Cinta Asteria

Cinta Asteria
Menangkap satu anak buah Mr. X


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


.........


Astri pun ingat ketika masa kecilnya dulu, tentang kedekatannya dengan Aster dan sekarang Aster sudah menjadi kakak iparnya atau jadi istri abangnya Hendra. Tanpa terasa Astri pun menangis bahagia karena hal tersebut….!!!


“Semoga bang Hendra dan Aster bahagia selalu ya mah. Astri sangat senang akhirnya Aster jadi istri bang Hendra.”Ucap Aster pada mamanya.


l


“Doakan saja Astri, dan tentunya kamu juga nanti kalau sudah sama Dimas akan bahagia.” Jawab Mamanya Astri.


“Tapi Dimas bilang mungkin orang tuanya minder kalau melamar Astri nanti.” Kata Astri.


“Minder kenapa ?” tanya mamanya Astri.


“Kata Dimas, orang tuanya hanya petani kampung yang miskin lihat rumah kita pasti minder katanya.” Jawab Astri.


“Bilang saja kalau kita juga dulunya miskin, pernah hidup susah makn juga sulit.” Kata mamanya Astri.


“Udah mah, tapi tetap saja Dimas bilang begitu, meski akhirnya juga mau mendatangkan orang tuanya kesini buat melamar Astri secara Resmi nanti.” Jawab Astri.


“Yasudah kalau begitu gak ada masalah lagi kan ?” Sahut mamanya Astri.


Dari obrolan dan cerita masa muda mamanya Astri dan kisah cintanya dengan papanya Astri merembet ke hal hal lain. Astri dan mamanya asik berbincang bincang sambil memasak berdua di dapur. Seakan mereka tidak sedang mengalami masalah apapun.


>>>>>


>>>>>


>>>>>


Sementara itu Hendra sedang memanggil kembali Jhoni dan Armando beserta anak buahnya yang masih setia. Masing masing melaporkan hasil pengamatan dan mendata siapa anak buahnya yang sudah berkhianat dan berbelok membantu musuh.


Jhoni dan Armando yang marah hendak mencari anak buahnya yang khianat. Namun dicegah oleh Hendra.


“Jangan,,, jangan diapa apakan dia hanya cari uang saja. Yang penting kita amati dan jangan sampai dia tahu apa yang menjadi rencana kita. Setelah urusanku selesai nanti baru kita tanya kenapa dia sampai berkhianat.” Kata Hendra.


Jhoni dan Armando diam, hanya mengikuti apa kata Hendra saja.


“Saat ini, sebaiknya gentian kita yang mengawasi mereka. Atur bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan bocoran rencana rahasia mereka. Agar kita bisa mengikuti permainan mereka.” Perintah Hendra.


“Owh saya paham sekarang pak Hendra, jadi pengkhianat itu kita biarkan tapi kita jadikan pancingan agar bisa mengetahui rencana busuk lawan ?” sahut Jhoni.

__ADS_1


“Nah, itu pintar,,, aku suka cara berpikirmu yang semakin cerdas. Gak sekedar pakai otot tapi juga pakai akal.” Puji Hendra.


“Ini juga berkat bimbingan pak Hendra kok pak.” Jawab Jhoni.


“Baguslah, berarti kalian sudah tahu apa yang seharusnya dilakukan. Kali ini sekian dulu aku harus kembali ke rumah agar istriku tidak bingung mencari aku.” Kata Hendra.


“Baik pak, kami akan atur rencana yang bagus untuk menjebak musuh musuh bapak. Bapak tenang saja dirumah bersama ibu, nikmati saat saat menanti kelahiran putera Bapak.” Jawab Jhoni.


Hendra pun segera pergi meninggalkan Markas Jhoni dan Armandho. Ditengah perjalanan Hendra merasa ada yang mengikuti dari kejauhan. Kemudian Hendra menghubungi Jhoni dan Armandho, dan saat itu juga Jhoni dan Armandho mengirimkan dua orang untuk mengawal Hendra.


Hendar diberi ciri ciri orang suruhan Jhoni dan Armandho dan diberitahu jika sudah dekat akan memberi kode dengan Lampu DIM motor yang digunakan. Hendra pun memperlambat laju mobilnya sambil mengawasi keadaan belakang dari lampu spion mobilnya.


Masih tampak orang yang mengikutinya dan Hendra tetap melaju dengan pelan. Sampai akhirnya melihat motor dan pengendara seperti ciri ciri yang diberikan Jhoni dan Armandho. Hendra menerima kedipan Lampu Dim dari orang tersebut sebagai tanda dia orangnya Jhoni dan Armando.


Kemudian Hendra makin memperlambat laju mobilnya dan menepikan mobilnya ke tepi jalan. Tampak orang yang mengikuti Hendra dari awal pun mencoba untuk mendekati Hendra. Namun mereka tidak menyadari jika dibelakangnya ada dua orang juga suruhan Jhoni dan Armando yang siap membantu Hendra jika terjadi sesuatu.


