Terus menurut pak Bram, apa yang harus kita lakukan ?” Tanya Jodi.
Bram berpikir sejenak sambil meraba raba sejauh mana provokasinya diterima. Bagi Bram sebagai seorang Senior marketing yang presentasi sudah menjadi makanan dia setiap hari tidak sulit merubah pola pikir atau pemikiran seseorang. Dengan kekuatan kata katanya dia sudah terbiasa mempengaruhi orang atau membujuk orang agar tertarik dengan produk yang dia tawarkan. Baik produk yang berupa barang maupun jasa. Itu sudah terbukti dia mampu melakukan dengan baik pada tiap kali dia presentasi.
“Saya tidak mau mempengaruhi apa lagi memaksa kalian untuk melakukaan sesuatu, tapi saya akan mendukung apa yang kalian inginkan. Jadi disini saya hanya menyampaikan sebuah fakta yang harus kita sadari. Soal mau bagaimana kita saya serahkan kepada forum saja.” Kilah Bram agar tidak dituduh provokator padahal memang dia sedang memprovokasi dengan cara halus. Apa yang diucapkan hanyalah sebuah lips services atau pemanis bibir agar terkesan peduli pada yang lain dan tidak terlihat ambisinya.
Semua yang mendengar kemudian saling berbisik dengan rekan yang disampingnya masing masing. Bram mendengarkan setiap komentar dari mereka yang sudah terprovokasi itu. Kesimpulanya mereka menginginkan agar proyek itu jangan diserahkan kepada Aster yang masih baru.
“Sebenarnya kalo saya pribadi lebih suka proyek itu diserahkan pada pak Jodi atau rekan yang lain yang lebih berpengalaman. Hal itu sebenarnya bentuk kepedulian dan loyalitas saya pada perusahaan. Bukan diserahkan pada Aster karyawan yang baru masuk, itu saya tidak setuju. Pertama kita gak tahu sejauh mana kemampuan dia, yang kedua saya merasa kalian semua diperlakukan tidak adil dikalahkan oleh karyawan yang baru masuk. Entah pertimbangan manager itu seperti apa saya tidak tahu, yang saya takutkan jika antara manager marketing dengan karyawan baru yang bernama Aster itu ada affair atau skandal. Maaf ini bukan menuduh hanya jangan jangan begitu.” Pancing bram untuk memanas manasi semuanya.
“Wah bisa jadi tuh, kayaknya memang si Aster itu orangnya centil. Sementara manager kita juga mata keranjang. Jadi mungkin sekali diantara mereka ada skandal tuh.” Sahut salah seorang diantara mereka.
Disambut teriakan yang lain.
“Betuuuuul…!” teriak yang lain bersahutan.
“Maka dari itu, saya serahkan kepada kalian apa yang harus kita lakukan sekarang. Saya tidak ingin meniru manager kita yang Arogan dan memaksakan kehendak tanpa mau mendengar pendapat orang lain.” Lanjut Bram memprovokasi rekan rekan nya sekaligus menanamkan image bahwa dirinya lebih moderat dan lebih baik dari manager yang sekarang. Begitulah akal licik seorang Bram dalam melancarkan aksinya untuk mencapai ambisinya menduduki jabatan manager markeing.
Dan parahnya dari seua yang ikut hadir itu tidak ada yang mampu berpikir jernih, semua sudah terhasut oleh Bram. Padahal itu semua dilakukan Bram hanya untuk mencapai nafus keinginan pribadinya sendiri. Kata katanya yang sok peduli dengan rekan yang laian hanyalah sebagai perkataan untuk menarik simpai rekan rekan nya.
Akhirnya malam itu dari hasil pembicaraan dihasilkan beberapa keputusan :
RAMAI RAMAI MENGHADAP MANAGER MARKETING, MEMBATALKAN PUTUSANYA.
MENGANCAM ASTER AGAR TIDAK MENERIMA JOB ITU
__ADS_1
AKAN MEMBONGKAR ADANYA SKANDAL ANTARA MANAGER MARKETING DENGAN ASTER.
4.MEMBERIKAN SANGSI PADA RADITYA KARENA TIDAK KOMPAK DENGAN YANG LAIN.
UNTUK NISA DIMAKLUMI KARENA BARU MEETING DENGAN ASTER DAN ASIH UNTUK RENCANA PROYEK. NAMUN TETAP AKAN DIBUJUK AGAR MENDUKUNG GERAKAN MEREKA.
6.SEMUA HARUS SOLID, JIKA TUNTUTANYA TIDAK DIPENUHI LEBIH BAIK RESENT DARI PRUSAHAAN.
Begitulah hasil pertemuan malam itu, yang sebenarnya hanyalah merupakan provokasi seorang bram saja.
...*****...
