Cinta Asteria

Cinta Asteria
Saat Aster Menikah


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


 


Syasya semakin bingung dan hanya mampu menangis semakin kencang sambil memeluk Sinta anaknya.


 


“Mamah sudah salah Sinta…. Mamah sudah terjebak dan mamah pingin mati saja rasanya Sinta….!” Jawab  Syasya sambil menangis.


 


“Kenapa mah, apa yang terjadi sebenarnya mah ???” Tanya Sinta.


 


*****


Episode ini


 


“Mamah dijebak Andi Sinta, katanya tadi Sinta kecelakaan. Mamah panik dan menuju ke rumah sakit tapi ternyata mamah dibawa ke sebuah tempat dan ternyata itu jebakan yang dibuat Andi.” Kata mamahnya Sinta.


 


“Apa mah ? terus apa yang dilakukan kak Andi pada mamah ?” Tanya SInta penuh emosi.


“Mamah dijadikan budak nafsunya Andi Sinta…!?!” jawab Syasya sambil terisak.


 


“Sungguh keterlaluan kak Andi kalo begitu mah, gak bisa dibiarkan ini mah. Kita laporkan ke polisi saja mah…!” kata Sinta.


“Jangan Sinta mamah malu harga diri mamah akan semakin terpuruk sebagai wanita, karena mereka mempunyai rekaman saat mamah dijadikan budak nafsunya Andi.” Jawab Syasya.


“Mereka siapa mah ?” Tanya Sinta.


“Syasya gak berani menyebut nama Syifa gurunya Sinta takut masalah semakin melebar saja.


“Andi dibantu dua teman wanitanya Sinta, dan ngomong apa say, bilang saja gak usah muter muter begitu !” jawab Andi.


 


“Aku dah terlambat datang bulan dua minggu ini, kalo aku hamil Andi mau kan tanggung jawab menikahi Sita ?” Tanya Sita.


“Apa ? Tanggung jawab  bukankah kita hanya senang senang saja dan kamu juga ga hanya dengan aku tidurnya ?” kata Andi kaget dengan perkataan Sita.


“Ya memang tapi kan kamu yang paling sering Andi dan hanya kamu yang melakukan dengan free yang lain kan karena uang dan oakai pengaman.” Jawab Sita enteng.


“Gak, Andi gak mau kita hidup tanpa ikatan tanpa komitment apapun. Jadi Andi gak mau kalo harus menanggung anak yang ada dalam kandungan kamu yang belum tentu juga itu anak Andi.” Jawab Andi tegas.

__ADS_1


Namun Sita tak kurang akal dalam memaksa Andi, kemudian dia menunjukkan video Andi dengan Syasya waktu itu dan mengancam akan menyebar luaskan video itu jika Andi tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Sita.


 


Andi menjadi lemas karena tak mampu berkelit untuk lepas dari tanggung jawab atas kehamilan Sita. Karena Sita memegang sebuah aib besar antara dia dengan Syasya. Akhirnya Andi terpaksa menyanggupi permintaan Sita dengan catatan jika memang Sita terbukti hamil. Namun sebenarnya Andi hanya mengulur waktu agar bisa mencari akal untu lepas dari jeratan iblisnya Sita.


 


Maksut hati ingin menjadikan video itu untuk menjebak Syasya namun justru dirinyalah yang masuk dalam perangkap nya Sita. Sehingga Andi menyesali segala perbuatanya dan berpikir untuk melenyapkan bukti videonya dengan Syasya. Kalo tidak bisa maka Sita lah yag harus dilenyapkan nanti, dan itu berarti Andi melakukan tindakan criminal membunuh Sita.


 


*****


Kembali di kediaman Aster


Aster, Asih, Nisa, Astri dan Hendra sedang bersiap siap pergi berlibur sekaligus Hendra dan Aster akan melaksanakan Pre Wed.


Namun di tengah persiapan mereka tiba tiba Asih menangis sejadi-jadinya sambil memegang ponselnya. Sehingga membuat terjekut yang lain dan segera menenangkan Asih.


“Asih kamu kenapa ?” Tanya Aster.


Asih tak mampu menjawab hany menunjukkan video kiriman dari nomor tak dikenala yang mengirimkan video Syur Andi dan Syasya. Dan pengirimnya tidak lain adalah Sita yang merasa dikhianati Andi, karena beberapa hari Andi tak mengunjunginya dan tak bisa dihubungi lagi. Karena Andi sudah ganti akun WA nya dengan membuat akun baru tidak sekedar mengganti no ponselnya. Sehingga membuat Sita marah  dan nekat menyebarkan video Syur Syasya dan Andi ke beberapa orang yang dianggapnya berhubungan dekat denagn Andi. Termasuk Asih.