Dan disaat dua orang yang mengikuti Hendra tersebut mendekati Hendra dan menodongkan pisau dua orang anak buah Jhoni itu dengan sigap menabrak orang tersebut hingga jatuh dan masih memegangi pisau sebelum menodong Hendra.


Hendra pun berteriak


“Rampok…!!!”  sehingga orang yang masih di atas motor yang tadinya hendak membantu rekannya tersebut jadi kabur melarikan diri. Tinggalah satu orang yang mau menodong Hendra itu jadi bulan bulanan amukan Warga yang berdatangan.


Hampir saja orang itu tewas jadi amukan massa, namun oleh Hendra dan dua anak buah Jhoni warga ditenangkan. Dan dua orang itu dibawa kerumah sakit setelah salah satu orang lapor Polisi.


Sehingga polisi pun ikut datang ke rumah sakit memberikan pengawalan kepada orang tersebut. dengan berjalanya waktu, berita tersebut juga menyebar sampai ke telinga Mr.X.


Sehingga membuat marah Mr.X karena misi yang dianggap sepele saja sampai gagal. Padahal hanya diminta mengancam Hendra agar tidak berbuat macammacam. Dan mencari informasi data data perusahaan ter update.


“Semoga saja tidak bos, dia pegang rahasia kok.” Jawab seorang bodyguardnya Mr.X.


“Aku tidak percaya itu, baru aman jika dia dibawa kembali kesini agar tidak bicara dengan polisi atau sekalian kalian bunuh saja anak itu. agar tidak bisa bersaksi nanti.” Ucap Mr.X kepada anak buahnya.


Semua mata tertunduk, karena bagi mereka orang tersebut sangat berarti tapi sayangnya tidak bai Mr.X. lebih baik membunuh anak itu dari pada dia membuka rahasia, kalau memang dia tetap tidak bisa diajak pulang.


Tak seorang pun yang berani membantah perintah Mr.x tersebut. Sehingga diutuslah dua orang lagi untuk misi itu. membawa atau membunuh anak yang tertangkap itu.


>>>>>


>>>>>


Dirumah Aster cemas menunggu Hendra yang sudah terlambat dua jam dari jadwal yang direncanakan. Aster menjadi sedikit Cemas, karena tahu gerakan pihak musuh sudah diluar batasan seorang manusia. Sehingga Aster hanya mondar mandir saja karena bingung dan cemas.


“Sudah duduklah Aster mungkin juga suami kamu sebentar lagi sampai rumah.” Ucap ibunya Aster.


Aster hanya diam sambil sesekali melihat keluar setiap kali ada suara klakson. Dan kali ini memang Hendra yang datang. Kemudian langsung masuk dan mencium kening Aster.


“Maaf ya Aster abang ada sedikit halangan jadi pulang  terlambat.” Kata Hendra.


“Halangan apa nak ?” tanya ibunya Aster membuat Hendra kaget tidak melihat ibu mertuanya juga disitu.


“Owh gapapa kok bu, tadi hampir kena todong tapi di tolong warga.” Jawab Hendra.

__ADS_1


“Apa ada kaitanya dengan urusan perusahaan kam ?” Tanya ibu mertua Hendra.


Hendra tidak mau larut  dalam prasangka sehingga menjawab dengan kata,


“Mungkin bu, tapi Hendra juga belum yakin seratus persen, biar ditangani polisi.” Jawab Hendra.


Kemudian Aster melepaskan Jas Hendra dan membuatkan Hendra Minum.


“Abang mau minum apa ? Sekalian ibu juga mau minum apa bu ?” tanya Aster.


“Abang minta kopi Hitam agak bening saja tapi. Ibu mau minum apa ibu ?” tanya Hendra pada ibu mertuanya tersebut.


“Ibu nanti saja, mau ke kamar ibu lagi saja nungguin bapak kamu jemput om Haikuno.” Kata ibunya Aster.


“Om Haikuno sudah sampai Indonesia bu ?” tanya Hendra.


“Iya sedang di jemput bapak kamu.” Jawab ibu mertua Hendra kemudian pergi meninggalkan Hendra danAster.


Tak lama kemudian Aster pun datang membawa minuman kopi untuk Hendra.


“Kopinya bang, apa yang sebenarnya terjadi bang kok sampai telat lama sekali ?” tanya Aster.


“Abang tadi hampir ditodong untung ditolong anak buah Jhoni dan Armando sehingga bisa selamat. Kemudian orang itu di pukuli warga jadi Abang antar dia ke rumah sakit dan lapor polisi juga.


“Terus bagaimana bang nasibnya ?” tanya Aster lanjut.


“Ya sekarang dirawat di rumah sakit dan dijagain Polisi juga.” Jawab Hendra.


Aster sedikit lega meski belum betul betul bisa hilang cemasnya. Dan beberapa saat kemudian bel rumah Aster berbunyi, ternyata Ayah Aster dan Haikuno yang datang. Dan itu cukup membuat Aster sangat terharu, merasa diperhatikan jauh jauh dari jepang demi menolong suaminya….!?! 


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.


Komentar reader semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Reader semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2