
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Banyak yang terharu dengan apa yang diucapkan Andi tersebut, termasuk juga Asih dan Aster yang ikut bahagia waktu itu. dan atas kesepakatan semua maka Asih pun diminta untuk menjawab langsung pertanyaan Andi tersebut. sehingga Asih pun mau tidak mau harus menjawab pertanyaan Andi tadi dihadapan semua hadirin di situ….!!!
"Asih tidak dapat bicara banyak, cukup dengan jawaban singkat saja. Asih sudah siap dan mantap jadi Istrimu." Jawab Asih singkat.
keluarga Andi dan Asih hanya bisa hari dan menitikkan air mata bahagia. Proses Ijab qabul pun terlaksana dengan lancar.
Setelah beramah tamah sebentar, dan mengucapkan terimakasih kepada pengurus pondok makasih Andi pun dibawa pulang ke rumah yang telah disediakan.
Sementara Hendra kembali ke rumah pak Baskoro, menjemput Astri dan mamahnya.
"Abang sendiri saja?" Tanya Astri.
"Iya yang lain langsung ke rumah Andi yang baru." jawab Hendra sambil jabat tangan mamahnya.
"Owh kirain disini acaranya." sahut Astri.
"Yasudah kita langsung ke sana sekarang, mungkin sudah pada sampai." kata Hendra.
Astri menggandeng mamahnya masuk ke Mobil dan Hendra segera menyusul setelah memarkir motor di dalam rumah.
Merekapun menuju tempat Andi dan Asih, di rumah baru mereka.
Dan hari itu Andi dan Asih sudah syah sebagai suami istri secara agama. Sedang legalitas formal Surat Nikah nya segera diurus oleh pak Baskoro.
***
Sementara itu Bram sedang berpikir bagaimana cara untuk bisa mendekati Hazel agar bisa membujuk dan menjebaknya.
“Alasan apa aku agar bisa menemui Hazel dirumahnya, agar bisa bicara langsung dengan Hazel ?” Tanya Bram dalam hatinya.
Lama berpikir tiba tiba Bram ingat saat kejadian di kafe kemarin, mungkin aku pura pura minta maaf saja pada Hazel. Dan aku harus kelihatan tulus, baru kemudian buat rencana untuk mempertemukan Hazel dengan Hendra. Akal licik Bram pun mulai berjalan, ide ide Liar mulai berdatangan di isi otak Bram.
Tidak ingin mengulur waktu Bram mantan pacar Hazel pun segera meluncur ke rumah Hazel. Dalam perjalanan Bram sudah menyiapkan kata kata rayuannya untuk mendekati Hazel dan menjebaknya. Sebuah rencana jahat yang akan dilakukan terhadap Hazel.
Namun ternyata Hazel tidak berada di rumah, karena sedang menghadiri acara Pernikahan Andi dan Asih bersama Wawan. Bram hanya bertemu dengan mamanya Hazel, yang masih menyimpan rasa kurang suka dengan Bram.
“Ada apa nak Bram mencari Hazel, bukankah kalian sudah putus.” Tanya mamahnya Hazel.
“Iya bu, saya hanya mau melihat keadaan Hazel saja dan mau minta maaf kepada Hazel.” Ucap Bram.
“Minta maaf, maaf karena apa ?” tanya mamanya Hazel.
Kemudian Bram menceritakan kejadian di kafe dan beralasan saat itu dia sedang mabuk jadi tidak kontrol.
__ADS_1
“Owh begitu, tapi sayangnya Hazel saat ini sedang menghadiri pernikahan temannya. Dan mungkin sore nanti baru pulang.” Kata mamanya Hazel.
“Kalau saya menunggu boleh tidak bu ?” tanya Bram.
“Silahkan saja, tapi ibu tidak bisa menemani kalau mau nunggu bisa menunggu di teras rumah saja. Karena ibu mau istirahat dulu.” Jawab mamanya Hazel.