Aster sampai terbelalak melihat video tersebut dan badanya gemetar sampai ponsel yang di pegangnya terjatuh.


Kemudian yang lainya ikut melihat isi video tersebut dan semua histeris melihat isi video tersebut.


“Astaghfirrullah…. Andi….!” Seru Astri dan lainnya ikut gemetar melihat adegan syur tersebut.


“Udahlah Asih lupakan Andi, buang jauh jauh nama Andi dari hatimu, Aster saja sakit melihat itu semua bahkan jijik dengan Andi sekarang. Dan kamu akan tetap menjadi saudaraku meski tidak menjadi istri Andi sepupuku.” Ucap Aster penuh kemarahan pada Andi. Namun Asih masih saja tidak berhenti menangisi kelakuan Andi tersebut.


Dan gemparlah berita video Syur Andi dengan Syasya itu, hingga menyebar secara cepat sampai kepada kedua orang tua Andipun mendengarnya. Sehingga ibunya Andi menjadi Syok dan sakit sakitan. Hingga pada saat Aster menikah dengan Hendra ibu Andi tak sanggup menghadiri karena sakit dan berbaring di Rumah Sakit dan bapaknya Andi harus menunggui karena Andi sendiri lenyap bak di telan bumi. Karena tak lagi berani pulang kerumahnya. Karena diancam seluruh warga masyarakat, sementara Syasya sudah berpindah rumah diikuti oleh Sinta yang mengikuti ibunya dan pindah sekolah di tempat lain.


*****


Usai Akad Nikah dan acara pesta kecil kecilan dengan keluarga dan kerabat Aster akan diboyong oleh Hendra untuk menempati rumah barunya. Namun masih di tahan oleh kedua orang tua Aster, karena Aster hanya anak  satu satunya jadi sementara diminta tinggal dirumah Aster lebih dahulu.


Begitu bahagianya mamahnya Hendra sampai memikirkan juga Asih dan Nisa yang selama ini ikut tinggal bersama Aster, sehingga bagi keduanya juga disediakan Rumah tinggal yang cukup bagi mereka berdua. Dengan harapan menjaga privasi Aster dan Hendra sebagai pasangan suami istri atau pengantin baru. Namun juga tetap memikirkan kesejahteraan Asih dan Nisa. Bahkan subsidi Astri untuk keluarga Nisa pun masih tetep jalan.


Karena tidak mungkin jika dengan menaikan gaji Nisa, jelas akan menimbulkan kecemburuan social. Tapi jika itu pemberian pribadi diluar gaji tidak akan menjadi masalah di perusahaan. Begitulah pemikiran Astri dan Hendra sebagai ucapan terimakasih kepada Nisa yang sudah loyal terhadap perusahaan dan pribadi Astri dan Hendra.


Setelah acara usai, dan semua sudah meninggalkan Rumah Aster. Maka dirumah Aster kini hanya tinggal kedua orang tua Aster dan Hendra juga Aster sendiri. Terjadilah dialog ringan antara orang tua dengan anak dan menantu. Dan Aster mengambil libur atau cuti menikah dengan Hendra, sementara Hendra tidak mengambil cuti karena itu adalah perusahaan dia sendiri. Dn boleh datang kapan saja tidak terikat jam kerja seperti saat menyamar menjadi karyawan.


“Hendra,,, kamu jangan sungkan sungkan kalo mau apa apa anggap saja ini juga rumah kamu ya nak !” ucap ibunya Aster.


“Iya bu, Hendra juga sudah jadi anak ibu sekarang jadi bapak dan ibu juga sudah Hendra anggap orang tua kandung Hendra. Jadi Hendra siap menerima perintah dari bapak dan inu.” Jawab Hendra.


“Sayangnya mamah kamu sudah pulang, padahal ibu masi kangen sama dia. Belum puas tadi ngobrolnya sama Astri adik kamu juga nak.” Jawab ibunya Aster.


“Iya mereka kan juga perlu menyiapkan tempat kalo kita besuk ngebesan kesana buk. Jadi biar saja kan kita juga masih bisa bertemu besuk.


“iya sih pak, ibuk juga ngerti tapi pingin ibuk Astri tu ikut disini saja dulu biar ingat saat kecil selalu bersama Aster.” Ucap ibunya Aster.