Kita tinggalkan sejenak apa yang terjadi pada Aster dan rekan kerja yang banyak membencinya.
Kita kembali menengok keadaan Andi Wawan dan Hazel yang baru koma dirumah sakit.
“Andi, bagaimana kondisi sahabat kamu Hazel ?” Tanya bu haliamah ibunya Andi.
“Masih Kritis bu, sekarang Wawan yang nungguin. Besuk gentian Andi lagi yang nemenin orang tua Hazel.” Jawab Andi.
“Ibu hanya minta, kamu focus dengan kuliah kamu juga nak. Kamu sudah menjelang dewasa, tentu sudah punya rencana kedepan untuk berumah tangga. Ibu gak melarang kamu dengan siapapun, mau dengan Hazel atau Asih bahkan dengan Aster sepupumu mana yang kamu pilih nanti. Namun ibu hanya minta, jangan memilih berdasarkan nafsu semata nak.” Ucap ibunya Andi.
“Iya bu, Andi sudah menetapkan pilihan Andi pada Asih.” Jawab Andi.
“Terserah kamu saja Andi, siapa yang kamu anggap paling tepat untukmu.” Jawab ibu Andi meskipun dengan sedikit kekecewaan. Karena dulu ibu Andi justru lebih setuju jika Andi bersama Aster meski masih ada hubungan kerabat tapi bukan mahrom jadi masih boleh dinikahi. Namun ibu Andi juga tidak ingin memaksakan kehendaknya itu.
Andi kemudian masuk kekamarnya setelah membersihkan diri di kamar mandi, kemudian berangkat tidur. Karena agak kurang tidur selama menemani orang tua Hazel dirumah sakit.
Ibu Andi masih duduk diruang makan, memikirkan Andi anaknya dan juga mengingat kakaknya Andi Diana anak sulungnya. Diana sangat akrab dengan Asih bahkan Asih selalu ikut membantu Diana dalam mengasuh Andi. Sehingga Asih seperti kakak kandung Andi juga, tapi kenapa sekarnag mereka menjadi sepasang kekasih ? kata ibu Andi dalam hati.
Yah bagaimana lagi jika memang mereka sudah tertulis sebagai jodoh aku manusia bisa apa. Lagian aku juga sayang sama Asih, tiap kali lihat dia selulu terbayang wajah almarhumah Diana anakku. Ibu Andi termenung sambil menitikkan air mata.
...*****...
“Nak Wawan, gantiin tante sebentar tante mau sholat dulu.” Ucap mamahnya Hazel.
“Owh iya tante, biar Wawan jagain Hazel.” Ucap Wawan.
Kemudian Wawan duduk disamping ranjang Hazel, sesekali Wawan menyeka keringat Hazel yang keluar dari keningnya dengan tisu yang tersedia. Sudah dua hari Wawan mendampingi orang tua Hazel menjaga anaknya.
Wawan memandangi wajah Hazel, gadis yang selama ini hanya menjadi pujaan hatinya namun tidak dapat dimilikinya. Tiba tiba mata Hazel terbuka dan tangan Hazel bergerak pelan.
Wawan sangat bahagia melihat Hazel sudah mulai membuka mata, berharap Hazel segera Sadar.
“Haz,,,, kamu sudah sadar kamu bisa mendengar aku Hazel ?” Tanya Wawan.
“Kamu siapa “ Tanya Hazel masih dengan suara lemah.
“Aku Wawan Hazel, masak kamu lupa siapa Wawan Hazel.” Ucap Wawan.
“Wawan siapa dan Hazel itu siapa lagi ?” Tanya Hazel yang ternyata mengalami imsomnia akibat kecelakaan itu.
“Wawan yang belum paham tentang Insomnia jadi panik kemudian memencet bel untuk memanggil perawat.
Sesaat kemudian perawat datang dan menanyakan ada apa pada Wawan.
“Wah gimana ini suster, ini teman saya sudah sadar tapi kok begini ?” Tanya Wawan.
Kemudian suster itu mendekati Hazel.
“Selamat sore mabak Hazel ?” Tanya suster itu.
“Apakah Hazel itu nama saya, dan kenapa saya bisa sampai disini ?” jawab Hazel.
Begitu perawat atau suster itu mendengar jawaban Hazel, dia langsung bisa menyimpilkan bahwa Hazel terkena Amnesia.
“Iya mbak, nama mabk Hazel mabk mengalami kecelakaan dan mendapat benturan keras dikepala. Sehingga mungkin mbak lupa memori tentang diri mbak. Tapi gak papa nanti kami bantu meengingat lagi agar memory mbak pulih kembali.” Sahut perawat itu.
“Nama saya Hazel ? terus mas yang disitu itu siapa saya ?” Tanya Hazel menunjuk kepada Wawan.
“Yah Hazel masak kamu beneran lupa sama aku sih ?” Tanya Wawan.