Kemudian Bram pun menunggu Hazel di teras rumahnya, agar dinilai serius dalam minta maaf ke Hazel. Meski cukup lama Bram menunggu Hazel, dan sambil menunggu Bram memberikan informasi kepada Daniel tentang apa yang sedang dia lakukan. Serta memberikan laporan setiap perkembangan yang terjadi. Hingga sampai akhirnya Hazel pun datang diantar oleh Wawan.
“Ngapain kamu kesini lagi Bram, di antara kita sudah tidak ada ikatan apa apa lagi…!” kata Hazel.
“Bram tahu, dan Bram juga sadar diri kok Haz. Bram hanya mau minta maaf atas kejadian tempo hari saat di kafe. Karena waktu itu Bram lagi mabuk jadi gak bisa kontrol.” Jawab Bram dengan Kalem.
Waktu itu Bram melihat penampilan Hazel dengan baju dan dandanan yang sangat anggun jadi menyesali putus dengan Hazel. Sementara Wawan memandang Bram dengan wajah yang kurang suka.
“Ya sudah lupakan saja, kalau hanya soal itu. Hazel maafkan tapi sebaiknya kamu langsung pulang saja sekarang.” Ucap Hazel ketus. Hazel masih merasakan sakit hati dengan Bram yang hampir saja merenggut mahkotanya sebagai Gadis dan kemudian justru ganti bermesraan dengan wanita lain.
“Sebenarnya ada satu hal lagi yang akan aku sampaikan, ada salah satu bos perusahaan yang akan mengundang kamu untuk memberikan hiburan dengan suara kamu bernyanyi Haz ?” kata Bram mencoba untuk bertahan di situ agar bisa bicara banyak dengan Hazel.
“Saat ini aku sedang capek, dan perlu kamu tahu aku bernyanyi hanya untuk hobi saja bukan karena uang semata. Jadi tidak usah membujukku dengan uang, Hazel tidak tertarik.” Jawab Hazel dengan ketus.
“Owh tidak Haz, sama sekali tidak… bahkan rencananya itu untuk acara amal saja. Jadi sekedar kegiatan social saja, jadi bukan profit oriented. Sekedar untuk menghibur anak anak Yatim di panti Asuhan saja.” Jawab Bram berbohong.
Hazel jadi agak goyah dengan perkataan Bram tersebut, meski Hazel pun masih tetap dengan kewaspadaan.
“Bagaimana nanti saja, yang jelas saat ini Hazel capek mau istirahat.” Jawab Hazelo yang memang capek disamping capek fisik hatinya pun sedang gundah. Karena Andi orang yang dicintainya saat ini sudah menjadi suami Syah Asih. Tak ada lagi harapan bagi Hazel untuk mendapatkan Andi.
“Bagaimana kalau kamu mandi mandi dulu nanti kita lanjutkan bicaranya Haz ?” tanya Bram.
“Mas, kamu denger gak sih kalau Hazel bilang baru capek. Atau memang sengaja mau bikin ribut di sini ?” tiba tiba Wawan membentak Bram karena merasa jengkel dengan Bram yang terus saja membujuk Hazel. Memang sebagai mantan tenaga Marketing Bram gak akan gampang menyerah dengan segala macam penolakan. Bram cukup lihai membalikkan keadaan dari menolak sampai akhirnya merasa butuh. Memang itu adalah keahlian Bram secara alami memiliki talenta untuk merayu dan meyakinkan orang.
“Owh tidak kok, sama sekali saya gak mau bikin masalah. Baiklah saya pulang saja dulu, mungkin jika nanti berubah pikiran bisa kontak saya. Barangkali Hazel tertarik untuk ikut berperan dalam konser amal untuk anak yatim dan dhuafa.” Kata Bram sambil memberikan kartu nama usahanya.
Sepeninggal Bram, Wawan mencoba cari tahu siapa Bram sesungguhnya.
“Siapa orang itu sebenarnya Haz, gak tahu malu amat sudah di tolak masih saja ngotot.” Tanya Wawan.
“Masak kamu lupa Wan ? Dia kan mantan cowokku dulu yang suka ikut kalau Hazel pas pentas ?” jawab Hazel.
“Masak sih, kok beda banget sekarang Haz ?” jawab Wawan.