‘Ya gak bisa begitu dong buk, kalo sekarang yang harus bersama Aster ya Hendra bukan Astri lagi.” Jawab bapaknya Aster.


“Diih bapak bikin Aster malu saja, gak terus terusan juga kali sama bang Hendra, ada waktunya juga Aster perlu berduaan sama Astri ayak dulu, boleh kan bang Hendra ?” Tanya Aster.


“Iya sayang boleh dong kan Astri juga sudah jadi adik kamu sekarang.” Jawab Hendra.


“Iiih gak usah pakai sayang sayang lah geli Aster dengernya, lebih enka panggil nama saja bang.” Ucap Aster malu malu dipanggil Hendra dengan sebutan sayang didepan orang tuanya.


Sementara kedua orang tua Aster hanya senyum senyum melihat anak dan menantunya yang masih malu malu di hadapannya itu.

__ADS_1


“Kalian kan sudah resmi menikah jadi panggil sayang juga sah sah saja, bapak ibu gak melarang kok. Bapak ibu juga pingin segera menimang cucu biar suasana rumah ini menjadi semakin ramai dan meriah.” Sahut ibunya Aster.


“Aah ibu bicara apa sih kan Aster juga baru saja menikah masak sudah ngomongin cucu sih. malu aah buk…!” gerutu Aster.


Kedua orang tua Aster hanya tertawa, kemudian berpamitan untuk beristirahat dan menyuruh Hendra dan Aster juga beristirahat.


Namun Aster masih malu malu untuk beranjak masuk ke kamar pengantin bersama Hendra.


“Kamu mau tidur di sini Aster ?” goda Hendra pada Aster.


“Ya gak lah bang, kan Aster nungguin abang suami Aster.” Jawab Aster lirih sambil tersenyum manis.


“Diih senyum kamu manis sekali Aster, bikin aku makin jatuh cinta aja sama kamu.” Puji Hendra kepada Aster.


“Jangan keras keras bang bicaranya, Aster masih malu didengar bapak dan ibuk.” Jawab Aster.


“Makanya oindah ke kamar yuk, biar gak kedengaran bapak dan ibuk bicaranya.” Ajak Hendra sambil menggandeng tangan Aster.


Aster hanya mengikuti ajakan Hendra dirinya pun mengikuti naluri seorang wanita sebagai pengantin yang baru saja resmi menikah secara sah tentu saja Aster juga tahu maksut Hendra serta mempunyai perasaan dan keinginan yang sama tentunya. Meski masih agak kaku dan malu malu Aster berjalan mengikuti Hendra masuk ke kamar mereka.


Dan Hendra pun segera mengunci pinti kamar mereka agar lebih romantic lampu kamr pun segera ganti dengan yang agak redup namun masih memperlihatkan wajah Aster yang manis dihadapanya.


“Bang…?” Tanya Aster.


“Iya kenapa ?” jawab Hendra.


“aster masih malu rasanya gak percaya jika kita sekarang sudah menjadi suami istri, rasanya kayak mimpi saja.” Ucap Aster.


Hendra tidak segera menjawab namun justru memeluk Aster dan mencium bibir Aster sehingga Aster kaget dan hampir saja berontak tapi ingat dirinya sudah menjadi istri Hendra akhirnya Asterpun menerima ciuman Hendra meski masih gugup dan bingung. Karena iti adalah first kiss baginya selama ini. bahkan keringat dingin Aster sampai keluar.


‘Bang… bang Hendra sebentar Aster masih sangat gugup nih…!” ucap Aster.


Hendra yang sebenarnya sudah siap tempur itupun akhirnya mengentikan aktifitasnya dan menunggu Aster gak geetar lagi.


“Kenapa sayang, mala mini adalah milik kita berdua dan kita sudah sah menjadi suami istri kita tidak berdosa jika saling membagi kasih bersama sekarang ini.” protes Hendra.


“Iya bang Aster juga tahu, Aster juga pingin tapi Aster masih gugup jangan langsung begitu ya, pelan pelan saja biar Aster gak gugup.” Pinta Aster.


Hendra pun terpaksa menuruti kemauan Aster karena besarnya kasih sayang dan cita Hendra kepada Aster. Hendra menunggu Aster tenang dan mau berinisiatif sebagai pasangan suami istri bukan sekedar mekakukan kewajiban sebagai istri terhadap suaminya


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2