__ADS_1
“Maaf mas, mbak ini mengalami Amnesia untuk mengingat dirinya siapa saja masih butuh waktu, jadi jangan tersinggung kalo mbak Hazel lupa.” Kata Suster itu.
“Owh jadi begitu ya yang namanya imsomnia ?” kata Wawan.
“Bukan imsomnia mas, tapi Amnesia.” Kata perawat itu sambil senyum geli mendengar kata kata wawan.
“Iya apapun itu namanya lah, yang penting segera pulihkan ingatanya agar kami bisa nyambung ngobrolnya. Kalo gini mana kami bisa ngobrol mbak ?” jawab Wawan.
“Iya mas, mas sabar dulu dong kan semu butuh proses mas.” Jawab suster itu.
“Iya deh, tapi jangan lama lama mbak gak asik kalo dia kelamaan kena itu tadi, apa amesia ?” kata Wawan.
“Amnesia mas, pakai N bukan Amesia.” Kata suster itu.
“Iya lah Pokoknya begitu maksutnya.” Sahut Wawan.
Kemudian perawat itu menjelaskan bagaimana cara menangani orang yang terkena Amnesia kepada Wawan. Bahwa harus sedikit demi sedikit mengembalikan ingatan masa lalunya. Setelah itu kedua orang tua Hazel datang, dan Wawan segera memberitahukan kondisi Hazel yang terkena amnesia.
Orang tua Hazel bersukur Hazel sudah sadar meski juga sedih anaknya tiadak mengenalinya sebagai orang tuanya.
“Hazel, aku mamahmu nak coba kamu ingat mamah nak. Dan ini adalah papah kamu, terakhir kamu keluar bawa motor kami sudah melarang kamu karena kamu tidak terbiasa menggunakan motor. Tapi kamu nekat pakai motor nak.” Seru mamah nya Hazel.
“Aku gak ingat, tahu tahu aku sudah disini dan aku kenapa serta namaku sendiri aku gak Ingat.” Jawab Hazel.
Kedua orang tua Hazel hanya mampu menitikan air matanya, dan berharap kesadaran ingatan Hazel cepat pulih kembali.
“Haz, kamu masih ingat kalo kamu adalah seorang vokalis sama dengan aku yang juga vokalis hanya berbeda kelompok band dan genre nya. Kamu di jalur bosanova aku dijalur music POP.” Kata Wawan.
“Kamu siapa, aku gak kenal kamu ?” jawab Hazel.
“Haz, terakhir ketemu kamu menyatakan mau jadi pacar aku saat kami mengadakan pentas di acaranya sepupu Andi. Kamu ingat nama Andi ?” Kata Wawan.
“Andi….?” Tanya Hazel.
“Iya Andi sahabat aku dia pegang melody gitar dalam band ku ?” jawab Wawan.
Hazel merenung sejenak, sambil mencoba membuka memorinya namun masih kesulitan semakin mencoba mengingat Hazel malah merasakan kepalanya pening.
“Andi,,, aku seperti pernah denger namanya tapi belum mampu mengingatnya. Siapa Andi itu, apakah aku juga mengenal dia ?” Tanya Hazel.
Wawan jadi merasa agak kikuk, karena dengan orang tuanya saja Hazel tidak ingat tapi begitu mendengar nama Andi Hazel bilang pernah denger namanya. Apakah Hazel benar benar tidak bisa melupakan Andi, kata Wawan dalam hati. Namun Wawan juga tidak berani bicara lebih takut orang tua Hazel tahu permasalahan Hazel dengan Andi.
“Nak Wawan, coba minta tolong nak Andi suruh kesini barang kali bisa mengembalikan ingatan Haze. Tadi dia bilang pernah mendengar nama Andi.” Pinta orang tua Hazel.
Wawan menjadi semakin gelisah, apakah memang seharusnya orang tua Hazel tahu masalah yang sebenarnya tentang putrinya Hazel ? nisik Wawan dalam hati.
.............
...bersambung...
Dalam kehodupan nyata, banyak hal terjadi tidak sesuai dengan praduga kita.
Begitupun yang namanya jodoh, tak satupun dari kita yang dapat memastikan.
Melalui cerita ini, Author ingin menggambarkan refleksi kehidupan nyata dalam sebuah cerita.
Di ilhami kisah kisah yang pernah Author dengar lihat dan saksikan.
Tentu saja dikemas dalam bentuk cerita fiktif, baik nama maupun tempat kejadianya.
Karena ini hanya bersifat hiburan semata. Kesamaan nama dan tempat serta kejadian hanyalah sebuah kebetulan semata.
...Semoga terhibur...
...🙏🙏🙏***...
...bersambung...
...Jangan lupa beri dukungan...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
... ...
__ADS_1