“Bagaimana gak beda Wan, perilaku dia ternyata memang gak pantas disebut manusia.” Jawab Hazel enggan bercerita selengkapnya.
“Maksutnya bagaimana Haz ?” tanya Wawan.
“Ya pokoknya gak pantas lah, jijik aku mau cerita saja.” Jawab Hazel teringat ketika Bram diarak karena tertangkap basah sedang bergumul dengan pacar temannya sendiri. Dan hal itulah yang membuat Hazel sangat benci Bram. Setelah gagal menyetubuhi Hazel kemudian mencari pelampiasan ke orang lain.
Dan karena Wawan terus mendesak, akhirnya Hazel pun terpaksa menceritakan pengalaman pahitnya bersama Bram waktu itu. Wawan sempat merasa cemburu, namun masih sadar jika itu hanyalah masa lalu Hazel saja. Sehingga Wawan tidak mau larut dengan perasaannya, Wawan masih menggunakan Logikanya bahwa Hazel sekarang tidak lagi bersama Bram.
Bahkan tidak lagi mengharapkan Andi setelah Andi menjadi suami sahnya Asih. Sehingga saat ini hanya Wawan lah yang paling dekat dengan Hazel, meski masih dalam masa penjajakan bagi Hazel dan Wawan tidak akan mengecewakan Hazel dengan sifat egoisnya.
Sore itu Wawan menemani Hazel sampai Hazel benar benar tenang setelah mengalami beberapa kejadian berat beberapa hari terakhir ini. wawan dengan Setia menemani Hazel dan berharap Hazel dapat membuka hati bagi Wawan.
“Haz kesini sebentar nak…!” panggil mamahnya Hazel.
“Iya mah… tunggu bentar ya Wan.” Kata Hazel.
__ADS_1
“Iya, kamu temui saja mamah kamu !” ucap Wawan.
Dan Hazel pun segera menghampiri mamahnya.
“Ada apa mah ?” tanya Hazel.
“Mamah mau bilang, tapi mamah harap Hazel dapat mencerna dengan baik ya nak !?!” ucap mamanya Hazel.
“Iya mah, memang mamah mau ngomong soal apa mah ?” tanya Hazel.
“Setiap orang itu pengenya punya pasangan hidup yang dicintai dan mencintai nak. Tapi tidak semuanya bisa seperti itu.” kata Mama Nya Hazel.
“Maksut mamah apa kok Hazel gak paham sama sekali ?” tanya Hazel.
“Mamah tahu kalau dihati Hazel masih menyimpan cinta pada Andi. Namun Hazel harus sadar jika Andi mencintai orang lain nak.” Kata Mama Nya Hazel.
Hazel hampir saja meneteskan air matanya namun masih tetap ditahan, tak ingin buat mama nya jadi sedih.
“Iya mah, Hazel paham kok mah.” Jawab Hazel.
“Kalau begitu, kenapa gak kamu terima saja cinta Wawan Haz…?!?” tanya Mamanya Hazel.
“Hazel belum bisa mencintai Wawan mah.” Jawab Hazel.
“Mamah lihat Wawan tulus mencintai kamu Haz.” Ucap mama nya Hazel.
“iya Hazel juga tahu mah, tapi Hazel belum bisa mencintai Wawan sampai saat ini mah.” Jawab Hazel.
“Jadi wanita, terkadang harus dihadapkan pilihan yang berat nak. Kadang harus memilih diCintai atau mencintai.” Kata mamahnya Hazel.
“Maksut mamah bagaimana ?” tanya Hazel.
Mamanya Hazel terdiam sesaat untuk menjelaskan kepada Hazel, apa yang dia maksudkan.
“Dalam berumah tangga, kadang harus memilih lelaki yang mencintai kita sementara hati kita sebenarnya tidak ada cinta. Atau lelaki yang kita cintai tapi lelaki itu tidak mencintai kita. Kalau seperti itu yang terjadi, Hazel memilih yang jadi orang yang dicintai tapi kita gak cinta,atau jadi orang yang mencintai, tapi tidak dicintai ?” Tanya mamahnya Hazel.
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Reader semuanya.
Komentar reader semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Reader semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...